Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Merobek Langit


__ADS_3

Sementara itu pertarungan diantara 5 pengikut Sima Yong melawan 4 Ninja…


   Praktisi pengikut Sima Yong terlihat mulai mendesak 4 ninja pengikut Senshi Katashi. Setelah kehilangan satu anggota di Aula Pertunjukan Rumah Pelesir Ye Hua Meili, empat ninja yang menjadi lawan Fei Ma dan lainnya terlihat agak menurun semangat pertempurannya. Empat ninja itu terlihat keteteran didalam pertempuran.


“Wush.. . wush”


   Xong Hui Ying pria separuh Wanita itu terlihat menebar bubuk racun yang kemudian menyelubungi seluruh tubuhnya. Dengan Teknik menggunakan racun seperti ini, lawan tidak berani mengambil pertempuran jarak pendek.


   Melihat Tak tik licik yang di pakai Xong Hui Ying, ninja lawan tempurnya berkemampuan Kuasi SAINT lev 10 itu mencaci maki tiada henti ….


“Kelicikan pertempuran kamu bahkan mengalahkan kelicikan ninja dari Timur… Dasar kamu Su**l tidak tahu malu”


   Sambil menahan nafas menghindari bubuk beracun yang tiada henti ditebarkan Xong Hui Ying, ninja itu membalas dengan juga menghamburkan puluhan senjata rahasia berbentuk bintang.


“Tssingg”


“TSingg..”


   Xong Hui Ying hanya tertawa dingin melihat serangan puluhan senjata rahasia itu.


“Cih … Permainan kanak kanak”


   Dia lantas menggerakan tombol mekanis di senjata Toya ditangannya. Ujung Toya itu langsung terbuka membentuk sebuah payung terbuat dari serat besi yang kini berputar cepat.


“Tring..!!”


“Tringg..!!”


   Bunyi benturan dua senjata yang menyebabkan semua senjata rahasia yang di tembakkan ninja lawannya rontok jatuh ke tanah.


(Jika kamu tidak tahu Toya itu senjata seperti apa itu, autor akan menjelaskan. Toya adalah senjata tongkat yang sering digunakan seniman bela diri. Prinsipnya dalam dunia bela diri adalah, semakin Panjang senjata itu berarti senjata itu semakin susah digunakan. Dan semakin pendek suatu senjata, maka semakin berbahaya senjata itu. Itu berarti toya adalah senjata yang sulit digunakan. Hanya para ahli kelas tinggi yang akan memilih senjata sulit ini)


“Hiyaaaaat”


“Mampus kamu…”


   Dengan Gerakan indah Xong Hui Ying melompat lalu sekali lagi dari ujung toya itu menghambur brutal muntahan ribuan jarum kecil yang mengandung racun…


   Ninja itu panik. Dia mencoba menggunakan kemampuan meringankan tubuh yang terbaik, akan tetapi diantara ribuan jarum yang dihamburkan itu, tidak mampu dihindarnya. Beberapa jarum kecil beracun itu berhasil menggores kulit tangannya. Ninja itu langsung merasa tangan kirinya menjadi kaku dan membaal…..


“Racun..!!” pikir ninja itu panik.


Dengan genit Xong Hui Ying berkata,


“Sayangku… belum pernah ada yang selamat dari serangan racun mematikan itu. tunggu saja 5 detik kemudian. Dapat kupastikan paru-paru kamu akan hancur dan silahkan menemui raja neraka”


   Xong Hui Ying tertawa genit sambil meludah melihat ninja dihadapannya kesulitan bernafas layaknya ikan dibuang kedarat dan tidak dapat bernafas. Racun itu mulai menciutkan paru-paru nya. Tidak ada rasa iba di wajah yang biasanya ramah dan bersikap menjilat mengambil hati seperti biasanya.


>>>>>>


   Kekuatan gabungan Meirenyu dan Yu Min terbilang amatlah menindas lawan. Sehingga tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, Ninja lawan mereka menjadi bulan-bulanan dua Wanita iblis itu.


