Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Mantra Ke Tujuh Kutukan Badai Es


__ADS_3

Di suatu Lapangan kosong dimana Poho Dedalu Tua berdiri seorang diri,


Tujuh jagoan itu beserta tahanan (kawan-kawan Sima Yong yang awalnya adalah tahanan Kaum SAGE itu) yang telah mereka bebaskan itu merinding.


1000 anak panah terlihat mengunci dan terarah ke mereka (meskipun terkurung array pelindung). Juga terdapat puluh kapal roh yang menutup jalan melarikan diri di delapan mata angin, mengambang angker di langit. Samar-samar tampak ratus orang berdiri diatas geladak kapal, menatap penuh ancaman kearah mereka semua.


Array sebagaimana kuatnya dan dibuat oleh ahli manapun, tetap memiliki keterbatasan jika terus-menerus di serang kekuatan dari luar dengan kekuatan tinggi.


Array itu akan hancur jika di gempur berulang kali. Apalagi Sima Yong melihat jumlah pasukan dan ahli beladiri yang sangat banyak itu. Gabungan kekuatan sebanyak itu pasti akan meledakkan array ini hanya hitungan satu bakaran hio saja.


Dia berpikir, lebih baik mereka menyerang terlebih dahulu dari pada pasukan penyerang akan semakin bertambah banyak.


"Namun aku belum memiliki rencana yang tepat. Apakah sabaiknya aku mengulur waktu sambil memikirkan cara paling tepat untuk membuka jalan kami nanti?" kata Sima Yong dalam hati. Dia berpikir keras dan tetap terlihat tenang, tidak menjadi gugup.


Melihat hal itu, meskipun dikurung seperti itu, tidak juga menurunkan semangat juang semua ahli yang bersama Sima Yong itu,


"Adalah kehormatan, jika mati dalam perjuangan bersama anda" kata Wei Park mewakili tiga pembunuh DongXing itu.


Memang mereka menyadari, meskipun terdapat banyak kesulitan sebagai pembunuh bayaran, namun ketika mereka bekerja sama dengan sosok Raja Kelelawar, dimata mereka, banyak sekali manfaat dan keuntungan yang telah mereka petik.


Sima Yong lantas melayang lebih tinggi sambil menatap tajam kearah seribu pasukan pemanah kekaisaran serta ratus praktisi undangan acara pelantikan itu dibawah,


"Aku tidak berniat kasar. Akan tetapi sebaiknya kamu semua tidak menghalangi aku dan kawan-kawanku pergi dari sini" ancam dia dengan dingin" tangannya bersiap-siap membentuk segel.


Tidak ada pergerakan sedikitpun dari semua pasukan kekaisaran ketika mendengar ancaman itu. Bahkan seseorang dari kelompok pemanah itu berteriak,


"Siapa kamu? Berani-beraninya menerobos dan berbuat kekacauan di Istana Rajawali Agung ketika penobatan Pangeran Mahkota kami.


Lekas berlutut meminta ampun, dan kami dapat meringankan hukuman kamu dengan kematian yang cepat"


Suasana menjadi hening. Kedua belah pihak tampak saling mengukur kemampuan. Sementara itu Sima Yong masih berpikir dengan keras, bagaimana caranya untuk meloloskan teman-temannya yang berjumlah lebih dari sepuluh orang itu.


"Jika saja aku seorang diri dalam situasi ini, itu terasa lebih mudah".


"Kalian tidak akan mampu menyentuhku sedikitpun. Aku memberi kamu kesempatan hingga satu bakaran hio" satu bakaran hio atau lima belas menit adalah waktu yang cukup bagi Sima Yong untuk mengatur strategi.


Sima Yong kembali terbang kearah Pohon Dedalu tua, dan menjelaskan rencananya lebih terperinci, kepada orang-orang itu.


"Aku akan membuka array bagian paling atas, ketika nanti aku membentuk badai Es dan Badai Angin, kamu masing-masing harap melarikan diri kearah mata angin yang berbeda.


Kedepannya jika Langit berkehendak menolongkita semua, mari bertemu di Gunung Du Hua. Katakan saja kalian bersamaku, mereka akan meloloskan kalian masuk ke dalam tempat tersembunyi itu" semua mengangguk kepala pertanda mengerti.


Bahkan Yu Mian sebagai satu-satunya perempuan sampai berkaca-kaca. Dia terharu karena kehidupan keras seorang pembunuh bayaran, baru kali ini ada yang berjuang untuk menyelamatkan dia dan kawan-kawannya.

__ADS_1


Sima Yong kembali terbang ke atas udara, bersiap-siap membuka array bagian atas, tempat mereka akan berpencar nanti.


Sekonyong-konyong sebuah bayangan berkelebat, terbang di langit dengan menimbulkan suara kebasan pakaian tertiup angin.


"Pangeran Mahkota !" ribut terdengar suara orang-orang memenuhi lapangan kecil itu.


"Sejak kapan Pangeran Ju Kai itu memiliki ilmu yang sedemikian tinggi? Kultivasinya berada di peringkat Kuasi SAGE" semua orang di buat terperanjat dengan kenyataan itu.


"Dia seorang Demigods?"


Sima Yong tertawa dengan sangat keras,


"Hahaha... Akhirnya kamu menampakkan siapa diri kamu sesungguhnya" dia menatap tajam kearah Pangeran Ju Kai yang melayang terbang.


"Akan tetapi melihat aura yang kamu pancarkan, kamu adalah seseorang yang melatih teknik sesat bukan? Kamu Semidevil. Ya benar ... kamu ini Jenius Semidevil dari Sekte Rahasia di Barat sana?" Sima Yong mendengus sambil melemparkan pandangan penuh selidik.


