Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Saber dan Archer


__ADS_3

Setelah kematian Master Lencer mengikuti kepergian roh heroiknya - Lancer, keadaan kembali sepi. Tersisa enam master penyihir beserta enam roh heroik nya.


Semua seperti sepakat dalam diam, mengambil sikap tanpa kesepakatan untuk pergi beristirahat - memulihkan tenaga, karena besok hari baru pertempuran baru pula yang menanti.


Di keadaan perang seperti itu, tidak ada yang saling percaya satu sama lainnya. Beristirahat adalah kegiatan mutlak yang dibutuhkan untuk mengembalikan kekuatan dan energi sihir yang telah di hamburkan dalam beberapa waktu yang lalu, tapi kewaspadaan harus terus terjaga.


Beruntung bagi master dan servant yang belum mengambil tindakan bertempur. Energi sihir mereka masih dalam kondisi terbaik - berbeda dengan master-master yang awal-awal tadi telah menguras energi sihir mereka. Memilih untuk beristirahat adalah langkah terbaik.


Justru karena rasa tidak percaya terhadap master-master itu dengan satu sama lainnya, maka untuk menjaga mereka dalam masa istirahat - semadi, master-master penyihir itu memanggil hamba piaraan yang mereka perbudak (roh halus), untuk menjaga dirinya dan juga roh heroik selama mereka bersemedi.


Roh yang di perbudak magus dan ahli sihir itu rata-rata atau lazimnya adalah jin yang kuat, atau beberapa Afrit. Tidak terdapat atau sangat jarang sekali roh halus Marid yang menjadi budak kaum Magi tersebut. Marid terlalu kuat..


Tidak berapa lama setelah master-master Magus itu memanggil hamba-hamba mereka, aura sihir dan roh halus kental terasa di seluruh Gurun Tak Berbatas - ketika budak-budak roh itu berkeliaran berpatroli, dengan mengambil rupa anak muda baik laki-laki maupun perempuan. Beberapa bahkan ekstreem berubah seperti sosok malaikat.


Sebagai mahluk halus peringkat tinggi, Jin - Afrit dan Marid hanya terlihat di lapisan Ke tiga dan ke empat - dari lingkaran sihir. Tidak sembarang ahli sihir dapat melihat penampakan asli mahluk halus yang berada di lingkaran ke tiga apalagi keempat.


Sima Yong hanya mendengus dingin, ketika dia mendongak ke angkasa, melihat sekelompok Afrit terbang menggunakan sayap - yang menimbulkan bunyi berdengung seperti suara tawon - yang semuanya, selusin Afrit itu mengambil rupa seperti malaikat dengan sayap dan pakaian serba putih bercahaya kalem, terbang berkeliling di atas labirin mereka.


"Afrit !" kata Sima Yong ketika dia mendongak ke atas. Dimata nya sebagai seorang Magus peringkat atas yang dapat melihat mahluk halus hingga di lingkaran ke empat, malaikat-malaikat suci itu terlihat hanya dalam rupa asli mereka - sekelompok mahluk jelek berkaki bengkok, dengan sayap seperti kumbang dan tubuh kehijauan menjijikan.


Sima Yong melirik Nevertary. Katanya via benak,


"Tidak bisakah kamu mengusir Afrit-afrit itu dari udara di atas kita? Aku betul-betul merasa terganggu ketika bersemedi..."


Nevertary hanya melirik sebentar, lalu dia menghilang menjadi segumpal asap. Assasin itu sebenarnya kesal. Dia tengah melakukan ritual mengambil energi sihir dari master nya, dan harus di sibukkan dengan Afrit-afrit yang menimbulkan suara berdengung memekak kan telinga.


Di angkasa kegelapan malam...


Malaikat-malaikat palsu itu tengah terbang dengan anggun, terlihat agung seperti sepasukan tentara surgawi layaknya, tidak bersuara hanya kepakan sayap mereka terdengar membelah malam dengan cahaya lembut.


Ketika itu secara tiba-tiba bayangan malam di depan mereka tersobe kekuatan magis, lalu sebuah tangan pucat terjulur keluar.


"A-apa itu.." malaikat-malaikat palsu itu terkejut dan bersuara mendecit.