   Ninja yang malang itu meregang nyawa secara mengenaskan, ketika tombak Meirenyu menusuk punggungnya, disusul tebasan dua pedang pendek ditangan Yu Mian yang membuat kepala nija itu terlempar. Air mancur darah  muncrat diiringi tubuh yang jatuh ke tanah seperti karung basah dihempaskan.


******


   Wei Park si Sastrawan Tanpa Aturan terlihat terdesak dibawah tekanan ninja yang menjadi lawannya.


   Sepertinya ninja yang menjadi lawan Wei Park memiliki kultivasi satu level diatas dirinya. Sastrawan pembunuh itu terlihat hanya mengandalkan racun dan trik jahat lainnya ala pembunuh bayaran untuk bertahan dan menghindar dari gempuran tikaman ganas pedang pendek milik ninja lawannya.


“Tsinggg…”


   Dengan ganas pedang pendek ditangan ninja timur itu melayang terbang mengunci dada Wei Park. Tenaga yang di gunakan terlalu kuat menekan semua Teknik yang di coba Wei Park untuk mempertahankan diri. Wei Park kalah kekuatan dibanding lawannya.


“Habis riwayatku…” Wei Park meringis mengingat imbalan Pil Pencerahan Nirwana tingkat 8, hadiah yang dijanjikan Raja Kelelawar. “Sial… Tampaknya aku tidak akan sempat menikmati ranah SAINT” sesal Wei Park sambil menutup mata. Dia pasrah akan nasibnya ….

__ADS_1


“Trang…!” sebuah Toya menghantam pedang pendek itu dan membuatnya terlempar.


   Pedang pendek itu melayang berbalik ke tangan ninja pemiliknya. Ninja itu terlihat kaget melihat Xong Hui Ying telah menyelesaikan pertempurannya …


“Kamu kaget?? Kelicikan kalian praktisi dari Timur tidak akan mampu mengalahkan kelicikan kami” sekali lagi Xong Hui Ying menaburkan kepulan bubuk racun yang menutup kearah ninja itu.


   Dia menyusulkan dengan serangan toya yang menggebuk dengan kekuatan penuh melesat dan mengunci dada ninja tersebut.


   Wei Park ketika tersadar dan melihat dirinya belum mati, sendiri seketika bangkit lagi semangat nya. Lima pedang pendek terhunus dari kipas yang mengembang. Lalu dia melompat dan memasuki medan pertempuran sekali lagi.


>>>>>>


   Ribuan pedang itu bergemuruh sambil bergetar… bunyi gemuruh itu sedemikian keras, laksana bunyi pakaian perang ribuan tentara yang siap menyerang. Para penonton di Kotaraja Ju Ying menjadi bergidik dan timbul perasaan khawatir tertindas.


   Semua orang kocar kacir berlarian mencari tempat perlindungan. Bunyi ancaman ribuan pedang di langit membuat mereka amat ketakutan.


   Sementara itu Senshi Katashi telah membentuk dua pilar raksasa yang terbuat dari api. Samurai ditangannya telah bersiap dalam pertahanan terhadap ribuan pedang yang terlihat sangat mengancam itu.


“Mari kita lihat… siapa yang lebih kuat diantara dua Nita Beladiri ini” teriak Sima Yong dengan lantang….


   Dengan buru-buru tangan kanan Senshi Katashi terlihat melempar sesuatu kedalam mulutnya. Master Senshi Katashi mengkonsumsi pil peledak kultivasi agar mendongkrak Energi “Reiki” didalam dirinya sehingga melesat tinggi menyerupai seorang Ahli Kuasi SAGE. Sage adalah kultivasi tinggi diatas Alam Melintas Sage.


(kuasi adalah setengah langkah. Kadang author juga menggunakan kata pseudo untuk istilah ini mohon jangan bingung karena itu adalah kata yang memilki maksud sama)


   Ketika Sima Yong dengan dua jari telunjuk dan tengah nya menujuk lurus kearah mana Senshi Katashi melayang dikelilingi Api, sebuah suara menyeramkan terdengar dari tenggorokan Sima Yong ….


