Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Finale


__ADS_3

"Aku akan membuat kamu mati dengan penuh siksaan !" semua orang menahan nafas. Tubuh Pelajar Tangan iblis lenyap dari tempat dia berdiri, gerakannya demikian cepat seperti hantu. Dia mendadak telah muncul pada 50 cun dari Sima Yong. Raungnya...


"jangan berbesar mulut, seolah-olah hanya kamu seorang yang memiliki kemampuan untuk bergerak dengan kecepatan hantu !


Aku pun mampu bergerak secepat itu" tangannya tahu-tahu telah melakukan gerakan menusuk ke dada Sima Yong.


"Wush "


Gabungan Cakra Bianfu dengan Pemahaman Ruang Waktu membuat tubuh Sima Yong seketika menghilang seperti asap. Dia muncul pada jarak dua tombak dari Pelajar Tangan iblis. Sima Yong mengayunkan Pedang Merah Bianfu,


"Slash !"


Dengan cepat Pelajar Tangan Iblis berbalik belakang, kembali dia membuat mengulir, yang menimbulkan gelombang cahaya merah muda demikian indah namun berbahaya, melingkar-lingkar semakin lama semakin membesar, menghadang cahaya merah yang di tembakkan pedang refiner itu.


"Duar !" ledakan akibat benturan hawa murni Qi melawan hawa sesat, eksplosif dan membuat arena kembali terguncang.


"Haha... Anda mau beradu tenaga dalam denganku? Baik, mari kita lihat. Siapa yang pada akhirnya akan kehabisan energi tempur.


Pelajar Tangan Iblis mengemposkan kekuatannya, Energi Hawa Sesat mengalir kencang di tangannya, membuat Pedang Ular Keramat semakin mengeluarkan cahaya indah, serupa pendar-pendar Aurora saja. Dia melompat indah dalam tusukan pedang penuh warna Aurora, mendesak Sima Yong yang tidak mau kalah, balik menebas dengan cahaya pedang berwarna merah.


Energi Qi tercurah di pedang, hawa murni beradu benturan melawan hawa sesat. Dua ahli itu bertempur dalam jarak dekat sambil melayang di ketinggian 32 kaki. Mata semua ahli yang menyaksikan pertarungan itu menjadi nanar, berasa pusing karena hanya melihat cahaya pedang yang berkelabat.


"Luar biasa. Tak kusangka Refiner muda itu akan mampu mengimbangi Peringkat Sepuluh Maha Suci Semidevil kami" seseorang ahli berkata-kata.


"Belum tentu, lihat saja nanti. Aku yakin refiner itu tidak akan bertahan lama. Ketika nanti energi Qi nya telah habis terbuang, disitu dia akan mengalami kemalangan di bawah Pedang Ular Keramat" jawab kawannya.


Rupa-rupanya karena usia yang demikian muda, maka semua ahli beranggapan Sima Yong akan mengalami kekalahan, ketika nanti dia kehabisan tenaga dalam pertarungan jangka panjang.


Tak seorangpun yang akan menyangka kalau Sima Yong memiliki Cincin Mutiara Kehidupan, tempat dia menyimpan cadangan energi. Belum lagi jagoan kita berulang kali membuka Gerbang Penyembuhan, yang selalu memberikan energi tambahan sehingga tidak ada sedikitpun Sima Yong merasa lelah dalam pertempuran itu.

__ADS_1


"Duar !" ledakan berikutnya terdengar. Cahaya berwarna merah dan Cahaya Aurora itu berbenturan, saling mengadu kekuatan.


Sima Yong kemudian bersalto indah untuk mengambil jarak, mundur beberapa tombak. Dia menghapus tetesan darah yang keluar dari bibirnya. Bagaimana dengan Pelajar Tangan Iblis? Semidevil itu juga terlihat tidak lebih baik dari Sima Yong.


Ketika tadi melakukan pertempuran jarak dekat, pada beberapa tusukan, Cahaya Pedang Merah telah dua kali, sudah berhasil menembus Cahaya Aurora, membuyarkan esensi hawa sesat lawan dan merobek dada Pelajar Tangan Iblis. Semidevil itu meraba dadanya dan terlihat dia mengeluarkan seteguk darah.


"Mereka telah berbagi lebih dari 300 pukulan. Akan tetapi refiner muda itu terlihat biasa-biasa saja. Dia terlihat bukan seperti orang yang kelelahan dan telah kehabisan hawa murni !" bisik salah satu ahli kepada kawannya.


"Ada yang salah dalam hal ini"


"Lihat, peringkat sepuluh Maha Suci itu tampak kelelahan. Refiner itu seolah-olah mampu mengembalikan semua energi terpakai. Apakah ada teknik semacam itu? Meskipun dalam teks-teks kuno, rasa-rasanya aku belum pernah membaca hal serupa ini" tatapan kagum terarah ke Sima Yong.


