
ARC 6. Menyelesaikan SAMSARA
PROLOG
Samsara dipercayai sebagai siklus kelahiran kembali yang terjadi berulang-ulang. Samsara itu tak berujung adanya, dan dalam kamus besar Bahasa indonesia di artikan dengan sengsara.
Samsara itu adalah kebalikan dari Nirwana, yang mana nirwana merupakan kondisi terbebas dari penderitaan dan siklus kelahiran kembali.
Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah hasil gabungan antara jodoh dan karma. Samsara terjadi karna karma, dimana perbuatan baik menghasilkan karma baik sementara perbuatan buruk akan menghasilkan karma yang buruk pula.
Itu berarti segala sesuatu yang kita lakukan selama hidup, baik kehidupan lampau atau sekarang pasti akan membentuk karma baik atau buruk. Lebih sederhananya adalah, Samsara itu tindakan menciptakan dunia sendiri yang lebih baik, lalu berpindah ke dunia itu, ketika proses kelahiran berulang atau reinkarnasi terjadi.
******
Empat sosok bayangan berdiri kaku diatas bubungan satu bangunan berbentuk menara tinggi di Kota Kuno. Jelas terlihat meskipun keempat sosok itu berdiri kaku dengan pakaian yang melambai-lambai di tiup angin, akan tetapi tidak terdengar suara kibaran kain yang saling berbenturan dengan angin.
Jelas kalau empat sosok itu adalah ahli-ahli beladiri dengan kemampuan yang tinggi. Lalu salah satu diantara mereka, yaitu pria muda dengan warna rambut seterang bintang berkata,
"Bing Qing,
kami menunggu akan anda disini, sementara anda dapat menyelesaikan semua rindu dendam, kepada seseorang sebelum kita meninggalkan Kota Kuno ini.
Berdoalah agar kelak kita dapat berkunjung lagi ke negri di ujung utara benua ini" kata Sima Yong
Ye Bing Qing menganggukan kepala, lalu tubuhnya menghilang dari bubungan dan muncul beberapa tombak jauh nya di depan pintu gerbang sebuah organisasi rahasia yang di sebut Organisasi Selubung.
Organisasi Selubung Rahasia ini termasuk hitungan kedalam Sekte Super di Kota Kuno, dimana beberapa waktu yang lalu Ye Bing Qing pernah bergabung dan menjadi seorang mata-mata.
Semasa bekerja di Organisasi Selubung Rahasia dahulu, Ye Bing Qing memiliki seorang musuh di dalam organisasi itu. Dalam beberapa kali misi yang dia jalankan, Ye Bing Qing selalu di persulit oleh pria bernama Hua Shan Gao. Hua Shan Gao ini dahulu menaruh hati kepada Ye Bing Qing, namun Ye Bing Qing tidak menanggapi sinyal-sinyal asmara yang di tebarkan Hua Shan Gao.
Merasa semua harapannya menjadi sia-sia, maka rasa cinta yang didasari hawa nafsu dari Hua Shan Gao ini, berubah menjadi bibit-bibit kebencian.
Hua Shan Gao melangkah jauh dengan mencoba menghalangi Ye Bing Qing di setiap misi-misinya. Malahan yang paling parah adalah dia membocorkan tentang keberangkatan Ye Bing Qing mengantar benda kepunyaan Suku Wu Yi di Barat Laut Benua kala itu (baca bab 287).
Belakangan Ye Bing Qing mengetahui bahwa semua itu adalah tindakan Hua Shan Gao yang merupakan ponakan dari salah satu Penatua di Organisasi Selubung Rahasia, dengan memanfaatkan semua jaringannya dan memberi tahu Sekte Gerbang Suci yang berniat merebut benda yang di kawal Ye Bing Qing itu.
Dengan kebencian yang dalam, Ye Bing Qing tak berdaya untuk membalaskan sakit hatinya kepada Hua Shan Gao, meningat kultivasi pria itu adalah SAINT level lima.
Kini selepas keluar dari Domain tempat dia berlatih bersama kawan-kawannya, Ye Bing Qing telah merasa mampu untuk berhadapan dengan Hua Shan Gao.
"Aku ingin menyelesaikan dendam ini sebelum kita meninggalkan wilayah utara ini.
__ADS_1
Perjalanan kita nanti akan semakin jauh melintasi benua. Kupikir... belum dapat di prediksikan apakah kelak aku masih dapat kembali ke tempat ini hidup-hidup.
Lebih baik semua rindu dendam ini aku selesaikan awal-awal" kata Ye Bing Qing.
******
Malam itu kentongan ketiga telah dibunyikan, pertanda waktu telah tengah malam di Kota Tua.
Hua Shan Gao baru saja akan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur, ketika tiba-tiba dia merasa dirinya seakan terisolasi dari dunia luar. Dia bingung dengan keadaan sekelilingnya yang seperti terisolasi. Lantas dia teringat sesuatu dan memekik..
"Sihir,
ini jelas-jelas adalah tindakan sihir.." pekik Hua Shan Gao dengan panik. Kepalanya celingak-celinguk kekiri dan kanan, mencari-cari.. Siapa gerangan yang menerapkan kutukan sihir kepada dirinya.
