
Si mantel jerami berjalan masuk kedalam restoran. Dia mengibaskan mantel jerami itu, yang lantas menebarkan air dan salju. Tentu saja salju cair berceceran kemana-mana, dan menimbulkan tatapan kurang senang dari sepuluh pria berpakaian fancy di seberang sana.
"Fei Ma..." bisik Sima Yong menggunakan transmisi
"Ya master"
"Aku berpikir, saat ini terlalu berbahaya membawa Jiang Fai dan Wan Hui berkelana di Utara sini.
Anda dapat melihat si mantel jerami itu. Setidaknya dia SAGE level awal. Dan sepuluh pria mewah sana?" Sima Yong menarik nafas dalam-dalam.
"Sepuluh orang itu berkultivasi Kuasi SAGE. Rupa-rupanya di Utara sini tempat berkumpulnya macan dan naga tersembunyi, yang terlihat dalam keadaan tidur.
Maka aku memerintahkan anda untuk membawa dua orang itu pergi ke Benua Silver, dimana Meirenyu telah terlebih dahulu pergi.
Tinggalkan mereka di sana bersama Meirenyu, lalu kamu dapat kembali ke utara sini"
"Akan tetapi aku tidak tahu arah mana yang akan aku tempuh" bantah Fei Ma. Dia merasa keberatan meninggalkan tuannya saat itu.
Secara tersembunyi Sima Yong mengulurkan sebuah slip giok dan berkata,
"Ketika kamu menyentuh slip ini menggunakan benakmu, semua jalan dan cara untuk menuju ke Benua Silver sudah jelas disana.
Kamu bahkan dapat mengunjungi beberapa orang yang aku sebutkan, jika kamu membutuhkan uang. Namun aku akan membekali kamu dengan mata uang dua benua ini.
Sebaiknya kamu langsung bergegas sekarang. Dugaanku tidak lama lagi akan terjadi kekacauan"
"Baik master, ijinkan kami membeli pakaian musim dingin yang pantas, agar perjalananku ini akan menggunakan keahlian kuda terbang.
Menggunakan kapal roh seperti itu menurutku akan terasa jauh lebih lambat dibanding kecepatan mode kuda terbangku"
Begitu Sima Yong mengiyakan, Fei Ma bergegas meninggalkan restoran diikuti Jiang Fai dan Wan Hui. Dua orang terakhir itu telah diberi tahu oleh Sima Yong tentang rencananya.
>>>>>>
Si mantel jerami terlihat memesan hidangan mie sayuran, yang lantas dengan lahap menyantap hidangan yang masih mengepul panas itu. Dia makan seolah-olah merasa dirinya sendirian di dalam restoran itu, dan mengabaikan tatapan sepuluh pria berpakaian mewah itu.
Melihat si mantel jerami terlihat santai dan tidak peduli dengan sekitar, salah seorang pria yang mengenakan mantel berbulu beruang mendekati si mantel jerami. Tanpa berbasa-basi dia langsung mengajukan pertanyaan,
"Apakah anda adalah Yao Jian Long, Tuan Mantel Jerami?"
Si mantel jerami tidak mengangkat wajahnya sedikitpun dari meja makan tempat dia menjepit sumpit, menyuapkan mie sayuran itu kedalam mulutnya.
"Namaku benar Yao Jian Long. Namun aku tak menyangka jika kalian menjuluki ku Tuan Mantel Jerami" Yao Jian Long itu lantas mengangkat wajahnya, mempertontonkan senyum penuh ejekan.
"Bagus ! Maka serahkan Teknik Pedang Terbang Sekte Kuno Raja Pedang !"
"Suiit !" cicitan senjata tajam
Sepasang pedang pendek lantas terayun dari dua tangan pria muda mantel beruang itu.
__ADS_1
"Wush-wush" tubuh Yao Jian Long terbang melesat keluar seperti angin.
"Wush-wush" seiring perpindahan tubuh Yao Jian Long itu, tampak sembilan sosok lainnya yang ikut terbang keluar menyusul tuan mantel jerami. Pedang telah terhunus, masing-masing pria itu kini telah menggenggam pedang.
Tuan Mantel Jerami itu, sat ini berdiri diatas hamparan salju, sendirian di keliling sepuluh pria berpakaian mewah. Para tuan muda itu lantas melepaskan semua jubah bulu mahal mereka, mengambil sikap siap bertempur melawan si Mantel Jerami.
