
Perayaan Aran Megil adalah perayaan yang dilakukan di Domain Elf sejak ratusan tahun yang lalu. Perayaan ini selalu dirayakan secara rutin setiap lima tahun sekali.
Upacara perayaan ini tidak lebih dari upacara penghormatan mengenang masa kejayaan Raja Pedang yang berasal dari Domain Elf ini.
Namun sejal 500 tahun yang lalu, upacara perayaan ini juga merupakan upacara permintaan pengakuan dari Naga Es dan Pedang Kaisar Es atas seseorang yang terpilih menjadi the next Raja Pedang.
Ditengah-tengah hutan yang memiliki banyak ditumbuhi pepohonan Ek yang tua, setua umur kaum Elf dari masa sebelumnya, terdapat di sebuah bukit Bernama Bukit Tan Olish.
Di kaki bukit Tan Olish itu terdapat lapangan kecil yang penuh dengan rumput hijau nan empuk. Kaum Elf setiap perayaan Aran Megil akan selalu berkumpul untuk bernyanyi, menari dan menyumbangkan kreasi-kreasi mereka yang penuh pesona sihir.
Bukit Tan Olish sendiri adalah lebih cocok dikatakan sebagai sebuah tebing batu alami. Dimana di dinding tebing itu terlukis sebilah pedang dari es dan gambar Naga Es yang indah.
Konon gambar itu di buat oleh Raja Pedang jaman 1000 tahun lali menggunakan kemampuan mentalnya (sihir jiwa). Sehingga meski lukisan tersebut telah termakan oleh waktu, namun setiap sudut lukisan masih sangat jelas bentuknya karena sihir mempertahankan pesonanya.
Lukisan pedang es itu merupakan lambang keberadaan Raja Pedang yang tiada tanding. Sedangkan gambar Naga Es adalah merupakan gambar Naga legenda bagi kaum Elf di Wilayah Utara itu.
Naga sendiri sebagai mahluk mitologi terbagi dalam 4 jenis yaitu :
1.Naga Tien Lung atau Naga Langit yang bertugas menjaga istana para dewa.
2.Naga Shen Lung atau Naga Spiritual yang berkuasa atas angin dan hujan
3.Naga Ti Lung atau Naga Bumi yang berkuasa atas air dan es di permukaan bumi
4.Naga Fucang Lung atau Naga dunia bawah bumi yang bertugas menjaga harta karun yang ada di dalamnya.
Gambar Naga di dinding bukit/tebing itu adalah Ti Lung yaitu Naga Bumi yang menguasai air dan es dipermukaan bumi. Kaum Elf di domain Elf ini sangat memuja Naga jenis Ti Lung ini. Dipercaya naga ini yang menjaga keharmonisan Wilayah Utara yang di dominasi es.
*******
Malam itu di Kota Utama Kaum Elf yaitu Kota Runya Oira, seluruh Elf dari Domain ini datang beramai-ramai untuk bersuka cita didalam perayaan Aran megil (Perayaan Kejayaan Raja Pedang).
Eejak pagi hari, kota yang terletak diatas pepohonan tua dan kuno itu telah sangat ramai. Semua Elf dari berbagai penjuru datang dan berkumpul di kota lalu kemudian bersama-sama menuju Bukit Tan Olis.
Sehari sebelumnya, Wang Yong telah diingatkan oleh Baron Wei agar berhati-hati pada saat mengikuti pesta perayaan ini. Akan ada begitu banyak sihir yang akan beterbangan sebagai luapan kegembiraan Elf.
Wang Yong bahkan diajarkan mantra khusus agar tidak terjatuh larut didalam sikap kesurupan ketika semua sihir di kerahkan dalam bentuk nyanyian dan musik nanti.
Wang Yong yang pernah mengalami trance (kesurupan) itu menjadi sangat serius dengan mantra yang diajarkan oleh Baron Wei. Terlebih awal-awal hari dia telah memantrai dirinya dan menyelimuti seluruh tubuh dengan aura yang mantra sihir penawar trance.
Karena mantra sihir penolak trance seperti itu akan selalu mengalami serangan Ketika nyanyian, tarian ataupun music yang dialunkan nanti, sudah pasti energi Qi mental yang dipakai untuk mempertahankan aura penolak trance akan cepat terkuras habis.
Beruntung saat ini Cincin Mutiara Kehidupan telah selesai dikerjakan Elf Niu Gazian. Wang Yong telah mengenakan Cincin Mutiara Kehidupan. Disebabkan cincin tersebut baru 2 hari yang lalu rampung dan dia miliki, maka tabungan energi Qi yang sempat dia simpan belum terisi penuh di cincin.
