
Dengan suara menderu-deru seperti suara ribuan angin tornado, Pedang Emas di tangan anak muda itu terarah mengunci ke Odin yang terlempar seperti layangan.
"Berseker itu telah tamat !"
"Tidak ku sangka anak muda Magus itu mampu mengendalikan angin seperti itu..."
"Kemenangan telah di depan mata. Semua bersiap-siap untuk memberi tepukan bagi sang magus"
Ramai suara terdengar diantara penonton di Gurun Tak Bertepi. Tak ada lagi yang memedulikan dinginnya udara gurun dan angin tipis yang serasa merobek kulit.
Saat ini semua terlihat antusias untuk mengetahui siapakah pemenang Perang Suci..
"telah selesai... Perang ini di menangkan kaum Magi"
Namun ketika semua orang tengah antusias dengan kemenangan sanga magus - Sima Yong, sekonyong-konyong terdengar suara keras orang yang merapalkan mantra.
"teleportasi !"
Langit yang gelap dengan awan hitam bergulung, berubah menjadi semakin kelam. Semua orang menjadi ternganga ketika melihat setitik cahaya keperakan di langit - yang membesar dengan cepat membentuk lubang hitam black hole.
Semua kejadi terjadi dengan cepat - sangat cepat. Black hole itu dalam sekejab mata menelan tubuh Odin yang tinggal sejengkal lagi akan menemui kematian di ujung Pedang Emas. Odin sang berserker langsung hilang dari hadapan Sima Yong - secepat orang ketika mengedipkan mata.
Anak muda itu - Sima Yong dengan tusukan penuh full power energi sihir, dengan terpaksa melayang cepat ke depan setelah tusukannya kehilangan sasaran.
Tidak menjadi gugup, dia berjumpalitan di udara dalam gerakan manis, sementara tornado yang di kendalikannya dengan teknik chakras dengan cepat membawa tubuhnya kembali ke arena panggung.
Wajah Sima Yong berubah menjadi buruk. Sementara itu, di kejauhan dia melihat sinar berkeredep, lalu sosok Odin muncul di samping Xing Tian master nya. Xing Tian melemparkan senyuman meremehkan kearah Sima Yong - tatkala Odin selamat dan berada di sisi nya.
"Kejutan bukan?" kata nya.
Sima Yong masih berusaha menyembunyikan suasana hati yang memburuk tiba-tiba, akibat ODin yang seharusnya telah musnah di ujung pedang nya - berusaha terlihat baik-baik saja.
Saat itu Xing Tian terlihat menjulurkan tangannya ke kepala Odin, Sepertinya dia tengah memberikan energi baru kepada Odin - transfer energi sihir.
Kala itu fajar mulai menjelang. Bayang-bayang cahaya matahari mulai muncul di ufuk timur. Suasana masih hening dan sepi, namun tidak demikian dengan keadaan di arena perang suci.
"Jadi... Anda memperoleh suatu Noble Phantasm didalam Domain Quest sebelumnya bukan?
Apakah tongkat pendek di tangan anda itu adalah Noble Phantasm yang baru saja anda peroleh ?" tanya Sima Yong dingin.
Dia masih marah karena lawannya yang seharusnya telah tewas, secara sihir telah berpindah tempat melalui teleportasi karena perbuatan benda di tangan Xing Tian.
__ADS_1
Dengan acuh tak acuh Xing Tian mengangkat satu tongkat pendek yang bertatahkan batu-batu yang beraura magis..
"Aku tidak bersedia menjelaskan kepada anda - apakah benda ini adalah Noble Phantasm yang aku peroleh dari domain yang aku masuki, atau bukan.
Akan tetapi yang jelas adalah aku melakukan teknik sihir rahasia yang mampu memindahkan mahluk hidup sesuka hati ku" suara Xing Tian mulai terdengar pongah.
Sima Yong lantas tertawa terbahak-bahak. Katanya..
"Anda pikir aku ini satu magus kecil yang bodoh? Sejak kapan teknik sihir yang mampu memindahkan mahluk hidup dalam gerakan teleportasi seperti itu?
Kecuali anda melakukannya dengan memanfaatkan dan memerintah jin atau mahluk lainnya yang memindahkan Berserker itu seperti tadi, aku tidak akan percaya.
Namun di luar dari itu semua, aku lebih percaya proses teleportasi berserker tadi itu, adalah proses memanfaatkan kekuatan Noble Phantasm" Sima Yong melanjutkan tawa nya dalam suara enuh ejekan.
Lalu Sima Yong melanjutkan...
"Dan satu hal lagi yang aku ketahui pasti. Penggunaan Noble Phantasm adalah tidak dapat dilakukan berulang-ulang kali dalam waktu yang sama.
Di perlukan jeda bagi benda itu untuk mengumpulkan energi sihir dari langit dan bumi untuk dia, sebelum mampu kembali melakukan keajaiban teleportasi nya seperti tadi" suara Sima Yong terdengar menghina.
Wajah Xing Tian berubah buruk..
"Maksudku adalah aku akan melenyapkan kalian berdua, sebelum Noble Phantasm kamu puilih dengan semua energinya dan memindahkan kalian berdua dalam sihir teleportasi !"
