Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Kematian Sang Kambing.


__ADS_3

“Duaarr…”


“Duaarr…”


   Api neraka yang disemburkan monster Khaimera keluar dari mulut singa secara eksplosif berbenturan dengan Pedang Cahaya Suci milik Sima Yong. Kekuatan benturan dua benda sihir itu terdengar amat keras dan menggetarkan seluruh bangunan istana dan menimbulkan ledakan baru karena benturan kedua benda itu. Bahkan tampak beberapa puing-puing bangunan terlihat berjatuhan dari bagian atas istana.


”Pergii…!!!” bentak Sima Yong.


   Sebuah benda kecil berbentuk siren mini terlihat menggulung dan berlari dengan membawa aura dingin kutukan rembulan. Itu adalah hewan kontrak siren. Lalu smar samar siren kecil itu terdengar bersenandung dan menari dengan cepat kearah khaimera. Sebuah serangan telapak tangan terkunci kearah kepala ular khaimera.


“Sssshhhh….”


   Kepala ular mendesis sambil menunjukkan giginya yang tajam. Dia sepertinya tidak mau tinggal diam Ketika diserang hewan kontrak Sima Yong. Sebuah asap kemerahan yang mengandung api neraka terlihat menggulung dengan suara menderu keluar dari mulutnya, dan gulungan sihir api itu terarah ke siren yang ma¹kin mendekati si ular.


   Hawa dingin kutukan rembulan bertemu dengan uap api neraka yang diluncurkan ular khaimera ……


“ssshhhhhh” timbul bunyi mendesis akibat bentrokan itu disusul dan kemunculan uap air yang bersikap korosif. Benda-benda disekitar seketika terlihat meleleh pada saat terkena uap itu.


“Membuka…” bentak Sima Yong. Siren kecil itu kembali bersenandung dalam nada yang asing, tangannya terlihat melemparkan sebuah jimat kertas yang berisi jimat penghancur dan tulisan-tulisan rumit dari jarak dekat ke kepala ular.


“wushh… wushhh…”


   Jimat itu melayang terbang dalam kendali siren kecil yang kemudian dengan jitu langsung melekat di bagian kepala ular raksasa itu….


“Duar… duar….” Ledakan terjadi dan sebuah penampakan menakjubkan terlihat.


    Seolah olah telah terjadi sebuah mantra sihir dipatahkan oleh jimat yang dilempar tadi, seketika di bagian kepala ular raksasa itu secara samar mempertontonkan celah ruang spasial yang besar dan transparan. Ketika Sima Yong memperhatikan dengan seksama dan dia menemui sebuah kejutan.


“Hewan Kotrak…!!!” desis Sima Yong.


   Didalam ruang spasial besar itu, tampak ratusan.. tidak itu adalah ribuan hewan-hewan kecil yang lucu dan menggemaskan. Beberapa hewan kontrak yang Sima Yong dapat identifikasi adalah; kera berbulu pirang, Kelelawar bersayap ungu, Naga hijau kecil, Bangau berkaki satu, Harimau kuning, Elang bersayap merah, Kupu-kupu Pelangi, Serigala perak, Singa bertanduk dan Gajah kelabu.


“Mahluk iblis ini dengan pintar menyembunyikan kawanan harta karun hewan kontrak didalam ruang spasial di kepala ular terkutuk itu” pikir Sima Yong.


   Tanpa memberi kesempatan, Sima Yong Kembali mengayunkan Pedang Emas Suci dan melompat tinggi keudara. Dia berteriak memberi instruksi,


“Menerbangkan…!!!”


   Sesosok ilusi berbentuk kuda bersayap tiba-tiba terbentuk dari pegasus kecil itu. Dengan sigap dan kecepatan tinggi, Pegasus itu terbang melayang dengan indah menyambut Sima Yong yang tengah melayang di udara. Sima Yong dengan indah mendarat dipunggung Pegasus lalu keduanya bermanuver indah sambil mempertontonkan kemampuan terbang Pegasus.


