
Mahluk aneh penuh lilitan perban menyerupai mumi itu berdiri dengan rapuh di hadapan Sima Yong. Suaranya terkekeh mengeluarkan bunyi yang bukannya merdu didemgar, melainkan membuat orang merasa mual di bagian perut,
“Mahluk mengenaskan ini telah berada di ranah Kuasi Alam Raja?”
Sima Yong agak terperangah Ketika menelusuri ranah kultivasi Qian Liu Yaosan. Dari kabar burung yang santer di kalangan praktisi Wilayah Barat ini mengatakan bahwa, sebagai seorang yang berkonsetrasi di bidang Kultivasi Wayang (Puppet), Qian Liu Yaosan ini memiliki sebuah wayang yang dibuat dari kulit manusia yang semasa hidupnya adalah praktisi Alam Spirit Agung puncak.
******
Jika saja Sima Yong tidak bertujuan untuk memalsukan beberapa Pil yang dikenal Bernama Pil Pencapaian Nirwana (penjelasan mengenai pil dan bahannya telah di jelaskan di bab sebelumnya, namun akan author ulangi lagi), niscaya dia tidak akan menginjakkan kaki di Puncak Terang ini. Orang-orang di Sekte ini sungguh tidak bersahabat dan mereka merupakan sosok yang aneh.
Apakah Pil Pencapaian Nirwana itu? Seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya, Ketika seorang praktisi berada di ranah Alam Spirit agung Puncak, dan berniat untuk merambah ke ranah berikut nya yaitu Alam Raja (Mengenai Tingkatan Kultivasi di Benua Silver dapat di baca di Bab 41), petir kesengsaraan Surgawi adalah sebuah kewajiban yang harus dilalui semua praktisi. Hal ini adalah momok yang mengerikan bagi semua praktisi.
Ketika Petir Surgawi melanda praktisi sebagai syarat menerobos Alam Raja, da jika npetir ini tidak dapat dilalui dengan kemampuan pondasi praktisi tersebut, maka niscaya kematian telah tersedia di depan mata.
Adapun untuk praktisi yang mampu bertahan menghadapi petir kesengsaraan, masih terdapat dua jalan yang akan terjadi (alternatif).
Pertama pada waktu praktisi tersebut mampu bertahan bakan berhasil melewati ujian petir kesengsaraan, maka ranah kultivasi akan meningkat menjadi Alam Raja.
Alternatif ke dua jika praktisi tersebut mampu bertahan menghadapi petir kesengsaraan namun gagal menerobos, niscaya kultivasi praktisi akan turun di Alam Spirit Agung Bintang Delapan.
Masih terdapat dua kali kesempatan untuk mencoba kembali menerobos ke Alam Raja. Jika Kembali praktisi 2 kali mengalami kegagalan menerobos ke Alam Raja, maka ranah Kultivasi Praktisi selamanya akan tetap di Alam Spirit Agung Sembilan.
Impian untuk menuju ke kehidupan abadi menjadi sirna pada saat itu juga. Dan mimpi untuk menambah usia praktisi hingga 200 tahun kedepan akan tinggal menjadi kenangan belaka.
Itulah sebabnya terdapat banyak sekali praktisi yang mempertahankan kultivasinya di ranah Kuasi Alam Raja (Setengah Langkah Alam Raja) karena kesempatan untuk menerobos hanya tersedia tiga kali saja. Mereka dilanda ketakutan untuk menerobos.
Ketika gagal menerobos, jangan pernah bermimpi untuk menjadi praktisi di Alam Raja. Bahkan ranah Kuasi Alam Raja juga tidak akan bisa di capai.
Pil Pencapaian Nirwana adalah sebuah pil yang diresepkan oleh Alkemis dari alam dewa. Pil ini kemudian Kembali diresepkan oleh Alkemis dengan kemampuan jiwa kelas Surgawi.
Pil Pencapaian Nirwana hanya dapat di konsumsi oleh praktisi minimal Alam Spirit Agung Sembilan atau Kuasi Alam Raja. Kegunaannya adalah akan membantu praktisi Spirit Agung menerobos Alam Raja dengan sukses rate 50%, dan memperkuat fisik praktisi menghadapi Petir Kesengsaraan.
Pil Pencapaian Nirwana seperti ini amatlah langka di Dunia Benua Silver. Semua praktisi berlomba-lomba untuk memperoleh pil ini. Meskipun ada seseorang memiliki uang yang banyak, namun ketersediaan pil sangatlah terbatas bahkan tidak tersedia.
Hanya klan-klan kuno rahasia yang memiliki Alkemis pribadi berperingkat tinggi yang dapat memalsukan dan menyediakan pil ini. Itupun dalam jumlah yang sangat terbatas.