"Teknik sihir seperti ini biasanya dilakukan oleh kaum penyihir, seperti gadis keturunan Jingling itu" gumam Hua Shan Gao yang tiba-tiba mengingat Ye Bing Qing keturunan Jingling itu, yang dia tahu memiliki dendam terhadap dirinya.
Menyusul dalam ketakutan pengaruh sihir itu, sebuah suara cekikikan seperti hantu perempuan terdengar
"Kamu sungguh hebat dapat menerka kalau aku yang berbuat hal ini"
Pelan-pelan satu rupa manusia, seakan-akan muncul dari kehampaan yang makin lama semakin jelas menunjukkan rupa dari Ye Bing Qing gadis keturunan Jingling yang dia tahu memedam kebencian akan dirinya.
"Dahulu itu, kamu sedemikian jumawa dan menindas aku. Kamu membocorkan rahasia dari semua misi yang aku jalani. Kehidupanku saat itu benar-benar seperti berada di neraka.
Di satu pihak aku terikat kontrak dengan organisasi ini, namun di sat pihak terdapat duri dalam daging, yaitu manusia iblis seperti dirimu.
Hari ini Langit demikian murah hatinya kepadaku... Dengan menganugrahkan keberuntungan sehingga aku menembus SAINT Level tujuh ini....
Sekarang aku bertanya, apakah kamu berani bertarung melawanku?" Suara Ye Bing Qing seram terdengar, membuat Hua Shan Guo menggigil dalam hati.
"Bing Qing... Kamu tahu bukan? Tidak ada niat jahat sedikitpun di hati ku. A-aku..."
"Cabut pedang mu! Sekarang !" bentak Ye Bing Qing.
Merasa tidak ada jalan keluar selain bertempur melawan gadis Jingling itu, Hua Shan Gao berteriak keras. Pedang yang sedari tadi telah dia sentuh seketika berada dalam genggaman, lalu dalam gerakan cepat di menikam brutal kearah Ye Bing Qing.
"Mati !" kutuknya.
Hua Shan Gao tersenyum senang di dalam hati, ketika melihat gadis itu tidak bergerak sama sekali. Namun kepercayaan dirinya menjadi runtuh seketika, tatkala gadis Jingling itu bersuara dengan dingin...
"Huh.. Terlalu lambat seperti kura-kura"
__ADS_1
Hua Shan Gao tidak melihat gerakan apapun, namun hanya seberkas kilatan cahaya yang bergerak. Tahu-tahu Hua Shan Gao merasakan dadanya sakit, dan dia melihat darah menetes dari dada nya.
"K-kau... B-bagaimana bisa...." itulah kata-kata terakhir yang di ucapkan Hua Shan Gao sebelum nyawanya putus.
Ye Bing Qing mencabut pedang dari dada Hua Shan Gao dan menggumam,
"Kamu pasti kaget dengan teknik kecepatan pedang ini. Dan kamu harus tahu kalau ruang isolasi ini bukanlah sihir. Ini adalah pengaruh jimat" kata Ye Bing Qing dengan dingin dihadapan mayat Hua Shan Gao.
******
Sima Yong, Wei Park, Xong Hui Yong dan Luo Yeye menanti Ye Bing Qing dari atas bubungan menara kota. Dalam waktu yang terhitung kurang lebih dua x sepeminum teh berlalu, dan gadis itu kembali muncul diatas bubungan menara.
Ketika Ye Bing Qing telah berdiri bersama-sama mereka, Sima Yong bertanya,
"Apakah anda telah menyelesaikan orang itu?"
Sambil tersenyum santai, Ye Bing Qing menjawab singkat.
"Ya. Aku telah membereskannya"
"Bagus...
Di dalam kehidupan keras Dunia Jiang Hu ini, jangan membiarkan lawan kita menjadi tumbuh sayapnya barulah kita berusaha mengambil tindakan. Semua akan terlambat pada akhirnya" kata Sima Yong.
Angin dingin bertiup kencang, menambah heningnya suasana malam di Kota Kuno. Dan lima orang itu kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan kota.
"Lalu mari kita pergi. Perjalanan kita masih panjang.." anak muda itu mengeluarkan sesuatu dari cincin tata ruang, melemparnya ke udara.
Benda kecil itu secara sihir lantas berubah ukuran menjadi satu kapal roh raksasa, bergoyang melayang diatas langit Kota Kuno.
Sima Yong melayang terbang, lalu menjejakkan kaki tanpa suara diatas geladak kapal. Yang lainnya menyusul menaiki kapal roh, dan setelah semua orang telah berada di geladak kapal, Sima Yong melempar 10.000 Manna Biru kedalam alat pembakaran..
"Penerbangan kita akan menuju Neraka dunia. Ada beberapa hal yang masih ingin kuurus di tempat itu" Kata Sima Yong sambil menatap lurus kedepan.
"Semoga kedepannya semua misi kita sukses, lalu bisa kembali ke Kota Kuno ini"
Kapal Roh itu bergerak cepat menuju Gunung Khar Amitan. Wujud kapal besar itu lantas menghilang dibalik kegelapan malam, menyisakan keheningan yang damai di Kota Tua Benua Penyaringan Dewa.
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1