“Bunuhh……”


“Tsingg….. Tsingg… Tsinggg”


“Kreteekk… Kreteek…”


   Ribuan pedang tampak terbang menyerbu brutal kearah Senshi Katashi. Ribuan pedang yang terbang membunuh kearah Senshi Katashi, menyerbu deras seolah olah muntahan debu yang di keluarkan gunung berapi Ketika meledak.


menjerit dalam ngeri….


“Aura membunuh…”


“Aura pembunuhan pedang… aku takut” Anak-anak kecil sampai menangis saking takutnya, menambah kesan seram nya langit malam di Kotaraja Ju Ying


>>>>>>


“Demi Dewa …. Kemampuan seperti itu, mengendalikan ribuan pedang… hanya dapat dilakukan oleh seorang Master Pedang. Tidak… seharusnya itu adalah kemampuan Raja Pedang” desis Kaisar Ju Huihuang ngeri.


“Tuanku… apakah mahluk diatas sana adalah benar Raja Kelelawar??? Mengapa aku merasa aura pertempuran Raja Kelelawar itu mirip dengan seseorang yang aku kenal???” kata Ju Lianyi juga merasa ngeri.


   Dengan tatapan yang tidak mau lepas dari tontonan pertarungan di langit, Kaisar berkata…


“Raja Kelelawar itu sesungguh adalah orang yang berbeda setiap generasi. Dia selalu menemukan seorang pengganti ketika dia merasa masa hidupnya akan habis”


“Tak kusangka pengganti Raja Kelelawar kali ini seorang Raja Pedang. aku harus mengambil hatinya untuk berpihak kepadaku” kata kaisar pelan


Kemudian setelah mencerna pertanyaan Ju Lianyi kaisar mencoba menjelaskan lebih jauh.


“Wajar saja jika kamu kemudian merasa akrab dengan aura Raja Kelelawar. Bisa jadi dia itu adalah seserorang yang pernah bertemu dengan mu, bahkan mungkin dia adalah orang kamu kenal…”


   Ju Lianyi terdiam. Dia berulang kali berusaha mengingat aura itu, seseorang yang pernah bertemu dengannya. “Ah… sudahlah” Ju Lianyi pada akhirnya menyerah untuk memikirkan sosok di balik topeng Raja Kelelawar


>>>>>>


“Wushhh….”


“Wussh…..”


   Dua pilar api di hadapan Senshi Katashi terlihat membentuk tembok api raksasa. Senshi Katashi yang memegang samurai dengan dua tangan di udara, mendesis pelan lalu samurai itu terlihat mengiris udara dan melemparkan aura pembantaian kedalam Tembok Api.

__ADS_1


“Slaughter Intent……!!!”


“Trangg… trangg… trang….” Bunyi benturan ribuan pedang ketika berusaha menembus dinding api raksasa yang diselimuti kekuatan “Slaughter Intent” … wajah Senshi berubah Katashi kemerahan. Dia mengeluarkan kekuatan Reiki yang dimiliki secara berlebihan (Reiki adalah semacam kekuatan tenaga dalam yang dimiliki Ahli Beladiri dari Timur).


   Pil pemicu energi untuk mendobrak tingkat kultivasi itu memang membantu Senshi Katashi didalam pertarungan. Akan tetapi sebagaimana biasanya, selalu ada harga yang harus dibayar Ketika melakukan pengorbanan seperti ini. Kelak setelah manfaat pil mereda, tingkat kultivasi pengguna akan menurun dua tingkat dari saat ini. Dia bisa berakhir diranah kultivasi Alam Tanpa Batas.


  Kekuatan benteng api yang dibentuk dari cakra ditambah Niat Pembantaian dengan ganas menelan semua terjangan ribuan pedang dan mematahkan nya menjadi dua bagian. Kekuatan Slaughter itu lantas menghempaskan potongan pedang patah itu berhamburan ke tanah.


