Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Naga yang Tertidur


__ADS_3

Seorang pria dengan aura yang agung tergopoh-gopoh memasuki balairung istana. Kedatangannya sontak membuat kaget semua orang.


"Kaisar...!!!"


Rombongan Pangeran Ju Qin seketika membungkuk memberi hormat..... mereka terheran-heran. Apakah gerangan yang membuat kaisar itu tiba-tiba berubah keadaan nya menjadi sehat sehingga datang menemui mereka??


"Siapakah diantara kalian yang merupakan pemusik jiwa itu???" Kaisar bertanya dengan nada cemas.


Ketika Sima Yong baru saja akan menjawab bahwa dialah sang pemusik jiwa itu, Kaisar Negri Embun Timur itu buru-buru berjalan turun dari singgasananya. Dia menarik lengan Sima Yong secara terburu-buru.


"Anda adalah musisi jiwa itu bukan???" dia memperhatikan Sima Yong dengan saksama.


"Menurutku penampilan anda sangat mencerminkan anda seseorang yang memiliki kemampuan bermain musik menggunakan kekuatan jiwa" Kaisar bersikap seolah-olah dia mampu menebak.


Pada hal sesungguhnya, Kasim itu yang terlebih dahulu membisikkan sesuatu kepada kaisar. Kaisar terlihat menyeret Sima Yong, dan anak muda itu pasrah saja di tarik kaisar.


Mereka, beberapa orang yang termasuk dalam rombongan Pangeran Ju Qin berjalan cepat mengikuti langkah panjang kaisar. Istana itu Embun Timur itu terasa demikian besar. Belum lagi berbagai ornamen hiasan yang makin menambah kesan ramai setiap ruangan.


Mereka berjalan berputar-putar didalam gedung, lalu melewati selasar panjang berkelok-kelok. Lorong-lorong teduh yang beratapkan genteng khusus melindungi pejalan kaki dari terik matahari, dipenuhi tanaman merambat. Semuanya seperti memaksa mata untuk berhenti sejenak mengagumi keindahan bagian istana Embun Timur.


Hingga pada akhirnya setelah mereka berjalan kira2 sepeminum teh, rombongan itu tiba di sebuah taman yang amat luas.Taman yang dipenuhi tanaman langka dan menimbulkan wangi yang menenangkan.


Mata semua orang seketika terbelalak. Nampak Naga air yang meringkuk di sudut taman. Tampak kolam air seluas danau kecil, tempat mahluk itu bermain.


Dari posisi membungkuk tidak nyaman seperti itu, orang dapat menebak bahwa Mahluk mitos itu tidak dalam kondisi sehat. Auranya terasa buruk.


Dengan sedih kaisar membelai tubih naga air itu. Dia lalu berkata,


"Naga tua ini telah menjadi warisan Negri Embun Timur sejak jaman kakek saya memerintah negri ini. Dia telah melalui begitu banyak peristiwa peperangan mempertahankan Negri ini. Sehingga lihat kondisinya saat ini dia sekarat dengan kondisi jiwa yang terluka"


"Perang terakhir yang dia lewati, adalah melawan seorang Ahli Negri Matahari yang berkekuatan jiwa tinggi. Dalam pertempuran melawan ahli dan hewan kontrak pvoenjx nya, jiwanya terluka sedemikian rupa"


Kaisar menatap kearah Sima Yong, Dengan nada sesal dia berkata...

__ADS_1


"Jika saja Klan Penjinak binatang itu bersedia meminjamkan Relikui Gemala Feniks mereka, Naga air itu tidak akan mengalami keparahan luka jiwa yang seakut ini" mata kaisar berkilat dalam nada kurang senang.


"Seandainya anda dapat memperbaiki jiwa Naga air kami, Negri Embun Timur tidak akan pernah melupakan budi baik anda anak muda" Kaisar berkata dengan nada sungguh-sungguh. Semua orang merasa tersentuh.


Sima Yong lalu mengeluarkan alat musik kecapi miliknya, lalu dia berkata,


"Aku akan memainkan komposisi lagu menyelipkan teknik kekuatan jiwa. Aku yakin dengan kemampuan sederhana ini, lalu di padukan dengan teknik irama musik jiwa, aku yakin semua akan membantu pemulihan Naga air" Sima Yong berusaha merendah.


"Kaisar ini percaya pada kemampuanmu anak muda" dia menatap Sima Yong dengan cemas. Lalu Sima Yong mengeluarkan kata-kata menenangkan sehingga kaisar menjadi lega.


Sima Yong mengambil posisi memainkan musik...


"Aku akan segera bermain musik jiwa, jika Kaisar ingin menunggu mendengarnya, dengan senang hati aku persilahkan. Musik ini akan akan memberikan kenyamanan serta menenangkan jiwa".


"Saranku, posisi terbaik untuk mendengarkan musik ini adalah dengan melakukan posisi lotus sambil bermeditasi" Kata dia. Semua orang buru-buru duduk dalam posisi lotus, lalu siap mendengarkan musik.


