Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Penjara Bawah Tanah


__ADS_3

Sima Yong melayang ringan melintasi pagar Sekte Pedang Beracun yang terlihat sepi-sepi saja.


"Tap-tap" kaki nya menginjak lantai halaman depan sekte itu dengan suara yang sama sekali tidak dapat di tangkap manusia berkultivasi dibawah Alam Melintas SAGE itu. Sekilas memandang, dia merasa heran...


"Ada sesuatu yang aneh. Sekte Pedang Beracun konon adalah salah satu yang terbesar di Negri Sembrani Besi ini. akan tetapi, mengapa penjagaan disini terkesan seperti kendur? Dari pengamatanku, mengapa seluruh taman serta halaman serta bangunan sekte ini amat lengang?" Tubuh Sima Yong bergerak maju, memanfaat kan kekuatan angin.


Dia terlihat melayang tanpa bergerak sama sekali. Meskipun keadaan terlihat lengang dan lapang, dia tidak mengurangi kewaspadaannya.


"Bau apa ini?" Sima Yong terhenti ketika akan memasuki aula Sekte Pedang Beracun. Bau menyengat samar-samar tercium hingga ke halaman sekte menyebabkan dia lebih berhati-hati.


"Bau ini adalah bau racun Hydra, mahluk jadi-jadian ular berkepala 9 yang pernah aku temui di Menara Dewa Berkabut, di Selatan sana? Apakah seseorang benar-benar menggunakan konsentrat Air liur Hydra itu sebagai senjata?' Sima Yong semakin bertanya-tanya didalam hati.


"Bukankah mahluk Hydra itu amat langka dan sukar di temui. Itupun hanya di bagian barat benua saja mahluk itu kemungkinan masih ada?" Sima Yong semakin berhati-hati. Dia melayang memasuki aula sekte itu.


Sebuah pemandangan terlihat di depan mata. Puluhan bahkan mungkin ratusan manusia bergelimpangan di lantai. Mereka belum tewas, akan tetapi orang-orang itu dalam keadaan sekarat. Bau aroma bunga hutan yang amat keras dan liar langsung menyengat hidungnya.


Sima Yong mendekati salah satu sosok terkapar yang berada paling dekat dengannya. Lalu dia memeriksa dada, pupil mata manusia sekarat itu dengan menggunakan pedang


"Bercak hitam? sepertinya ini adalah racun Hei Ban Lanhua atau Anggrek Hutan Berbintik Hitam. Racun ini hanya diperoleh di kedalaman hutan wilayah utara".


"Aneh juga jika racun ini keberadaannya di perbatasan Barat Laut" Sima Yong semakin tertarik.


Jika sebelumnya dia mencium aroma air liur Hydra Wilayah Barat yang menyengat, sekarang dia melihat orang di racun dengan racun mematikan dari Hutan Utara.


"Wush..." sebuah kapak dilayangkan dari arah belakang, dengan sasaran punggung Sima Yong. Tebasan kapak itu terasa hanya seperti angin saja dan tidak memiliki kekuatan energi Qi sama sekali.


"Trang...!" kapak itu terbelah menjadi dua segera ketika membentur baju Sima Yong. Dia mendengar jeritan perempuan di bagian belakangnya.


Jelaslah... bagaimana mungkin sebuah tebasan yang dilakukan secara asal-asalan dan hanya menggunakan senjata kaum mortal seperti itu dapat menghancurkan armor peringkat DAO yang dikenakan Sima Yong.


Ketika dia membalikkan badannya, Sima Yong melihat seorang perempuan tua usia 60 tahun lebih, dengan mengenakan pakaian seperti seorang juru masak tengah menutup mulutnya. Perempuan itu kaget setelah serangannya menggunakan kapak pemotong tulang babi itu gagal.


Setelah hilang dari rasa terkejutnya, perempuan itu kini mencabut sebuah pisau dapur, dan dengan teriakan cacian dia memaki Sima Yong,

__ADS_1


"Kalian orang-orang Sekte Du Hua (Bunga Beracun) memang mahluk-mahluk yang tidak tahu berterima kasih. Biar kamu mati di ujung belati ini" perempuan tua itu melompat dalam gerakan yang kikuk, dimana belati dapur diarahkan untuk menikam jantung Sima Yong.


"Trang.." belati itu langsung menjadi bengkok tatkala menyentuh jubah Sima Yong. Sedangkan dari tubuhnya tanpa diminta, gerakan refleks dari armor yang dikenakannya langsung membalikkan tenaga yang dikeluarkan perempuan tua itu.


"Wushh... braakk." perempuan itu terlempar kebelakang, akibat serangan balik yang dilakukan armor kepunyaan Sima Yong. Dia langsung jatuh tersungkur dengan kondisi tangan menjadi lebam seperti bekas kena pukulan.


Beruntung perempuan tua itu bukanlah seorang praktisi, sehingga tangannya saja yang menjadi lebam. Jika dia seorang praktisi yang menggunakan energi Qi, dapat dipastikan serangan balik dari armor akibat daya refleks defense itu akan mengakibatkan penyerang mengalami luka dalam.


"Siapa anda? dan mengapa anda ingin membunuhku?" tanya Sima Yong sambil memeluk kedua tangannya.


Secara mendadak perempuan juru masak itu menggigil ketakutan. Dia tidak menyangka sama sekali kalau orang yang diincarnya itu memiliki keanehan seperti mampu membalikkan semua serangan yang di tujukan kepada pria itu.


Dengan terbata-bata perempuan itu menjawab,


"A-aku d-dipanggil Bibi Min. A-aku kepala juru masak di rumah Patriak Qiu Zongxian ini. Aku berpikir kalau-kalau anda adalah anggota Sekte Du Hua wilayah tengah sana. Itu karena aku melihat anda bukanlah seseorang penduduk Lembah Beracun ini" wajah perempuan itu kini tertunduk lesu..


