Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Sekte Gerbang Suci


__ADS_3

Di atas perahu roh, Sima Yong menceritakan ulang semua kejadian di ruang bawah tanah Sekte Pedang Beracun.


Dia yang pada akhirnya membebaskan Orhideya gadis Klan Qilin itu, dan membantu mengobati Master Sekte Pedang Beracun sesuai janjinya pada Bibi Min, juru masak Sekte Pedang Beracun itu, menyelesaikan misi dengan sukses.


Hal ini, tentang membebaskan Master Sekte Pedang Racun, sesuai dengan pertimbangannya bahwa Patriak Qiu Zongxian tidak memiliki keterlibatan dengan Sekte Du Hua dalam hal menyerang Ye Bing Qing dan menawan gadis Klan Qilin itu.


Bukti bahwa Patriak Qiu Zongxian tidak terlibat, adalah dia di racun hebat menggunakan racun air liur Hydra (ular kepala sembilan), bahkan dia turut di tawan di penjara bawa tanah.


Semua orang berdebar mendengar kisah Sima Yong, terutama bagian dia mengalahkan praktisi dari Klan Du Hua itu. Meski kultivasnya biasa, akan tetapi sebagai ahli racun, maka semua praktisiSekte Du Hua dapat dianggap berbahaya.


******


Beruntung bahwa perahu roh yang di hadiahkan Kekaisaran Rajawali Agung itu adalah kelas yang terbaik. Sehingga meskipun mereka kini telah berenam diatas perahu, namun perahu itu masih saja terasa lapang dimana tiap orang masih leluasa berjalan di geladak perahu dan berpindah tempat.


"Bing Qing... apakah anda mengetahui mengetahui atau pernah mendengar tentang Sekte Rahasia yang memiliki tanaman Anggrek Hitam Berbintik? Anggrek itu adalah tanaman yang langka dan sulit di kembang biakkan. Hanya sekte-sekte besar yang memilik ahli-ahli alkimia dan ahli herbologi yang mampu membiakkan anggrek Hei Ban Lan Hua itu" Sima Yong berbisik ke arah Ye Bing Qing.


Dia tidak ingin Orhideya, gadis Suku Wu Yi itu mendengar pembicaraan diantara dirinya dengan Ye Bing Qing.


"Well selama aku bekerja di Organisasi Rahasia Selubung Ilahi, aku pernah mencuri dengar ketika seorang penatua sekte Super datang berkunjung meminta pengantaran barang mereka menggunakan jasa organisasi aku. Sekte super itu memiliki ahli tanaman yang disebut ahli Herbologi".


"Meskipun nama Sekte Super itu menjadi rahasia, akan tetapi semua orang tahu bahwa Sekte Super yang mana memiliki ahli herbal di kenal dengan nama sekte "Gerbang Suci" "


"Konon kabarnya karena sekte itu menguasai pendistribusian berbagai tanaman herbal langka untuk di gunakan ahli-ahli alkimia, Sekte Gerbang Suci itu merupakan salah satu Sekte Super yang mengendalikan roda ekonomi dan menguasai banyak praktisi-praktisi Kota Suci di Utara".


"Kesimpulannya, sekte Gerbang Suci adalah Sekte Super yang di takuti banyak orang. Mungkin tanaman Hei Ban Lan Hua itu berasal dari mereka" Jelas Ye Bing Qing.


Kedua nya lantas terlibat didalam banyak percakapan dan berdiskusi tentang kultivasi dan teknik bertempur.


Dalam hal ini Ye Bing Qing banyak sekali memetik manfaat setelah berdiskusi dengan Sima Yong.


"Pemahaman anda akan seni beladiri telah memasuk tingkat yang layak di sebut seorang master. Aku merasakan banyak sekali manffat setelah berbincang-bincang dengan mu Saudara Yong" Ye Bing Qing memuji keahlian Sima Yong.


>>>>>>


Perahu roh itu pun memasuki kawasan padang rumput yang luas. Sepanjang mata memandang hanyalah hamparan hijau tiada bertepi. Sesekali mereka dapat menyaksikan kawanan hewan-hewa besar seperti kuda berlari dalam kelompok besar, sehingga menambah indah pemandangan,

__ADS_1


Jika sebelumnya, Orhideya-gadis Klan Qilin Suku Wu Yi itu selalu bermuram durja... kini dia terlihat lebih segar tatkala mereka mulai memasuki padang rumput yang tiada bertepi itu.


"Suku kami, Wu Yi adalah suku pengelana. Oleh sebab itu anda akan melihat rumah-rumah tinggal kami, bukanlah bangunan permanen, melainkan tenda-tenda yang berukuran sangat besar" kisahnya kepada Jiang Fai.


Memang selama perjalanan mereka kurang lebih tiga hari itu, Jiang Fai lah yang merawat gadis Klan Qilin itu.


Menjelang sore hari, semua orang menyaksikan gerombolon kuda liar yang berlarian di hamparan rumput. Orhideya tidak sabaran, dia segera pergi ke anjungan perahu roh dan bersuil dengan suara yang amat kencang.


"Suuiiiittt" suara siulan itu sedemikian kerasnya, sampai-sampai gerombolan kuda liar meringkik dalam keterkejutan.


Dari kejauhan didepan mereka, tampak dua sosok orang yang berlari sambil mengendarai kuda. Orhideya tertawa senang. Dua sosok di kejauhan sana lalu bersiul, juga tidak kalah kerasnya. Sepertinya mereka memberi kode bahwa mereka telah melihat kehadiran Orhideya.


"Dua orang itu adalah pemuda-pemuda dari suku Wu Yi yang masih merupakan sepupuku dan juga menjadi anggota Klan Qilin kami" jelas Orhideya.