Pangeran Ju Kai melengos dari pandangan penuh selidik itu. Dia berbalik mengeluarkan suara mengejek dan menghina,


"Bagus jika kamu telah tahu kalau aku adalah jenius dari Sekte di Barat sana.


Lalu kamu sendiri? Bukankah kamu adalah bocah Sima Yong yang selalu bersama Ju Qin itu bukan. Percuma kamu mengenakan topeng jelek itu? Saat ini kamu beruntung sekali masih hidup. Ku pikir kamu telah mati ditangan Semidevil utusanku di hutan tua itu"


Sima Yong balas tertawa ketika Ju Kai membongkar jati dirinya. Dia mengoyak topeng tanpa ekspresi dari wajahnya. Tampaklah wajah seorang anak muda tampan, berambut kelabu dan wajah campuran manusia dengan jingling.


Kedepan tidak akan ada lagi duri yang menggerogoti dari dalam, ketika aku memerintah sebagai kaisar" Ju Kai tertawa. Suaranya berubah menjadi lebih dingin.


Tangan Ju Kai terulur dan sebuah kekuatan terbentuk seperti kilat yang bercahaya, melesat dan menghantam array pelindung itu.


"Duar !" bunyi benturan keras, di sertai percikan api.


Wajah Ju Kai tersenyum seperti iblis, dari tangannya cahaya kilat itu tiada henti-hentinya terpancar dan mencoba merusak array.


Sima Yong tersenyum lalu berkata,


"Bukankah kamu adalah otak di balik perebutan Artefak Klan Qilin? Rupa-rupanya sumber daya yang disediakan sekte misterius kamu di Barat sana telah habis menyokong ambisi kamu menjadi seorang SAGE"


Sima Yong dengan sengaja mempertontonkan dua patung Qilin kecil yang rohnya telah dia serap beberapa waktu lalu. Melihat dua benda itu, wajah Pangeran Ju Kai berubah menjadi tidak sedap. Dengan geram dia berkata,


"Jadi kamu adalah biang kerok sehingga artefak yang seharusnya aku miliki itu pada akhirnya kacau berantakan!"


Ju Kai menambah kekuatannya. Jika sebelumnya dia hanya mengerahkan 60 bagian energi Qi nya, kini dia menambah kekuatannya menjadi 80 bagian. Array pelindung mulai terlihat goyah dan akan meledak.


Hingga tidak lebih dari setengah bakaran hio, bunyi ledakan keras terdengar membahana, ketika array pembungkus lapangan Pohon Dedalu itu hancur berantakan.

__ADS_1


"Tsing-tsing-tsing" bunyi ribuan anak panah yang di tembakkan secara spontan, tatkala array itu meledak.


Ratusan praktisi beladiri dari berbagai sekte diluar lapangan itu melompat, menerjang ke Sima Yong dan kawan-kawannya.


Tujuh jago itu beserta tahanan yang mereka bawa terlihat mulai melompat terbang ke udara, sambil memutar-mutar pedang dan senjata guna menghindari anak panah dan lontaran tombak dari pasukan diatas kapal roh.


"Berpencar !" bisik Sima Yong, sambil merapalkan mantra.


Ketika orang-orang tengah berpesta dan menyerang kelompok Sima Yong, mendadak langit menjadi gelap dengan sangat cepat. Di dalam raungan jeritan kepedihan semua orang merasa merinding buku kuduknya.


Orang-orang melihat seperti terdapat bayangan berbentuk perempuan barpakaian hitam terbang kian kemari sambil mengeluarkan ludah penuh kutukan. Kutukan itu berubah manjadi badai es yang tidak henti-henti nya turun menimpa arena pertempuran ketika itu.


Sima Yong rupanya menggunakan kekuatan jiwa peringkat DAO sebanyak 10 bagian dan meng-eksekusi Kutukan Badai Es dan Cakra Bianfu.


Dalam tawa yang sangat keras, Sima Yong berkata,


"Bagus sekali. Seumur hidup aku belum pernah menggunakan mantra ke tujuh kutukan ini. Biar hari ini kamu semua menyaksikan Kutukan ketujuh Badai Es Nirwana ini" Sosok perempuan iblis berbaju hitam kian cepat menebar kutukan es dimana-mana


Angin bertiup dengan sangat kencang. Kapal-kapal roh diatas ketinggian sana menjadi oleng di tiup angin. Belum lagi badai es yang demikian dingin meniupkan angin dingin bercampur es yang menghalau ribuan akan panah.


Banyak dari prajurit itu jatuh pingsan dengan kondisi menggigil, sementara Ju Kai terlontar mundur beberapa tombak sambil memegang dadanya yang kedinginan, karena terluka.


"Suitt-suit" tujuh sosok melesat ke angkasa, lalu berpisah menuju mata angin yang berbeda.


Sekali lagi dalam tawa yang demikian keras, Sima Yong melepaskan pukulan telapak tangan kearah Ju Kai.


"Duar !" Pangeran Mahkota itu terlempar sambil memuntahkan seteguk darah.


Selepas itu, tubuh Sima Yong lantas menghilang di kegelapan langit, menyisakan suara,


"Kedepannya jika aku bertemu dengan kamu, aku akan mengambil nyawa kamu, hai Ju Kai Pangeran Mahkota"


Kepergian Sima Yong lantas membuat sosok perempuan iblis barbaju hitam memudar, juga langit kembali cerah seperti sedia kala.


Para praktisi yang tadinya telah terkena kutukan Mantra ke Tujuh (terakhir) dari rangkaian tujuh kutukan badai es, diam-diam bersyukur karena Sima Yong tidak bertindak lebih jauh dan merenggut nyawa mereka.


Beberapa kapal roh terlihat menghilang, berusaha mengejar kearah berlainan, kemana tujuh sosok kawanan Sima Yong terbang menghilang.


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2