__ADS_1
Wang Yong baru sempat mengisi 2 ruang di cincin tersebut. 3 ruang lainnya masih dalam keadaan kosong. Namun menurut perkiraan Wang Yong dengan menggunakan 2 ruang energi Qi, sudah cukup bagi dirinya untuk mengikuti pesta Elf penuh taburan sihir tersebut.
Ketika persiapan menuju Pesta Perayaan Aran Megil itu, dikamar Wang Yong telah tersedia pakaian yang diberikan oleh pelayan Lady Zhang yaitu Ren Dou. Ren Dou menyerahkan sebuah tunik lebar berlengan longgar untuk dikenakan di pesta perayaan.
Tunik hijau lumut tersebut terlihat sangat halus dan mempesona. Temtu saja hal itu dikarenakan bahannya di tenun menggunakan nyanyian sihir Elf.
Disediakan pula hiasan kepala berupa mahkota dari daun-daunan yang melingkar melilit kepala. Ketika Wang Yong selesai berdandan dibantu oleh Rend Dou, dia melihat dirinya di depan cermin. Dimanakah anak remaja berusia 14 tahun yang pada waktu itu hanya sebagai seorang siswa pekerja di Sekte Pedang Awan?
Sosok yang tampak didepannya adalah seorang pemuda gagah mengenakan jubah tunik kedodoran ala Kaum Elf lengkap dengan mahkota daun di kepala.
Bahkan Wang Yong sendiri merasa terpesona melihat penampilan dirinya sekarang.
*******
Ketika Wang Yong tiba di kaki Bukit Tan Olish… nampak demikian banyak kaum Elf berkerumun di tempat itu. Di tengah-tengah keramaian para Elf, nampak Baron Wei menonjol sendiri dan tengah memainkan kecapi (harpa/gu zheng. Kecapi adalah Bahasa lama) dengan komposisi lagu yang Wang Yong sendiri telah sangat hapal.
Ketika kecapi tersebut di petik dari jari jemari ramping itu, serangkaian irama mengandung sihir langsung bergema memadati seantero lapangan.
Ketika mendengar detingan harpa bernada magis itu, tanpa di komando.... kurang lebih seribuan suara Elf langsung bergema melantunkan lagu kegembiraan. Suara Elf yang halus merdu bagaikan seruling itu terlepas keluar dengan kekuatan yang mengandung sihir. Sangat sangat membius pendengar.
Semua El bernyanyi dengan gembira sambil sesekali melemparkan sihir kedalam arah hutan. Semua tanaman-tanaman, pepohonan ikut bergoyang seakan memahami arti lagu dan menikmati komposisi tersebut. Hewan-hewan hutan juga tidak mau kalah. Mereka pada datang berkumpul dan ikut menyemarakkan suasana. perayaan.
Sebenarnya dengan upacara perayaan seperti itu, praktis
juga semua Elf secara tidak lamgsung tengah melakukan ritual untuk nyanyian kesuburan dan kelestarian mahluk hidup di hutan.
Walaupun demikian dia menyadari bahwa energi Qi nya perlahan-lahan mulai terkikis. Hal itu disebabkan karena pengaruh semua senandung, music yang terdengar itu mengamdung sihir seakan menyerang auranya untuk membuka tabir di dirinya.
Wang Yong sangat bersyukur telah memiliki Cincin Mutiara Kehidupan. Jadi dia tidak perlu khawatir akan Qi yang akan cepat habis.
Baru saja malam mulai menjelang, bergentong-gentong Fion di edarkan. Semua Elf menyentuh Fion dan meminumnya bagaikan air. Wang Yong tidak mau kalah. Dengan santainya dia menyedot sesendok besar Fion kedalam mulutnya.
“Sluurrrpp…..”
Ketika Fion memasuki perutnya, seketika itu juga Wang Yong merasa dirinya seakan melayang dan cairan itu membuat suasana hatinya menjadi sangat gembira.
Tanpa ragu-ragu dia meraih lagi sesendok besar Fion dan meminumnya. Lady Zhang yang menjadi pusat perhatian di acara itu tertawa melihat Wang Yong ketika meraih sesendok besar Fion. Namun Baron wei mendatangi Wang Yong dan memperingati dia.
Fion adalah minuman anggur hutan yang di tanam menggunakan nyanyian sihir. Teknik penyulingannya juga menggunakan sihir Elf.
Karena itu Fion adalah minuman yang sangat mengandung sihir memabukkan sehingga Wang Yong hanya diijinkan meminumnya dua sendok saja. Dia tidak diijinkan untuk meminum sendok ketiga.
Wang Yong berjanji didalam hati. Kapan-kapan dia akan memgunjungi Elf petani untuk mempelajari teknik membuat Fion. Lalu dia tertawa gembira dan larut dalam suasan.