“Wush….” Sebuah api raksasa di tiup oleh si singa kearah Sima Yong tetap berdiri di punggung Pegasus sambil terbang. Sepertinya semua hukum array pelarangan untuk terbang di area Hutan Terlarang dipatahkan oleh Pegasus ilusi. Dengan memiliki kesempatan terbang seperti itu, Sima Yong diuntungkan didalam pertempuran ini. Khaimera itu seketika menjadi marah melihat Pegasus bahkan menjadi hewan kontrak dan membawa terbang Sima Yong.

__ADS_1


   Dalam keadaan marah, dua bagian lain khaimera yaitu sang singa dan ular, selalu terlihat menghentikan Tindakan agresif berlebihan yang di tampilkan si ular. Sepertinya mereka telah menyadari kedatangan Sima Yong dan kawan-kawannya adalah untuk sesuatu yang berada di ruang spasial kepala ular.


“Hewan kontrak…” desis sang kambing.


“Jelas-jelas mereka datang untuk mengambil sumber daya hewan kontrak itu” kata sang singa menahan marah.


“Ngggggiiiiik” kambing itu kemudian berteriak dengan keras. Sebuah suara teriakan yang mengandung kekuatan Sihir Master Jiwa Saint terdengar. Serangan jiwa dari suara kambing itu biasanya akan mampu untuk untuk menghancurkan bahkan ahli diranah Alam SAINT dengan membuat lawan menjadi terjungkal dan lumpuh, lalu sang singa dan ular akan menghabisi nyawa lawan.


   Sayang sekali lawan mereka kali ini adalah ahli sihir berkekuatan Master Jiwa Saint Lev dua. Bahkan khaimera singa, kambing dan ular kini semakin terkejut ketika melihat sebuah benda berkilauan yang sepertinya berasal dari kedalaman laut berada di tangan Sima Yong.


“Kerang Mutiara Hitam..!!” desis dua kepala dan satu ekor khaimera itu dengan terkejut.


   Sebuah tiupan bernada sengau terdengar kacau terdengar memenuhi benak mereka, ketika Sima Yong meniup Kerang Mutiara Hitam itu. Dia menyerang menggunakan  Teknik nyanyian kematian  sambil berdiri gagah diatas punggung Pegasus yang terlihat terbang menukik tajam kearah khaimera. Sima Yong terlihat begitu agung Ketika berdiri di punggung Pegasus.


“Ssuuuuiiiitttttt…”


   Nada kacau yang mengandung energi kematian jiwa terdengar memekakkan  telinga dan membuat ketiga kepala mahluk Khaimrea itu merinding. Mereka merasa kehilangan sebagian jiwa mereka telah melayang. Jiwa itu seakan telah pergi diikuti kekuatan mulai memudar kekuatan mereka sebanyak 30 %.


“Nada kematian nan mengerikan yang dimainkan ahli Master Jiwa Saint” si kambing mengguman tidak jelas.


“Petrify…..!!!”


   Pegasus kini terbang menyambar dengan cepat kearah khaimera. Tiga buah topeng terlepas dari tangan Sima Yong dan melayang bagaikan kilat kearah kepala kambing yang kini terlihat mendenguskan uap api


   Uap api tersebut keluar dari lubang hidung kambing dang mengejar dengan cepat sayap milik Pegasus ilusi. Sima Yong membuat beberapa segel lalu dengan konsep ruang dan waktu, dia membelokkan arah uap api neraka yang dihembuskan kepala kambing, sehingga uap api raksasa itu melenceng dan terbang memudar di angkasa.


“Membuka mata…!!” tangis Sima Yong ketika tiga Topeng Gorgon telah berada dalam jarak lima meter dari wajah kepala kambing itu.


Tiga topeng itu secara mendadak membuka mata dan menatap tajam kearah dua mata kepala kambing itu. Kambing itu seketika terdiam dan terlihat sangat terkejut.


“Habis sudah….” Si ular mengeluh……


******


“Trangg…!!!” bunyi benturan kapak raksasa yang dihujamkan Hattaudha untuk membelah kepala Beruang yang telah berubah menjadi pria tampan itu.


   Keduanya terlempar mundur kebelakang beberapa tombak. Terdengar kata-kata makian dari mulut monster beruang itu. Dia amat menyesali pertemuan dengan dua mahluk didepannya ketika dia telah mengalami transformasi menjadi manusia. Sesuatu yang akan selalu disesalinya monster beruang itu.


