
"Jadi begini ceritanya. Organisasi Selubung Ilahi tempat aku bergabung selama di Kota Kuno Utara ini memiliki banyak misi yang harus diselesaikan petugas pembunuh bayarannya.
Kebetulan misi yang aku ambil adalah mengawal keberangkatan seorang Murid inti Klan Qilin bernama Orhideya untuk kembali pulang ke Suku Wu Yi dimana Klan Qilin berada"
"Orhideya, gadis itu membawa sebuah artefak suci, sebagai upeti atas Aliansi yang dibentuk Klan Qilin dengan sebuah Sekte tertutup di Kota Kuno. Sebagai informasi, ada banyak sekte aneh dan tertutup di utara sini".
"Imbalan yang akan diberikan Organisasi jika aku berhasil mengantar Orhideya tiba dengan selamat ke Klan Qilin adalah Pil yang dapat membantu ku untuk bertahan dan menembus Alam Pencerahan Suci Bintang 10 dan 11. Tentu saja aku amat antusias karena aku hanya berniat menerobos alam SAINT dengan predikat minimal SAINT Bumi"
"Dan lagi, kupikir misi ini adalah sebuah misi sederhana, yang hanya mengawal dan mengantar seorang gadis ke Barat Laut dimana Suku Wu Yi berada. Lalu sesudahnya hadiah misi akan kuterima dan aku lanjut berkultivasi.
"Siapa menyangka ternyata artefak kuno yang menjadi hadiah tanda persahabatan Aliansi itu, ternyata adalah benda yang menjadi incaran banyak ahli di wilayah perbatasan Tengah dan Barat Laut ini".
"Di perjalanan, kami di serang dan Orhidheya berhasil di culik bersama upeti tanda persahabatan itu. Aku tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Klan Qilin, jika Orhideya tidak datang bersamaku, dengan artefak hadiah itu. Selanjutnya kalian telah mengetahui ketika aku bertempur melawan Ahli Pedang Racun itu"
Ye Bing Qing menghela nafas dalam-dalam...
"Mungkin aku akan pergi ke Ibukota Sembrani Besi dan menyelidiki keberadaan Orhideya serta artefak hadiah itu" kata Ye Bing Qing mengakhiri ceritanya.
Sima Yong tersenyum senang,
"Jadi tujuan akhir kamu adalah Sekte Qilin di Suku Wu Yi Barat Laut itu? Aku menjadi bertanya-tanya. Tujuan kami adalah sama, yaitu berjumpa Klan Qilin yang misterius itu, apakah ini merupakan kebetulan?".
"Pada mulanya aku bingung, akan memulai dari mana untuk menemui Klan Qilin itu. Rupa-rupanya keberuntungan menghampiriku. Anda juga memiliki tujuan yang sama, bahkan memiliki koneksi berupa murid langsung Sekte Qilin" kata Sima Yong dengan gembira.
"Akan tetapi saat ini kita tidak dapat pergi menjumpai Klan Qilin itu. Orhideya beserta Artefak yang merupakan upeti itu, tidak diketahui keberadaan nya. Aku tidak dapat langsung balik ke Kota Kuno di Utara. Organisasi pasti tidak akan mengampuni ku karena kegagalan ini" desah Ye Bing Qing.
Spontan Sima Yong menjawab, berhubung urusanku juga adalah ingin menjumpai Klan Qilin itu, maka ijinkan aku membantu mu mencari informasi keberadaan gadis Klan Qilin itu" Jelas Sima Yong.
__ADS_1
Tentu saja Ye Big Qing sangat tertarik dengan penawaran Sima Yong itu. Mereka sepakat untuk menyelidiki keberadaan Orhideya dan Sekte Pedang Beracun di Negri Sembrani Besi.
Perahu roh itu pun berbalik arah dan meluncur menuju Ibukota Sembrani Besi.
>>>>>>
Empat orang itu berjalan memasuki Ibukota Sembrani Besi, setelah Ye Bing Qing mengubah penampilannya menjadi lebih tersamar.
Kota ini meskipun bukan tempat yang menjadi markas utama Sekte Pedang Beracun, namun terdapat banyak mata-mata yang akan mengawasi musuh-musuh sekte lalu melaporkannya ke sekte.
Sebagai praktisi yang pernah bertikai dengan Sekte Pedang Beracun beberapa waktu lalu. Tentu saja itu Ye Bing Qing tidak menginginkan dirinya dikenal dengan mudah oleh orang-orang Sekte Pedang Beracun atau mata-mata sekte itu.
"Tempat makan adalah spot yang paling mudah bagi seseorang mencari informasi" Kata Sima Yong. Dia lantas memasuki sebuah restoran yang besar di Kota Sembrani Besi itu. Nama nya adalah "Kenangan Senja".