Pil Pencapaian Nirwana sendiri hanya dapat di palsukan oleh Alkemis peringkat enam yang memiliki kekuatan Jiwa Surgawi. Bahan-bahan utama pil ini terdiri dari,
Akar tanaman Rasamala berusia 500 tahun,
Kristal Magenta usia 500 tahun
__ADS_1
Tetesan embun Pagi Pegunungan Terang di Sekte Terang yang telah di endapkan selama 100 tahun.
Sima Yong dalam rangka mempersiapkan diri untuk menuju ke kehidupan abadi, pertama tama haruslah menerobos ke ranah Alam Raja. Usia akan langsung bertambah hingga 200 tahun.
Sementara pengalaman setelah melakukan perjalanan di Wilayah Barat ini, banyak sekali muncul praktisi-praktisi dengan kemampuan kultivasi tinggi yang belum pernah dia temui di Wilayah Utara.
Bagaimana nantinya pertanggung jawab nya sebagai raja pedang mewakili utara, jika saat berperang memperbutkan gelar Dewa Pedang nanti dan kultivasinya biasa-biasa saja? Pertama tama ria harus menerobos Alwm Raja.
Sima Yong sendiri telah memiliki Akar tanaman Rasamala berusia lebih dari 500 tahun yang dia dapati di domain Pagoda. Adapun Kristal Magenta usia 500 tahun juga telah dia miliki pada waktu menjarah di gua tempat tinggal mahluk mitos Macan Putih beberapa waktu lalu.
Saat ini bahan tersisa yang tidak dia miliki adalah Tetesan Embun Pagi Puncak Terang berusia 100 tahun.
Tetesan embun Terang ini hanya tersedia satu-satunya di Sekte Terang untuk wilayah Barat. Itulah sebabnya Sima Yong mati-matian harus bertemu dengan Long Kangjian karena Long Kangjian adalah tiket satu-taunya yang di miliki untuk akses ke tetesan Embun Pagi Terang 100 Tahun.
Perang antara Raja Pedang telah menanti, mungkin 10 atau 20 bahkan 50 tahun kedepan nanti. Sima Yong harus terus mencapai Kultivasi tertinggi dan selalu memperpanjang usianya dengan cara menerobos ranah kultivasi langka.
Dan memang Itu adalah tujuannya sebagai praktisi yang telah mendedikasikan diri untuk menempuh jalan keabadian.
Karena Sima Yong tidak tergabung di dalam sekte alias Independent Kultivator, maka berkelana ke seluruh ujung dunia mengejar warisan-warisan ahli jaman dahulu adalah jalan yang harus dia tempuh.
Berbeda dengan raja pedang lainnya yang mungkin berasal dari sekte-sekte kuno atau klan-klan rahasia yang memiliki sumber daya tidak terbatas. Bahkan klan klan kuno seperti itu biasanya memiliki ahli-ahli peringkat kultivasi tinggi yang dipersiaokan untuk memburu sumber daya langka dan pada akhirnya akan di diberikan ke raja pedang mereka untuk meningkat budidaya.
Hal ini sangat berbeda dibanding Sima Yong. Dia harus mengumpulkan satu demi satu bahan untuk kemudian menyaring dan memalsukan pil-pil langka. Adapun demikian Sima Yong sendiri bahkan harus mengumpulkan satu demi satu bahan pil-pil langka tersebut dari kompetisi, mencari warisan warisan kuno atau mengikuti lelang secara mandiri.
Jalan menuju keabadian yang dijalani oleh Sima Yong adalah sebuah kehidupan yang keras, pertikaian, pertempuran yaitu jalan penuh dengan lika liku. Jalan keabadian Sima Yong tidaklah sederhana dan akan dirangkai didalam kisah ini.
******
Mahluk mengenaskan di depan Sima Yong itu kemudian menepuk tas aneh yang selalu dia bawa itu. Ketika tas tersebut di tepuk, seketika melompat keluar dari dalam tas dua sosok wayang (puppet) yang penampakannya juga sangat aneh.
Sebuah wayang memiliki bentuk seperti Kura-kura yang besar dan sebuah wayang yang jelas-jelas terlihat menyerupai mayat itu adalah merupakan wayang yang dibuat dari kulit manusia.
“Kamu adalah kawan dari si Tua Long Kangjian itu kah? Baiklah aku akan berterus terang. Long Kangjian telah aku kurung di penjara bawah tanah. Dia telah melanggar aturan sekte”
Mahluk aneh itu berbicara dengan suara yang terdengar seolah-olah suara yang bukan berasal dari dunia ini.
Sima Yong tertawa terbahak-bahak Ketika mendengar Qian Liu Yaoshan berbicara,
“Bukankah terlalu terkesan dibuat-buat jika kamu juga membuat suara palsu seperti itu? Aku bukan anak kecil yang mudah kamu takut-takuti. Talisman ilusi untuk memanipulasi suaramu itu hanyalah Talisman dari kelas rendah. Bagiku suara itu terdengar lucu dan palsu”
__ADS_1
Rupanya selama ini untuk mempertegas penampilan nyentriknya, Qian Liu Yaoshan menggunakan Talisman ilusi untuk membuat suaranya terdengar seperti suara yang berasal dari dunia lain.
