Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pasukan Elit itu


__ADS_3

Kapal Roh itu melaju dengan cepat kearah Timur. Lebih tepatnya kapal itu akan menuju ke Semenanjung luas memanjang yang dikenal dengan sebutan Negri Embun Timur. Tentu saja, karena Negri itu berada di sebuah semenanjung yang menjorok keluar dari Benua Penyaringan Dewa, maka perjalanan menuju negri itu akan lebih cepat jika melewati jalur potong yang melintasi laut.


“Beruntung sekali dalam perjalanan kali ini kami membawa sepuluh ahli sihir pengendali angin… perjalanan akan lebih cepat karena tidak sekedar mengandalkan mesin mekanik semata” kata Kapten kapal Ketika Sima Yong menanyakan lama perjalanan yang akan ditempuh.


“Jika tidak ada halangan sepanjang perjalanan nanti, menurut perhitungan dan pengalamanku kita akan tiba di Negri Embun Timur dalam waktu 6 hari saja” kata kapten kapal kepada Sima Yong yang terlihat menganggukkan kepala seolah dia mengerti.


Di sela-sela waktu seperti itu Sima Yong selalu berkultivasi juga sambil merenungkan membaca setumpuk buku-buku Teknik kultivasi dan Teknik beladiri yang dia bawa dari perpustakaan Kekaisaran Rajawali Agung.


“Beruntung sekali petunjuk Paman Yang-yang bahwa dengan membaca semua Salinan Teknik seperti ini, itu seolah-olah kita juga sementara berkultivasi. Kian kesini, aku merasakah banyak sekali perubahan drastis di ranah kultivasiku. Terlebih taktkala aku membayangkan dalam imajinasi, beberapa Teknik pernapasan dari sekte-sekte negri asing. Sepertinya aku telah mengembangkan banyak Teknik kultivasi baru hasil karya sendiri yang sesuai dan cocok dengan kebutuhan tubuhku” Sima Yong berpikir berulang kali.


Memang kenyataannnya dia merasa bahwa banyak sekali paduan dari Teknik-teknik itu hanya dengan melatih mereka dalam imajinasinya.


“Saat ini, energi di dantianku terasa berputar dan hangat. Aku perkirakan dalam beberapa hari kedepan aku akan menerobos lagi” batin Sima Yong dengan gembira.


Sesuai dengan dugaannya, di hari kedua perjalanan itu dia menerobos ke Alam Melintas SAGE level tiga. Kini dia bahkan dapat beberapa Teknik beladiri tanpa bergerak atau meneriakkan Teknik tersebut untuk memicu energi bergerak dari dantian.


Sima Yong bahkan dapat melakukan pertempuran seolah-olah dia hanya terlihat berdiri diam tanpa melakukan apa-apa. Dia hanya perlu memerintahkan Teknik tersebut dari dalam pikirannya lalu dengan meminjam  energi Qi dari angin atau air maka dia dapat menggunakan dua unsur itu melakukan Gerakan bela diri yang amat aneh. Kemampuan seperti ini adalah suatu tingkat tinggi dari seni beladiri yang hampir menyerupai dengan keahlian seorang SAGE.


Di waktu senggang, Sima Yong kerap kali berkunjung ke kamar Pangeran ketujuh yang mewah itu sambil berbincang-bincang.


“Anda harus mengkonsumsi pil yang aku berikan ini pangeran” kata Sima Yong sambil menyodorkan sebuah pil Peringkat 5 yang dikenal Bernama Pil Teratai Darah.


“Pil ini akan membantu anda menerobos menjadi Ahli Alam Raja” Kata Sima Yong sambil menyerahkan sebuah botil pil. Pangeran Ju Qian terlihat senang.


“Wah terima kasih saudara Yong… pil ini bahkan berada di kelas kuasi sempurna“ wajah Pangeran Ju Qin terlihat berseri-seri.


