
Berbeda dibanding Yu Mian yang harus mengikuti ujian masuk untuk dapat menjadi pegawai istana di bagian dapur. Wei Park tidak terlalu mengalami banyak kesulitan, ketika dia mengganti pakaiannya dengan baju kumal yang mengubah penampilannya terlihat menyerupai pelajar rudin (miskin sekali) yang kekurangan gizi.
"Paman, apakah anda membutuhkan tenaga kerja membantumu?
Telah dua hari lamanya aku tiada jua menyentuh makanan. Mohon belas kasihan anda, membiarkanku membantumu dalam mengangkut kayu-kayu bakar itu dan menjadi sais kereta. Aku tidak berharap banyak, sekali cukup menggaji dengan satu tail perak setiap bulan.
Asalkan aku diberi makan 3 kali sehari dan memberiku tumpangan untuk tidur di malam hari, itu sudah cukup" Wei Park memasang wajah paling sedih yang mampu dia lakukan.
Tampak seorang pelajar yang tampak mengenaskan menghampiri Li Tao, salah satu pemasok kayu bakar di bagian dapur istana, membuat orang tua pedagang pemasok kayu bakar itu cukup terkejut.
Memang, telah beberapa hari ini Wei Park mengamati di bagian belakang istana, dan dia memperoleh informasi jika bagian dapur Istana Rajawali Agung memiliki 5 pemasok tetap kayu bakar.
Li Tao ini adalah salah seorang diantara kelima pemasok itu. Wei Park telah menyelidiki jikalau Li Tao baru-baru ini memecat seorang karyawannya, sehingga Li Tao agak mengalami kesulitan ketika mengerjakan memuat kayu bakar dan memasoknya ke istana.
Kontan saja permintaan Wei Park itu langsung di iyakan oleh Li Tao, dimana dia lantas menampung pelajar rudin itu dan mempekerjakannya sebagai karyawan pengangkutan kayu bakar dan memasoknya ke istana.
******
Xong Hui Yong sedang duduk-duduk santai di lantai dua Restoran Dua Sahabat, ketika itu dia mendengar percakapan dua pengunjung lainnya yang memperbicangkan Kelompok Seni dari Barat yang khusus di undang untuk memeriahkan acara pelantikan Putra Mahkota Kekaisaran Rajawali Agung.
"Yang aku dengar, kelompok seni ini akan menampilkan atraksi-atraksi memukau seperti tarian, musik dan demonstrasi akrobat unik"
"Apa yang kamu maksud demonstrasi akrobat unik itu" tanya kawan si pengunjung.
"Demonstrasi unik adalah keahlian tarian dan demonstrasi keindahan tarian pedang, yang diiringi musik memukau. Konon hanya pekerja seni berpengalaman saja yang mampu memadukan dua seni ini sehingga indah di pandang mata" jawab si pengunjung.
Xong Hui Yong lantas menajamkan pendengarannya untuk lebih menangkap pembicaraan dua orang itu.
"Jika kita buru-buru dan menyelesaikan santap siang ini dengan cepat, maka mari pergi melihat-lihat kedatangan Kelompok Seni 'Xifang Meinu' itu.
Yang ku dengar, kapal roh mereka siang ini akan berlabuh di alun-alun Kotaraja Ju Ying" si pria pengunjung itu memamerkan kemampuannya mengumpulkan informasi,
Sementara kawannya dengan mata berbinar berkata,
"Ayo segera kita selesaikan santap siang ini. Aku ingin melihat-lihat gadis-gadis cantik di kelompok seni itu"
Dua orang itu buru-buru menyelesaikan santap siang mereka, dan tidak menyadari, pria cantik yang duduk di bangku samping mereka telah menghilang menyisakan beberapa keping koin di meja.