 “Wushh…” hujan ribuan patahan pedang berhamburan kearah Kota Ju Ying. Sepertinya akan terjadi bencana hujan pedang di Kota Ju Ying.


“Hahahaha… kekuatan Niat pedang tidak ada artinya di hadapan ‘Slaughter Intent” tawa Senshi Kathasi gembira.


   Senshi Katashi semakin atraktif dengan kemampuannya merontokkan ribuan pedang yang juga tiada henti hentinya menyerbu dengan ganas kearah nya.


“Hanya seperti itu ternyata penguasaanmu terhadap Niat Pedang” ejeknya sekali lagi sambil menatap merendahkan kearah Sima Yong.


   Sementara itu Sima Yong terlihat seperti tidak memperdulikan tingkah provokasi Senshi Katashi. Dia hanya diam berkomat kamit sambil menutup mata…


   Kini tangan nya terlihat diangkat seperti sikap Raja sedang memerintah bawahan. Lalu dengan suara yang terdengar mendominasi dia berkata…


“Bangunlah…”


   Ribuan potongan pedang patah yang tadinya meluncur jatuh ke tanah dan akan menjadi bencana itu, seketika terhenti. Lalu dengan Gerakan amat cepat semua potongan pedang seolah bernyawa itu terbang dan Kembali berkumpul diatas kepala Sima Yong.


   Sima Yong kini mengambil gerakan mengacungkan tangan kanannya, jari telunjuk dan tengah terarah lurus ke langit. Sekali lagi dia berkata dengan suara keras dan memerintah,


“Interpretasi Pedang….!!!!!!!”


“Merobek Langitt…!!!!!”


   Semua pedang, baik yang telah patah menjadi dua ataupun yang masih utuh dengan Gerakan sangat cepat sekali, bahkan lebih cepat dari kecepatan sebuah meteor terlihat terbang dan menghilang kearah langit. Tidak tersisa satupun.


   Lalu terdengar bunyi yang amat keras dari arah langit, itu terdengar seperti suara kertas yang di sobek paksa. Namun suara ini jauh lebih keras dari sobekan kertas, yang membuat orang akan berpikir bahwa bunyi itu adalah bahana suara langit yang tersobek paksa.


“Sssrrrrrrrrrkkkk”


   Semua mata orang-orang seketika menengadah kearah langit. Bunyi itu memaksa mata untuk memandangnya. Tampak langit seperti terbuka dengan paksa, langit seperti tersobek karena diiris sebuah pedang yang besar luar biasa. Jerit ngeri sekali lagi terdengar….Belum pernah seorang pun melihat pedang raksasa sebesar itu muncul di langit.


  Masih sambil menutup mata dan dalam nada memerintah, Sima Yong berkata dingin….


“Membunuh…!!!”


   Pedang raksasa yang berkilauan itu menebas kearah Senshi Katashi dengan suara bergemuruh. Saking keras sekali sampai-sampai orang-orang menutup telinga. Senshi Katashi terlihat semakin waspada dan berkutat lekat dengan Benteng Api ditambah Niat Pembantaiannya.


Sekali lagi bunyi yang menggiris hati terdengar memenuhi langit Kota Ju Yin…


“Ssrrrrrreeetttt”


“Duaaarrrrrrr!!!!!”


   Diiringi jeritan putus asa dan bunyi ledakan dahsyat, Senshi Katashi terlihat melayang terlempar membentur sebuah gunung tidak jauh dari Kotaraja Ju Yin. Dapat di pastikan pria itu telah tewas Ketika membentur gunung.


   Semua mata yang mengawasi pertarungan itu terbelalak ngeri….


“Demi apapun… Raja Kelelawar memiliki kemampuan merobek langit???”


“Teknik Pedang seperti itu baru pertama kali aku saksikan seumur hidupku”


“Apakah dia benar-benar nyata??? Aku tidak percaya seorang Praktisi yang belum mencapai Abadi mampu merobek langit”


*Bersambung*


*   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.*


*   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.*

__ADS_1


__ADS_2