Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pintu Gerbang Berwarna Emas III


__ADS_3

   Ketika si ras mogui yang baru saja keluar dengan paksa dari air danau beracun itu berhasil berdiri lagi di jalan setapak, dia terlihat seperti telah kehabisan tenaga.


“50 % kekuatanku telah di curi oleh danau terkutuk itu” maki si ras mogui sambil memandang benci ke arah air danau terkutuk itu. Dia sebenarnya berniat untuk memulihkan Kembali tenaganya, namun hal seperti itu tidaklah mungkin disaaat genting seperti saat ini.


“Sreeeettt…”


   Sebuah sinar yang keluar dari senjata tajam kini terlihat telah mengejar dan mengunci batang lehernya. Mogui itu baru saja mencoba menarik anpas setelah berdiri lagi diatas jalan setapak yang licin.


“hap… hap….”


    Dengan Teknik salto yang indah mogui itu berputar di udara untuk menghindari serangan tebasan senjata kapak yang tadinya mengunci kearah lehernya.


   Dia berhasil meloloskan diri dari tebasan kapak Hattaudha dan mencoba mengatur pernapasan, namun kejadian tak terduga Kembali terjadi …..


“Bukk…!!!”


   Sebuah angin serangan pukulan yang amat keras tepat menghujam didadanya. Mogui itu menjerit sambil memaki ketika tubuhnya yang malanga terseret mundur di atas jalan licin. Lalu kemudian dia tercebur sekali lagi didalam air danau.


“Byurr…”


“byurr….”


   Mogui itu kepingin menangis saja rasanya. Baru saja dengan susah payah tubuhnya keluar dari dalam danau terkutuk itu, kini dia Kembali tercebur. Bahkan kali ini dia dia tercebur di bagian yang lebih dalam. Dengan cepat tenaganya berkurang karna tersedot oleh air danau. Kini kemampuan kekuatannya telah makin menurun.


“Menurun 50 %.....”


“Menurun 45 %......”


   Tanpa disangka sama sekali ketika mogui itu berusaha berenang dengan semua kemampuan yang dia miliki, tiba-tiba dari arah langit keluar lubang hitam yang kemudian secara menyeramkan blackhole itu terjun ke air dan melumpuhkan mogui itu sehingga dia bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Tubuhnya terdiam kaku di dalam air kolam. Sambil memaki putus asa, mogui itu mengeluarkan kata-kata kotor…


“Wusshhh…..”


   Tiga anak panah melesat dengan cepat dan menancap di leher mogui dan membungkam kata-kata kotor yang keluar dari mulut nya. Mogui itu meregang nyawa di tengah danau beracun yang telah menyedot semua kekuatannya. Seorang praktisi Alam Tanpa Batas meregang nyawa dengan mudah ditangan praktisi Ordo Sayap Suci.


   Hattaudha, Tang Yuwen, Ye Bing Qing dan Niryadi baru saja menyelesaikan lawan terakhir mereka yaitu ras mogui itu…. Tiba-tiba mendengar suara cicitan pedang yang membuat ngilu telinga yang mendengarnya.


“Ssreeeet….!!!”


   Saat itu tampak Sima Yong tengah membelah naga air dengan Pedang Sihir berwarna keemasan. Naga tersebut memudar dengan pelan sampai akhirnya lenyap di kehampaan.


“Duarr…”


“Duaarr….”


“Duaarrr”


   Ledakan terdengar amat keras Ketika naga tersebut menghilang didalam kehampaan. Nampak beberapa benda terlempar dari arah mana nag aitu memudar yang secara automatis puluhan benda-benda tersebut terbang menuju ke lima praktisi dari Ordo Sayap Suci itu.


   Lima item terlempar terbang dengan cepat menuju Sima Yong. Setelah berada di genggaman tangannya, Sima Yong membuka lima item tersebut ….