Penampilan tangan pucat itu meskipun terbilang kecil seperti tangan kanak-kanak, akan tetapi penuh dengan pesona magis membuat mereka - malaikat palsu jadi terpesona.


Tangan sepucat mayat itu secara magis membuat satu sayatan, dan malaikat palsu terdekat menjerit pelan. Malaikat palsu itu jatuh terhempas ke tanah tak bersuara lagi. Mati dan berubah wujud ke yang sebenarnya - kini terlihat menjijikan.


Pasukan malaikat sisanya menggeram dengan ganas. Seketika wajah damai nan agung itu menyibak kan sosok asli, berubah beringas dengan gigi-gigi tajam seperti serigala.


"Keluar kau ! " parau terdengar suara pemimpin malaikat palsu. Kawan-kawannya juga telah siap sedia dalam pertempuran. Kuku-kuku tajam mencuat, mengubah penampilan malaikat agung menjadi roh iblis mengerikan.


"Kau berani melawanku? Kau yang pergi dari sini, atau kubunuh kalian semua !" Nevertary muncul dari bayangan - dua tangannya memegang Hidden Blade, mengancam Afrit-afrit itu.


Kelompok malaikat palsu itu menjerit ketakutan "Marid !". Pasukan peronda penjaga malam itu langsung kocar-kacir, berlarian meninggalkan Nevertary sendirian dengan bayangan malam.


Ketika Nevertary telah duduk di tanah bersama tuannya, master itu berkata..

__ADS_1


"Anda cukup kejam bukan? Dengan instruksi mengusir kelompok Afrit itu, namun dengan dingin anda menghabisi nyawa salah satunya" suara masternya berusaha agar suaranya terdengar tenang menutupi rasa gelinya melihat kekejaman sosok kanak-kanak itu. Dia terus berpura-pura khusuk dalam semadi setelahnya.


Sima Yong sudah amat sering melihat kebengisan dan kekejian banyak orang, akan tetapi melihat Nevertary di usia muda itu, kekejamannya bahkan mengalahkan ahli-ahli golongan sesat yang pernah Sima Yong temui. Dia hanya menggeleng-geleng kepala "Jika saja dia mahluk hidup, aku tak tahu berapa banyak korban kekejaman anak itu" ....


Tak lama kemudian Sima Yong kembali khusus dalam semedi, setelah keadaan menjadi tenang. Dia juga sangat bersyukur, karena Cincin Mutiara Kehidupan - ketika di dunia Elf Benua Silver.


Setelah dia menguasai Gerbang Penyembuhan yang selalu mensuplai energi Qi dan memperbaiki kesehatannya, Cincin Mutiara Kehidupan ini selalu di gunakan untuk menyimpan Energi jiwa - energi yang di butuhkan melakukan tindakan-tindakan sihir.


Karenanya Sima Yong hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari sepebakaran hio, untuk pulih seluruh kekuatan jiwanya. Energi jiwanya langsung terisi full dengan mengambil cadangan dari cincin itu.


Pagi dengan cepat menjelang. Ketika udara dingin masih menyelimuti Gurun Tak Bertepi, suara-suara bentakan dan gelagat pertempuran telah terdengar, aroma nya kental membungkam pagi ..


"Mari kita pergi menonton !" ajak Sima Yong kepada Nevertary


Dua orang itu berlari-lari di labirin, menuju kemana suara-suara saling mengancam terdengar.


Tampak di kejauhan, di lorong-lorong labiran yang secara ajaib menjadi lebar - seolah berubah menjadi arena pertempuran, seorang roh laki-laki - Saber - berdiri memegang pedang ditangannya. Gayanya demikian agung, dengan pedang berkilat-kilat seperti akan meledak dalam luapan energi.


Di langit, secara sihir Relikui Naga menuliskan deskripsi, menjelaskan siapa sosok yang memegang pedang itu ;


Nama - Watanabe Tsuna


Senjata - Pedang Matahari Hilang.


Riwayat tempur - Ahli tempur samurai dalam legenda perang puluhan ribu tahun yang lalu.


