
Oracle jiwa Sima Yong melayang, mencoba mencari-cari kira-kira di mana semua kawan-kawannya itu di tawan.
Berbekal pernah tinggal di istana beberapa waktu lamanya, setidak nya Sima Yong masih mengingat bagian-bagian yang terletak beredekatan dengan perpustakaan kerajaan, serta bagian di istana yang menjadi kompleks tempat tinggal Pangeran ke tiga.
Oracle jiwa Sima Yong saat itu tengah mengintip dari balik jendela di kediaman Pangeran ke tiga Ju Kai.
"Pangeran.. Apakah anda masih memerlukan tambahan tenaga pengamanan dari Klan Jari Pedang Iblis kami?
Klan Jari Pedang Iblis kami masih dapat mengirimkan seorang praktisi berkemampuan SAGE jika anda memang menghendaki.
Bocah bernama Sima Yong itu tidak dapat di prediksikan keberadaan dan kemampuannya. Seandainya dia memang mati, bukankah setidaknya jasad atau kerang orang itu harus berada di Hutan Pinus?"
Oracle Sima Yong memperhatikan bahwa yang berbicara itu adalah pria berbusana hitam yang membokong dia beberapa waktu lalu. Sima Yong berusaha keras untuk menahan luapan amarah nya.
Tampak di ruangan itu bukan hanya si baju hitam saja yang hadir dalam diskusi dengan Pangeran Ju Kai itu.
Seorang perempuan tua yang penampilan sederhana, dengan membawa tongkat terlihat berdiri bongkok, disisi si baju hitam itu. Oracle Sima Yong menaksir jiklau perempuan tua itu paling tidak memiliki kultivasi di ranah SAGE level tiga.
"Dari mana Ju Kai ini menemukan orang-orang berkultivasi setinggi ini? Jika mendengar kisah si baju hitam, dia mengatakan klan mereka masih memiliki praktisi di ranah SAGE.
Apakah mereka ini berasal dari Klan Kuno? Atau setidaknya Klan Super?" Oracle Sima Yong menjadi ngeri melihat jago-jago SAGE yang banyak itu.
Jika dia menghitung dari penjelasan si Baju Hitam, Klan Jari Pedang iblis itu setidaknya memiliki empat atau lima praktisi di ranah SAGE.
"Seorang di malam pertempuran di langit Hutan Pinus, si baju hitam ini, perempuan tua itu dan seorang lagi yang menurutt baju hitam, masih dapat mereka datangkan jika Pangeran Ju Kai menghendaki"
Lamunannya di buyarkan dengan suara Pangeran Ke tiga.
"Aku merasa bahwa dengan keberadaan kalian berdua telah memadai untuk menjadi penghalang bocah SIma Yong itu, jika dia berani main gila mengacaukan pelantikan nanti.
Bukankah masih terdapat beberapa ahli SAINT yang kalian miliki? Jika dia betul-betul berani menunjukkan batang hidung nanti, itu sama saja dengan dia datang mengantar nyawa"
Ju Kai tertawa dingin. Dia sama sekali tidak merasa keberadaan Sima Yong nanti adalah ancaman, karena saat ini dirinya di kelilingi oleh pasukan dari Klan Jari Pedang Iblis itu.
Dia tersenyum penuh kemenangan ketika melirik, dua Praktisi SAGE dan Lima orang SAINT dari klan Jari Pedang iblis itu.
"Justru aku berharap banyak, Sima Yong itu akan menampakkan diri di hari pelantikan Pangeran Mahkota nanti.
__ADS_1
Tak sabar rasanya melihat dia mati di tangan dua SAGE dan lima SAINT Klan Jari Pedang iblis" senyum di bibir Ju Kai merekah, ketika dia melamunkan kematian Sima Yong.
******
Dua orang SAGE dan Lima SAINT itu berjalan menyusuri koridor di Istana Kekaisaran Rajawali Agung. Sementara itu Oracle Jiwa Sima Yong diam-diam mengikuti mereka sambil menjaga jarak.
Sima Yong berfirasat jikalau semua tahanan yang adalah kawan-kawannya itu adalah menjadi tanggung jawab dua SAGE dan SAINT itu, sehingga mereka pasti bergerak menuju lokasi penawanan tersebut.
Kira-kira sepeminum teh, SAGE dan lima SAINT itu telah berjalan memsuki suatu suatu lapangan besar di bagian belakang istana.
Ditengah-tengah lapangan itu tumbuh sebuah pohon Dedalu raksasa yang telah berusia kira-kira lima ratus tahun. (pohon dedalu ini di sebut pohon Yang Liu di Tiongkok atau pohon Willow di negri barat)
Meski telah berusia sedemikian tua, namun Dedalu itu tetap terlihat subur, dengan batangnya yang senantiasa berayun-ayun manakala angin bertiup kencang.
Masing-masing dari mereka lantas melompat terbang, dan duduk dalam posisi lotus di dua cabang Dedalu yang lebat penuh daun itu, dalam posisi berjaga di hampir semua mata angin. Teknik kultivasi jago-jago papan atas memang sering dilakukan dengan kondisi dan posisi yang aneh seperti itu.
"Firasatku mengatakan bahwa terdapat sesuatu rahasia di sekitar Dedalu itu, sampai-sampai semua ahli itu secara khusus duduk dan melakukan meditasi di Pohon Dedalu itu" Oracle Jiwa Sima Yong terbang melayang mendekati Dedalu itu.