Setelah memesan sejumlah makanan, Sima Yong memanggil lagi si pelayan. Dengan gerakan tergopoh-gopoh pelayan muda yang terlihat cukup cerdas itu datang memenuhi panggilan Sima Yong,
Tangan Sima Yong terbuka, dan beberapa Blue Manna tampak berkilauan...
"Terimalah hadiah kecil ini sebagai bentuk apresiasi dari kami"
"Sreet.." dua puluh batu Blue Manna tingkat tinggi digeserkan ke arah pelayan itu. Mata pria itu terbelalak dalam rasa terkejut. Baru kali ini dia melihat seseorang yang begitu royal memberikan du pulu blue manna peringkat tinggi sebagai hadiah kepadanya.
"Akan t-tetapi t-tuan, rasa pelayanan yang aku berikan adalah pelayanan yang standar..." dia terlihat ragu-ragu. Namun tangan kirinya dengan cepat menyembunyikan dua puluh Blue Manna peringkat tinggi kedalam saku bajunya.
Kini dalam sikap yang semakin hormat dia membungkuk,
"Terima kasih kebaikan tuan muda. Sebagai balas budi, tuan dapat menanyakan dan memberi tugas apa saja kepada A-kok. Apakah tuan-tuan ini akan mencari layanan gadis-gadis Wu Yi yang terkenal ramah pelayanannya itu?" Pelayan bernama A-kok itu ternyata seseorang pemandu yang amat profesional.
__ADS_1
Dia tahu, ketika seseorang memberikan tip yang amat besar, itu berarti tamu menginginkan sesuatu yang dia kerjakan atau informasikan. Dan hampir semua tamu-tamu asing di kota itu selalu meminta A-kok untuk menghubungi gadis-gadis dari Suku Wu Yi yang menjual diri, mengantar gadis-gadis itu ke tamu mata keranjang, lalu mereka memberinya tambahan tip berjumlah besar.
Memangkecantikan yang terasa asing namun memukau dari gadis-gadis Suku Wu Yi itu, menjadi daya tarik bagi lelaki hidung belang yang melancong di Kota Sembrani Besi.
Pelayan itu lalu terlihat cengengesan, mata nya melirik kearah mereka tiga pria bersama seorang yang tidak diketahui gendernya (karena mengenakan Dou peng semacam caping yang memiliki cadar guna menyamarkan wajah).
Fei Ma hampir-hampir kehilangan kesabaran ketika melihat pelayan itu terkekeh, serta memandang mereka layak nya mereka adalah pria hidung belang. Fei Ma berusaha menahan diri, dimana sesungguhnya dia telah kepingin menarik lidah pelayan yang terkekeh dalam suara parau itu.
"Kami bukan datang melancong dan bersenang-senang. Kedatangan kami di Ibukota Sembrani Besi adalah untuk berdagang, dan bertemu klien dari kalangan Praktisi bela diri"
"Apakah kamu memiliki kontak atau seseorang yang tahu lokasi Sekte Pedang Beracun?" tanya Sima Yong bersikap santai.
Tampak perubahan besar di wajah pelayan itu, manakala Sima Yong menyebutkan nama Sekte Pedang Beracun. Sepertinya Sekte itu sangat di takuti di Negri Sembrani Besi ini.
"Mungkin anda sedikit lupa dengan keberadaan sekte itu, namun kami sangat membutuhkan informasi ini untuk melakukan penjualan bahan-bahan herbal dari Timur" desak Sima Yong. Tangannya menyodorkan dua puluh Blue Manna, yang langsung membuat wajah pelayan itu menjadi berseri.
"Ah... seketika aku teringat. Ada seseorang kontak Sekte itu, yang bekerja di Rumah Judi "Gunung Keberuntungan". yang tahu dimana letak Sekte Pedang beracun. Hanya pria bernama Wan Hui di rumah judi itu yang memiliki akses menuju lembah Pedang Beracun. Tidak seorangpun yang mengetahui tempatnya atau pernah pergi ke lembah Pedang Racun, selain Wan Hui itu" Dengan cepat tangan pelayan itu meraup dua puluh Blue Manna dan buru-buru pergi kebelakang.
Keempat orang itu saling melempar pandangan, dimana Fei Ma terlihat hampir tidak dapat mengendalikan kesabarannya. Beruntung pelayan itu telah pergi, sehingga Fei Ma tidak menurunkan tangan besi kepada pelayan mata duitan itu.
Mereka pun menikmati santapan yang di sajikan, dimana Fei Ma yang paling lahap. Dia menyantap daging seolah-olah telah berbulan-bulan tidak pernah menyantap hidangan lezat...
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1