Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Dua Orang Bertudung Hitam


__ADS_3

Sosok bayangan itu melaju menembus langit perbatasan Wilayah Utara dengan Wilayah Barat di Benua Silver. Cepat sekali sosok itu terbang membelah langit, sampai-sampai Gurun Pemangsa yang di sebut Gurun Terkutuk itu di lewatinya hanya hitungan beberapa hari saja.


Saking cepatnya penerbangan yang dilakukan oleh Meirenyu, sampai-sampai manakala praktisi-praktisi di Benua Silver berbenturan pandangan ketika mendongak kan kepala ke arah langit, mereka akan menyangka itu adalah sosok mahluk Binatang Ajaib berjenis burung yang tengah terbang melintasi wilayah mereka.


Tentu saja dengan kesaktiannya sebagai ahli SAINT surgawi level 4 membuat perjalanan yang semestinya di tempuh dengan lama itu, menjadi singkat bagi Meirenyu.


Hari ke tujuh dari rangkaian perjalanannya, dia telah melintasi Danau Peri iblis (Saitani Pari), menuju Pulau Misterius (Rahsya Dvipa). Tujuannya ke Pulau Rahasya Dvipa ini adalah guna memanen beberapa hewan kontrak yang mewarnai pembukaan "New Balai Harta" mereka.


"Biar nanti kelompok pesaing kami "Menara Suar" itu akan terbengong-bengong melihat apa itu hewan kontrak" seulas senyum tersungging di bibirnya. Sesuai dengan informasi yang dia dapatkan dari Lin Hong dan Yu Long, ahli-ahli di Benua Silver belum mengenal apa itu hewan kontrak.


"Hewan kontrak? Aku belum pernah mendengar tentang penggunaan hewan kontrak seperti itu. Mungkin hal itu adalah biasa di Sekte-sekte Kuno yang jarang muncul. Namun bagi praktisi pada umumnya, hewan kontrak adalah hal baru bagi kami" demikian jawaban Lin Hong dengan wajah yang terlihat bingung tatkala Meirenyu menanyakan hal itu.


Meirenyu mengambil dua hewaan kontrak peringkat Ancient yaitu Gajah Kelabu dan Singa Bertanduk. Dua mahluk dari kelas Ancient untuk berjaga-jaga, sedangkan sisanya adalah tiga hewan kontrak peringkat Spesial dan empat peringkat Rare atau Langka.


Masing-masing rincian Hewan Kontrak Spesial adalah; Lumba-lumba Penyelamat, Musang Bersisik dan Kelinci Petarung.


Sedang jenis hewan kontrak peringkat Langka adalah ; Beruang madu, Pelanduk Emas, Nuri Hutan Terlarang dan Walet Besi.


"Dunia Sungai Telaga di Wilayah Utara akan kami buat heboh dengan barang-barang yang di lelang nanti" Meirenyu tertawa puas ketika dia terbang melintasi Danau Peri Iblis itu.


>>>>>>


Uang yang bercukupan, akan mampu merubah penampilan seseorang dari seorang gembel, menjadi terlihat pantas ketikan di habiskan untuk membeli peralatan wajah dan busana yang pantas.


Demikian halnya dengan bangunan Balai Harta. Dibekali keuangan berupa batu energi yang sangat banyak, Tuan Yan Bai dengan cermat kembali membelanjakan uang tersebut untuk memperindah Balai Harta, sehingga dalam kurun dua minggu saja, perubahan yang nyata mulai terlihat.


Hiasan-hiasan keramik dan tembikar dalam jumlah banyak yang di kerjakan ahli, kini menjadi hiasan di tiap sudut Balai Harta. Tanah kosong yang terbengkalai, dalam sekejab di sulap menjadi taman asri yang memanjakan tiap mata yang melihatnya.

__ADS_1


"ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit" demikian diskusi diantara para pekerja yang melakukan pemugaran di balai harta


Tiap kali orang banyak berlalu-lalang di depan bangunan Balai Harta, seringkali bisik-bisik terjadi...


"Apakah Balai Harta akan bangkit dari keruntuhannya?"


