
Malam itu semua orang begitu bersemangat menghadiri jamuan makan malam yang di adakan Kaisar SeongGye di istana. Hanya beberapa pejabat penting dan militer Kerajaan yang diundang dan diijinkan untuk menghadiri jamuan itu.
Sima Yong termasuk didalam kelompok yang diundang menghadiri jamuan makan tersebut, tentu saja karena bakat dan kemampuannya mengobati jiwa naga air Istana yang kini berangsur memulih, membuat dia menjadi tamu penting.
Bahkan Ju Lianyi dan yang lainnya tidak diijinkan mengahdari jamuan itu. Sima Yong akhirnya hadir sekalian menjadi pengawal Pangeran Ju Qin.
Sima Yong sebenarnya merasa sedikit gelisah. Dia telah membaca dari salinan yang diperoleh dari Patriak Ryu Baek dimana teks tersebut menyebutkan bahwa salah satu bahan yang penting untuk membangkitkan Roh di Relikui Gemala Feniks adalah selembar daun tanaman roh bernama "Daun Api Abadi".
Daun api abadi itu adalah sebuah tanaman roh langka yang disebutkan di pelihara pihak kerajaan dan menjadi pusaka kerajaan. Konon tanaman itu adalah tanaman roh yang menjadi kesayangan Kaisar SeongFye.
Kabarnya tanaman daun api abadi ini merupakan hadiah khusus dari seseorang sahabat baik kaisar terdahulu, dimana ketika masa muda bertemu seseorang dan menjalin persahabatan. Orang itu kabar selanjutnya telah menjadi Pendeta Agama Tao di Barat sana. Menurut Pendata Tao itu, Tanaman in hanya terdapat beberapa saja di Benua Penyaringan Dewa.
Oleh karena sedemikian angka dan berharga, sehingga tidak seorangpun diijinkan untuk menyentuh Tanaman Daun Api Abadi.
Bahkan saking berharganya tanaman itu dimata kaisar, dia sampai menempatkan ahli sihir istana untuk menjaga dan merawat tanaman tersebut.
******
Acara jamuan di mulai, dan Kaisar terus berbicara dengan gembira. Hatinya masih dipenuhi suka cita karena naga air istana berangsur pulih. Di sela-sela kegembiraan jamuan malam itu, Kaisar SeongGye mengatakan bahwa dia ingin memberi Sima Yong hadiah.
"Anda dapat menyebutkan hadiah apa yang anda inginkan anak muda. Kaisar ini akan berusaha memenuhi permintaan anda" sambil tangannya menenggak arak wangi yang mengalir ke kerongkongan nya dalam sekali "slurrp".
Melihat adanya kesempatan untuk memperoleh Daun api Abadi, Sima Yong lalu berkata...
"Kaisar amatlah baik dan bijaksana. Anakmuda ini tidaklah berani anak muda ini tidak berani serta-merta meminta imbalan atas apa yang telah anakmuda ini berikan...."
"Akan tetapi jika Kaisar memang berkenan dan memaksa, ijinkan anak muda ini meminta selembar daun dari tanaman yang dikenal bernama tanaman daun api abadi....."
Keadaan yang tadinya begitu ramai dalam kegembiraan, seketika menjadi hening.
Beberapa orang bahkan menahan nafas. Anak muda itu menyebutkan bahwa dia meminta selembar daun api itu? Bukankah dia terlalu berani??? Tidakkah dia tahu bahwa Kaisar SeongGye amat menghargai dan menyayangi tanaman Daun Api abadi???
Akan tetapi hal yang di takutkan semua orang tidaklah terjadi. Jika mereka mengira kaisar akan meledak dalam amarah, kenyataan yang terjadi amatlah bertolak belakang. Dengan sebuah tawa yang amat keras, kaisar berkata...