Tubuh Sima Yong meluncur dengan mengendarai angin tornado. Segulungan asap hitam mengikuti di samping nya. Kedua sosok itu melesat cepat mengunci kearah Xing Tian dan Odin.
Xing Tian tertegun. Dia menjadi seperti panik - [anil yang dibuat-buat. Saat itu Odin belum kembali kekuatan nya karena Xing Tian masih dalam proses melakukan transfer energi sihir kepada berserker servant nya itu.
Namun bibir Xing Tian menyungging satu senyuman tipis. Lawan nya Magus itu tidak mengetahui satu rahasia lagi dari Noble Phantasm Tongkat Pendek di tangan nya. Efek sihir yang dapat dilakukan oleh benda ini adalah mampu membuat keajaiban sihir sebanyak dua kali, sebelum akhir nya jatuh dalam kondisi istirahat untuk menyedot energi baru dari langit dan bumi. Unik !
Sima Yong menebas dengan sejumlah energi keemasan yang bersiap menelan Xin Tian dan Odin, sementara Nevertari membuat giresan belati berbentuk silang, yang mengeluarkan percikan bunga api.
"Teleportasi !"
Duar ! Tsing !
Satu energi emas dan irisan belati di tangan Nevertary mengenai tempat kosong. Xing Tian dan Odin telah lenyap - sekali lagi berteleportasi sehingga selamat dari tebasan pedang dan belati.
Suara terkekeh terdengar dari kejauhan, tempat di mana Xing Tian dan Odin berada. Proses transfer energi telah selesai dan Odin bersiap dengan eksekusi amukan Martil yang mengandung energi kilat.
Odin baru saja akan bersiap-siap melompat ke udara, membelah langit dan memanfaatkan energi kilat yang di rampas dari kekuatan langit, sementara Xing Tian belum juga kelar dengan kekehan nya karena berhasil membuat Magus muda itu terkecoh dua kali.
__ADS_1
Mendadak, tanpa di duga sama sekali kekehan dari mulut Xing Tian terhenti.
Kekehan penuh rasa kemenangan itu kini terganti jeritan kecil, nada tidak percaya. Xin Tian terbelalak melihat Magus itu, tahu-tahu telah berada tidak jauh dari mana dia dan Odin berdiri.
"A-apa yang akan kamu lakukan?" tak percaya Xing Tian melihat anak muda itu juga melakukan teleportasi.
Suara ejekan terdengar dari mulut anak muda itu, katanya..
"Kamu telalu lama terlena di dalam dunia sihir seperti ini.
Sampai-sampai kamu tidak pernah berjalan-jalan ke dunia luar.
Sesungguh nya teknik berteleportasi ini juga dapat dilakukan di luaran sana - ahli-ahli itu memanipulasi ruang dan waktu untuk berteleportasi seperti anda dengan Noble Phantasm anda" suara anak muda itu terdengar penuh ejekan.
"Jadi sekali lagi aku tegaskan. Bukan hanya anda yang memiliki Noble Phantasm hadiah Quest Domain perang suci.
Aku juga punya...
Dan rasanya tidak adil jika aku tidak memeragakan benda sihir yang aku dapati ketika melewati Quest Domain perang suci" suara anak muda itu membuat bulu kuduk Xing Tian berdiri.
"Tidak.. Aku mohon ampuni aku..." aura pongah penuh kesombongan hilang dari muka Xing Tian ketika dia melihat Magus muda itu mengeluarkan suatu benda seperti bola mata utuh - yang terbuat dari permata merah - Ruby mungkin.
Banjir darah terjadi dengan cepat ketika anak muda itu menggumamkan sesuatu kalimat. Banjir darah itu adalah aciran merah pekat seperti darah, yang meluap dengan sangat cepat, keluar dari permata Ruby merah di tangannya.
"Tidaaak !" tangis Xing Tian ketika dia merasakan energinya lenyap seketika - tatkala darah telah menyelubungi dirinya dan Odin.
Tidak membutuhkan lebih dari tiga tarikan nafas, tubuh Xing Tian berubah menjadi tulang-belulang. Kering seperti tidak pernah terbungkus daging.
Dengan cepat roh Odin juga ikut lenyap setelah kematian masternya, menghilang ke dunia roh kembali sebelum Odin itu sempat memanggil petir dan kilat.
Semua penonton - ahli sihir, magus dan penatua yang menonton menjadi terdiam. Pertunjukan akhir itu demikian dramatis, dengan menggunakan benda-benda sihir langka yang di sebut Noble Phantasm. Semua melihat Magus muda itu mengambil Tongkat Pendek milik Xin Tian lalu menyimpan nya kedalam cincin...
Seakan sadar dari keadaan trance - semua lantas bertepuk tangan, bersorak-sorai menyambut pemenang paling baru dari Perang Suci Relikui Naga.
"Magus dari ras manusia memenangkan perang ini" suara penatua-penatua ras lain menggumam pelan.
"Kebangkitan ras manusia sebagai penguasa dunia sihir ini"
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1