Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kuil Dewi Kebajikan ii


__ADS_3

Kaki-kaki ringan terdengar melangkah diatas genangan air hujan, tidak menimbulkan suara keras melainkan hanya terdengar suara air hujan yang berhamburan ke tanah. Sekonyong-konyong dari arah dalam bangunan sepi itu tampak melesat kencang lebih cepat dari bayangan, tiga berkas cahaya perak yang langsung mengancam leher tiga karakter itu.


"Waspada senjata rahasia !" suara peringatan dari pemimpin kelompok tiga tokoh itu.


Trang - trang - trang ! senjata rahasia berhasil di bubarkan, namun tiga ahli itu merasakan tangan mereka membaal - kaku karena berbenturan dengan satu energi yang sangat kuat.


Tiga senjata rahasia itu langsung jatuh ke tanah, sementara dari dalam bangunan dan tembok-tembok kuil, jelas kasat mata terjun keluar lebih dari dua ratus praktisi yang telah memegang senjata tajam di tajam. Dengan rapi mereka mengelilingi tiga sosok penyusup penuh ancaman.


Di bawah derasnya hujan, dengan cahaya bulan yang samar-samar, mereka beruntung ketika kilat berpijar.


Duar !


Tampak bayangan pengepung itu terbalut baju hitam ringkas, lengkap dengan tudung hitam guna penyamar wajah. Namun tanduk kecil di kepala pengepung itu tak dapat di sembunyikan.


"Klan ras iblis" desis pemimpin kelompok kepada dua anggotanya.


"Kita terjebak. Mereka sengaja menjual kabar bohong untuk memerangkap kita" ketiga nya makin merapatkan punggung, saling membelakangi dengan posisi pertahanan.


Plok - plok - plok.. suara tepukan tangan dari teras depan kuil. Satu pria bertanduk kecil`, dalam balutan pakaian seperti golongan kaum bangsawan terlihat menatap penuh ejekan, kearah tiga figur yang terkepung itu. Wajahnya tampak culas dan keji.


"Akhirnya.. aksi tiga tikus dari Klan Wu ini berhasil aku pergoki juga. Tiada alasan lagi bagi klan anda untuk berkelit.


Memang lama sudah Klan ras iblis kami bertanya-tanya, siapakah sosok pengkhianat di dalam aliansi praktisi wilayah barat kami.


Hari ini mata kami terbuka lebar. Klan Wu kalianlah yang memang merupakan pembangkang diantara semua anggota aliansi" Tangan pria ras iblis itu lantas terbuka, dia melemparkan jimat telekomunikasi ke udara.


"Sesampai nya jimat pemberitahuan itu ke pasukan Aliansi kami ke tepi dunia, maka Klan Wu kalian akan lenyap seluruhnya dari muka Benua Silver" iblis bernama Mao Yu Yi lantas tertawa terbahak-bahak.


Raut wajahnynya bukannya berkurang aura kekejian dengan senyum, yang ada malahan semakin menonjolkan aura culas dan jahat.


Diam-diam tiga anggota Klan Wu itu semakin gelisah. Menghadapi 200 praktisi di depan mata saja mereka belum tentu menang. Apalagi di tambah keberadaa Mao Yu Yi dengan curi-curi pandang, terbaca kultivasinya di Kuasi Alam Pencerahan Suci.


(kuasi atau semu bukanlah sesungguhnya Alam Pencerahana Suci namun diatas Bintang 9 Alam Tanpa Batas - karena masih bersifat semu dan palsu)


"Bunuh dua tikus itu. Yang wanita cukup di taklukkan saja. Dia akan menghangatkan tempat tidur Mao Yu Yi malam dingin ini.

__ADS_1


"Cih ! lebih baik aku mati membunuh diri" teriak perempuan yang berpura-pura menjadi pria itu. Pedang terhunus !


Cahaya kilau perak berkelebat. Tiga pedang di tangan anggota klan Wu bergerak secepat bayangan, memantul-mantul di bawah derasnya hujan.


Trang - trang - trang !


Benturan senjata tajam terdengar menggiriskan hati, semakin membuat galau tatkala bunyi itu bergabung dengan suara hamburan hujan seperti butiran kerikil.


Tiga praktisi Klan Wu itu berputar-putar saling melepas hawa pedang, dan yang lain melindungi dari belakang. Kerja sama tiga ahli di Alam Tanpa Batas peringkat awal itu secara bergantian mulai menebas dalam teknik pedang Klan Wu ke arah satu demi satu kelompok yang mengepung mereka. Air hujan di kaki para petempur itu pelan-pelan berubah menjadi merah.


Darah berceceran berbaur air hujan ketika satu demi satu pengepung dari Klan iblis mulai berguguran ke tanah. Lebih dari sepuluh praktisi klan iblis telah terkapar kehilangan nyawa. Walaupun demikian, hal itu tidak juga membuat semangat mereka menjadi kendor. Yang ada malahan mereka semakin mirip orang dirasuk setan penuh hawa membunuh, tidak takut mati dan menerkam tanpa takut ke arah tiga praktisi Klan Wu. Pertempuran makin sengit, dan tiga praktisi Klan Wu mulai keteteran.


Tempo berjalan dengan cepat, tanpa terasa hitungan waktu muali memasuki kentongan ke empat, ketika hujan telah reda namun kepungan terhadap tiga sosok itu semakin ketat. Hawa dingin menebar membuat luka goresan dan tebasan pengepung Klan iblis yang mendarat di tubuh tiga praktisi itu berdenyut perih.