"Hahaha ... Tak ku sangka sedikitpun kalau diriku di hargai sedemikian tinggi oleh Lima Klan Super Wilayah Utara" wajah si Mantel Jerami menunjukkan ekspresi mengejek.
"Dari mana kamu tahu kami adalah utusan 5 Klan super?" tanya salah satu praktisi pengeroyok itu.
Masih dengan wajah tersenyum penuh ejekan, si Mantel Jerami berkata,
"Bukankah kamu adalah tuan muda Klan, Zhao? Lalu yang itu Klan Wux, Klan Zhou, Klan Xu dan Klan Gao?
Apakah masih ada yang kurang lengkap aku sebutkan?" senyuman penuh ejekan makin jelas di wajah si Mantel Jerami.
Sepuluh orang itu berpandangan, lalu salah satu diantara mereka lantas berkata penuh ancaman,
"Kamu telah tahu dengan siapa kamu berhadapan bukan? Maka serahkan salinan Teknik Pedang Terbang kepada kami!" Pedang di tangan tuan muda itu teracung, mengarah ke dada si mantel jerami.
Sementara itu, ketika sepuluh orang itu tengah berdebat mulut dengan si Mantel Jerami, diam-diam Sima Yong yang mengalami rasa terkejut, masih di ruang restoran itu.
"Sekte kuno Raja Pedang? Teknik Pedang Terbang?
Apakah yang di maksud dalam pembicaraan mereka ini adalah Sekte Kuno yang memiliki relikui kaum immortal itu?"
Tatkala itu, di halaman penuh salju itu rupa-rupanya pertempuran diantara Tuan Muda lima Klan super melawan Mantel Jerami telah di mulai.
Mula-mula mereka bertempur dan hanya memporak-porandakan lapisan salju di tanah. Lalu kemudian ketika Mantel Jerami mencelat terbang keudara mencari ruang lebih luas, pertempuran itu berpindah ke arah ketinggian sepuluh ribu kaki, meninggalkan bekas salju yang berantakan di tanah.
"Meskipun seorang diri, si mantel jerami itu tak juga terlihat terdesak. Dengan kultivasi SAGE level 5 seperti itu, sebenarnya dia dapat memenangkan pertempuran ini.
Namun sayang sekali, dia berhadapan dengan sepuluh ahli Kuasi SAGE dari Klan Super itu. Tentu saja teknik dan kultivasi sepuluh orang lawannya bukanlah sembarang teknik. Itu adalah teknik serangan milik Sekte Super yang tentu saja sangat berbahaya dan mematikan" batin Sima Yong, memperhatikan lekat-lekat pertempuran dahsyat di udara itu.
Berulang kali terjadi ledakan keras tatkala terjadi benturan terjadi antara senjata di tangan mantel jerami dengan para super jenius lima klan itu. Kejadian itu serupa terjadi badai alam salju dan guruh yang bergantian di langit Kota Periferiya.
"Haha.. Sebentar lagi kamu akan mati percuma. Apakah kamu sebagai ahli SAGE level lima sama sekali tidak memiliki teknik serangan pamungkas? Semua teknik perlawanan kamu ini hanya teknik kelas dua" salah satu tuan muda dari lima klan super itu berusaha memprovokasi.
Memang semua kata-kata tuan muda itu benar adanya. Meskipun memiliki kultivasi diranah SAGE level lima, namun yang di hadapi Si Mantel Jerami adalah sepuluh Ahli dari Klan Super. Tak menunggu terlalu lama, ketika tebasan demi tebasan pedang dari sepuluh tuan muda itu melukai satu demi satu bagian-bagian vital di tubuh si Mantel Jerami.
"Suiittt" si Mantel Jerami bersiul dengan keras. Dia berjumpalitan mundur, menjaga jarak hingga tiga puluh tombak.
Si Mantel Jerami menatap bengis kearah sepuluh tuan muda yang tertawa-tawa dari seberang sana. Suara-suara ejekan terdengar dari sepuluh tuan muda itu, melecehkan kemampuan si Mantel Jerami, membuat dia menjadi kalap.
"Baik karena ini adalah permintaan kamu, maka aku tidak akan segan-segan lagi"
Sebilah pedang berwarna hitam terhunus. Si Mantel Jerami lantas berkomat-kamit merapalkan mantra pedang.
