Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Tuan Piring Kacang


__ADS_3

"Yamato no Orichi adalah Bijuu yang berwujud seperti ular yang sangat besar dan panjang. Di kisahkan oleh tua-tua dahulunkala, bahwa ukuran badan Bijuu itu demikian besar hingga luasnya melampaui delapan gunung yang berjejeran.


Lantaran begitu besar badan mahluk ini sampai-sampai sekujur tubuhnya tersamarkan dan penuh ditumbuhi lumut hijau. Adapun dibadannya juga menjadi hamparan tanah luas yang subur ditumbuhi pepohonan cemara di atas badannya"


Mismaya menjerit tertahan. Kisah ini terlalu mengerikan dan menjijikkan. Membayangkan badan sebesar itu hingga menyerupai hamparan tanah luas adalah hal yang mengerikan. Sadar akan jeritan ketakutannya, Mismaya terlihat menjadi malu ketika dua orang di dalam toko itu menatapnya dengan heran. Buru-buru gadis peri mungil itu menutup mulut dengan tangan dan mencoba bersikap wajar


Seolah bara api tertiup angin, Kakek Sendok Madu semakin semangat membuat kisahnya terdengar dramatik dan menimbulkan kesan mengerikan.


"Mahluk ini juga dikenal sebagai Bijuu yang memiliki delapan kepala dan juga delapan ekor.


Di masing-masing kepalanya tertulis kata-kata yang melambangkan simbol jiwa, simbol hantu, simbol iblis, simbol kejahatan, simbol dunia orang mati dan simbol dunia setelah kematian itu sendiri." kembali hening... Dan wajah Mismaya menampakan raut jijik. Lanjut kakek itu...


"Saking besarnya tubuh Yamato no Orichi ini, hingga dia merasa tidak memerlukan ilusi untuk menutupi penampilan keberadaannya seperti Bijuu yang lain.


Dia cukup berbaring di sepanjang jejeran Bukit Sihl itu, dan tidak akan ada yang dapat menyangka kalau sebagian dari jejeran Bukit itu adalah tubuh Yamato no Orichi sendiri"


Kakek Sendok Madu lalu mengeluarkan satu lembaran kertas papirus yang diatasnya terpampang lukisan atau peta Realm Magical Beast yang lengkap.



Kakek Sendok Madu memberi kode bahwa peta itu amat langka dan mahal harga nya. Sima Yong mengatakan bahwa harga tidak masalah.


Selesai negosiasi harga,


"Aku telah menceritakan semua bahaya ketika anda akan menuju ke Bukit Sihl di penghujung Realm ini.


Perlu dinwaspadau, bahwa meskipun jarak antara satu lokasi dengan yang lain terlihat seperti berdekatan, namun kenyataannya jarak antara satu wilayah adalah sangat jauh sekali. Di perlukan keahlian khusus dalam penerbangan untuk melintas antar wilayah dengan cepat" katanya. Tanpa sadar Mismaya memegang sayap unik nya yang berharga mahal itu.


"Namun aku melihat peri kecil ini mengenakan Sayap Komet Petir, lalu aku berkesimpulan perjalanan panjang dan jauh ini tidak akan berarti dimata Tuan muda dan nona peri ini" kakek Sendok Madu melirik sekilas ke arah sayap Mismaya yang terlihat modern dan mahal itu. Pipi gadis peri itu langsung memerah. Dia tersipu malu.Diam-diam dia bersyukur di berkahi tuan muda yang dermawan seperti Sima Yong.


Kakek Sendok Madu menatap Sima Yong dalam-dalam. Dia mencoba mengukur tingkat keahlian anak muda itu, namun semua pemindaian nya gagal. Tidak terdapat informasi yang memberi tahu ranah kultivasi anak muda tersebut. Katanya..


"Aku yakin Tuan muda tentunya memiliki kepandaian yang tidak terduga, sampai-sampai hanya berdua saja, dengan berani melintasi jalan yang jauh menuju Bukit Sihl" kata Kakek Sendok Madu memancing.