******
__ADS_1
Xong Hui Yong memperhatikan satu demi satu anggota kelompok seni Xifang Meinu itu turun dari kapal roh. Samar-samar dia mendengar teriakan,
"Kita akan di karantina sehari di 'Hotel de Ju Ying' dan berlatih disana. Setelah pemeriksaaan sehari, kita baru akan diijinkan untuk memasuki istana untuk nginap disana" seorang pria berkumis mengenakan turban dan balutan busana unik berteriak dengan keras. Tatapan Xong Hui Yong mengunci ke pria berkumis.
"Sepertinya si kumis itu adalah pemimpin kelompok ini" batin Xong Hui Yong. Dia langsung mendekati dan mengikuti kemana langkah pemimpin kelompok Xifang Meinu itu pergi.
Dengan mengendarai kereta kuda yang besar-besar untuk memuat banyak orang dan barang, semua anggota kelompok seni yang terdiri dari wanita-wanita penari dan penyanyi, laki-laki pemain musik dan tenaga akrobatik. Xong Hui Yong sendiri, ikut menyusup seolah-olah dia merupakan bagian dari kelompok itu.
Malam hari ketika kelompok seni itu melakukan latihan, tibalah di acara puncak yaitu pertunjukan akrobatik tarian di gabungkan seni keindahan beladiri.
Gadis cantik itu meliuk di untaian tali yang terikat di tiang setinggi 32 kaki (10 meter). Tubuhnya berayun-ayun sambil menari-nari indah dengan pedang berputar seperti tarian. Musik pengiring pun tak kalah indahnya mengalun sehingga menambah kesan dramatis atas tarian akrobatik gadis bintang utama itu.
Tatkala musik dimainkan dengan irama yang cepat dan mendebarkan, pertanda pertunjukan menuju *******. Tampak si gadis bintang utama itu harus melakukan persiapan meluncur dari ketinggian 32 kaki itu.
Manakala si gadis akrobatik itu meluncur cepat kebawah, mendadak tali yang seharusnya menjadi pijakan si gadis bintang utama itu putus di ketinggian 15 kaki.
Semua orang menjerit ngeri tatkala melihat gadis bintang utama itu meluncur bebas, jatuh ke tanah.
"wush.!"
Beruntung bagi gadis itu, tatkala si kumis pemimpin kelompok seni sempat menyambar gadis malang itu mseki agak terlambat. Lantas kedua orang yang seperti berpelukan itu, terguling-gu;ing akibat hempasan kekuatan luncuran tadi.
Akan tetapi malang tak dapat di tolak, betis kanan si bintang utama mengalami cidera patah, dan dia tidak dapat melanjutkan pertunjukan. Beberapa petugas peralatan saling menyalahkan bahwa tidak dilakukan cross cek terhadap tali yang akan digunakan latihan itu.
Di sudut lain tempat latihan itu, dimana orang-orang tidak memperhatikan dengan jelas, terlihat bibir Xong Hui Yung menyunggingkan tersenyum tipis.
Saat ini pemimpin kelompok seni diliputi rasa masgul yang mendalam (masgul adalah bersusah hati karena suatu sebab). Wajahnya terlihat murung, karena bintang utama pertunjukan mereka mengalami kecelakaan.
Dia sedih hatinya karena dengan berkurang nya penampilan bintang utama nanti, reputasi mereka sebagai pekerja seni penghibur dapat rusak dan di manfaatkan kelompok lain dengan menjatuhkan mereka. Bahkan hal terburuk, bisa-bisa kelompok mereka akan di gantikan dengan pekerja seni lainnya.
Ketika hatinya di landa rasa kalut tidak keruan itu, sekonyong-konyong seorang pria berwajah cantik muncul di hadapannya,
"Tuan berkumis yang tampan... apakah anda memerlukan seorang gadis akrobatik pengganti yang mampu melakukan tarian seperti tadi?
Aku pikir, rasanya aku mampu melakukan tarian akrobat seperti itu. Pengalaman ku di rumah hiburan Ye Hua Meili yang pernah terkenal di Kotaraja Ju Ying ini.
Anda dapat menanyakan reputasi keahlianku ini ke beberapa bangsawan terkenal ibukota"
Xong Hui Yung tersenyum dengan manis, dan membuat kepala pemimpin kelompok seni itu pening. "Meskipun dia terlihat cantik, namun bukankah dia seorang laki-laki?"
