Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Hari pertama Turnament Jenius Tujuh Sekte


__ADS_3

Ketika sore telah menjelang, Wang Yong telah menyelesaikan sesi pelajarannya di perpustakaan. Selama periode itu, dia tidak beristirahat selama ketika membaca buku-buku penting di perpustakaan Lembaga Simbol Master. Wang Yong benar-benar haus akan informasi yang berhubungan dengan kekuatan mental. Kesempatan yang hanya dapat digunakan sehari itu benar-benar dia optimalkan.


Tepat ketika mtahari telah hilang dari permukaan Bumi, pertanda waktu yang diberikan telah selesai, Wang Yong keluar dari perpustakaan dan langsung menemui Tn. Song Qiang. Tentu saja dia mengambil lencana yang menandakan bahwa dia adalah seorang Simbol Master peringkat Bumi yang terdaftar di Lembaga Simbol Master sendiri.


Lencana sangatlah penting bagi sebuah profesi, sama seperti manfaat lencana bagi seorang simbol master diperlukan selain sebagai bukti sah tergeristrasi dalam suatu profesi, dengan memiliki lencana seperti itu, seorang Simbol Master selalu memperoleh perlakuan khusus di Benua Silver. Dengan hanya menunjukkan lencana, akan banyak fasilitas kenyamanan yang akan diperoleh Seorang simbol master.


*********


Didalam kamar hotel, Wang Yong berkultivasi menunggu Fajar tiba dimana hari yang ditunggu-tunggu oleh semua telah tiba. Sepanjang malam itu dia selalu melakukan melakukan kilas balik mengenai pertempurannya untuk mempelajari kesalahan ataupun kelemahan apa yang dia lakukan sehingga untuk pertarungan selanjutnya dia akan memperbaiki Teknik atau kesalahan dalam melepaskan seni pedangnya.


Selain itu, beberapa hari belakangan ini, Wang Yong juga memberi petunjuk ke Lin Hong tentang perlawanan yang perlu di eksekusi seseorang ketika bertempur melawan musuh yang menggunakan kekuatan mental. Lin Hong memang sengaja meminta petunjuk itu untuk berjaga-jaga seandainya pada turnament nanti dia ketemu lawan dari Sekte Kuil Keabadian.


***********


Semua orang berduyun-duyun menuju Padang Es Keabadian yaitu milik Arena Akademi Liang Jin yang terletak diluar kota, kira-kira sekitar 20 km dari Kota Azalea. Minat masyarakat untuk menyaksikan pertunjukkan yang menentukan siapa yang layak di sebut jenius nomor satu di Kekaisaran Great Ying ini benar-benar sangat tinggi dan event tersebut sangatlah menyita perhatian banyak orang.


Saat itu tim dari masing-masing sekte pergi ke arena diluar kota itu melalui Spot Teleportasi agar memudahkan perpindahan mereka ke Padang Es Abadi. Wang Yong beserta Tim dari Sekte Pedang Awan sejak pagi benar telah berada di arena Akademi.


Terlihat didalam arena yang sangat besar itu terdapat dua arena mini yang terpisah masing-masing disebelah Barat dan Timur arena.


Pengumuman mengenai jadwal sekte yang akan berlaga, dibaca dengan keras oleh panitia turnament dengan menggunakan energi Qi sehingga seluruh pemgunjung di arena itu memdengar jelas. Tim yang akan bertarung di Arena 1 adalah :


Ran Mei Zhen (Sekte Bulan Merah) X Gao Kang (Sekte Awan Hitam)


Su Hong Li (Sekte Membalikkan Gunung) X Fang Pen (Sekte Kuil Keabadian)


Murong Liang Ping (Akademi Liang Jin) X Hua Qing (Sekte Membalikkan Gunung)


Ling Hong (Sekte Pedang Awan) X Gong Qiang (Sekte Kuil Keabadian)

__ADS_1


Zuge Zaoseng (Akademi Ling Jian) X Tian Huanran (Kuil Keabadian)


Gui Huan Ye (Sekte Bunga Matahari) X Deng Lian (Sekte Bulan Merah)


***********


Pertarungan di Arena 1 saat ini telah dimulai, dimana yang berlaga diatas panggung adalah Ran Mei Zhen dari Sekte Bulan Merah melawan Gao Kang dari Awan Hitam.


Pertarungan diantara mereka berdua terlihat cukup seru dimana Ran Mei Zhen yang adalah seorang gadis, dengan gagah berani menampilkan sabetan pedang yang selalu mengincar daerah leher Gao Kang.


Gao kang sendiri tidak terlihat kerepotan ketika sabetan pedang itu selalu mengejar kemana dia pergi. Bahkan terlihat seakan-akan Gao Kang memang sengaja membuat dirinya dibawah tekanan.


Sementara itu di arena 2 telah diumumkan nama-nama para jenius yang akan bertanding adalah sebagai berikut :


Wang Yong (Sekte Pedang Awan) X Ou Yang Chen (Akademi Ling Jian)


Zhao Changyi (Sekte Pedang Awan) X Yu Long (Sekte Awan Hitam)


Qiang Jia Li (Sekte Bunga Matahari) X Zong Jili (Sekte Membalikkan Gunung)


Gu Lian (Sekte Bunga Matahari) X Yao Ming (Sekte Kuil Keabadian)


“Lin Hong, aku harap kamu dapat mengingat pelajaran singkatku mengenai Teknik pengendalian mental, sehingga Ketika berhadapan dengan Gong Qiang dari Sekte Kuil Keabadian, kamu setidaknya mampu menghindari ilusi yang di berikan sebagai serangan mental” Wang berbisik ke Lin Hong. Dia mengingatkan Lin Hong setelah melihat jadwal tanding Lin Hong.