"Oleh karena Suku Wu Yi tidak memiliki banyak anggota, maka semua penduduk di Suku Wu Yi kami, praktis semua orang juga merupakan anggota Sekte Qilin" jelasnya sambil tersenyum bahagia.


Perahu roh itu lantas turun di ketinggian tiga puluh kaki, dan mereka semua langsung melompat turun.


"Mari kita pergi ke perkampungan Wu Yi, sekalian memberi hormat kepada Patriak Xie Sying. Aku harus memperkenalkan kalian semua, karena budi baik kalian yang telah menyelamatkan ku dari tawanan orang-orang Sekte Du Hua itu".


Ternyata yang di maksud dengan perkampungan oleh Orhideya adalah kumpulan pemukiman penduduk Suku Wu Yi, yang semuanya terdiri dari tenda.


Antara satu tenda dengan tenda lainnya memiliki jarak yang agak berjauhan, tidak seperti perkampungan umumnya yang saling ber-dempetan.


Tenda-tenda itu demikian besarnya, sehingga mungkin dapat memuat sepuluh hingga dua puluh orang didalam tenda. Semua orang dalam satu keluarga akan tinggal dan tidur didalam tenda yang sama.


Mereka berhenti di sebuah tenda yang sangat besar, dimana tenda itu seperti menyendiri dan tidak terdapat kegiatan orang berlalu lalang di depan tenda tersebut.


Didepan tenda di gantung berbagai benda-benda unik seperti tanduk herbau roh, gigi beruang dingin, dan masih banyak lagi benda-benda yang memancarkan aura mistis.


Sima Yong berdebar-debar. Apakah relikui Qilin kuno itu juga berada di tenda milik Patriak Xie Sying itu? Sima Yong mulai berpikir. Bagaimana caranya, jika seandainya memang terdapat Relikui Qilin yang dia incar di tenda itu?


Sima Yong yang saat ini tengah kebingungan, berpikir didalam hati.


"Akan memulai dari manakah arah pembicaraanku nanti, ketika akan memulai percakapan dengan Patriak Xie Sying itu. Lalu ketika nanti dengan lugas mengatakan bahwa aku ingin Relikui Qilin. Apakah itu sopan?" Sima Yong berpikir-pikir dan dia semakin gelisah.

__ADS_1


Ketika dia tengah kebingungan seperti itu, sekonyong-konyong tampak seorang pria dalam balutan topi kulit rubah dan mengenakan jubah panjang yang terbuat dari kulit domba, yang keluar dari tenda besar itu. Orhideya lantas tersenyum gembira.


Di lengan pria itu, tampak bertengger seekor elang yang memandang tajam kearah cakrawala, mencari-cari sesuatu yang siap untuk dia buru.


Semua orang terpukau melihat penampilan dramatis. Wajah nya jelas dia telah berumur lebih dari 60 tahun. Akan tetapi fisik Patriak Xie Sying ini terlihat amat kekar dan kuat. Matanya cemerlang dengan sorot yang tajam laksana seekor elang. Gurat-gurat dalam menghiasi wajahnya, pertanda pengalaman hidup yang dalam.


"Salam Patriak Xie Sying. Orhideya datang menyapa anda" Orhideya membungkuk sehingga manik-manik yang banyak memenuhi bajunya berbunyi ber-gemencing.


Patriak Xie Sying terlihat senang balas menyapa Orhideya, lalu satu demi satu tamu-tamu yang di bawa Orhideya itu disapanya dengan ramah.


Ketika dia pada akhirnya bertemu pandang dengan Sima Yong-yang juga tengah membungkuk memberi salam... Patriak Xie Sying langsung bergetar didalam hati...


"Seorang ahli Alam Melintas SAGE Level delapan??"


Patriak Xie Sying betul-betul tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya. Kultivasi anak muda ini amatlah tinggi. Dirinya sendiri, hingga saat ini masih berada di peringkat Kuasi Alam Melintas SAGE.


Dia buru-buru membalas salam hormat Sima Yong sambil berkata,


"Tuan Muda ini memiliki kepandaian yang amat tinggi. Terlalu lama aku berdiam diri di tempat terpencil ini, sampai-sampai tidak mengetahui bahwa seorang anak muda berkemampuan tinggi telah muncul di Benua Penyaringan ini"


Dengan sopan dan sikap rendah hati, Sima Yong menjawab,


"Aku yang muda ini masih harus banyak belajar dari anda senior-senior yang telah terlebih dahulu malang melintang di Sungai Telaga ini. Sekiranya Patriak Xie Sying melihat ada kekurangan, harap memberi petunjuk bagi aku yang muda ini"


Patriak Klan Qilin itu buru-buru merangkul Sima Yong dengan akrab...


"Tidak berani, tidak berani aku yang lemah ini memberi petunjuk buat Tuan Muda. Pepatah memang benar adanya... ombak yang dibelakang selalu lebih besar da menggeser ombak lebih kecil didepannya. Selalu ada saja kaum muda yang menggeser kami tua-tua ini dan berdiri sebagai ahli-ahli baru di Sungai Telaga..."


Patriak Klan Qilin itu mengundang mereka masuk kedalam tendanya. Dia langsung berniat menjamu mereka. Sepertinya Patriak Klan Qilin itu merasa gembira setelah bertemu seorang anak muda yang berkemampuan tinggi seperti Sima Yong.


Sementara itu, Sima Yong mencuri-curi lihat. Dia berusaha menemukan Relikui yang disangkanya berada di Suku Wu Yi itu.


*Bersambung*


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2