"Akan tetapi satu hal yang harus aku peringatkan juga Tuan muda,


Anda harus mengadakan pembelian bahan makanan dalam jumlah yang banyak dan tahan lama.


Ini penting mengingat beberapa lokasi di Realm ini akan terasa amat panjang seolah dunia tak berujung, contohnya Padang Rumput Tengkorak atau Hutan Bisikan Mimpi. Dari dua tempat itu, akan sangat jauh untuk bisa menemui keberadaan pemukiman ras-ras tertentu"


Sima Yong sejak awal-awal banya berdiam diri bukan karena kenapa-kenapa. Dia nerekam di ingatan nya tentang semua kawasan serta keberadaa Bijuu seperti cerita tadi. Bagi seorang ahli seperti dia, bertindak waspada dan hati-hati amatlah penting setelah mengetahui medan misi yang akan di tempuh.

__ADS_1


Ia tak mau bertindak sembrono meskipun tingkat kultivasi tempur dan sihirnya boleh di kata susah di cari tandingan saat ini.


Sambil menyerahkan 250 Eliksir biru terang, Sima Yong bertanya,


"Apakah anda dapat memberi rekomendasi pada kami, kira-kira makanan jenis apa yang kami harus beli dalam perjalanan panjang ini?"


Dengan cepat Kakek Sendok madu menjawab.


"Aku pikir Toko obat Tuan Piring Kacang, Tuan muda dapat membeli Madu Lebah Merah yang luar biasa bermanfaat.


Madu Lebah Merah adalah hewan piaraan Kaum Ras Beruang kami yang sangat langka dan di caru-cari ras lain untuk bahan makanan tahan lama.


Madu yang di hasilkan oleh Lebah Merah ini sangat berkhasiat untuk membuat perut tahan lapar dalam 24 jam, tanpa merasa kelaparan" kakek Sendok Madu menjelaskan dengan bangga. Lanjutnya..


"Tuan Piring Kacang juga menjual beberapa bahan pengobatan herbal yang Tuan Muda perlukan untuk melengkapi perjalanan anda" pungkas Kakek Sendok Madu.


"Bagus ... Ini amat sempurna" kata Sima Yong mengakhiri kunjungan di Toko Kakek Sendok Madu.


Tak lama kemudian, Sima Yong dan Mismaya telah berada di Toko obat Tuan Piring Kacang dan mulai memborong Madu Lebah Merah.


Sambil melayani permintaan pembeli, si tuan toko berkata.


Sebagai seorang Alkemis, ahli Array, Talissman dan Refiner, tentu saja ia menjadi tertarik.


"Ini adalah bahan-bahan langka yang hanya dapat di temukan di dalam Realm ini" kata Tuan Piring Kacang memaparkan contoh. Sontak saja Sima Yong berubah orang yang kelaparan melihat sumber daya langka di depan mata.


Ia dengan sigap dan ahli mulai mencium, menjilat bahkan mengunyah sampel itu dan mulai memisahkan barang yang di butuhkan untuk keperluan keahliannya itu.


Bahkan hatinya amat gembira tatkala menjumpai beberapa bahan yang dapat di jadikan minuman seduh atau teh langka nan mahal di luaran sana.


"I-ini, herbal teh ini hanya dapat di jumpai di istana-istana raja" katanya dengan gembira. Namun semua dengan mudah di peroleh di toko Tuan Piring Kacang. Sima Yong seketika semakin kalap berbelanja.


Setelah beberapa saat, ia menanyakan harga semua bahan-bahan yang telah dipisahkannya, serta meminta pesanannya di masukkan kedalam cincin tata ruang kosong yang ia berikan.


Seorang perempuan muda berbadan gempal yang bekerja sebagai asisten di Toko Tuan Piring Kacang dengan sigap langsung mengambil semua pembelian Sima Yong dari dalam gudang. Dia lalu membawa keluar tumpukan tinggi bahan-bahan herbah dan mengemasinya kedalam cincin yang di berikan Sima Yong.


"Totalnya adalah sejumlah 500 eliksir biru terang yang harus anda bayarkan" kata Tuan Piring Kacang. Dia menambahkan..