Berdiri disampingnya, seorang pria usia empat puluh tahun berwajah cerah - menawan. Dia menggunakan tongkat sihir di tangan sebagai senjata. Pria setengah baya itu seorang penyihir ras Fey.


Nama - Ba Ying


Senjata - Tongkat sihir


***


Di hadapan dua orang itu, seorang Magus bersama seorang roh heroik laki-laki usia menengah yang terlihat sangat agung, beebalutkan baju zirah yang khusus untuk bangsawan raja-raja, memegang panah dan sekumpulan anak panah tersampir di pundaknya.


Semua dapat menebak roh heroik pria yang terlihat agung itu seorang archer.


Nama - Qin Shi Huang


Senjata - Pedang dan Panah.


Riwayat tempur - Kaisar Negri Tirai Bambu puluhan ribu tahun lalu. Merupakan ahli pertempuran dan peperangan. Sulit di taklukkan karena jangkauan senajata yang sangat jauh.


Tambahan - Resisten dengan sihir tingkat rendah.


Tambahan - Tidak terlalu membutuhkan suplai energi dari masternya, berbahaya untuk ahli pedang dan assasin yang bertempur dengan jarak dekat.

__ADS_1


Master nya seorang ras manusia yang berdiri di samping nya, seorang Magus - juga bersenjatakan tongkat sihir. Kedua master dengan roh heroik mereka siap-siap meledak dalam pertarungan hidup dan mati.


System sihir dan Array menjelaskan bio Master itu,


Nama - Dugu He


Pekerjaan - Magus ahli sihir


Senjata Tongkat sihir


Keheningan di pecah lagi dengan suara keras..


"Apakah kita sudah akan memulai pertarungan ini?" tanya Fey master Saber itu.


"Dengan senang hati. Aku kepingin melihat, siapa master yang kuat mengendalikan roh heroik dan siapa yang akan memenangkan duel ini" jawab master - Magus heroik itu.


Hening.. !


Watanabe Tsuna lalu mengayunkan Pedang Matahari Hilang di tangannya. Tubuhnya melesat cepat ke angkasa, terlihat seperti gerakan malaikat meluncur terbang..


"Pedang Matahari Hilang.. Mulailah bernyanyi. Nyanyikan lagu kematian !"


Ketika Tsuna Watanabe melesat ke angkasa, ketika dia memerintah Pedang Matahari Hilang untuk bernyanyi kematian, di saat itulah Ba Ying - Fey penyihir itu merasakan dadanya sesak. Sejumlah besar energi hilang di serap roh heroiknya.


Pedang Matahari Hilang terlihat seperti menanggapi perintah Watanabe, ketika sejumlah energi sihir lolos meluncur dengan deras memasuki gagang sampai sekujur pedang... Pedang Matahari Hilang terlihat berpijar seperti sinar matahari sungguhan.


"Dia meresponse perintah Roh Saber itu !" teriak penonton.


Pedang itu memanipulasi sejumlah energi lalu membentuk pusaran angin raksasa - itulah angin tornado yang amat sangat besar, semua terkompresi di ujung pedang.


Angin torando raksasa itu lalu semakin lama semakin besar - menimbulkan suara riuh seperti badai - terasa menindas, membuat ruang dan waktu di sekitarnya terlihat seperti melengkung, terhisap ke ujung pedang.


Watanabe meraung keras dan melempar satu tebasan kearah Qin Shi Huang.


Langit serasa tercabik, ruang dan waktu penciptaan terkoyak-koyak berubah menjadi kehancuran. Kiamat ! ini seperti kiamat kecil yang kekuatan dahsyatnya jatuh menerpa Qin Shi Huang - sang Archer.


Wajah Dugu He memucat. Wajahnya dia berubah dengan raut yang buruk. Dia menyalurkan energi ke Archer heroiknya...


"Tidak perlu memboroskan energi sihir anda master. Aku independen. Ketika diriku kehabisa energi, maka aku akan meminta dari anda..."


Mendengar itu wajah Dugu He kembali berubah cerah dan tidak kuatir lagi, sementara Archer itu terlihat mulai bergerak, dia mengangkat busur dan anak panah nya.


Dugu He bersyukur dalam hati. Roh heroiknya tidak terlalu tergantung dengan suplai energi dari tubuhnya.


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2