Sementara itu, Pelajar Tangan iblis juga mengambil langkah menjaga jarak. Dia terbang mundur beberapa tombak sambil berusaha mengembalikan sebagian hawa sesat yang telah terbuang dalam pertukaran Pedang 200 pukulan itu. Dia telah kehilangan energi sebesar 50 bagian. Untuk melanjutkan pertempuran, dia harus lebih berhati-hati, menghemat energi sisa dalam dantiannya. Katanya...


"Sima Yong, nama anda begitu bukan? Aku harus mengakui kehebatan anda, bertarung hingga sampai ke titik ini.


Belum pernah ada yang memaksa aku untuk menggunakan kemampuan pamungkas ini. Kamu bersiap lah untuk kejutan selanjutnya !"


Saat itu energi hawa sesat melonjak naik memenuhi seluruh tubuh pria itu. Keadaan di sekitar arena ikut-ikutan bergetar tatkala lonjakan energi sesat membabi buta itu tumpah membanjiri, keluar dari dantian Pelajar Tangan Iblis. Seluruh arena berubah menjadi cahaya berwarna merah darah.


"Energi darah Niat Pembantaian !"


Sebuah tusukan pedang yang menimbulkan cahaya merah darah, bergetar hebat meretakkan udara, seolah-olah energi dewa kematian saja.


"Slash !"


Sima Yong masih dalam diam, menyerap banyak-banyak semua energi murni dari langit dan bumi, ketika Gerbang Penyembuhan memompa tiada henti-hentinya semua hawa murni itu ke dantiannya.


"Pedang Terbang !"

__ADS_1


Semua mata terbelalak ketika dari cincin Sima Yong, melesat terbang penuh arogan, kepulan asap hitam yang membentuk sosok Naga Hitam. Hei Jian tampak dibelakang naga hitam itu, terbang dengan tatapan menyala-nyala mengacungkan telunjuknya lurus menghadang Cahaya Pedang berwarna merah darah.


Kali ini tekanan yang amat sangat besar, memenuhi seluruh udara di arena dalam jarak hingga lima lie. Para ahli itu buru-buru bergerak duduk mengambil posisi lotus, lalu mereka bermeditasi untuk menenangkan gejolak darah dalam tubuh yang akan meluap hingga ke mulut. Semua itu karena tekanan energi murni dan energi sesat dua ahli itu.


Seniman bela diri lainnya yang kultivasinya masih dibawah rata-rata, tampak terbanting sambil mengeluarkan seteguk darah. Sungguh luar biasa kekuatan yang di timbulkan dua ahli pedang ketika mereka sampai di titik penentuan itu.


Energi darah niat pembantaian dan kekuatan Teknik Pedang Terbang yang kuno itu bertemu di udara. Dua ahli itu kemudian terlihat larut seperti saling menyatu, didalam kilauan ledakan cahaya yang saling berbenturan. Cahaya Merah dara melawan gulungan asap hitam.


Hawa murni es dipompa, Gerbang Penyembuhan berulangkali menyedot hawa murni langit dan bumi, memompa dan disalurkan Sima Yong. Sementara Pelajar Tangan Iblis menggenjotkan seluruh esensi hawa sesat berwarna merah darah, menyatu dalam Niat Pembantaian.


Lalu kemudian bentrokan itu mengakibatkan kilauan cahaya yang amat menyilaukan mata, seperti dua meteor yang berbenturan dan menimbulkan ledakan kilat dan api dimana-mana.


"Apa yang terjadi?" teriak para ahlibela diri yang sejak awal-awal telah berlari, melompat dan terbang menjauh hingga pada jarak aman dari ledakan dua ahli itu.


Arena yang tadi nya penuh batu-batu penuh kristal es, kini menjadi berbentuk lubang besar seperti bekas lubang sebuah metor yang menghantam tanah. Rata, tiada bekas bebatuan sedikitpun.


Lalu dari kepulan asap tebal bekas ledakan itu, samar-samar semua orang melongo menatap dua sosok yang terhuyung-huyung keluar dari medan pertempuran.


Sima Yong terlihat berantakan, masih tetap berusaha berdiri dengan bertongkatkan sebilah pedang hitam. Pakaian Sima Yong bersimbah darah, tubuhnya penuh luka.


Sementara itu, Pelajar Tangan Iblis terlihat berdiri dalam diam, akan tetapi semua orang melihat tubuh Semidevil itu hangus dan tidak bergerak lagi.


"Demi dewa... Pelajar Tangan Iblis, peringkat sepuluh Semidevil itu mati?"


"Refiner itu betul-betul telah membunuh seseorang di posisi puncak seperti Pelajar Tangan iblis !"


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2