
"Anda adalah Bianfu Wang yang legendaris itu??" Tanya pria yang paling tua. Dari Sinar matanya Sima Yong dapat menyimpulkan-dia pria itu amat terkejut.
Suara Raja Kelelawar terdengar sedikit melunak,
"Rupa-rupanya berita tentang diriku begitu meluas hingga ke Negri Embun Timur yang jauh ini..." sepertinya dia merasa sedikit bangga. Terbukti nada suara Raja Kelelawar seketika melunak.
Pria setengah tua dan Asosiasi BaoXing membungkuk dan memberi hormat,
"Nama anda telah menggetarkan seluruh dunia bela diri di Wilayah Timur. Siapa yang tidak pernah mendengar kemampuan anda yang menaklukkan Ahli Alam Melintas SAGE level lima, Master Senshi Katashi-melawan Niat Pembantaian nya dengan Niat Pedang anda... anda keluar sebagai pemenang"
Dengan suara yang nyaris tak terdengar, Raja Kelelawar bersuara...
"Oh .. demikian adanya? Apakah Master Senshi Katashi itu adalah ahli yang disegani di Wilayah Timur???".
"Benar adanya Tuan Bianfu Wang... Perkenalkan, namaku Ryu Baek. Aku Patriak BaoXing cabang Embun Timur. Apakah ada sesuatu yang dapat kami Asosiasi BaoXing bantu???" suara nya melunak.
Jelas-jelas dia gentar dengan sosok Raja Kelelawar-Senshi Katashi dengan kultivasi tinggi saja ditaklukan manusia hitam didepannya. Lebih baik mengambil sikap bersahabat dengan monster ini.
Suara mendengus terdengar,
"Sudah aku bilang sejak awal. Aku datang untuk membeli informasi. Kalian saja yang mendesak ku untuk bertempur"
Wajah Patriak Ryu Baek berubah. Dia merasa bersalah karena sejak awal mereka bertiga mengabaikan kata-kata bhawa orang itu ingin membeli informasi.
"Informasi apakah yang anda inginkan Tn. Bianfu Wang?" naluri bisnis orang itu segera melonjak. Jika seseorang dengan kultivasi setinggi Raja Kelelawar meminta informasi, itu pertanda dagang dengan keuntungan yang besar di depan mata.
"Aku ingin semua informasi tentang sebuah Klan Penjinak Binatang yang letaknya di sebelah selatan lautan Embun Timur ini"
Raut muka Patriak Ryu Baek sekali lagi terlihat berbeda, berubah... sambil menekan garis wajah agar terlihat wajar, dia bertanya lagi...
"Itu adalah sebuah transaksi yang akan membutuhkan biaya amat tinggi. Masalahnya Klan itu adalah Klan Suci yang memiliki....." Patriak Ryu Baek berbicara seolah-olah berusaha menghalangi Raja Kelelawar.
Sebuah Pil seketika berada di genggaman Raja Kelelawar. Harum aroma pil yang berkualitas tinggi, seketika menyeruak dan
berada di tangan Raja Kelelawar.
__ADS_1
"Ini adalah Pil Pencerahan Nirwana Peringkat 8. Dibuat oleh alkemis pringkat Sepuluh sehingga kualitas pil tidak diragukan. Kuasi Sempurna..!!! Yang kulihat anak muda itu telah berada di posisi bottle neck Alam Pencerahan Suci Bintang 9... Sangat di sayangkan sekali jika dia langsung menerobos ke ranah SAINT. Semua sumber daya bertahun-tahun diberikan untuk kualitas kultivasinya akan sia-sia dengan hanya menjadi SAINT Mortal" Dia melirik laki-laki muda disamping Patriak Ryu Baek. Dia dapat menduga anak itu adalah anak kandung orang itu.
"Katakan syarat dan kondisi...!!!" Ryu Baek seketika berubah menjadi serius. Tidak tidak rela kultivasi anaknya akan terbentur lalu menerobos dari bintang 9 menuju SAINT. Sia-sia investasi jika anak itu hanya menjadi SAINT mortak belaka. Dan Raja Kelelawar melihat peluang itu.
Raja Kelelawar tertawa ringan...
"Aku hanya butuh informasi lengkap Klan penjinak binatang, beserta Peta lengkap Wilayah Laut Selatan"
"Mari masuk ke ruang kerjaku. Aku akan mengambil semua informasi terkait sekte penjinak binatang itu" kata Ryu Baek.
"Tidak perlu. Aku tidak ingin melibatkan anda. Reputasiku sebagai pembunuh bayaran dapat mencoreng Asosiasi BaoXing. Bisa jadi orang akan bertanya-tanya, apakah Asosiasi anda berhubungan baik dengan Bianfu Wang, lalu bisnis anda akan terganggu karena banyak sekali orang memusuhi dan membenci ku" Patriak Ryu Baek tertegun mendengar penjelasan Raja Kelelawar. Dia bersyukur monster di depannya mengingatkan hal itu. Hampir saja dia salah mengambil tindakan.
