Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Final Turnament Jenius Sekte Pedang Awan


__ADS_3


“Pertandingan antara Wang Yong dari Puncak Hijau melawan Hu Yat Sen dari Puncak Kuning dimenangkan oleh Wang Yong…….”


Suara menggelegar dari Penatua Du Weiheng memecahkan kesunyian di Arena Puncak Biru. Lalu kemudian suara gegap-gempita bersorak mengelu-elukan Wang Yong yang telah memenangkan pertarungan adu pedang itu.


“Sebuah pertunjukkan yang sangat berkelas. Ahli pedang fisik melawan Ahli pedang magic”


“Rasanya aku kepingin untuk pindah dan berguru di Puncak Hijau saja. Kemampuan pedang yang bagus ditambah kemampuan mental sangatlah mengerikan efeknya”


“Paling-paling Ketika kamu mengajukan aplikasi permohonan ke Puncak Hijau, akan ditolak mentah-mentah. Hahaha… kamu tidak memiliki kemampuan mengolah energy mental”


Begitu banyak keributan ketika diskusi diantara sesama penonton yang terdiri dari murid-murid Sekte Pedang Awan. Seketika itu Puncak Hijau yang tidak terlalu popular, kini menjadi buah bibir perbincangan. Kemampuan seorang Master Symbol yang telah membuat banyak mata terbuka bahwa kemampuan energy mental tidak kalah mematikannya dibandingkan Energy Qi Fisik.


******


Pertarungan kompetisi dilanjutkan dengan menampilkan Zhao Changyi Puncak Biru melawan Guo Ying Puncak Kegelapan dimenangkan oleh Zhao Changyi.


Babak pertandingan Lin Hong Puncak Merah melawan Hu Yat Sen Puncak Kuning, dimenangkan Lin Hong.


Hu Yat Sen semenjak pertarungan melawan Wang Yong, terlihat mengalami kemunduran karena sepertinya dia masih agak shock ketika mengalami pertempuran sebelumnya.


Pertarungan-pertarungan selanjutnya diantara semua kontestan itu pada akhirnya mendapatkan hasil sebagai berikut :


Peringkat lima adalah Guo Ying


Peringkat empat adalah Hu Yat Sen


Peringkat ketiga adalah Lin Hong.


Dan untuk pertandingan Final adalah Wang Yong melawan Zhao Changyi. Setelah membacakan hasil pertandingan maka Penatua Du Weiheng mengumumkan bahwa Pertandingan Final diantara Wang Yong melawan Zhao Changyi akan dilanjutkan besok hari. Saat ini telah menjelang petang di Puncak Biru Sekte Pedang Awan.


Dalam perjalanan menuju ke Puncak Hijau, Wang Yong ditemani oleh Fenying. Peng Fai ikut-ikutan mengantar mereka ke Puncak Kuning. Pada hal dia tinggal di Puncak Biru. Ketiga remaja itu bergembira merayakan status Wang Yong yang berhasil masuk Final. Mereka melakukan ritual minum-minum merayakan keberhasilan Wang Yong.

__ADS_1


Setelah semua selesai dan tinggal sendirian, Wang Yong Kembali melakukan refleksi atas pertarungan yang telah dia lewati tadi. Secara alami dia merasakan bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan. Pengalaman tempurnya melawan Kultivator lain masih minim.


Dengan menggunakan memory dibenaknya dia melakukan pemutaran ulang adegan-adegan pertempuran itu dan melihat kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan.


Dengan melakukan refleksi ini, maka Wang Yong merasa makin bertambah pengetahuan dan memberi pengalaman untuk menghadapi sebuah pertempuran.


Gerakan-gerakan pedang yang awalnya telah dia anggap semurna, saat ini Kembali dia koreksi melalui adegan putar ulang dibenaknya. Setelah selesai melihat adegan pertempuran yang telah lewat di benaknya, Wang Yong melakukan praktek perbaikan atas semua Teknik pedang nya yaitu Hujaman Seribu Pedang, Kecepatan Elang Peregrine dan Jendral Perang menghujam Seribu Pedang.


Malam itu  didalam sebuah goa di daerah Puncak Kuning, sosok Wang Yong berubah menjadi bayangan yang berkelebat dengan cepat memperagakan Teknik pedang dan kecepatan yang dia miliki. Teknik pedangnya saat ini telah berubah menjadi semakin mahir dan semakin sempurna. Dia telah memperbaiki semua teknik tempurnya


Adapun demikian Wang Yong selama ini belum menggunakan Teknik pedang kelas Buminya. Teknik pedang ini akan dia gunakan sebagai kartu truff nanti. Dia masih mampu menahan lawan dengan Teknik Inccoruptible selama lawan yang dia hadapi tidak menggunakan Teknik Pedang Peringkat Bumi. Lagipula dengan menampilkan Teknik pedang kelas bumi itu akan membutuhkan banyak sekali energy Qi.