Akan tetapi kali ini dia kena batunya. Pria muda didepannya adalah seorang Master Talisman (jimat) kelas surgawi yang dalam seketika melihat langsung dapat melihat trik murah Qian Liu Yaoshan itu.
Merasa trik nya dibongkar didepan umum, apalagi diantara murid-murid yang mengepung Sima Yong terdengar beberapa cekikikan, Qian Liu Yaoshan seketika naik pitam.
Memang telah lama terdengar salin bisik bisik didalam sekte yaitu diantara sesama murid Sekte Terang. Dengan memanfaatkan kemampuannya sebagai Master Simbol Kelas Bumi maka Qian Liu Yaoshan sering menggunakan talisman ilusi untuk membuat dirinya terasa menyeramkan.
“Kurang ajar…. Anak muda tidak mengenal sopan, biar aku yang tua ini memberi pelajaran bagimu”
Dalam sekejab mata Qian Liu Yaoshan melompat ke wayang kura-kura raksasa itu dan dirinya tenggelam didalamnya. Dari balik tempurung wayang kura-kura raksasa itu keluar dua tangannya yang memegang pedang dan dia menerjang ke Sima Yong.
Pada saat bersamaan juga Wayang berwujud mayat itu meompat dan mengulurkan tangan kearah Sima Yong. Wayang itu memancarkan aura mistis dan kekejaman yang dalam.
Keduanya terlibat didalam pertempuran jarak dekat. Sima yong sendiri merasa dia seakan-akan bertarung melawan dua orang praktisi yang berada di ranah Kuasi Alam Raja dan Alam Spirit Agung Puncak.
Pertempuran jarak dekat itu terasa memberatkan karena dirinya dikeroyok oleh dua praktisi. Belum lagi cangkang kura-kura yang dimasuki Qian Liu Yaoshan itu terasa sangatlah keras.
Beberapa kali Pedang Hati Rembulan menebas kulit cangkang kura-kura, namun serasa mengiris besi langka yang tidak dapat di tembusi oleh senjata tajam. Sima Yong terus memutar Pedang Hati Rembulan dan bertempur menggunakan Teknik pedang jarak dekat.
Akan tetapi Kembali lagi, dengan kekerasan cangkang yang terbuat dari sebuah batu meteor kuno, vangkang kura-kura tidak dapat ditembusi oleh pedang Kelas Surgawi itu. Sima Yong mulai merasa kerepotan.
Apalagi selalu dirinya di ganggu oleh Wayang dengan pukulan-pukulan telapak yang terasa bagaikan irisan pedang. sepertinya Sima Yong harus mengambil jarak dan bertempur menggunakan Teknik pedang jarak jauh.
Dengan sekali menghempaskan diri Sima Yong telah mundur memisahkan diri sejauh 25 meter dari Qian Liu Yaoshan. Dan dengan sebuah tangisan bersuara, Sima Yong melepaskan Kemampuan Niat Pedangnya,
“Niat Pedang Pedang Hati Suci…”
Seberkas bayangan raksasa pedang yang memiliki hawa mengerikan terbang menuju Qian Liu Yaoshan dan Wayang nya di jarak 20 meter.
Dengan mata telanjang semua murid-murid Sekte Terang menjadi sangat heboh dan terkejut. Bayangan pedang raksasa yang mengandung Niat Pedang Pedang Hati Suci itu membelah cangkang kura-kura berisi Qian Liu Yaoshan menjadi empat bagian.
Qian Liu Yaoshan sendiri terlempar keluar dari wayang itu. Terlihat penampilannya semakin mengenaskan dengan tubuh kurus dan perban yang tercabik-cabik. Perban itu hanya menyisakan beberapa helai menutupi aurat pria itu.
Sedangkan Wayang berwujud mayat praktisi Alam Spirit Agung Sembilan itu, tepotong-potong menjadi puluhan serpihan yang kemudian terjatuh menjadi tumpukan barang rongsokan. Tidak tersisa sama sekali aura mistis dan kekejaman seperti sebelumnya.
Qian Liu Yaoshan kemudian telah pingsan dengan napas yang tidak teratur. Beberapa murid sekte dengan takut-takut membawa Qian Liu Yaoshan untuk menepi dan mencoba memberinya pengobatan ringan.
Sepertinya usaha mereka akan sia-sia. Meskipun nanti dapat hidup, Qian Liu Yaoshan akan mengalami penurunan kultivasi yang sangat banyak karena dantiannya telah mengalami kerusakan akibat serangan Niat Pedang.
“Tujukkan jalan menuju Imam Long Kangjiandi penjara..!!!”
Sima Yong memerintah murid-murid yang ketakutan itu, disusul dengan beberapa murid secara terburu-buru mengantar Sima Yong menuju penjara bawah tanah dimana Long Kangjian di penjara.
*Bersambung*
__ADS_1