"Itu semua adalah bahan-bahan langka dan sulit untuk memanennya. Beberapa pengelana yang melintas menjualnya khusus di toko ini, itupun semua aku beli dengan harga yang terbilang tinggi" jelas Tuan Piring Kacang.


Sima Yong santai saja merogoh beberapa benda berharga dari dalam cincin penyimpanannya. Katanya,

__ADS_1


"Apakah Tuan Piring Kacang bersedia melakukan transaksi jual beli secara barter dengan ku?" dia meletakkan beberapa jimat yang peringkat menengah yang dimilikinya.


Blam ! Mata melotot. Barang langka !


Tuan Piring Kacang terbelalak dengan mulut ternganga, ketika anak muda itu menjelaskan satu demi satu jimat yang diatas meja.


"Ini jimat peledak. Ketika bertempur, hanya dengan satu kata sederhana, maka anda dapat meledakkan gunung sekalipun.


Ini adalah jimat halilintar, ini adalah jimat petrfy, ini adalah jimat penyembunyi aura, ini adalah jimat fatamorgana..." jelas Sima Yong tiada henti. Makin banyak ia mengoceh, makin lebar mulut tuan Piring Kacang menganga.


Diatas meja terdapat berbagai jenis jimat, kira-kira sepuluh jenis dengan masing-masing jenis berjumlah sepuluh. Total benda berharga itu ada seratus.


Setelah sebelumnya Sima Yong yang terlihat seperti orang kesurupan, kini giliran Tuan Piring Kacang yang menjadi kalap. Tangan besar dan gempal itu lantas memeluk 100 jenis jimat diatas meja dengan wajah penuh kerinduan.


"Aku ingin semua jimat ini" suara nya terdengar seperti orang jatuh cinta.


Sima Yong tersenyum dalam hati penuh kemenangan. Katanya,


"Jika anda kepingin 100 jenis jimat itu, buat jumlah herbal dan madu Lebah Merah itu menjadi dua kali lipat. Semuanya langsung di masukkan kedalam cincin penyimpanan itu, tidak kurang" jawab Sima Yong dengan bibir melengkung.


Meski tak rela, namun godaan benda berharga yang di bawa anak muda itu jauh lebih menggoda di mata Tuan Piring Kacang.


Dengan yang terdengar seperti keluhan namun juga nada kerinduan, Tuan Piring Kacang memerintahkan asisten nya untuk menambah bahan-bahan herbal menjadi dua kali lipat, dan juga menambah jumlah Madu Lebah Merah.


Begitu kesepakatan terjadi, tangan gempal pria ras beruang itu meraup semua jimat sihir dari atas meja, dan memasukkan nya kedalam kantong sihir tempat dia menyimpan barang-barang berharga.


"Tidak usah menjadi gelisah piring kacang. Setelah semua jimat sihir ini aku pajang dan pamerkan, hanya masalah waktu bagi ku untuk memperoleh keuntungan sebanyak tiga kali lipat" pria gempal Ras Beruang itu berbisik kepada diri sendiri memberi semangat diri sendiri.


Sima Yong hampir tertawa keras ketika mendengar Tuan Piring Kacang menggumam dengan nada yang jelas terdengar untuk semua orang di seisi toko.


***


Begitu semua transaksi selesai dimana dua belah-pihak saling menyetujui dalam rasa puas, Sima Yong dan Mismaya berpamitan karena akan melanjutkan perjalanan mereka hari itu juga.


"Jikalau demikian, kami pengelana ini mohon undur diri karena masih ada yang perlu kami urus" kata Sima Yong membungkuk memberi salam, diikuti Mismaya memberi hormat dalam adat kebiasaan kaum Peri.


Asisten Tuan Piring Kacang buru-buru membalas salam dua tamu mereka, karena Tuan Piring Kacang terlihat sibuk dengan menghitung keuntungan nanti dari penjualan jimat-jimat di tangannya. Bunyi 'tuk -tak -tuk -tak' biji sempoa memekak kan kuping karena Tuan Piring Kacang memilih-milah biji kayu di alat hitung tradisional itu.


Bersambung


Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3

__ADS_1


__ADS_2