
Malam demikian kelam, bulan tidak terlihat sama sekali dan suara burung malam terdengar memekik dalam pekikan jeritan mengerikan. Pada sebuah gua di gunung yang agak jauh dari Kota Tepian Barat, tiga orang berpakaian gelap dengan simbol-simbol sihir di dada terlihat menyalakan api didalam kelamnya malam.
"Apakah kalian telah siap? Kata pria usia 35 tahun kepada dua orang lainnya yang usianya dibawah dia, mungkin usia sekiar 25 sampai 27 tahun. Pria usia 35 tahun itu adalah seorang Magus kuat yang berasal dari satu Klan Keluarga Magi marga Ye, dan dia bernama Ye Yang.
Ye Yang ini adalah jenius terbaik yang paling menonjol di Klan Ye, salah satu Klan Magi yang sengaja menyembunyikan nama di Kota Tepian Barat. Sedangkan dua orang lainnya, adalah pengikut Klan Ye dan di sebut anak magang itu, masing-masing mereka adalah Magus muda bernama Xheng Yi dan Guo Yang.
"Kami telah siap !" jawab Xheng Yi dan Guo Yang bersamaan.
Ye Yang lantas membuat gambar besar diatas tanah di gua terpencil itu. Tangannya dengan kuat menggores lima garis lurus menggunakan kuas khusus untuk aksi sihir, lalu membentuk simbol pentagram yang besar. Dua pengikutnya buru-buru memasang lima buah lilin di ujung simbol berbentuk bintang tajam itu. Mulut mereka komat-kamit mengucapkan rapalan magecrat.
Buru-buru Ye Yang langsun menuliskan simbol-simbol sihir yang kuat di setiap ujung lukisan lalu meletakkan magecraft kuat untuk menjaga agar pentagram itu tidak bakal rusak ketika Roh Pahlawan itu muncul nanti.
Dia mengelus katalis yang akan di gunakan untuk pemanggilan Roh Pahlawan. Semua Magi tahu, katalis pemanggilan itu haruslah benda yang di buat secara sihir oleh ahli-ahli khusus. Ye Yang menatap katalisnya yaitu sebuah Kalung Emerald yang menjadi artefak kebanggan Klan Ye.
Perlu diketahui disini, bahwa untuk pemanggilan satu Roh Pahlawan untuk menjadi servant, di perlukan katalis berupa artefak kuno atau apapun berupa benda pusaka yang berharga, di samping command spell yang merupakan tanda persetujuan dan pengakuan dari Relikui Naga.
***
"Sekarang !" tangis Ye Yang sambil memandang dua pengikutnya mulai kesurupan. Ketiga orang itu lalu melantunkan senandung berbahasa aneh dan rumit, yang hanya dapat di mengerti oleh para Magi.
Tidak berapa lama kemudian, ruang di dalam gua itu berubah menjadi seperti melengkung, bergelombang, lalu berputar-putar seperti aden film yang berpusing-pusing. Kondisi itu membuat pusing kepala dua Magi magang di Klan Ye itu. Xheng Yi sudah hampir mengeluarkan isi perutnya...
Keduanya memang masih lemah, namun Ye Yang terlalu percaya diri, mengatakan bahwa dia yang akan bertanggung jawab terhadap keselamatan anakmagang itu.
"Diam ! Jangan bergerak bentak Ye Yang sengit.
Saking takutnya dengan Tuan Muda Ye Yang itu, Xheng Yi dan Gui Yang menahan diri, dari perasaan mual karena dunia terasa berputar dan tidak stabil.
Tidak lama kemudian, terdengar satu suara kuno yang seperti berbicara dari kejauhan, namun suaranya sangat jelas didengar tiga Magus itu...
"Siapakah yang demikian berani memanggilku ini? Tidak tahukah kamu kalau aku masih demikian lelah, belum pulih kekuatanku dari Perang Suci Relikui Naga sebelumnya, dan kini seseorang telah menarikku dari dunia roh itu" nada suara itu terdengar kesal.
__ADS_1
Suara itu demikian mengerikan, membuat Magi magang itu Xheng Yi dan Gui Yang mulai terkencing-kencing dalam rasa ketakutan.
Berbeda hal nya dengan Ye Yang. Anak muda itu dengan sigap berlarilari dan kembali melempar satu magecraft kedalam lingkaran di tengah pentagram, yang kemudian menimbulkan kepulan asap berwarna putih.
Wush !
Satu sosok berdiri di tengah-tengah pentagram itu. Di kiri dan kanan pinggangnya tersampir masing-masing sebilah samurai panjang. Rambutnya demikian panjang, di biarkan jatuh tergerai sepanjang pinggang, dan sebagian lagi menutupi wajahnya. Tubuhnya terlihat amat jangkung, terlalu tinggi untuk ukuran manusia normal pada umumnya.
Ketika angin bertiup dan rambutnya tersibak, terlihat wajah dingin yang mengenakan topeng tengkorak. Topeng tengkorak nya betul-betul terbuat tengkorak manusia yang terlihat telah lapuk dan retak-retak, sehingga memberi kesan seram di wajah bertopeng yang memang telah seram, kesan itu semakin dalam dan menimbulkan rasa mual.
"Kamu assasin? Katakan siapa namamu?" tanya Ye Yang memerintah.