“Ah pangeran… bahan bakunya adalah berbagai herbal maupun buah rohani yang anda berikan kepadaku. Karena begitu banyak dan melebihi keperluanku, maka disela-sela waktu luang aku selalu menyempatkan memalsukan beberapa pil bermutu tinggi” kata Sima Yong. Pil itu berwarna cerah pertanda pil setidaknya peringkat tinggi.


Sementara itu Sima Yong melirik kearah Ju Lianyi dan Zhang Junda serta Hua Shen yang melotot melirik Pil Teratai Merah ditangannya.


Lalu sambil mengeluarkan candaan Sima Yong berkata…


“Tahukan anda semua??? Meskipun anda berminat… Pil Teratai Merah ini sama sekali tidak bermanfaat bagi ahli di ranah SAINT seperti kalian” seketika itu juga wajah ketiga praktisi itu berubah seperti orang kecewa.


Sebuah botol pil seketika berada didalam genggaman Sima Yong. Lalu dengan nada menggoda dia berkata…


“Untuk Ahli berperingkat SAINT seperti anda bertiga, maka Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva seperti inilah yang cocok untuk mereka” seketika tiga ahli itu berdegup jantung nya. Pil Bodhisatva adalah pil yang amat langka. Dapat dihitung dengan lima jari, untuk alkemis yang dapat memalsukan pil ini di wilayah Tengah.


Sima Yong lalu membuka tutup botol pil itu, lalu dia menggoyang botol dan menimbulkan suara berisik namun menggoda. Harum aroma pil merebak di dalam ruangan itu. Dari bunyi mirip gemercik suara benturan pil terdengar memenuhi kepala tiga ahli itu, sehingga mereka  menduga terdapat tidak kurang dari 20 pil serupa didalam botol kecil itu. Pemuda yang di panggil Tuan Yong ini benar-benar amat kaya pikir mereka.


“T-tuan Yong….”


“A-apakah kami..”


“Err..”


“Berapa harga pil tersebut jika sekiranya Tuan Yong mau menjual sebutir pil kepadaku??” tanya Ju Lianyi gugup


“Benar… kami pun berminat dengan pil itu” secara kompak dua Master Sekte Bintang 8 itu menyahut.


“Hahaha… sebenarnya…meskipun jika kalian memiliki uang yang banyak… keberadaan pil seperti ini amatlah sukar ditemui di pasaran. Apalagi kualitas pil yang aku  palsukan selalu berada di kelas kuasi sempurna” kata Sima Yong dengan sengaja. Wajah ketiga praktisi itu semakin gugup.

__ADS_1


Merasa iba melihat raut tiga ahli itu, Sima Yong pun berkata sesuatu yang membuat mereka Bahagia.


“Baiklah aku akan memberikan kalian masing-masing satu Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva ini. Namun aku tidak meminta uang sama sekali, karena pil ini jikalaupun ada dan di lelang di Lembaga ternama, kemungkinan biayanya akan membuat bangkrut sebuah sekte bintang delapan” dia menatap wajah tiga ahli yang terlihat memelas itu… lalu dia melanjutkan.


“Aku berharap, kelak di kemudian hari nanti Ketika aku membutuhkan bantuan kalian, maka anggaplah permohonan bantuan ku itu sebagai kompensasi dari pemberian Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva ini”


Tentu saja tiga orang itu menjadi terperanjat…


“Benarkah… terima kasih Tuan Yong…” wajah ketiga praktisi itu terlihat amat bersinar cerah penuh Bahagia. Belum pernah mereka menemui seseorang yang memberikan secara Cuma-Cuma Pil sekelas Dewa itu (Kuasi Sempurna dapat disebut Pil kelas dewa karna prosentase sukses yang tinggi).