"Bagaimana mungkin aku ini orang Sekte Du Hua itu. Lalu.... apa yang terjadi dengan seisi sekte ini? Mengapa begitu banyak praktisi yang dalam keadaan sekarati itu?" tanya Sima Yong.


"Dimana ketua sekte kamu?" tanya Sima Yong sekali lagi. Kini dia berusaha berbicara dengan lembut agar perempuan tua juru masak itu tidak menjadi takut. Perempuan itu hanyalah kaum mortal yang tidak mengerti kekuatan Qi.


"Semua mahluk hidup yang berada di Sekte ini di racun oleh tenaga ahli dari Sekte Du Hua itu. Semua ini gara-gara Teng Jun manusia berhati iblis yang tidak tahu berterima kasih itu. Dia bekerja sama dengan seorang Tokoh ternama dari Sekte Du Hua itu"


"Aku beruntung, ketika itu sedang pergi keluar berbelanja di pasar Kota terdekat dari lembah ini. Ketika aku kembali, aku melihat semua orang telah dalam keadaan terkapar. Bahkan semua hewan yang ada di sini juga mereka racuni".


"Aku mengetahui semua ini setelah kembali dengan diam-diam, lalu mencuri dengar percakapan Teng Jun dengan tiga orang pengikutnya. Mereka meminta Patriak Qiu Zongxian untuk bekerja sama dengan menerima ajakan aliansi Sekte Du Hua, dan mendukung seorang pangeran di Kekaisaran Rajawali Agung untuk menjadi Kaisar berikutnya"


"Namun sejak awal Patriak Qiu Zongxian menolak untuk mencampuri urusan politik kekaisaran. Mungkin hal itu yang menyebabkan Teng Jun itu menjadi marah dan berniat menguasai Sekte Pedang Beracun. Sayang sekali, dia mendapat kenyataan bahwa semua anggota sekte tetap setia kepada Patriak, dan dia melakukan pemberontakan bersama tiga orang kawannya" Perempuan Juru Masak itu mengakhiri ceritanya.


Sima Yong mengerutkan keningnya. Dia tidak tertarik untuk mencampuri urusan internal sekte itu, namun kali ini dia membutuhkan perempuan itu untuk mengetahui dimana gerangan Orhideya, gadis Suku Wu Yi Klan Qilin itu. Gadis itu merupakan tiket perjalanannya untuk masuk dan berbaur dengan Suku Wuyi, lalu mencari tahu keberadaan benda yang dia anggap Relikui Qilin itu.


"Apakah anda mengetahui, seorang gadis suku Wu Yi yang di tawan di sekte ini?" tanya Sima Yong.


Perempuan itu menjawab,

__ADS_1


"Aku tahu dimana gadis itu di tawan. Saat itu aku mencur dengar pembicaraan Teng Jun dengan seorang ahli Sekte Du Hua. Gadis itu dikurung oleh Wakil ketua Teng Jun di penjara bawah tanah, seruangan dengan Patriak Qiu Zongxian" kata juru masak itu.


"Anda dapat mengantar aku menemui gadis Wu Yi itu, maka aku akan berbaik hati menolong Patriak anda" kata Sima Yong.


"Akan tetapi, aku tidak berani memasuki ruangan bawah tanah itu. Tempat itu di penuhi dengan asap beracun" jawab perempuan itu.


Sima Yong tertawa,


"Anda cukup mengantarku saja. Aku sendiri yang akan masuk kedalam ruang bawah tanah itu. Masalah racun? tidak perlu khawatir. Aku mengenal banyak jenis racun dan memiliki penawar khusus" kata Sima Yong.


Mendengar hal itu, perempuan tua itu langsung membawa Sima Yong ke sebuah ruangan di dalam Sekte. Semakin dekat dengan ruangan yang di maksud, semakin menyengat aroma yang muncul.


Perempuan itu lalu menunjuk sebuah kamar dan berkata,


"Anda dapat masuk langsung kedalam kamar itu. Konon, didalam situlah penjara bawah tanah sekte yang digunakan untuk mengurung tahanan khusus. Aku sendiri belum pernah masuk kedalam ruangan itu" kata perempuan itu.


Sima Yong meninggalkan peempuan itu dan langsung masuk ke kamar yang di tunjuk. Tidak terdapat sesuatu yang istimewa. Namun dia tahu terdapat ruangan khusus yang hanya dapat dibuka dengan metode khusus pula untuk mencapai penjara bawah tanah itu.


Setelah mengetok dengan katang, berulang kali kearah lantai. Sima Yong memastikan bahwa di lantai sisi kiri itu, terdapat ruang kosong di bawahnya. Dengan benaknya dia mengirim sebuah serangan pedang, yang lantas memotong lantai itu seperti orang memotong tahu.


Lantai langsung terbuka, dan bau khas racun semakin menyengat dari dalam lubang itu. Asap meliuk keudara seolah terlepas dari kungkungan.


"sepertinya racun Hydra itu berasal dari bawah tanah ini, dan di keluarkan dalam bentuk asap"


Sima Yong melayang turun ke ruang bawah tanah. Seketika dia di serbu oleh gulungan asap beracun, hasil ekstraksi air liu hydra...


"beraninya kamu..." bentak Sima Yong. Sebuah balon tampak langsung menyelubungi dia, setelah terlebih dahulu mengusir semua asap beracun dari bola udara itu.


Sima Yong terbang melayang di lorong penjara bawah tanah itu, dalam keadaan tubuh di selubungi bola ajaib.... Semua asap beracun itu tidak mampu membiusnya.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2