Assasin perempuan itu tidak mengindahkan pertanyaan Ye Yang, dia balik bertanya,
"Apakah perang suci akan dimulai lagi? Dan kamu siapa?" mata hitam dibalik topeng lapuk itu terlihat meneliti Ye Yang baik-baik. Katanya..
"Aku tidak percaya seorang Magus dengan kekuatan rendah seperti kamu, sudah merepotkan dengan memanggilku dari tidur panjangku.
Kamu bermimpi jika inginmenjadi Masterku" suara assasin itu terdengar mengejek. Namun dia tidak mengangkat wajah dan menatap tiga Magi itu.
Kepulan asap putih meledak, Assasin itu hanya termundur namun dia masih tetap di dalam lingkaran pentagram itu. Xhe Yi dan Guo Yang sudah kepingin lari saja, meninggalkan Ye Yang sendirian di dalam gua.
Kedua Magus magang itu sebenarnya telah merasakan hawa penolakan yang kuat dari assasin, dan mereka mulai merasa sesuatu tidak beres sebagai alarm bahaya. Tapi Ye Yang masih demikian percaya diri dengan kekuatan sihirnya. Dia adalah jenius Klan Ye !
Suara Assasin itu kini terdengar semakin dingin, pertanda dia telah marah besar marah. Magecraft yang di lemparkan Ye Yang membuatnya kesakitan untuk sesaat. Katanya...
"Aku tidak kepingin untuk di perbudak Magus lemah seperti kalian. Pentagram ini bahkan terlalu lemah dan memiliki banyak celah sehingga aku dapat keluar kapan saja dari benda ini"
Sekonyong-konyong tiga orang itu terperanjat, tatkala mereka melihat Assasin perempuan bertubuh jangkung itu telah berada diluar gambar pentagram penuh magecraft itu. Roh Pahlawan itu keluar dari pentagram tanpa kesakitan karena pengaruh ikatan pentagram apalagi terbakar magecraft ! "Lemah ! Terlalu lemah" suaranya mendesis seperti ular tua.
"B-bagaimana mungkin..." teriak Ye Yang tidak percaya.
__ADS_1
Akan tetapi Ye Yang hanya sempat bersuara kurang dari satu tarikan nafas saja. Dengan sekali gerakan lambaian tangan saja, dengan ajaib di tangan Assasin roh itu, terlihat satu benda merah yang masih bergerak-gerak. Jantung manusia !
Assasin itu tanpa terlihat bersusah payah sama sekali, tahu-tahu telah membuat satu gerakan cepat, menerobos dan merogoh jantungnya keluar dari dada itu. Dia Ye Yang langsung menghembuskan nafas terakhir nya.
Xhe Yi dan Guo Yang menggigil di tempat. Namun mereka tidak perlu repot-repot untuk menangis meminta pengampunan. Tangan assasin roh itu terjulur panjang-panjang, mempertontonkan tangan kurus sepucat bulan. Tahu-tahu saja Xhe Yi dan Guo Yang telah tekulai roboh, jatuh ke tanah dalam keadaan tak bernyawa.
Assasin itu kemudian tertawa keras-keras, terdengar dengan suara kuno yang berasal dari alam jauh sekali..
"Hanya dengan kemampuan sihir serendah itu, berani-beraninya memanggil ratu ini dari tidur panjang..."
Kemudian Roh assasin masuk lagi kedalam pentagram, dan dia menghilang di dalam simbol hitam itu. Masih terdengar suaranya samar-samar
"Aku masih lelah dengan peperangan sebelumnya. Perjalanan Roh seperti kami ke dunia fana ini, membuat kekuatan roh aku cepat terkuras. Semoga tidak ada lagi Magus bodoh yang memanggil ku" suaranya mencoba mengambil hati orang dalam nada pilu, namun yang terdengar adalah suara serupa suara iblis menangis.
******
Sima Yong berjalan di jalan Kota Tepian Barat dengan gembira. Dia telah paham dengan cara memanggil Roh Pahlawan kuno serta mengurung mereka dalam pentagram unik ajaran Magus tua itu.
"Tidak terlalu sulit untuk menggambar pentagram dengan kekuatan sihir. Kekuatan jiwaku sudah mencukup untuk memanggik Roh Pahlawan dengan kemampuan tinggi" gumam Sima Yong.
Dia mengelus Pedang Emas Suci di cincinnya dan membatin,
"Aku akan menggunakan katalis apa nanti? Apakah Pedang Emas Suci ataukah Tiga Topeng Gorgon itu?
Ah akan kupikirkan. Sebaiknya aku membaca buku yang di pinjamkan Magus tua itu, lalu memilih kelas terkuat yang akan menjadi Servant ku"
Sima Yong tersenyum-senyum senang membayangkan antara : Roh Saber (ahli pedang), Lancer (ahli tombak), Archer (pemanah), Rider (penunggang), Caster (penyihir), Assasin (pembunuh) atau Berserker yang akan menjadi pelayan nya (servant).
"ah.. Aku bingung" katanya sambil masuk ke kamar, membuat persiapan pemanggilan.
Btw... Menurut reader semua, klas atau type apakah yang sebaiknya akan menjadi servant jago kita? Tulis dan beri alasan di kolom komen ya. Jawaban terbanyak dengan alasan terbaik akan membuat author membuat kisah menggunakan servant pilihan terbaik menemani jago kita di perang suci Relikui Naga nanti...
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...