Sima Yong sendiri sebenarnya tidak mempermasalahkan pemberian pil tersebut. Toh semua bahan di peroleh dalam jumlah banyak dari Pangeran Ju Qin. Ketika dia membantu orang dekat pangeran dengan memberi pil peningkat kultivasi, bukankah Ketika tiga orang itu mengalami peningkatan kultivasi nanti… tugas mereka akan akan membuat mudah semua urusan ketika melindungi pangeran ke tujuh???


Sima Yong adalah seseorang yang berpikiran tidak terlalu merumitkan sesuatu. Oleh karena nya dia dengan mudah menghadiahkan pil peringkat delapan seperti itu kepada Tiga pengawal utama Pangeran Ju Qin.


Ketika mereka masih melanjutkan perbincangan didalam kamar Pangeran Ju Qin, terdengar tiupan terompet diiringi teriakan keras dari tentara pelacak yang senantias berjaga di tiang tertinggi kapal….


“Tuuuiiiittttt…”


“Harap waspada… sebuah kapal roh sementara terbang menuju kearah kapal kami….”


Secara sigap semua orang didalam ruangan tempat pangeran Ju Qin menginap itu bergegas keluar. Di geledak kapal roh itu terlihat 50 pasukan elit pemanah telah berjejer dan berjaga siap dalam posisi menembak. Padahal jarak antara kedua kapal itu masih terbilang jauh sekitar 2 lie jauhnya.


“Guru Lianyi??? Sepuluh orang pasukan elit yang terlihat diikat tali Panjang itu gunanya untuk apa??” tanya Sima Yong bingung.


“Hahaha Tuan Yong akan melihat sendiri nanti. Betapa trampil dan sigapnya pasukan elit yang kami bawa kali ini” Jawab Ju Lianyi. Sebagai guru sekaligus Panglima keamanaan kerajaan, tentu saja Ju Lianyi sangat akrab dengan hal-hal semacam ini. Dia sengaja tidak menceritakan tentang apa yang akan dilakukan pasukan elit itu. Biar saja Sima Yong yang akan menyaksikan sendiri ketrampilan mereka.


Sementara itu Sima Yong juga melihat lima ahli sihir pengendali angin juga terlihat telah berjaga di belakang sepuluh tentara yang diikat tali Panjang itu.


“Baiklah…” desis Sima Yong. Akan tetapi dia benar-benar penasaran melihat hal itu. dia harus akui bahwa didalam Teknik pertempuran solo, dia amatlah mahir. Akan tetapi Ketika itu merupakan suatu Teknik pertempuran besar yang melibatkan banyak pasukan…. Jelas-jelas dia adalah orang awan.


“Tettttttttttt”


“Kapal Roh Kekaisaran Rajawali Agung akan melintas Pegunungan Daesiga (Gunung Pelahap) ini. Mohon kiranya tuan yang berada di depan dapat bergeser agar kapal kami dapat melintasi Gunung Daesiga ini” suara lantang dari Kapten Kapal sekaligus Komandan Kompi Tentara Elit itu. Terlihat jarak antara kedua kapal semakin dekat. Itu sekitar 1 lie perbedaannya.


Bukannya menyingkir dari rute yang seharusnya menjadi jalur Kapal Roh Kekaisaran Rajawali Agung, kapal Roh yang menghalangi itu malahan terlihat menembakkan sesuatu.


“Duaarr…”


Sebuah batu besar seberat kira-kira 2000 jin melayang dan terlempar dan mengunci kearah kapal roh kekaisaran. Batu seberat 2000 jin itu setara dengan serangan maksimum ahli Puncak Alam Tanpa Batas (bintang 9) yang ketika di lontarkan dengan kecepatan penuh, maka efeknya akan menjadi dua kali sekitar 4000 jin nanti Ketika sampai di kapal mereka. Jelas kapal mereka akan meledak dan hancur jika di serang dengan kekuatan sebesar itu.


(1 jin setara 0.5 kg)


“Panah Api….!!!” Teriak Kapten Laio Quon.


