Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Alkemis Alrin


__ADS_3

"Apakah kamu meragukan keuangan tuan muda aku?" sela Mismaya menantang.


   Penjaga Toko Aros itu diam-diam melirik anak muda yang berdiri di hadapannya. Dia mulai menilai, di awali dari busana yang dikenakan si anak muda hingga keseluruhan penampilannya. Dia tahu kalau bahan kain yang menjadi busana indah nya itu terbuat dari bahan khusus bulu burung Roc, yang dijual sangat mahal. Belum lagi penampilan si anak muda yang terlihat klimis seperti dikerjakan oleh tenaga ahli di toko pengubah rupa di Kota Terminus.


"Siapa namamu?" tanya Mismaya sedikit menindas.


"Alres nona" jawab Armady penjaga toko membungkuk.


"Dengar baik-baik Tuan Alres. Segera panggil tuan pemilik toko Aros kamu ini, katakan kalau tuan muda aku ini akan membeli banyak barang berharga. Tuan muda ku adalah seorang yang kaya dan memiliki banyak Eliksir.


   Semua pembayaran akan dilakukan cash, bukan secara kredit" suara Mismaya terdengar membanggakan. 


   Sekantong besar buntalan gembung dia letakkan di atas meja. Ikatan pada buntalan itu dengan sengaja dibuat longgar sehingga menyembulkan beberapa kepala Eliksir berkilauan merah jambu.


   Alres bertambah membungkuk manakala melihat Eliksir demikian banyak. Lalu dengan langkah panjang-panjang dia bergegas masuk ke bagian dalam toko. Sementara itu Mismaya memasang senyum kemenangan sambil melihat ke arah Sima Yong. Katanya..


"Uang memiliki kuasa bukan?" senyum lebar dipasang di wajah kecilnya itu.


Sambil menahan tawa Sima Yong menjawab. Iya merasa lucu ketika melihat peri kecil itu berlagak seperti bos. hal itu terlihat unik menurutnya.


"Rasanya tidak sia-sia aku membawamu sebagai pemandu jalan, 


   Kamu begitu luwes dan paham cara-cara bernegosiasi di Realm ini"


   Hidung peri kecil itu langsung menjadi kembang-kempis. Dengan percaya diri dia menjawab.


"Tuan muda tak perlu kuatir. Kecuali kemampuan tempur ku yang amat rendah, Mismaya memiliki banyak sekali akal serta menguasai teknik-teknik bernegosiasi" kata Mismaya menyombong.


   Sekonyong-konyong terdengar suara langkah kaki panjang-panjang keluar dari bagian dalam toko. Keduanya lantas memandang siapa sosok yang datang dengan langkah-langkah berat, pertanda orang ini berkepandaian tinggi.


"Dia memiliki kultivasi yang cukup tinggi. SAINT. Pantas saja Armadyl ini telah bertransformasi dengan sempurna" batin Sima Yong.


   Pria yang baru datang ini adalah seorang pria usia enam puluh tahun, dengan potongan rambutnya ikal, panjang sebahu tanpa disisir atau diikat. Rambut separuh kelabu dan separuh hitam itu dibiarkan riap-riapan, menambah kesan seorang ilmuwan atau alkemis - setelah dirinya berbalut busana seragam alkemis lengkap dengan hiasan alat seperti kacamata bertengger di hidungnya.

__ADS_1


"Maafkan aku. Apakah anda adalah tuan muda yang berniat membeli inti batang Pohon Saga Benua Timur berusia 500 tahun, Jamur Shiitake Timur usia 500 tahun dan tulang naga muda yang berumur 1000 tahun?" tanya langsung alkemis itu kepada Sima Yong.


"Perkenalkan, namaku Alkemis Alrin. Aku pemilik Toko Aros ini" dia langsung mengulurkan tangan dan menjabat tangan Sima Yong.


   Sima Yong baru saja akan menjawab pertanyaan Alkemis Alrin, namun secara ceroboh pria itu lantas menuntun Sima Yong untuk memasuki satu ruang di bagian belakang.


"Duk " kaki Alkemis Alrin membentur satu meja dan hampir saja dia terjungkal. Buru-buru dia memperbaiki diri, seolah-olah tidak terjadi sesuatu.


"Mari ikut dengan ku saudara... er maaf, siapa nama anda?" tanya Alkemis Alrin seperti baru tersadar.


"Sima Yong. Namun anda dapat memanggilku dengan nama pendek Yong saja" 


"Ah.. mari ikut denganku Tuan Yong. Anda dapat langsung melihat apa saja yang anda butuhkan, langsung dari gudang penyimpanan ku" Alkemis Alrin menarik tangan Sima Yong seolah-olah mereka adalah kenalan lama.


   Sima Yong mengikuti saja keinginan orang tua itu. Ia merasa heran dengan sikap hangat dan terbuka alkemis ini.