"Tsingg !" Pedang Hitam itu seakan terbangun dari tidur.
__ADS_1
Pedang hitam itu berubah menjadi menjadi berkilat-kilat laksana matahari pagi. Energi asing muncul memenuhi udara.
"Membunuh !" suara bentakan dari Mantel Jerami.
Sima Yong menyaksikan sendiri, Pedang Hitam itu mengeluarkan suara menggeram seolah-olah seekor naga hitam raksasa melesat dengan cepat penuh dengan kekuatan 100 juta jin, menebas kian kemari.
"Demi apapun, teknik Pedang Terbang itu menimbulkan efek seratus juta jin kekuatan Qi !" Sima Yong terbelalak ngeri melihat pertunjukan di udara yang ditampilkan si mantel jerami. Kekuatan maksimalnya sendiri hanya di 50 juta jin. Namun penampakan didepan matanya membuat dia serasa tidak percaya.
Dalam sekejab mata sepuluh tuan muda Klan Super itu terlihat terjatuh ketika Pedang Hitam itu hanya menyentuh aura mereka. Pedang Hitam menyentuh aura saja, membuat mereka meregang nyawa.
Sepuluh orang itu lantas jatuh ke tanah dalam keadaan tidak bernyawa, meluncur deras ke tanah dengan cepat.
Di lain pihak Sima Yong juga melihat si Mantel Jerami juga terjatuh bebas ke tanah setelah meng-eksekusi Teknik Pedang Terbang. Pedang hitam itu terlihat terbang kembali masuk ke sarungnya di pinggang mantel jerami.
"Wush" Sima Yong melesat terbang menyusul kearah jatuhnya si Mantel Jerami. "Sekte Raja Pedang dan warisannya, tak boleh aku sia-sia kan kesempatan ini" batinnya. Sementara itu...
"Wush-wush-wush" terdengar suara kibasan pakaian di terpa angin, menyusul penampakan empat siluet lainnya yang terbang ke arah si Mantel Jerami.
"Celaka... Kelompok lainnya juga mentargetkan warisan si Mantel Jerami.
Aku tak boleh kalah cepat !" Sima Yong terbang sambil berkeringat dingin sambil melepaskan serangan telapak. Dia takut keduluan orang-orang itu
Empat bayangan itu terlihat terbang dengan cepat berusaha meraih si Mantel Jerami, lalu semuanya bertubrukan di udara dengan saling melepaskan pukulan. Telapak Sima Yong menghantam tangan-tangan yang terjulur itu ...
"Duaar !" empat orang itu terlontar mundur beberapa tombak, akibat bentrokan berkekuatan puluhan juta jin di udara itu.
"Tsing !" sebuah kilatan pedang berwarna merah terlihat menebas kearah empat bayangan itu, yang kini terlihat repot jumpalitan mundur menghindari serangan pedang yang berkekuatan 50 juta jin itu, milik Sima Yong.
"Pergi !" suara Sima Yong si pengeksekusi pedang merah terdengar membentak. Empat ahli itu mengkerutkan keningnya hanya melihat pria berjubah kelabu menyambar sosok Mantel Jerami.
"Lepaskan !" salah satu pria melepaskan pukulan telapak berkekuatan 40 juta jin
"Suiittt" pedang merah menyambar sekali lagi, menebas dengan kekuatan 50 juta jin. Ahli itu terpaksa kembali jumpalitan mundur, menghindar serangan mematikan pedang merah.
Si jubah kelabu lantas terbang dengan cepat sambil membopong Mantel Jerami, menghilang di kerumunan awan. Kejadian itu begitu cepat, bahkan jika dilukiskan dengan kata-kata amat sulit menjelaskannya.
Langit Kota Periferiya kembali sepi. Bentrokan para Demigods dan Semidevil itu telah selesai, tiada berbekas di udara.
Empat orang yang tadinya ikut berebutan sosok si Mantel Jerami, berdiri melayang di udara dengan pandangan merah padam.
"Siapa pria itu? Aku tidak pernah mengetahui ada seorang jago berpakaian kelabu seperti itu di utara sini"
Tiga orang lainnya hanya terdiam. Mereka adalah ahli-ahli SAGE yang disebut Demigods dan Semidevil di utara sini. Namun hari ini mereka di kalahkan dalam perebutan Mantel Jerami melawan seseorang yang tidak dikenal.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1