Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Ketika Kentongan Pertama Berbunyi


__ADS_3

Anak muda itu melayang di udara dengan kecepatan yang sulit dilukiskan.


Namun jika orang dapat melihat cara dia melangkah di awan sana, orang akan merasa kaget. Sebenarnya anak muda itu bukan hanya sekedar melangkah di udara saja. Melainkan kakinya hanya berdiam diri tanpa gerak sama sekali terbawa irama angin di sekitarnya. Gulungan angin Putting Beliung-lah yang membawa dia melangkah membelah langit.


Sima Yong tidak lantas buru-buru menuju ke Istana Kekaisaran dan menemui Pangeran Ju Qin.


Ketika itu, di saat dia tengah melakukan penerbangan menuju kekaisaran, tanpa disangka-sangka Jimat Elang yang dia berikan kepada Pangeran Ju Qin secara tiba-tiba menghampiri dirinya.


Tidak terdapat citra apapun, namun sebuah pesan suara yang terdengar seperti suara Pangeran Ju Qin..


"Terjadi perubahan besar. Penobatan menjadi Putra Mahkota batal. Pangeran Ju Kai menggandeng sekelompok ahli asing dan dia akan di nobatkan menjadi Putra Mahkota. Kami di tawan di penjara khusus kekaisaran"


Pesan rahasia yang di bawa oleh jimat itu membuat Sima Yong merasa beruntung. Seandainya jika dia tidak mengetahui informasi rahasia ini, bukankah dirinya akan kecele ketika memasuki istana kekaisaran? Berita itu membuat dia menjadi lebih waspada lagi.


"Kekuatan yang di gandeng Ju Kai itu bukan sesuatu yang dapat dianggap sederhana" batin Sima Yong.


"Sebaiknya aku mampir ke Kota Riluo terlebih dahulu"


Di gedung Istana Dong Xing dia langsung memasuki Gudang Baoku dan memasuki kamar penyimpanannya pribadi Raja Kelelawar, setelah dia verivikasi penjaga dan memastikan dia adalah Bianfu wang.


Sima Yong meraup 10 juta Manna Biru peringkat tinggi "untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang genting" batinnya,


lantas memasukkan manna biru kedalam cincin tata ruang dan secara terburu-buru meninggalkan Istana Dong Xing itu.


Dia merasa enggan bertemu Master Organisasi, dan menghindari jika dimintai bantuan untuk menyelesaikan misi sulit oleh Master Qian Yongshen. Master Dong Xing adalah terhitung masih keluarga Kekaisaran Rajawali Agung. Saat ini dia belum dapat menebak, kepada siapa Master Istana Dong Xing itu akan berpihak. Ju Qin kah atau Ju Kai.


Menjelang petang, setelah melakukan penerbangan dengan kekuatan seorang Kuasi SAGE, Sima Yong memasuki Kotaraja Ju Ying.


Sengaja dia memilih penginapan yang tidak terlalu menonjol dan memilih pakaian sederhana di sebuah toko pakaian untuk menyamarkan penampilannya.


Karena ketika dia melakukan perjalanan menuju Timur mendampingi Pangeran Ju Qin, wajah Sima Yong telah terekspose luas. Di tambah lagi dengan kesuksesan-nya membantai berbagai rintangan selama perjalanan itu, membuat.


Dia telah di kenal luas di Wilayah Tengah sebagai ahli berkemampuan tinggi, apalagi di ibukota, maka Sima Yong berniat merubah penampilannya


******


Sima Yong menatap penampilannya di depan cermin..

__ADS_1


"Sungguh penampilanku terlihat berubah dengan busana ala bangsawan pemerintahan dari sutra serba biru ini"


Dia tersenyum melihat bayangan di cermin yaitu penampilan pria usia 40 tahun yang memiliki kumis dan janggut yang tipis serta sebuah mengenakan Topi Fotou Tangjian yang umum dipakai oleh kalangan pejabat atau bangsawan kerajaan.


******


Pria berumur 40 tahun namun tetap terlihat tampan itu memasuki Restoran Ni Dei Kouwei yang artinya Selera Para Raja. Dari nama restoran yang demikian mentereng, sudah dapat di pastikan semua hidangan yang djual adalah dari kelas atas.


"Aku tidak menyantap makanan mengandung daging. Akan tetapi tolong hidangkan sayur-sayuran langka yang menjadi pilihan pertama, ketika seseorang memilih hidangan istimewa di tampat kamu" kata Sima Yong, yang di sambut penuh rasa hormat hormat oleh pelayan restoran.


"Sebagai pembuka sediakan buah-buah Leci, Anggur HyangYoh, Buah Tho (persik) dan buah Xing (peach).


Selepas satu bakaran hio kamu dapat menyajikan sayuran empat jenis sayuran berbeda, sekali lagi semua hidangan tanpa daging" tangan pria itu menyodorkan satu potong manna biru peringkat tinggi, yang di sambut dengan mata menyala si pelayan.


"Meskipun memiliki tubuh yang kurus, Tuan besar ini ternyata memiliki selera makan yang tinggi" batin si pelayan sambil tangannya dengan cepat menyembuyikan batu manna biru kedalam sakunya. Dia lantas melupakan selera makan tuan berbaju biru itu, yang penting adalah tip yang dia terima.


Pelayan yang sejak awal telah melayani Tuan Berbaju biru itu terlihat tergopoh-gopoh menuju meja tempat si tuan berbaju biru yang tengah bersantap, ketika dia melihat Tuan Besar berbaju biru itu memberi kode untuk datang.