"Hahahaha.. jika memang daun api itu yang diinginkan anak muda ini... maka kaisar ini tidak dapat menolak. Kebaikan anda telah mengobati jiwa mahluk mitos penjaga istana kami yaitu naga air tidak dapat aku balas dengan imbalan yang sesuai"
Semua orang merasa lega. Kaisar tidak meledak dalam amarah. Keadaan menjadi meriah kembali. Makanan dan minuman mengalir memenuhi jamuan makan malam itu.
__ADS_1
Akan tetapi sekonyong-konyong terdengar seseorang berbicara dengan suara yang mengandung hawa Qi yang kental, dan suara itu amat menindas. Keributan kegembiraan itu seketika terdiam didalam penindasan,
"Tanaman Roh Daun Api Abadi adalah tanaman sihir yang amat berbahaya jika di miliki seseorang berkekuatan sihir rendah. Jika daun itu di rampas dan digunakan orang jahat untuk mempraktikkan sihir jahat, aku takut akan terjadi gelombang kekacauan di dunia sungai telaga"
Semua mata tertuju kearah seseorang yang sejak awal jamuan di mulai, hanya berdiri diam tidak jauh dari Kaisar Seongye. Dia berbusana yang terlihat aneh dengan aura magis.
"Tuan Gyo Dae, apa maksud anda?? Tolong jangan rusak kegembiraan jamuan ini dengan kata-kata yang dapat melukai perasaan tamu" Kaisar Seong Gye mendesis seperti berbisik kearah Tuan Gyo Dae itu.
Semua orang-orang istana hanya terdiam dan tidak dapat berkata-kata, setelah mengetahui yang berbicara adalah Tn Gyo Dae. Pria ini dalah seorang praktisi beladiri sekaligus penyihir utama kekaisaran yang bertanggung jawab terhadap keselamatan Kaisar SeongGye.
Dia itu merupakan orang yang amat dipercaya kaisar, selain dari pada kemampuan beladiri dan sihirnya yang amat tinggi. Tidak seorangpun yang berani berhadapan dan bertentangan langsung dengan Tn Gyo Dae itu.
Namun kali ini sepertinya dia akan bertemu dengan seorang yang tidak kalah lihainya, pemuda bernama Sima Yong yang bahkan memiliki kemampuan musik kekuatan jiwa. Semua diam-diam mengharapkan terjadi pertempuran barang satu atau dua jurus diantara mereka, untuk hiburan di malam itu.
Sima Yong menatap datar kearah Gyo Dae. Dia lantas menyimpulkan bahwa pria 40 tahun lebih itu memiliki kultivasi Alam Melintas SAGE level 7 dengan kekuatan jiwa seorang Master surgawi level tiga.
Diam-diam dia berkata dalam hati... "Kamu bukan tandinganku"
Gyo Dae membisikkan sesuatu kepada Kaisar Seong Gye, lalu kaisar lantas menganggukkan kepala.
Dengan sopan Tuan Gyi Dae berjalan hingga di tengah area jamuan itu dan berkata...
Semua orang kini merasa gembira. Kalimat pembuka seperti itu biasanya akan di akhiri dengan sebuah tantangan adu kekuatan. Minum alkohol semakin lancar mengalir memenuhi leher dan mengalir menuju perut tamu-tamu yang antusias itu.
"Jika Tuan Yong berkenan, ijinkan aku Gyo Dae, Penyihir Kekaisaran Embun Timur mencoba kemampuan sihir anda" pria itu tersenyum lalu memasang wajah yang terlihat sopan, akan tetapi sesungguhnya dia memasang wajah menantang dan memandang rendah ke Sima Yong.
Sima Yong mengikuti gerak Tuan Gyo Dae, dia melangkah ke tengah area itu lalu berkata...
"Jika Tuan Gyo Dae sudah berkata seperti itu, maka ijinkan aku yang muda ini melayani anda. Mohon petunjuknya"
Buru-buru semua orang menyingkir, dan memberi area yang lebih luas untuk dua ahli sihir itu mempertontonkan keahlian mereka.