“Pedang Peringkat Roh..!!!” teriak Sima Yong dengan gembira sambil memandang kagum  pedang yang kini ditangannya. Pedang itu berwarna emas yang menandakan kelas senjata peringkat Dao. Buru-buru dia membuka empat item tersisa ditangannya.


“Dan ini adalah Pedang Dao untuk pertempuran melawan seniman beladiri” Sima Yong gembira. Jika itu adalah pedang sihir, dia tidak terlalu gembira. Bukankah dia telah memiliki Pedang Emas Suci senjata sihir dari Istana Suci Kuno di Pulau Rahasya Dvipa???


“3 Fragment sarung tangan berwarna emas dan satu Fragment sepatu berwarna emas” teriak Sima Yong setelah membuka hadiah lainnya.


   Sementara itu, keempat temannya tidak satupun yang mendapatkan perlengkapan komplit seperti Sima Yong mendapatkan Pedang berwarna emas yang komplit (bukan fragment).

__ADS_1


“Aku memperoleh masing-masing lima fragment acak berupa 3 fragment armor berwarna orange, 1 fragment kapak berwarna orange dan 1 fragment sarung tangan berwarna emas” kata Hattaudha.


“Aku 2 fragment pedang pendek orange, satu fragment sepatu emas dan dua fragment armor orange” kata Niryadi.


“Aku 2 fragment busur orange, 2 fragment sepatu orange dan 1 fragment armor warna emas” kata Tang Yuwen.


“Aku mengantongi 2 fragment tongkat sihir warna orange, satu fragment orange sarung tangan dan dua fragment sepatu orange” Kata Ye Bing Qing


   Keempat orang itu terlihat masih bertanya-tanya tentang bagaimana caranya reward yang ada ditangan mereka dapat keluar dari Naga air tadi. Semua salin pandang dengan bingung.


“Perlu penjelasan mengenai hal ini” Kata Niryadi memandang fragment ditangannya.


   Perlu diketahui, item dan senjata roh di Benua Penyaringan Dewa ini menurut peringkat dibagi didalam beberapa warna. Warna ungu menunjukkan item adalah benda peringkat Surgawi. Warna orange menujukkan benda peringkat Saint atau dewa. Warna emas menunjukkan benda roh itu berperingkat Dao. Yang paling tinggi adalah benda roh berwarna merah yang menujukkan kelas Immortal….


   Sima Yong berusaha untuk menjelaskan secara logis atas fenomena mereka berlima memperoleh reward setelah mengalahkan naga air.


“Aku memperoleh senjata peringkat Dao ini, mungkin karena aku yang membunuh monster naga air maka senjata utuh peringkat Dao telah menjadi hadiah utama bagiku…” kata Sima Yong ragu.


   Baru saja dia menyelesaikan kata-kata nya, sebuah suara terdengar muncul memenuhi area danau tak bertepi itu.


“Selamat… kelompok kalian merupakan pemenang yang berhasil membunuh naga air. Hadiah yang diberikan adalah fragment dari berbagai item dan senjata roh peringkat Surgawi hingga peringkat immortal”


“Fragment tersebut harus dikumpulkan hingga berjumlah 5  fragment yang sama. Setelahnya kalian dapat melakukan penggabungan 5 fragment untuk menjadi item yang komplit.


   Penggabungan dan penyatuan fragment hanya dapat dilakukan oleh Refiner (Penyuling benda roh menggunakan kekuatan jiwa) minimal pada peringkat Master Jiwa Surgawi level tiga”


“Item utuh akan diberikan kepada praktisi yang memberikan kekuatan serangan yang paling tinggi Ketika melenyapkan Monster. Silahkan melanjutkan perjalanan menuju Puri Merak Emas, namun kalian dapat terlibat didalam Perang Sumber Daya dijalan setapak, sebelum perang sesungguhnya dimulai 12 jam kemudian” suara itu kemudian menghilang dan tidak terdengar lagi.


