
Lima orang praktisi itu duduk di lantai dua sebuah restoran yang terkenal di Kota Azalea yaitu "Permata Surgawi". Pilihan jatuh ke restoran itu karena selain memiliki bisnis kuliner seperti itu, Permata Surgawi juga merupakan salah satu hotel ternama yang ada di kota Azalea.
"Selamat datang di Kota Azalea, kota modern dan paling maju di seluruh wilayah Bumi Utara Benua Silver" seorang pelayan laki-laki muda, berseragam rapih menyapa Meirenyu dan kawan-kawannya.
"Tolong sediakan hidangan yang mengandung daging, dan juga sayur-sayuran yang banyak, disertai buah-buahan. Untuk minuman kami meminta saran anda sebagai pelayan disini, dan menghidangkan arak terbaik yang ada di restoran ini" kata Meirenyu sambil menyodorkan uang muka sekitar 100 Batu energi peringkat tinggi.
Dengan mata melotot pelayan muda itu langsung merubah sikapnya menjadi lebih ramah, serta buru-buru menuangkan teh di poci masing-masing mereka, untuk menunggu makanan dan minuman keluar dari dapur nanti.
Sengaja memang Meirenyu memilih hidangan yang terdiri dari sayur-sayuran karena dia tahu, Lin Hong dan Yu Long tidak menyantap mahluk yang mengandung darah.Hal yang sama persis kelakuan master mereka.
Adapun Baisedhe dan ZusheDhe, setelah lama melanglang buana bersama Meirenyu, nafsu makan mereka terhadap hidangan daging-dagingan menjadi meningkat.
Meskipun mereka berasal dari Sekte Terang (Kultus Terang) yang tidak menyantap hidangan mengandung daging, ketika suatu ketika Meirenyu mengatakan bahwa,
"Kandungan zat di dalam daging yang bermutu tinggi, amatlah membantu seorang Kultivator didalam meningkatkan kemampuan dan level tempur-nya" sejak saat itu dua Pelindung Sekte Terang itu mulai mengkonsumsi daging.
Hidangan tersaji, panas-panas yang langsung di santap oleh kelima praktisi itu, sementara Yu Long masih dalam kondisi pemulihan, menelan hidangan sayuran dengan hati-hati.
Ketika kelima orang itu tengah menikmati hidangan yang di sajikan, tampak terlihat lima orang gadis usia belasan hingga dua puluhan awal, mengenakan seragam sekte yang di dada terukir sulaman Bunga Matahari.
Dengan sekali lirikan saja, Lin Hong dapat memperkirakan kultivasi mereka berada di level Alam Kondensasi Roh akhir (bintang 9), kecuali dua gadis yang usianya 20-an tahun itu. Kedua gadis yang lebih tua itu memiliki kultivasi Alam Roh Tercerahkan bintang 1 dan 2...
"Peringkat kultivasi tu terbilang tinggi untuk murid-murid luar sekte bintang tiga seperti Sekte Bunga Matahari mereka ini. Entah angin apa yang membawa gadis-gadis sekte itu hingga berada di Ibukota Negri ini. Bukankah sete mereka letaknya cukup jauh dari Kota Azalea?" batin Lin Hong.
__ADS_1
Lin Hong teringat beberapa tahun yang lalu, ketika dirinya masih begitu muda dan mengikuti turnament berdarah, dia sempat menyaksikan penampilan murid-murid Sekte Bunga Matahari yang semuanya adalah kaum wanita.
Lima gadis Sekte Bunga Matahari itu duduk bergerombol di sudut lantai dua restoran lalu berbisik-bisik diantara mereka.
Karena jarak mereka yang agak jauh, di tambah riuh suara para pengunjung membuat Lin Hong kesulitan menangkap pembicaraan gadis-gadis itu. Sampai akhirnya Lin Hong menyerah dan tidak melanjutkan, menguping pembicaraan lima gadis itu.
Akan tetapi sama-samar dia menangkap kelima gadis itu memperbincangkan tentang Balai Harta dan Menara Langit. Tidak jelas pembicaraan mereka-gadis gadis itu namun yang jelas sepertinya telah terjadi sesuatu yang cukup genting dengan organisasi Balai Harta dan Menara Langit itu.