Dua puluh lima pemanah itu mengangkat busur yang anak panah nya terlihat menyala dengan api.


“Sekarang Tembakkk…”


“Tsingg… tsiinggg..tsinggg…”


Dua puluh lima anak panah yang menyala itu melesat ke langit dan mengunci batu raksasa yang ditembakkan lawan.

__ADS_1


“Duarr….!!!” Ledakan besar terjadi di udara Ketika dua puluh lima panah api itu bertemu batu raksasa. Panah api tersebut ternyata diberi array peledak diujung nya, sehingga memberi efek ledakan Ketika bertemu dengan lawan. Wajah Kapten Liao Quon terlihat tersenyum dingin.


Lalu didalam senyum dingin itu Liao Quon meneriakkan aba-aba…


“Pasukan penyergap…. Bersiap”


Sepuluh tentara elit itu segera menutup kepala mereka dengan semacam helm dan menambah angker penampilan mereka bersepuluh itu. Tampak sepuluh tentara itu memegang tombak yang memiliki dua kepala berujung seperti pedang bermata dua.


“Sergapp…!!!”


Lima penyihir pengendali angin itu melambaikan dua tangan mereka dan mendorong sepuluh pasukan penyergap dengan sihir angin.


“Wusshh….”


Sekonyong-konyong sepuluh tentara bersenjata tombak itu melesat pergi dalam kecepatan yang tidak terduga…. Jubah mereka mengembang sehingga mereka terlihat menyerupai sepuluh rajawali raksasa yang terbang dan mengintimidasi musuh.


“Suuittttt…”


“Slaash….”


Terdengar jeritan tangis dari arah kapal roh diseberang sana Ketika sepuluh pasukan elit itu melambaikan tombak berkepala pedang bermata dua. Masing-masing dari mereka terlihat memutar tombak dan menari dengan tarian pembantaian di Kapal Roh lawan.


“Suiiiiitttt” siulan keras dari mulut Liao Quon terdengar.


Lalu disusul kemudian dengan lambaian tangan dari lima ahli sihir pengendali angin bergerak sehingga sosok sepuluh pasukan elit itu terlihat seperti ditarik mundur dan terbang balik ke kapal roh kekaisaran.


“Pemanah siap….!!!” Liao Quon memberi aba-aba


“Ledak kann…!!!


“Tsinggg… Tsinggg… Tsinggg”….. lima puluh anak panah menyala itu melesat terbang kearah kapal roh itu.


“Aku yakin kapal itu akan meledak seketika” desis Hua Shen Master Sekte Bunga Lanhua.


“Belum tentu… kawanan pembajak Kapal roh itu tentu saja memiliki persiapan untuk menghadapi hal-hal semacam ini” bantah Zhang Junda (Master Sekte Pedang Pembasmi Iblis).


Betul saja perkiraan Zhang Junda… sebanyak lima buah panah raksasa melesat keluar dari kapal roh itu. yang anehnya panah raksasa itu seperti memiliki baling-baling yang berputar kencang.


“Duaarrr….”


   Lima puluh anak panah yang mengandung array peledak itu hancur berantakan dalam ledakan Ketika masing-masing dari mereka berbenturan dengan baling-baling panah raksasa lawan. Anak panah Kekaisaran Rajawali Agung hancur, bersamaan juga dengan rusaknya lima panah raksasa berbaling-baling itu. Semuanya lalu jatuh kebawah dari ketinggian itu.


Sorak-sorai terdengar dari kapal roh pembajak itu. Wajah Liao Quon terlihat memerah dalam amarah.


“Pasukan penyergap.. bersiap…”


Ketika Liao Quon baru saja akan memberi aba-aba pasukan penyergap untuk menyerang… tiba-tiba sebuah suara terdengar membuyarkan aba-aba yang akan dia instruksikan.


“Sudah pernahkan kalian mendengar yang nama nya jimat peledak???”


*Bersambung*

__ADS_1


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2