"Adakah sesuatu hal yang akan anda pesankan lagi tuan besar?" tanya si pelayan sambil membungkuk-bungkuk. Dia masih tak dapat melupakan tip yang di berikan si baju biru itu.


Sambil memasukkan segumpal sayuran ke mulut, menggunakan sumpit, si baju biru bertanya.


Tangan Tuan berbaju biru kembali menyodorkan ke pelayan itu, sebuah manna biru peringkat tinggi diatas meja.


Sambil berupaya keras menahan jeritan kegirangan, pelayan itu buru-buru menyembunyikan manna biru dengan cepat ke dalam sakunya.


"Informasi apakah yang tuan ingin hamba ceritakan?" tanya si pelayan merendah.


"Dengar-dengar... telah terjadi pergantian Putra Mahkota pilihan Baginda Kaisar dari Pangeran Ju Qin ke Pangeran Ju Kai. Benarkah kejadiannya seperti itu?" tanya si baju biru yang adalah jagoan kita Sima Yong.


Raut pelayan itu berubah menjadi lebih berhati-hati. Dalam posis membungkuk dan bersuara dalam nada berbisik, pelayan itu mengatakan hal seperti ini,


"Sebaiknya tuan berhati-hati jika menyebutkan hal-hal yang berhubungan dengan Pangeran Ju Qin, bekas calon pangeran mahkota. Istana telah mengumumkan bahwa Pangeran Ju Qin melakukan tindakan pemberontakan dan bekerja sama dengan Kekaisaran di Negri Timur jauh sana"


"Semua kaki tangan Pangeran itu telah di tawan di tahanan khusus, dimana pihak kekaisaran masih mencari seorang pendukung Pangeran ke tujuh itu yang bernama Sima Yong. Menurut berita yang dikeluarkan istana, Tuan Sima Yong inilah yang menjadi perantara antara Pangeran ke tujuh dengan Kekaisaran Negri di Timur sana"


Sampai disini Sima Yong mulai merasakan ada ketidak beresan dalam berita yang di umumkan pihak istana kepada masyarakat.

__ADS_1


"Kabarnya... pihak istana bahkan telah mengadakan sayembara, siapa yang dapat memberi informasi keberadaan Tuan muda Sima Yong itu, akan mendapat hadiah 100.000 manna biru"


"Pihak istana dalam hal ini Pangeran ketiga, telah di dukung oleh ahli-ahli berilmu tinggi, dimana orang-orang kaki tangan Pangeran ketiga itu menyebar didalam kota dan bertindak sebagai mata-mata" bisik pelayan itu dengan sangat berhati-hati


"Keadaan di ibukota saat ini bisa dikatakan, semua orang dalam keadaan waspada. Sebabnya adalah, jika rakyat salah berbicara sedikit saja, maka orang-orang Pangeran ketiga akan memberi cap sebagai pemberontak dan habislah riwayat


orang itu.."


Pelayan itu mengakhiri bisikannya setelah dia melihat dua orang berbusana serba hitam, masuk kedalam Restoran Restoran Ni Dei Kouwei dan mengambil tempat, hanya berjarak beberapa kursi dari Sima Yong berada. Mata pelayan berulang kali melirik seperti memberi kode ke Sima Yong yang mengangguk pelan.


Ketongan pertama baru saja di pukul oleh petugas kentongan keliling, tatkala Sosok bangsawan berbaju biru terlihat berjalan santai di sebuah jalan sepi menuju penginapan dimana dia tinggal.


Sima Yong mendengus dingin, ketika dia merasakan aura dua orang yang mengikutinya sejak dia keluar dari restoran tadi. Tepat di tikungan yang akan menuju ke tempat dia menginap, sosok nya lalu menghilang. Bahkan bayangannya pun tidak tersisa sama sekali.


Dari kegelapan tampak buru-buru keluar dua orang yang tadi duduk tidak jauh dari Sima Yong berada.


"Dia telah menghilang. Tak kusangka kemampuan orang itu amatlah hebat. Tidak sampai hitungan dua kejab mata menutup saja, sosoknya lenyap bersama auranya"


Kawan yang satu nya berkata,


"Apakah kamu yakin bahwa orang itu adalah pria yang selalu bersama Tuan Yong itu? Maksudku orang yang dia panggil Fei Ma itu?"


"Aku tidak terlalu yakin. Namun penampilannya sangat mirip dengan orang itu" kata pria yang pertama. Keduanya celingukan kesana kemari mencari tuan berbaju biru, yang seperti lenyap di telan bumi.


Kentongan du telah lewat ketika mereka mulai bosan mengacak-acak tempat itu dan tiada jua menemukan tuan berbaju biru.


"Ayo kita pergi. Mungkin orang itu telah pergi jauh"


Baru saja kedua orang itu akan pergi meninggalkan jalan sepi itu, sesosok tubuh melayang turun dari udara.


Mengikuti gerakan turunnya, ratusan pedang berkilau bagaikan kristal kini berputar mengelilingi dua sosok berbaju hitam.


"I-ini" keduanya menjadi sangat terkejut. Secara ajaib dan tiba-tiba, ada tidak kurang dari dua ratus pedang kristal pendek mengelilingi mereka berdua.


Jarak pedang tinggal menyisakan sejengkal jari tangan saja dari semua area berbahaya, melayang-mengancam untuk memutilasi keduanya menjadi onggokan daging cincang.


*Bersambung*

__ADS_1


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2