Setelah selesai menyempurnakan semua Teknik pertempurannya, lalu Wang Yong masuk kedalam posisi kultivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi Final Turnament besok.


*********


Arena Turnament di Puncak Biru pagi ini mulai ramai dikunjungi oleh semua murid Sekte Pedang Awan. Semua pihak sangat antusias untuk mengikuti jalannya pertandingan final antara Wang Yong menghadapi Zhao Changyi.


Setelah beberapa waktu, ketika semua Master Puncak telah berkumpul di Kursi VIP maka Kembali Penatua Du Weiheng menjalankan tugasnya untuk membuka acara pertukaran pedang jenius sekte,


Master Dugu Taoran sebagai Master Sekte Pedang Awan yang juga merupakan Master Puncak Biru tersenyum Bahagia sambil memberi semangat kepada Zhao Changyi. Sementara Master Zuo Zhuting seperti biasa hanya memberikan senyum kearah Wang Yong.


Fenying dan Peng Fai dikursi penonton tidak kalah hebohnya dengan berulang kali meneriakkan nama Wang Yong. “Wang Yong.. Wang Yong… Wang Yong…”


Di arena pertempuran itu, wajah Zhao Changyi terlihat sangat dingin Ketika menatap Wang Yong. Dia membenci Wang Yong. Kenapa harus anak kecil usia 14 tahun ini yang akan menjadi lawannya di final? Kenapa bukannya Hu Yat Se atau Guo Ying. Dia merasa sedikit marah dan malu karena akan bertanding memperebutkan Jenius terbaik Sekte Pedang Awan melawan anak usia 14 tahun.


Karena memang sejak awal kemunculan Wang Yong, dia tidak pernah merasa bahwa anak itu yang akan menjadi lawannya di Final. Pendapatnya pada waktu itu adalah Wang Yong terlalu muda dan tidak memenuhi kualifikasi untuk menjadi seorang jenius baru di sekte. Akan tetapi kenyataan di depan mata, saat ini yang berdiri akan bertarung melawannya adalah Wang Yong yang sangat tidak dia harapkan.


Sementara itu dipihak Wang Yong, dia tetap tampil dengan santai. Bahkan dia merasa agak sedikit konyol melihat sikap Zhao Changyi yang memasang wajah dingin serta sikap permusuhan kepada dirinya. Dia tahu bahwa dengan tingkat Kultivasi Ranah Alam Kondensasi Roh dua, Zhao Changyi sangat memandang rendah ke dirinya.


Memang sebenarnya terdapat jurang yang sangat lebar antara kemampuan kultivasi seorang yang berada di ranah Alam Mortal Sembilan dibandingkan ranah Alam Kondensasi Roh bintang dua.


Dalam hatinya Wang Yong tertawa, bukankah jikalau dirinya menggunakan Teknik Pedang Peringkat Bumi, apalagi mengeluarkan Niat Pedang bintang satunya, dia akan bisa dengan mudah mengalahkan bahkan menghancurkan Zhao Changyi yang sama sekali belum memasuki tahap Niat Pedang.

__ADS_1


Pada saat itu Zhao Changyi maju dan dengan sekali jentikan jari, sebuah pedang berwarna kebiruan yaitu pedang roh peringkat Inccoruptible Trenta langsung berada dalam genggamannya. Dengan ujung pedang yang terarah lurus kearah Wang Yong dia berkata,


“Wang Yong… jika kamu selamat dari seranganku, maka aku Zhao Changyi akan mengaku kalah dari kamu”


Nada suaranya dipenuhi rasa kebencian dan mencoba membuat aura yang terasa seolah-olah dia adalah seorang pahlawan perang.


Suasana penonton seketika itu menjadi gempar. Mengapa Zhao,Changyi sangat percaya diri padahal keduanya sama-sama memiliki Teknik pedang inccoruptible. Apakah Zhao Changyi telah memiliki kemampuan untuk melawan energy mental Wang Yong Ketika terjadi serangan mental?