"Kakak Meirenyu, tidakkah anda mendengar pembicaraan gadis-gadis Sekte Bunga Matahari disana?" tanya Lin Hong.
Sambil menggeleng kepala pertanda tidak paham, Meirenyu dengan lahap memasukkan potongan demi potongan daging kerbau kedalam mulutnya.
"Aku sama sekali tidak mengamati pembicaraan gadis-gadis itu. Apakah mereka tengah memperbincangkan sesuatu yang penting?" tanya Meirenyu.
"Baiklah... setelah kita membayar hidangan ini, kalian dapat langsung mencari kamar penginapan, sementara aku akan menguntit lima gadis Sekte Bunga Matahari itu.
******
Lima gadis dari Sekte Bunga Matahari sama sekali tidak menyadari kalau seorang pria berpakaian seperti kaum pelajar, sastrawan secara diam-diam menguntit mereka.
Kelima gadis itu mula-mula berkeliling di pusat perdagangan Kota Azalea, terutama di pasar yang menjual berbagai perlengkapan perhiasan yang diminati gadis-gadis muda. Meirenyu mulai di landa rasa bosan, ketika dia melihat gadis yang palin tua memberi kode agar kawan-kawannya meninggalkan pasar dan mengikuti langkah kakinya.
"Oh... kelihatannya gadis-gadis itu akan berbelanja di Balai Harta ini. Well setidaknya aku tidak perlu bertanya-tanya mengenai dimana lokasi Balai Harta ini berada" batin Meirenyu.
__ADS_1
Akan tetapi Meirenyu sedikit heran ketika melihat keadaan Balai Harta itu. Sebuah bangunan yang terlihat mulai tidak terawat, dan sedemikian sepinya Balai Harta itu sampai-sampai Meirenyu berpikir bahwa itu adalah sebuah bangunan tua biasa.
"Oke.. mari kita lihat. Apakah lima gadis itu akan masuk ke bangunan tua ini"
Kening Meirenyu menjadi berkerut tatkala dia melihat kelima gadis itu bukannya memasuki Balai Harta sesuai prediksinya, melainkan tertawa-tawa dan seperti merendahkan kondisi bangunan Balai Harta yang terlihat mengenaskan itu.
"Kemana mereka akan pergi?" batin Meirenyu kebingungan.
Dalam langkah ceria, kelima gadis itu berjalan hingga ke ujung jalan dan berhent di sebuah bangunan megah yang terlihat penuh banyak manusia bergerombolan. Saking banyaknya manusia yang ingin masuk kedalam bangunan itu, sampai-sampai mereka harus antri teratur di pintu masuk.
Dari percakapan diantara manusia yang antri di pintu masuk itu, Meirenyu menangkap pembicaraan bahwa bangunan yang mereka akan masuki itu adalah sebuah lembaga lelang, penjualan barang-barang keperluan prakatisi nomor satu yang di cari di seluruh penjuru benua.
Ketika Meirenyu mengangkat kepala dan menatap kearah papan nama di bangunan itu, matanya terasa silau oleh tulisan keemasan yang memantukan cahaya matahari "Organisasi Menara Suar - jadilah terbaik di belahan dunia dengan berbelanja di Toko kami"
"I-ini..." desis Meirenyu tergagap. Bukankah menurut cerita Master Yong, mereka harus berbicara dengan Tuan Yan Bai dari Balai Harta sebagai satu-satunya Lembaga yang menyediakan berbagai keperluan ahli-ahli beladiri dan sebagai
Namun kini kenyataan adalah Balai Harta yang dia lewati tadi tidak lebih dari bangunan tua yang tidak diminati pelanggan, sementara di ujung jalan, tepat di jalan yang sama dia menemukan Menara Suar yang juga menjual barang-barang yang sama.
"Apakah Balai Harta itu telah jatuh bangkrut? ataukah terjadi sesuatu kemalangan yang menimpa mereka? Ah aku harus menyelidiki hal ini" buru-buru Meirenyu berdiri dan ikut meng-antri di depan pintu masuk Menara Suar.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.