"Aku berharap, semoga apa yang telah kamu ajarkan dalam beberapa hari ini akan dapat kamu ingat ketika menghadapi Murid Sekte Kuil Keabadian. Jangan khawatir, meskipun pelajaranku adalah Teknik dasar untuk mempertahankan mental dari serangan ilusi, manfaat ya sangat efektif jawab Lin Hong.


Sekte Kuil Keabadian adalah salah satu sekte diantara 7 sekte besar itu yang mampu mempraktekkan Teknik kemampuan mental untuk bertempur. Master Sekte Kuil Keabadian yaitu Zhang Yuan adalah seorang Simbol Master Bumi peringkat 4. Oleh karena itu dia cenderung untuk merekrut murid dari kalangan yang memiliki kemampuan energi mental.


Adapun jikalau murid yang di rekrut tidak memiliki kemampuan mengolah energy mental untuk menjadi symbol master, dia cenderung melatih murid-murid Sekte Kuil Keabadian didalam Teknik penyerangan yang mampu menanamkan kekuatan mental alami seseorang kedalam Teknik pedang.

__ADS_1


Dengan demikian,…. rata-rata teknik pedang dari Sekte Kuil Keabadian, cenderung bercampur dengan Teknik ilusi yang sering mengecoh bahkan melumpuhkan lawan.


Beruntung sekali Lin Hong - dia telah mengantisipasi akan kemungkinan berhadapan dengan seseorang berkemampuan ilusi, sehingga Ketika nama nya keluar sebagai kontestan yang akan melawan Gong Qiang (Sekte Kuil Keabadian) setidaknya dia telah mempelajari Teknik dasar bertahan melawan ilusi.


Diatas arena panggung 1, saat ini Gao Kang telah tidak berusaha untuk berpura-pura menghindari sabetan pedang Ran Mei Zhen. Kondisi saat ini adalah ini pedang hitam ditangannya mempertunjukkan kemampuan Teknik pedang Sekte Awan Hitam yang penuh dengan Teknik kegelapan.


Tubuhnya terbungkus didalam sinar pedang kehitaman dan berbalik untuk menyerang Ran Mei Zhen. Sekarang keadaan menjadi terbalik dimana Ran Mei Zhen saat ini yang berada dibawah tekanan.


Setiap serangan pedang Gao Kang selalu diiringi dengan asap hitam yang sangat mengganggu pemandangan.


Selain asap itu sangat mengganggu pandangan sehingga Ran Mei Zhen kesulitan untuk mengarahkan pedang dari serangan Gao Kang, asap itu menimbulkan aroma yang harum namun membuat kepala terasa pening dan ingin merebahkan tubuh untuk tidur.


Ran Mei Zhen melengking keras guna mengeksekusi Teknik Pedang Awan Merah yang legendaris dengan tujuan menghalau tekanan pedang dan membuyarkan asap hitam. Akan tetapi meskipun dia telah mengerahkan kemampuan pedang yang terbaik dia miliki, selalu saja pedang hitam milik Gao Kang memberi tekanan yang berat kepada dirinya.


Ditengah-tengah keputus asaannya, dia membacok dengan Teknik Pedang Bulan Merah kearah Gao Kang. Cahaya Kemerahan yang keluar dari pedang nya menusuk dengan cepat ke dada Gao Kang. Bukannya menghindari serang itu namun Gao Kang malahan melakukan Teknik serangan balik.


Dia akan menyambut keras melawan keras. Sehingga tidak dapat dihindari lagi dua tenaga Qi Praktisi Alam Kondensasi Roh peringkat dua itu berbeturan melalui adu pedang.


“Trannnngggg…..”


Pedang ditangan Ran Mei Zhen Terlepas dan terlempar jauh, sementara tubuhnya juga ikut terhempas kebelakang. Gadis itu terguling dalam keadaan tangan yang menjadi kaku karena benturan dua pedang itu menunjukkan bahwa enerfi Qi yang dimiliki Gao Kang jauh diatas dirinya.


Kondisi Ran Mei Zhen terlihat cukup memprihatinkan dimana sebagai seorang gadis yang selalu mempertahankan penampilan, kali ini dia betul-betul tidak didalam keadaan yang dapat disebut cantik lagi. Master Sekte Bulan Merah Wu Kun terlihat akan meneriakkan sesuatu, namun dia mengentikan teriakannya itu dan mencoba untuk diam. Wajahnya terlihat sangat khawatir.


Ketika Ran Mei Zhen melihat kondisinya yang tidak menguntungkan, langsung berteriak “Aku mengaku kalah….”


Dengan cepat Hakim yang mengawasi di perandingan itu langsung berkata dengan keras “Gao Kang dari Sekte Awan, Hitam menang. Ran Mei Zhen kalah…..”


Beruntung Gao Kang belum mengeksekusi serangan mematikan sehingga Gadis manis itu (Ran Mei Zhen) berhasil selamat dalam pertarungan itu.

__ADS_1


*Bersambung”


__ADS_2