   Terjawab sudah pertanyaan di hati lima praktisi itu. Penjelasan suara roh tadi membuat mereka mulai paham aturan yang berlaku didalam pertempuran di jalan setapak.


“Masih terdapat banyak monster yang penuh sumber daya…!!!” teriak Niryadi, Ye Bing Qing dan Tang Yuwendengan mata berkilat-kilat gembira.


“Kalau begitu mari kita cari monster berikutnya sebelum 12 jam nanri perang dimulai” kata Sima Yong.


   Dengan penuh kegembiraan mereka berlima menyusuri jalan setapak diatas danau tak berbatas itu. Perasaan was-was pada awalnya, kini tergantikan dengan perasaan gembira dan antusias.


(Catatan, didalam semua pertempuran, mereka selalu menjarah cincin tata ruang lawan yang kalah untuk menimbun kekayaan yaitu Blue Manna. Akan tetapi author tidak memperinci lagi tentang hal ini karena hal ini adalah hal yang sudah pasti akan dilakukan meskipun tidak di rinci secara mendetil)


******


“Duar….”


“Duarr…”


   Didepan Sima Yong dan kawannya terlihat lima praktisi berbagai ras dari Ordo Gerbang Neraka yang kelabakan menghadapi monster naga air berikutnya. Namun patut di sayangkan. Sepertinya kekuatan Naga air ini lebih besar dibandingkan naga air yang mereka temui pada awal tadi, sehingga lima praktisi Ordo Gerbang Nerak aini terlihat menjadi bulan bulanan mahluk naga air. Tidak lama lagi dapat dipastikan mereka berlima akan tewas ditangan monster tersebut.


   Sima Yong dan keempat temannya baru saja akan berlalu dari pertarungan, namun secara tiba-tiba salah satu praktisi Ordo Gerbang neraka berteriak…


“Rekan aliansi Ordo Sayap Suci, tolong kami untuk membunuh monster naga air ini. Masalah reward tidak akan menjadi masalah, karena akan diberikan secara acak oleh monster ini ketika dia di taklukkan”.


“Benar rekan aliansi… tolong lah kami. Kami berharap monster ini lebih cepat ditaklukkan” kata praktisi Ordo Gerbang Neraka yang lainnya sambil tersudut dari pukulan naga air..


   Sima Yong menganggukan kepala Ketika kawan-kawannya meminta persetujuan nya….


“Maka baiklah kami akan membantu kalian mempercepat kemusnahan monster ini”


   Sima Yong melepaskan sebuah pukulan telapak tangan yang mengandung Qi pedang. Qi pedang itu menerobos dan mengunci dada monster naga air.

__ADS_1


“Dukk…!!!” naga air itu terlempar beberapa tombak.


   Bukannya terluka atau takut, mahluk itu semakin ganas. Ekor naga air itu dilibaskan kearah lima praktisi Ordo Gerbang Neraka.


“Ssreeett…”


   Sementara dari mulutnya keluar air yang meluap bagaikan air bah dan menindas Sima Yong dan empat  kawannya…. Kini keadaan menjadi terbalik dari keadaan sebelumnya.


   10 praktisi dari dua ordo yang berbeda melawan naga air itu kini telihat membuat naga air itu menjadi terdesak. Naga air semakin marah karena merasa terdesak…


“Roaarr…..”


   Sebuah ledakan berisi air bah meluap dari mulutnya dan dengan kekuatan sebesar 1.850.000 jin air itu menyemprot kearah Sima Yong.


“Lancang…!!!” Pedang Sihir Emas ditangannya berkelebat dan memotong semprotan air berkekuatan besar itu.


“Duaar….” Dua kekuatan sama kuatnya antara semprotan air naga dan kekuatan Sima Yong di Alam Tanpa Batas bintang dua menimbulkan goncangan yang kuat di daerah sekitar mereka. Beberapa lantai di jalan setapak bahkan menjadi retak-retak akibat kekuatan benturan.