__ADS_1
Lady Zhang mentertawakan Wang Yong ketika diperingati oleh Baron Wei. Namun Wang Yong mematuhi kata-kata Baron Wei dengan menghentikan mengkonsumsi Fion. Semua orang terlihat begitu gembira. Nyanyian dan musik kemudiandi persembahkan barganti-gantian di sebuah panggung kecil di kaki Bukit Tan Olish.
Hewan-hewan hutan yang berkumpul di Bukit Tan Olish terlihat seperti hewan yang tengah kesurupan. Mereka jelas jelas tidak mampu melindungi diri dari pengaruh sihir yang di tebarkan dalam bentuk nyanyian dan musik.
Bahkan beberapa hewan yang tidak sanggup dengan pesta itu terlihat telah jatuh pingsan.
Menjelang tengah malam ketika pesta perayaan semakin ramai karena satu demi satu kaum elf telah mengalami trance… tiba-tiba Lady Zhang berkata, (suaranya halus seperti petikan senar harpa)
“Semua Rakyat Elf dari seluruh penjuru Domain ini, malam perayaan Aran Megil telah tiba waktunya untuk prosesi permintaan pengakuan Raja Pedang… biarkan Guizu ini membacakan mantra”
Catatan : Guizu artinya bangsawan Elf.
Begitu mendengar bahwa prosesi mantra pengakuan Raja Pedang akan dirapalkan, semua Elf semakin jatuh kedalam kegembiraan. Nyanyian Elf dengan suara bagaikan seruling itu semakin keras bergema di seluruh antero hutan.
Semua menari-nari dengan gembira. Wang Yong yang awalnya ,emcobantidak terpengaruh, juga terlihat mulai larut didalam kegembiraan. Sepertinya dia mulai terpengaruh perasaan trance karena nyanyian Elf. Atau setidak nya dia mulai mabuk sihir karena pengaruh Fion.
Bahkan anak manusia itu mulai menari-nari dengan gembira bersama beberapa Elf. Semua tertawa senang.
Saat itu Lady Zhang mulai merapalkan matra permintaan pengakuan Raja Pedang dala, Bahasa Kuno Elf. demikian kira-kira arti kata-kata itu,
“Seribu tahun telah berlalu, dan selama itu juga kami telah kehilangan Raja yang disebut Raja Pedang. Malam ini biarlah kami meminta kembali pengakuan dari Roh Bing Ji Dian dan Roh Ti Lung. Nobatkanlah seorang Raja Pedang yang baru"
Catatan : Bing Ji Dian adalah Pedang Kaisar Pedang sementara Ti Lung adalah Naga Es penguasa Air dan Es.
“Duaar…..”
Sejumlah kalimat mantra dirapalkan dan Lady Zhang diikuti oleh semua Elf yang merapalkan matra yang samalalu kemudian melemparkan mantra itu ke arah lukisan Pedang dan Naga Es Ti Lung.
.......Hening sejenak......
Semua Berharap sesuatu terjadi. Telah beratus-ratus tahun kaum Elf mengadakan upacara pemanggilan untuk pengakuan Raja Pedang, namun tidak pernah terjadi fenomena atau reaksi dari kedua lukisan itu.
Menurut kisah kuno, ketika seseorang akan diakui menjadi Raja Pedang, maka lukisan Pedang Kaisar dan Naga Ti Lung itu akan hidup dan memantrai calon Raja Pedang dengan Roh Pedang dan Roh Naga Es.
Setelah lima belas menit berlalu dan tidak terjadi fenomena atau reaksi dari kedua lukisan itu, Lady Zhang tersenyum pahit dan berkata,
“Baiklah rakyat Elf… kita lanjutkan nyanyian dan tarian untuk memberkati seluruh tanaman dan hewan agar keseimbangan lingkungan hidup tetap teharmonisasi”
Segera gegap gempita senandung dan musik kembali memecah kesunyian tadi.
Lady Zhang mengeluh dalam hati namun dia masih berharap lima tahun akan datang, pada pesta perayaan Aran Megil itu, dia berharap akan ada pengakuan dari kedua lukisan itu untuk menobatkan salah satu Elf menjadi Raja Pedang yang baru.
Lady Zhang tidak menyadari ketika dia .arut didalam kekecewaan, bola mata lukisan naga Ti Lung itu berkedip-kedip. Ekornya bahkan mulai bergoyang. Sementara lukisan Pedang Kaisar Es itu nampak mulai mengepul mengeluarkan uap es…..
__ADS_1
Tidak ada sesosok Elf ataupun siapapun ditempat itu menyadari pergerakan tanda pemjelmaan kedua lukisan itu. Semua tengah larut dalam kegembiraan nyanyian sihir dan mabuk akan Fion.
*Bersambung*