Ekspresi Wang Yong berubah menjadi lebih serius setelah melihat kejadian itu. Dia memang tidak pernah meremehkan semua lawannya. Akan tetapi sebagai murid Puncak Biru yang dibina langsung oleh Ketua Sekte Master Dugu Taoran, dia memikirkan, pasti telah banyak sumber daya yang dipakai untuk membuat Zhao Changyi untuk menjadi seorang jenius. Apakah mungkin Zhao Changyi ini memiliki Teknik Pedang Peringkat Bumi Trenta? Rasanya agak berlebihan jika Zhao Changyi memiliki Teknik Pedang Bumi Tenta. Namun untuk Teknik Peringkat Bumi Demi kemungkinan Zhao Changyi memilikinya.


Lalu dengan mengambil nafas yang dalam Wang Yong melangkah maju dan kemudian Energy Qi ditubuhnya bergolak diarahkan ke sepatu, tangan dan jubah. Dan dia berkata,


“ayo kita mulai dan aku ingin melihat Teknik pedang macam apa yang bisa membuatmu begitu percaya diri”


Zhao Changyi hanya tertawa dengan keras, kemudian tangannya membentuk segel yang aneh didadanya, disusul sehelai cahaya pedang warna putih terbentuk dari energy Qi melompat lompat dari gagang pedangnya hingga ke ujung. Ketika untaian helai Qi pedang itu tiba di ujung pedang biru, dan lonjakan itu berhenti lalu kemudian membentuk lingkaran cahaya berwarna putih.


Lalu sambil berteriak keras untuk menambah kemampuan Teknik pedangnya,…


“Seribu Pedang Menjadi Satu…”


“Itu adalah salah satu Teknik Pedang milik Master Dugu Taoran. Namun yang menjadi pertanyaanku adalah seberapa persen kemampuan pedang itu akan dapat di eksekusi oleh Zhao Changyi” Master Luo Tuoli Li berbisik kepada Master Zuo Zhuting.


“Meskipun itu adalah Teknik Peringkat Bumi Kelas Demi, namun sesungguhnya kekuatannya tidak mungkin kalah dari teknik Peringkat Bumi Venti atau bahkan Trenta. Lagi pula Zhao Changyi ini merupakan praktisi di Alam Kondensasi Roh 2, hingga setidaknya dia seharusnya mampu menampilkan kekuatan Teknik ini sebesar minimal 60% dari kekuatan aslinya. Kalau tidak, dia tidak akan sesumbar dengan sombong seperti kata-kata yang baru saja dia lontarkan” kata Master Zuo Zhuting dengan nada acuh tak acuh


Sementara itu diarena, lingkaran di ujung pedang Zhao Changyi kemudian berubah dari bentukan lingkaran berubah menjadi sebilah pedang besar berwarna putih dalam tempo kira-kira 2 kali seseorang ketika menghirup nafas. Energy didalam cahaya putih berbentuk pedang besar itu terasa sangat mengerikan, dimana ruang didalam pedang putih besar itu bergetar tiada henti.


Ekspresi Wang Yong bertambah serius. Ketika dia menatap pedang putih besar yang terbentuk dari Qi ditangan Zhao Changyi. Meskipun jarak antara mereka sekitar 25 meter dia bisa merasakan energy mengerikan didalam pedang besar berwarna putih itu. Dalam pikiranya ini adalah teknik pertempuran yang paling mengerikan yang pernah dia temui. Perasaan didalam hatinya memberitahukan bahwa ini adalah status genting.


Wang Yong kemudian mengeluarkan seteguk nafas, lalu kemudian dengan putaran pergelangan tangannya dia menunjuk pedang ditangannya kearah langit.


Penonton yang tidak terhitung banyaknya itu merasa terkejut melihat adegan Wang Yong. Teknik apalagi yang akan di eksekusi anak itu.


Setelah mengerahkan pedangnya kearah langit, energy Qi dingin sedingin es segera mengalir keluar kearah pedangnya. Mengalir mulai dari gagang pedang hingga ke ujung pedang. Lalu kemudian energy Qi itu perlahan mulai membentuk Bunga Teratai yang besar, mulai mengalir dari gagang pedang dan berakhir di ujung pedang yang terarah ke langit.

__ADS_1


Setelah 5 detik Bunga Teratai Putih itu pecah dan dari pecahan itu keluar Teratai-teratai salju kecil dalam jumlah yang banyak. Semuanya berpendar-pendar dan melayang diujung pedang Wang Yong. Terlihat indah namun terkesan sangat mengerikan karena aura yang terasa hingga jarak 50 meter adalah aura dingin, kejam dan membunuh.


*Bersambung*


__ADS_2