"Dari mana mereka mendapatkan uang? Bukankah sebelumnya mereka ini telah di buat bangkrut oleh Menara Suar?"


"Akan tetapi menurutku, ketika nanti pemugaran seluruh bangunan selesai, Balai Harta ini akan jauh lebih megah di banding Menara Suar itu"


Lama kelamaan, berita tentang kebangkitan Balai Harta menjadi topik yang hangat di Kota Azalea. Orang-orang menantikan kejutan yang akan dibuat oleh Balai yang beberapa tahun lalu merajai Wilayah Utara sebagai balai lelang dan penjual barang-barang langka nomor satu.


******


"Brak..!" sebuah meja di hantam keras oleh seorang pria umur lima puluhan, di ruang kerja Manara Suar.


Dua pria yang berdiri didepannya, terlihat gugup. Master Kong Ping ini memang sejak awal menugasi Wei Durui dan Hui Chunying ini yang menghancurkan Balai Harta sejak Menara Suar mereka melakukan ekspansi ke Utara sini.


"Bagaimana pun caranya, kalian harus mengambil tindakan, sampia Harta itu mengurungkan niat untuk membuka bisnis mereka !" seru Master Kong Ping berapi-api.


Ketiga orang itu lalu berdiskusi dengan serius, untuk menggunakan cara menghambat Balai Harta beroperasi lagi di Kota Azalea, terutama seluruh Wilayah Utara


******


Malam itu ketika semua orang telah lelap tertidur, pada saat kentongan ketiga di bunyikan... tampak dua sosok manusia melayang di atas bubungan rumah penduduk. Dari tindakan serta gerakan yang tanpa suara itu, dapatlah di tebak dua manusia yang mengenakan kerudung hitam ini adalah praktisi-praktisi bela diri dengan tingkat kultivasi yang sangat tinggi.


Keduanya saling mengangguk ketika mereka telah berdiri diatas bubungan bangunan baru yang di sebut Balai Harta. Keduanya melompat turun ke tanah, dan terlihat seperti sibuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


Rupa-rupanya kegiatan yang dua orang bertudung hitam itu kepergok tenaga kerja bangunan yang sementara mengalami pemugaran itu.


"Siapa kalian berdua? Mengapa kalian menebarkan cairan yang gampang menyala ini?" bentak si pekerja bangunan. Pekerja yang lainnya ikutan terbangun karena suara ribut-ribut dan ramai-ramai ikut membentak. Beberapa dari mereka meraih golok dan menakut-nakuti dua sosok bertudung itu.


"Pergi kamu pengusik. Apakah kamu berniat mencelakakan bangunan yang tengah kami pugar ini?" golok di tangan beberapa pekerja di ayun-ayunkan seolah akan menebas dua orang bertudung itu.


Dengan mata yang mencorong, serta dengusan yang mengandung suara mengejek, salah satu sosok bertudung melambaikan tangan dan sepuluh pekerja bangunan itu langsung roboh dalam keadaan tidak bernyawa.


Masih dengan nada yang merendahkan dia berkata,


"Semut yang mencoba-coba mengganggu pekerjaan tuan ini" tangan pria bertudung itu lantas menyalakan api, dan menjentikkan api itu ke cairan bahan bakar yang telah mereka tebar.


"Bumm !" lidah api langsung menyala dan membakar bangunan depan Balai Harta yang baru saja akan rampung itu. Dalam suara yang terdengar menyeramkan, dua mahluk bertudung hitam itu tergelak dalam tawa, lalu kemudian menghilang dalam satu kedipan mata.


Ketika tenaga-tenaga bangunan lainnya terbangun karena merasa kepanasan dan keributan suara tawa itu, mereka terkejut ketika melihat lidah api yang kini telah membumbung tinggi.


"Tolooong..."


"Kebakaran - kebakaran !"


Orang-orang di Kota Azalea terbangun dn di hebohkan dengan kejadian kebakaran di Bangunan Pugar Balai Harta itu.


"Kali ini Balai Harta benar-benar akan hancur dan lenyap dari dunia sejak malam ini" demikian diskusi diantara orang-orang, di tengah-tengah saling membantu memadamkan api yang melalap gedung yang baru akan rampung itu.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2