Kelompok Pangeran Ju Qin dan kawan-kawannya tentu saja mengerti dan paham akan manfaat mendengarkan petikan kecapi anak muda itu. Jarang-jarang manfaat mendengarkan musik penyembuh jiwa yang dimainkan seorang master seperti itu dapat mereka nikmati. Tentu saja kawanan itu merasa gembira dan semua buru-buru mengambil posisi meditasi.


Sima Yong memulai petikan dengan irama yang lembut. Mata semua orang segera menutup. Berusaha untuk menyerap manfaat musik.


Kaisar sendiri bahkan terdengar mulai mengeluarkan nafas seperti orang tertidur. Dia mendengkur pelan. Tentu saja itu karena Sima Yong menyisipkan kekuatan jiwa kedalam setiap petikan nada. Wajar yang mendengarkan permainan musik nya merasa jiwa seperti tengah mengembara di suatu tempat yang memberi rasa nyaman. Semua orang menjadi mengantuk.


Naga air itu yang tadi nya menatap hamap, kini terlihat seperti terdapat titik kesadaran di matanya. Dia menggeliat, lalu dengan raut wajah yang relaks... naga itu tertidur.


Sima Yong mengulangi permainan lagu lembut hingga dua kali. Semua orang kini benar-benar tertidur. Bahkan terdengar suara ngorok yang terdengar dari kelompok ahli pedang Master Zhang Jhunda. Sepertinya dia benar-benar menikmati terapi seperti ini.


Selanjutnya setelah naga itu terlelap, Sima Yong mengganti pemainan musiknya dengan irama yang gembira. Tiap petikan dawai kecapi itu yang berubah, tampak wajah naga seperti tersentak-sentak. Sepertinya terjadi perubahan atau perbaikan di jiwanya yang rusak.


Seteah mengulangi sebanyak dua kali permainan musik ber- irama gembira itu Sima Yong meng- hentikan permainan musiknya. Keringat kecil muncul di dahinya. Dia menggunakan banyak energi jiwa didalam dua lagu terakhir. Naga air itu membutuhkan terapi yang menyedot kekuatan besar, hal itu disebabkan jiwa yang teramat rusak.


Beberapa saat kemudian orang-orang itu satu demi satu terbangun dari mimpi mereka...


Sambil menguap Kaisar SeoGye berkata,

__ADS_1


"Rasanya telah lama sekali aku tidak tertidur selelap ini" Wajahnya berwarna jingga seperti wajah anak remaja yang penuh semangat.


"Anak muda... teknik apakah yang anda gunakan tadi... aku benar-benar merasa seperti menjadi seseorang yang baru. Semua semangatku terasa seperti orang muda yang berapi-api"


>>>>>>


"Siapa anda?" Mao Po Sin tidak lagi berani menunjukkan keangkuhannya. Seorang SAINT??? Tingkat kultivasinya amatlah jauh jika dibandingkan dengan kemampuan perempuan di hadapannya itu.


"Nyonyamu ini bernama Meirenyu..."


Meirenyu seketika meneriakkan sebuah bunyi yang terdengar seperti tiupan sangkakala, yaitu suatu alat musik tiup yang terbuat dari kulit keong.


Mao Po sin merasakan tubuhnya tidak dapat bergerak sama sekali ketika di serang dengan teriakan yang mengandung sihir itu. Dia mengeluh didalam hati. Dari mana datangnya perempuan berkemampuan iblis ini? Dia telah ratusan tahun melanglang buana di wilayah Barat Benua Silver, namun kemampuan seperti yang diperlihatkan perempuan itu sama sekali belum pernah dia temui.


Jika Mao Po Sin menjadi membatu dalam kekakuan setelah diserang dengan teriakan bernada magis itu, bagaimana dengan kelompok anak muda para jenius Klan ras iblis??


Kelompok itu telah jauh-jauh hari jatuh didalam pengaruh tekanan kekuatan sihir. Dari lubang di telinga dan mulut mengeluarkan darah. Mereka tewas dengan keadaan organ tubuh yang hancur.


Dengan bengis Meirenyu berkata,


"Aku membawa pesan dari Tuanku yang bernama Sima Yong. Jika aku bertemu kamu atau kelompok kamu, maka tidak perlu berbelas kasihan. Kelompok kamu telah terlanjur banyak membuat susah" Meirenyu melayang, melompat dengan cepat menyambar tubuh Mao Po sin.


Ketika dua cengkeraman tangan Meirenyu membuat gerakan menyilang... tubuh Mao Po Sin meledak termutilasi menjadi beberapa bagian. Darah membanjiri tempat itu. Keadaan lalu menjadi sepi. Burung pemakan bangkai terlihat bergembira diatas udara. Mereka akan berpesta dalam beberapa waktu kedepan.


Meirenyu menatap sisa mayat yang bergelimpangan itu dengan datar. Dia lalu melayang diatas permukaan tanah dengan cepat. Tujuannya adalah Kota Bintang Jatuh sesuai perintah tuannya.


Burung pemakan bangkai lalu berpesat di siang itu. bunyi mereka begitu berisik memekakkan telinga. Siapa mau menyangka seorang Leluhur ras iblis yang begitu menakutkan di Wilayah Barat, tewas hanya dalam sekali gebrakan seorang perempuan cantik.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2