“Aku sarankan kalian setidaknya menghajar tubuh monster ini sebanyak dan sekuat mungkin. Menurutku reward (hadiah) yang diberikan monster ini akan adalah hadiah yang bagus bagi  praktisi yang memberikan kontribusi hit (Pukulan) paling kuat. Makin rendah kontribusi kalian, maka makin buruk hadiah yang diterima”


“Dipahami…” jawanb empat kawannya dengan kompak.


   Sambil bermain-main memperpanjang waktu tempur dengan naga air itu, Sima Yong memperhatikan keempat temannya kini menghajar tubuh sang naga bergantian dengan kekuatan maksimum.


   Ketika naga meraung marah akibat pukulan ahli-ahli aliansi ordo itu terjadi, Sima Yong selalu menghadang dan selalu meluncurkan serangan berbahaya untuk membuat naga air tetap sibuk hanya konsentrasi kepada dirinya semata.


   Waktu berlalu dua puluh menit, dan Sima Yong merasa bahwa hit yang diberikan kawan-kawannya telah memadai untuk reward yang bagus, maka Sima Yong Kembali mengeluarkan Teknik “Niat Pedang level tiga”


   Sebuah angin ganas yang mengandung kekuatan tambahan dari Niat Pedang, dengan seketika Pedang Sihir Emas Suci membuat naga air itu lenyap dan memudar tatkala kepalanya berhasil di penggal.


“Duar..”


“Duar…”


“ssrrreeettt”


   Puluhan benda yang merupakan reward terlempar dari tubuh naga yang memudah itu dan terbang menuju 10 praktisi aliansi Ordo itu.


“Bagus… jika dilanjutkan dan kita memperoleh hadiah fragment seperti ini, kemungkinan besok hari kami akan memiliki fragment lengkap yang kemudian akan di satukan membentuk set roh” kata Hattaudha dengan gembira.


   Semua terlihat gembira menerima fragment berwarna orange. Sima Yong hanya diam Ketika melihat fragment ditangannya semua berwarna emas. Disimpannya fragment itu kedalam cincin tata ruang nya.


******


   Pada akhirnya lima praktisi Ordo Gerbang Neraka memutuskan untuk mengikuti kelompok Sima Yong higga ke aula Puri Merak Emas untuk bertempur nanti. Kelima Praktisi Ordo Sayap Suci itu tidak keberatan. Dalam pikiran mereka, semakin banyak bantuan maka makin kuat mereka dan pekerjaan membantai lawan akan semakin mudah.


   Perjalanan dilanjutkan dan mereka terlibat didalam banyak pertempuran melawan tim ahli dari Ordo Veteran. Semua kemenangan berada ditangan mereka setelah Sima Yong yang semakin bertambah kuat Ketika menggunakan Pedang Dao hasil hadiah monster Naga air. Kini dia telah menjadi seolah-olah seekor singa perkasa yang diberikan sayap. Pedang itu kemudian diberi nama “Pedang Naga Air”


   Sementara itu sampai keesokan harinya ketika mereka semakin dekat dengan aula Puri Merak Emas, tidak kurang dari sepuluh monster naga air berhasil mereka taklukkan. Akan tetapi karena semakin lama semakin banyak praktisi dari empat ordo berkumpul dan bergabung, maka proses menaklukkan monster naga air terasa tidak mengasikkan lagi. Reward makin jarang diperoleh karena bahkan untuk menyentuh monster dengan pukulan saja, terkadang tidak sempat saking banyaknya praktisi yang bergabung.


   Pembagian reward yang dilakukan oleh system array membagi rata dan acak kepada semua praktisi memang sesuai kontribusi. Fragment yang terkirim secara system array kini bukan lagi 5 sesuai pengalaman mereka pada awalnya. Terkadan system hanya mengirim hanya 1 fragment kepada ratusan praktisi itu.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2