Kaisar Seong Gye sendiri terlihat lebur dalam situasi menikmati minumannya, dimana dia sendiri sesungguhnya ingin melihat sampai sejauh mana kemampuan sihir anak muda itu, apakah dia akan perkasa jika mempraktikkan sihir didalam sebuah pertempuran.
"Mari kita mulai..." Gyo Dae berbicara pelan.
Semua orang memperhatikan dengan cermat ... karena ini adalah pertempuran menggunakan kekuatan jiwa, maka sudah pasti tidak terlihat kegiatan apapun diantara dua orang itu.
__ADS_1
Dan didalam pandangan semua orang, hanya telihat asap tipis yang keluar dari masing-masing ahli sihir itu, sementara wajah mereka beruda terlihat serius.
Kenyataan sebenarnya adalah Gyo Dae telah membuat ilusi berupa ular raksasa berusaha menerkam dan ******* anak muda itu. Sementara sima Yong dia membuat ilusi naga es sesuai dengan teknik sihir yang menjadi warisan kaum elf.
Gyo Dae tentu saja amat terkejut. Membuat ilusi naga es seperti yang dilakukan oleh pemuda dihadapannya adalah hal yang mustahil. Teknik ilusi itu hanya dapat dilakukan oleh ahli-ahli yang pernah menerima siraman rohani dari mahluk mitos. Entah dimana anakmuda itu memperoleh baptisan dan siraman rohani mahluk mitos, batin Gyo Dae.
Kedua mahluk itu; ular raksasa dan naga es bertempur diudara. Terlihat jelas bahwa ular ilusi Gyo Dae amatlah tidaklah berdaya dan tak berkutik sama sekali dibawah tekanan naga es.
Bahkan ilusi naga es itu berulang kali menggigit leher ular raksasa yang terlihat pontang-panting menyelamatkan diri.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, ketika semua penonton melihat asap mengepul keluar dari kepala Gyo Daewajahnya terlihat tertekan. Keringat sebesar butiran jagung bercucuran di pelipisnya.
Sementara Sima Yong, dimata orang-orang yang melihatnya.... pemuda itu hanya memasang wajah yang santai-santai saja. Dia begitu relaks dengan pertempuran kekuatan jiwa itu
Hanya saja, saat ini mereka melihat pemuda itu seperti di selubungi kristal es, dan suhu di ruangan itu menurun dan menimbulkan perasaan menggigil. Semua saling berbisik... baru kali ini mereka mersakan hawa dingin ketika melihat seorang penyihir bertempur dalam kekuatan jiwa.
Se-peminum teh kemudian, Gyo Dae berteriak...
"Aku mengaku kalah... kekuatan sihir anak muda amatlah kuat..."
Ketika Sima Yong mengendorkan kekuatan sihirnya... Gyo Dae mengucapkan terima kasih dan keringat membasahi sekujur tubuhnya....
"Berikan anak muda itu selembar Daun Api Abadi. Dia layak untuk memperoleh tanaman roh langka ini....
Sima Yong menyimpulkan, setidaknya penyihir Kekaisara Negri mbun Timur ini berjiwa sportif. Dia tanpa merasa malu, mengakui kekalahannya.
>>>>>>
Di dalam kamarnya di hotel tempat menginap, Sima Yong mengaktifkan Relikui menggunakan mantra sihir sesuai petunjuk salinan yang dia peroleh dari Asosiasi BaoXing. Di atas meja terletak benda relikui itu dan selembar Daun Api Abadi.
Daun Api Abadi dihadapannya seketika berubah menjadi bubuk setelah terbakar api dari relikui, yang timbul setelah rapalan mantra.
Sebuah bayangan membentuk siuet dalam gulungan asap merah. Perlahan asap itu membentuk Citra burung raksasa melesat keluar dari relikui dan terbang mengelilingi Sima Yong...
"Mahluk roh Phoenix dari Relikui Gemala Feniks" desis Sima Yong gembira
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.