Dengan sangat berhati-hati, Oracle itu melayang turun ke area di sekitar Dedalu. Oracle Jiwa semakin curiga, tatkala dia mendengar suara-suara orang bernafas dengan berat diiringi suara batuk, di bagian bawah tanah Pohon Dedalu itu.
"uhuk-uhuk" samar-samar suara batuk, dan Sima Yong memastikan itu adalah suara Pangeran Ju Qin.
Saking bersemangatnya, dia menjadi tidak terlalu waspada dan tidak melihat array jebakan.
Baru saja Oracle Jiwa itu mencoba lebih mendekat ke batang Pohon Dedalu, sekonyong-konyong cahaya berbentuk jaring menyala dan berkerlap-kerlip di sekujur area Dedalu itu.
SAGE perempuan itu membuka matanya dan berbicara dingin,
"Seseorang dengan kekuatan jiwa tinggi tengah memata-matai kita"
Lantas SAGE perempuan itu melompat sambil terdengar menggumam suara tuanya, merapal sejumlah mantra dengan cepat, lalu tangan kanannya membanting sebuah benda di tanah.
"Wush !" ledakan kecil terdengar lantas area disekitar Dedalu itu menjadi terang benderang, dan dengan mata telanjang mereka melihat siluet tubuh Oracle Jiwa.
"Mau lari kemana kamu, penyusup !" bentak SAGE perempuan itu, diikuti ketujuh orang itu lantas mengurung siluet Oracle Jiwa itu.
Sinar tajam senjata dibawah sinar rembulan, berkelebat cepat menebas ke arah oracle yang kini bercahaya itu.
__ADS_1
"Mati !" serentak mereka bersuara dengan aura membunuh.
Namun mereka lupa. Itu bukanlah tubuh fisik. Itu adalah sosok jiwa sehingga tindakan fisik seperti itu tidak akan berarti bagi Oracle jiwa.
Oracle Jiwa Sima Yong tidak lantas menjadi gugup melihat serangan tujuh ahli papan atas itu. Jiwanya bersuara dengan berat, merapalkan Mantra Kematian Badai Es.
"Badai Es Rembulan !" suara aneh terdengar menyeramkan ketika Oracle Jiwa itu merapalkan mantra.
Tujuh ahli dari Klan Jari Pedang iblis itu melompat mundur, manakala secara mendadak rembulan menjadi gelap seperti ketika gerhana bulan menjelang, dan hujan es berwarna keperakkan terlontar keluar dengan ganas tubuh Oracle Jiwa itu.
Hawa dingin mematikan terlihat menarinari siap menjebak siapapun yang memiliki kekuatan jiwa paling lemah, untuk di tindas.
"Duar !" ledakan akibat kutukan mantra kematian itu langsung dengan cepat membuat suasana menjadi suram, tatkala tujuh orang itu melihat tanah di lapangan itu berubah menjadi lautan es, malam semakin kelam dan kilauan kristal es terlempar siap menyayat jiwa siapapun yang terkena kutukan itu.
"Jangan terkecoh ! Tangkap jiwa orang itu dengan jaring jiwa !" bentak SAGE perempuan. Dia melempar jaring besar yang akan membungkus oracle dari atas.
Seorang SAINT yang berdiri paling dekat dengan oracle itu, secara nekat mencoba menerkam dengan menusukkan pedang menggunakan teknik mematikan.
Terdengar suara dengusan dingin tatkala Oracle itu melambaikan tangan, menyusul energi jiwa Badai Es Rembulan sekali lagi keluar dari lambaian tangan itu.
Dan dengan cara yang aneh ilusi kutukan es rembulan mengurung SAINT berpedang, yang kini terperangkap kutukan dan mulai meremas jiwanya, didalam badai es ilusi.
"Tolong aku !" jerit sang SAINT ketakutan. Jiwanya mulai kesakitan. Jika menunggu agak lama sedikit lagi, dia yakin dirinya akan mati membeku denga jiwa yang teracbik-cabik.
SAGE perempuan itu menyusul melempar sebuah jimat yang dengan ledakan keras, lantas membuyarkan ilusi badai yang memerangkap SAINT berpedang itu.
"Sayang sekali kalian mengeroyokku secara bersamaan, kedepannya jika aku bertemu satu -satu dari kalian, aku akan melenyapkan kalian tidak bersisa" Sosok Oracle itu dengan mudah mengoyak jaring raksasa yang mencoba menjebaknya, alu dia lenyap seperti uap. Ketika itu tujuh ahli itu hanya mendengar sisa-sisa suara orang membacakan mantra.
Ketujuh orang itu saling berpandangan dalam rasa ngeri,
"Siapapun dia, orang yang melakukan teknik terlarang oracle seperti itu adalah sosok yang tidak dapat dianggap remeh.
Oracle itu dapat datang dan pergi sekehendak hatinya, sementara kita bahkan tidak dapat menyentuh satu lemar rambutnya"
SAGE berbaju hitam membuang nafas dalam-dalam. Pekerjaan mereka menjadi semakin berat setelah melihat kemampuan musuh yang memiliki kekuatan jiwa di ranah Master Jiwa DAO itu.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.