"Anda heran mengapa aku dapat merasa seperti mengenal dan akrab dengan anda bukan?" Alkemis Alrin memperhatikan perubahan wajah Sima Yong


"Ah Tuan Yong seharusnya telah tahu. Di dalam  Realm Magical Beast ini, isu beredar dengan cepat. Hewan-hewan kecil saling berbisik satu sama lain, lalu angin pun akan berbicara kepada burung-burung..


Oleh karena itu aku langsung tahu. Anda adalah sosok ahli yang telah mengalahkan Jormungandr dan Tuan Dermawan bukan?" Alkemis Alrin kini bahkan tidak melirik atau menatap Sima Yong sama sekali.


"Oleh karena itu, tanpa Tuan Yong sadari, nama anda telah menjadi buah bibir di Realm Magical Beast ini.


   Dan well.. apalah arti inti batang Pohon Saga Benua Timur 500 tahun, Jamur Shiitake Timur 500 tahun dan tulang naga muda 1000 tahun.


   Dengan kekayaan yang anda dapati setelah mengalahkan  Tuan Dermawan, bahkan jika anda ingin membeli toko Aros lengkap dan seisinya, well itu adalah hal yang sepele bagi anda"


   Sima Yong mengangguk didalam hati. Terjawab sudah pertanyaannya. Mengapa Alkemis Alrin ini begitu baik dan ramah dengan dirinya..


"Di dunia hewan ajaib seperti ini, gosip dan issue beredar dengan cepat. 


   Kedepannya aku harus lebih berhati-hati. Diriku telah dikenal luas di Negeri ajaib ini" batin anak muda itu.

__ADS_1


******


   Pintu ruangan yang terkunci itu dibuka oleh salah satu bujang Tuan Alrin. Sima Yong terdiam ketika melihat seisi ruangan yang disebut gudang penyimpanan itu. Bahkan Mismaya yang biasanya banyak bicara, kini hanya terdiam ternganga.


   Gudang penyimpanan bahan-bahan toko Aros yang menurut Alkemis Alrin adalah barang sederhana, pada kenyataannya adalah satu ruangan yang amat sangat besar. Gudang itu adalah satu tempat penyimpanan sumber daya yang paling lengkap yang pernah dilihat Sima Yong.


   Meskipun belum pernah melihat Gudang Penyimpanan benda berharga kepunyaan Kekaisaran Rajawali Agung di Benua Penyaringan Dewa. Namun Sima Yong dapat menduga kalau gudang penyimpanan Tuan Alrin ini jauh lebih lengkap di bandingkan kepunyaan Ju Qin.


   Tuan Alrin bertutur bahwa semua barang ini dibeli dari pasukan khusus dari kelompok ras Aviansie (unggas dan burung-burung) yang terkenal sebagai bangsa penjelajah. Kemampuan garis darah kelompok ras Aviansie yang dapat terbang hingga ke berbagai pelosok dunia, membuat ras ini banyak sekali mengumpulkan sumber daya dan barang-barang berharga dari penjuru dunia.


"Aku membeli semuanya dari kaum kelana Aviansie, bahkan beberapa diantaranya memang bekerja secara khusus padaku.


   Keuntungan diriku sebagai alkemis membuat banyak yang menjual secara cuma-cuma, namun memintaku untuk membuat pil atau beberapa benda sihir dengan upah benda-benda dan sumber daya berharga ini" kata Alkemis Alrin dengan bangga.


   Sima Yong lantas memilih barang-barang yang ia butuhkan, bahkan menambah beberapa item yang masih akan menjadi rencana kedepannya, untuk di ubah menjadi satu macam pil atau menjadi benda berharga seperti artefak.


   Sima Yong tidak terlalu memperdulikan harga yang diberikan Tuan Alrin. Ia bahkan tidak menawar dan langsung menghamburkan Eliksir dengan borosnya..


"Eliksir ini hanya akan berguna selama aku berada di dalam Realm ini.


   Eliksir-eliksir ini akan berubah menjadi tidak berharga ketika aku keluar dari sini" batin Sima Yong.


   Oleh karenanya, ia menambah beberapa sumber daya dan baru atau logam langkan untuk kedepannya akan diubah melengkapi koleksi-koleksi artefak miliknya.


******


   Perlu waktu hingga tiga jam lebih ketika pada akhirnya Sima Yong selesai berbelanja. Jumlah Eliksir yang di jarahnya dari Tuan Dermawan, seolah tidak pernah ada habis-habisnya. Satu ide lantas muncul di benaknya. Ia pun lantas bertanya kepada Tuan Alrin sang alkemis pedagang itu.


"Apakah Toko Aros menyewakan ruang khusus, semacam laboratorium alkemis untuk menyuling atau membuat benda berharga?


   Aku perlu ruangan khusus yang anti ledakan. Tentu saja, jika di ruangan itu terdapat tungku dan kuali, maka aku sangat menghargai nya" kata Sima Yong kepada Tuan Alrin.


Bersambung

__ADS_1


    Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3


__ADS_2