"Kita akan mati disini" mereka saling berbisik dengan transmisi. Puluhan mayat ras iblis itu telah melayang, namun blokade juga menyudutkan mereka. Seluruh lengan dan tubuh tiga ahli Klan Wu terasa sakit dan kaku.


Sementara itu Mao Yu Yi terlihat mulai membuat gerakan rune, menghimpun hawa sesat dari kegelapan. Tangannya berubah hitam, pertanda racun mulai memuncak di dua tangannya. Mao Yu Yi membuat gerakan telapak tangan dengan jari-jari menengadah keatas, tubuhnya melesat cepat kearah tiga praktisi. Asap hitam bergulung mengiringi gerakan nya.


"Mati !" sumpah iblis itu.


Asap berbentuk tengkorak semakin besar, siap menelan tiga praktisi yang ternganga melihat serangan tapak itu. Wajah Mao Yu Yi semakin keji, sementara praktisi Klan Wu itu mencoba membalas dengan gerakan pedang.


Suiittt ! Dua kekuatan Qi kawannya menerobos membanjiri tubuh pria itu, pemimpin kelompok Klan Wu bergerak cepat dengan teknik pedang yang berkilau seperti perak.


Kraaak !


Kepingan pedang luruh ke tanah ketika bentrokan pedang terjadi melawan telapak ras iblis. Pria pemimpin Klan Wu itu terlempar kebelakang. Mulutnya menumpahkan seteguk darah.


"Kakak Yin Shan.. !" dua ahli itu berhamburan kearah Wu Yin Shan yang terlihat sekarat sambil memegang dadanya. Cepat-cepat pria yang satunya merobek baju di bagian dada Wu Yin Shan.


Dua praktisi Klan Wu itu tidak dapat menghentikan wajah sedih ketika melihat dada kakak mereka bertanda telapak tangan yang hitam gelap.


"L-lari.. kalian sebaiknya lari. Beri kabar kepada patriak tentang kegagalan misi kita" Wu Yin Shan bersuara satu-satu. Dadanya terasa sesak.


"Hahaha... kemampuan kalian hanya sekecil itu, dan berani-beraninya berkhianat dengan Klan kami. Terima kematian sekarang juga!" Mao Yu Yi mengepalkan tangan, enam pasang belati seperti cakar keluar dari tinju nya.

__ADS_1


"Pergilah kalian menghadap raja neraka !" tanda silang X di bentuk dari enam pasang cakar. Aura kejam mengandung energi pedang menyambar dahsyat seperti halilintar kearah praktisi Klan Wu. Kematian di depan mata.


Energi kejam itu berlari cepat, membuat genangan air bercipratan tinggi seperti di usir dari jalan serangan belati Mao Yu Yi.


Mendadak semua menjadi hening. Suara 'Ting !' terdengar dalam sepi. Cipratan air yang tersibak karena energi belati, kini terdiam kaku di udara. Ruang dan waktu berhenti, mematuhi titah Ahli Melintas Immortal. Menyusul satu garis sinar perak beterbangan, mengiris satu demi satu tenggorokan ahli-ahli pengepung dari ras iblis.


Bedemum !


Mao Yu Yi terlempar kebelakang memuntahkan darah, ketika itu semua menjadi normal. Ruang dan waktu tidak lagi berhenti.


"Apa yang terjadi?" tanya nya heran.


Dia melihat semua anak buahnya dari Klan iblis telah tertidur di tanah dengan darah mengalir dari tenggorokan. Samar-samar Mao Yun Yi melihat satu pria berambut perak yang berdiri diatas tembok Kuil Dewi Kebajikan.


Mao Yu Yi secara cepat membaca kultivasi pria itu "Tidak terbaca sama sekali. Ini kesempatanku membunuh dia" Mao Yu Yi mengambil gagasan menyerang lebih dahulu.


Dengan gerakan teknik meringankan tubuh di gabung kemampuan terbang Mao Yu Yi melesat cepat seperti hantu, berniat membunuh pria berambut perak dalam satu gerakan.


"Mati !"


Dengan di saksikan malam segelap tinta, dan cahaya rembulan serta bintang-bintang, Mao Yu Yi mau pun praktisi Klan Wu itu melihat pria berambut perak mengangkat tangan, melambai pelan. Melongo !


Semua ternganga ketika melihat genangan air hujan dengan cepat seperti meteor membentuk satu pedang besar berwarna kristal. Pedang itu dalam kecepatan yang tidak pernah dilihat siapapun, menembus dada Mao Yu Yi yang baru saja separuh jalan penerbangan menuju si rambut perak.


Bedebum ! Jatuh kedua kali, yng sekarang tanpa nyawa.


Praktis Klan Wu itu masih melongo tidak percaya..


"Dia membuat air menjadi pedang?"


"Apakah ini nyata?" mereka menggosok-gosok mata masih tidak percaya.


(Catatan lagi : ini agar pembaca tidak bertanya-tanya. Jika anda memiliki ingatan kuat, mohon pengertian dan kesabaran nya. Beri ruang bagi saya menjelaskan ulang kepada mereka yang selalu bertanya-tanya meski sudah di jelaskan di awal-awal kisah.


Yang di maksud tahap awal atau rendahnya ranah kultivasi novel ini, adalah bintang 1 sampai 4. Tahap menengah adalah bintang 5 sampai 8. Puncak adalah bintang 9 bahkan jika dia menambah kekuatan dan di sebut kuasi atau palsu atau semu)

__ADS_1


Bersambung


Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2