“Kabut Hitam….” Kembali Ye Bing Qing menjerat mahluk itu kedalam pesona Kabut Hitam yang dengan cepat Kembali menyeret pria itu kedalam lingkaran hitam black hole.


“Aku tidak akan memaafkan kalian….” Pria itu menjerit lalu menghentakkan kaki nya untuk mencoba meloloskan diri dari jerat black hole raksasa.

__ADS_1


“Jangan kamu bermimpi” bentak Ye Bing Qing. Seketika seakan badai kabut hitam makin terasa kental turun dari angkasa dan menyelubungi laki-laki yang terlihat semakin tersiksa itu.


“Trang…!!!” kapak ditangan Hattaudha terbang menuju pria berjubah hitam itu, dan dengan tertatih-tatih serangan itu ditangkis dengan pedang. pedang ditangan pria itu terlempar Ketika pertemuan senjata terjadi. Dia telah kehilangan banyak kekuatan Ketika dirinya di jerat oleh kabut hitam.


******


   Tang Yuwen baru saja tersadar Ketika dia tiba-tiba melihat sebuah serangan telapak yang di luncurkan oleh perempuan cantik itu. Beruntung sekali disaat terakhir dirinya terbius sihir pemikat siluman rase itu, Niryadi telah membuyarkan sihir itu.


“Jangan pernah kamu bermimpi demon….!!” Niryadi melempar dua pedang pendek ditangannya kearah Wanita cantik yang tengah menyerang Tang Yuwen dengan serangan telapak.


“Trang…trang…” suara benturan kekuatan telapak bertemu dua pedang pendek. Ketika itu dua pedang pendek milik Niryadi tersapu serangan telapak mahluk berwujud Wanita yang kini terlihat tersenyum mengejek kearah Niryadi. Telapak tangannya Kembali diluncurkan kearah Tang Yuwen.


   Sayang sekali bagi perempuan itu, Tang Yuwen telah Kembali pulih dari pesona sihirnya yang kemudian menarik busur ditangan dan melemparkan hujan panah. Kali ini dia menyisipkan beberapa jimat peledak dimasing-masing tiga anak panah.


“Hujan Panah….!!!”


   Hujan panah disertai kilat dan berbagai ledakan terjadi sekali lagi dan mengepung Wanita siluman itu. Semua terjadi dengan amat cepat sehingga serangan jarak jauh itu tidak sempat dihindari Wanita itu. Jeritan melolong terdengar memenuhi halaman istana Ketika ledakan demi ledakan dan sengatan kilat membuat Wanita itu menderita.


   Bajunya bahkan terlihat menjadi compang-camping. Ekornya bahkan terlihat seperti hangus terbakar sengatan listrik. Akan tetapi dia tidak dapat melakukan apa-apa, Teknik hujan panah yang mengandung array itu membelenggunya ditamabh cidera yang diterima akibat ledakan jimat.


******


   Ketika kepala kambing itu menatap bola mata tiga topeng gorgon……


“Wusshhhhhh….” Kepala kambing itu seketika membatu.


   Dua kepala lainnya terlihat sangat terkejut Ketika mendapat kepala kambing itu telah terkena sihir petrify yang ditimbulkan akibat menatap mata gorgon. Kedua mahluk itu menjerita dengan amat keras. Kematian kepala kambing itu telah berada didepan mata. Badan khaimera secara otomatis mencoba untuk melompat menjauh demi menyelamatkan dua kepala monster lainnya.


“Slassh…..”


   Amat disayangkan Ketika sebilah Pedang bercahaya keemasan terlihat dengan tanpa ampun terbang dan menebas batang leher kambing yang telah berubah menjadi batu.


“Tidaakkkkkk” jerit kepala singa dan kepala ular itu bersamaan.


“Mahluk sihir seperti kalian memang sudah selayaknya mati dan Pedang Emas Suci ini yang akan menghabisi nyawa kalian” Suara Pegasus terdengar seperti dari sebuah ruang yang amat jauh


*Bersambung*


Dear readers, jika menanyakan sesuatu, harap melakukan komunikasi di: jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG Silahkan di follow. Terima kasih.


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2