__ADS_1
Dia sebenarnya sangat terperanjat ketika melihat pria halus, namun berwajah cantik di hadapannya itu, berminat untuk menjadi artis penari di pertunjukkan utama kelompok seni mereka. Dengan tawar dia berkata,
"Benarkah seperti itu nona? Apakah kita telah dapat memulai audisi anda?"
Sengaja pemimpin kumis itu menyebut 'nona' dengan maksud menekankan bahwa pertunjukan utama ini hanya di khususkan untuk seorang perempuan yang melakukannya sebagai bintang utama.
Xong Hui Yung tetap memasang senyuman ramah di wajahnya. Dengan halus dia berkata,
"Beri aku waktu satu bakaran hio untuk merias wajah dan bersalin pakaian yang pantas untuk pertunjukan ini nanti"
Satu bakaran hio telah lewat, namun pria cantik itu belum juga keluar dari kamar ganti artis seni. Si pemimpin kelompok seni mulai di landa rasa tidak sabar menunggu si cantik itu keluar dari kamar rias.
Baru saja dia akan berteriak memerintahkan agar si cantik tadi bergegas menyelesaikan pertunjukan audisi yang dia janjikan, sekonyong-konyong hidung nya di jejali aroma harum mempesona yang memabukkan.
Lalu dari dalam kamar rias itu, melangkah dengan anggun seorang perempuan cantik, teramat cantik malahan. Di dalam riasan anggun layaknya putri kerajaan, dia melangkah anggun menuju untaian tali yang akan di jadikan alat utama pertunjukan akrobat nanti. Harum pewangi tubuh yang di gunakannya, seolah memberi perasaan rileks bagis siapapun.
Pemimpin kelompok seni, si kumis dibuat melongo,
"A-apakah dia betul-betul pria cantik yang tadi menyatakan diri akan menjadi artis pengganti? B-bagaimana m-mungkin?" si Kumis kini melongo. Berulang kali dia mengucek matanya, seolah tidak percaya dengan penglihatannya.
Perempuan cantik itu lalu melirik malu-malu ke arahnya. Dalam suara halus dia berkata,
"Tolong.. musik pengiring telah dapat di mainkan tuan.."
Si kumis memberi titah agar pemain musik memainkan lagu yang sebelumnya telah mereka mainkan. Dia semakin dia buat melongo, ketika perempuan cantik itu melenggok bagaikan ular, merayap lincah menaiki tali panjang itu hingga tiba di puncak simpul tanpa kesulitan.
Dari ketinggian diatas sana, perempuan itu mulai menari sambil memegang pedang, gerakannya sangat mirip dengan gerakan penari yang patah kaki itu. Bahkan perempuan ini terlihat lebih halus dan dalam beberapa atraksi lompatan, dia tidak membutuhkan tali, seolah-olah dia memiliki sayap dan terbang mengelilingi untaian tali.
Semua orang bertepuk tangan gembira, karena atraksi yang di tampilkan betul-betul atraksi yang sangat profesional. Si kumis tetap melongo hingga akhir pertunjukan.
Perempuan cantik itu meluncur turun sangat cepat, dalam posisi kepala di bawah dan kaki diatas, terbelit sisa untaian tali. Dari ketinggian 32 kaki, hanya dengan sedikit simpul yang nyaris tak terlihat, perempuan cantik itu mendaratkan kakinya di tanah, di sambut gegap gempita semua artis pertunjukan seni Xifang Meinu itu.
Dengan mata berbinar penuh harapan si kumis mendekati Xong Hui Yung dan berkata dengan lantang,
"Anda di terima sebagai artis pengganti. Ini adalah tanda pengenal anda agar leluasa memasuki istana besok. Siapa nama anda? tolong biarkan petugas kami mencatat nama anda di dalam daftar artis kelompok ini.."
"Xong Hui Yung. Itu nama ku" senyum merekah di bibir pembunuh bayaran itu.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.