"Kalau demikian, silahkan anda menunggu sejenak. Aku akan kembali setelah semua yang anda perlukan lengkap di tanganku" Patriak Ryu Baek langsung melompat dan menghilang dibalik bangunan utama asosiasi.
Raja Kelelawar berdiri menunggu diatas bubungan asosiasi, di temani dua anak muda. Terlihat benar kedua anak muda itu takut dengan dia...
"Aku tidak sembarangan membunuh jika tidak dibayar. Tidak usah terlalu takut dengan ku" suara tua itu terdengar menakutkan, dan dua anak muda; laki-laki dan perempuan itu mundur beberapa langkah. Raja Kelelawar tertawa dalam hati.
***
"Aku melihat anak mu dua orang. Sayang sekali aku hanya membawa satu pil... kedepannya jika aku memubutuhkan sesuatu, akan ku tukar dengan Pil Pencerahan Nirwarna Peringkat 8 lainnya. Kulihat gadis itu juga seorang yang berbakat. Sangat di sayangkan jika dia hanya menjadi SAINT Mortal" Sebuah angin P. Beliung terlihat menyambar Raja Kelelawar, lalu dengan jubah yang melambai ditiup angin, sosoknya menghilang hanya dalam satu kedipan mata saja.
"Tungguu..." Patriak Ryu Baek mengeluh. Mahluk hitam itu terlalu cepat menghilang. Padahal dia masih ingin bernegosiasi untuk mendapat pil tambahan bagi gadis yang adalah putri bungsu nya. Dalam hati dia bertekad, dia akan mencari cara untuk mendapat pil kedua bagi putrinya. Sementara itu, laki-laki muda disamping nya berwajah cerah... dia dapat meningkatkan kultivasi menerobos Alam Pencerahan Suci bintang 10 lalu menerobos menjadi SAINT Bumi. Hatinya lega....
>>>>>>
Sima Yong terbang dengan cepat mengendarai angin. Dia telah melepaskan semua samaran Raja Kelelawar. Informasi dan peta yang dia beli dari Patriak Ryu Baek amatlah akurat, malam ini juga.. Maaf koreksi.... Mungkin pagi nanti, dia akan mengobrak-abrik klan penjinak binatang yang memiliki nama Klan Dongmul Jeongbogja.
"Sebuah nama yang khas Negri-negri Timur" dia tersenyum.
Pagi menjelang, ketika Sima Yong tidak menutup mata sedikitpun, kecuali bermeditasi diatas gulungan angin P.beliung itu. Penampakan sebuah pulau yang cukup besar nyata di depan pandangannya. Pulau itu terlihat subur, dengan penampakan hijau lebat pertanda hutan alamiah berada di pulau itu. Beberapa pulau-pulau kecil terlihat menglilingi pulau besar itu.
Di tengah-tengah pulau, dia melihat bangunan besar yang amat luas dengan halaman yang besar-besar dipenuhi berbagai hewan roh. Hewan roh yang terlihat semua nya masuk dalam kategori hewan roh langka yang menjadi impian banyak orang.
Hewan-hewan roh jenis itu adalah dari turunan hewan roh yang paling banyak di beli pihak kerajaan sekitar atau kaum bangsawan. Mereka menggunakan hewan-hewan itu sebagai alat transportasi. Harimau putih, serigala perak, Qilin dan lain-lainnya adalah hewan roh yang Sima Yong lihat di halaman Klan itu.
__ADS_1
>>>>>>
Klan Dongmul Jeongbogja adalah salah satu Klan Suci di wilayah kepulauan Laut Selatan yang paling dekat dengan Kerajaan Embun Timur. Patriak Klan ini bernama Mok Baek Hyeon. Tingkat kultivasi nya adalah di ranah Alam Melintas SAGE level tiga.
Klan ini adalah klan pemuja mahluk mitos kura-kura hitam, yang konon mahluk usia 500 tahun masih hidup dan menjadi pilar utama anggota klan berkultivasi meningkatkan kemampuan mereka. Anggota Klan semuanya masih merupakan anggota keluarga memiliki marga Mok dan ahli dalam menjinakkan hewan roh.
Bisnis utama klan ini adalah memelihara hewan roh tipe transportasi, dan menjual nya kepada bangsawan atau sekte-sekte lainnya. Sedangkan perempuan tua yang menculik Pangeran Ju Qin adalah Penatua utama klan bernama Mok Seok. Mok Seok ini konon berusia 200 tahun lebih dengan kultivasi Alam Melintas SAGE level delapan.
>>>>>>
Sosok anak muda berjubah kelabu itu melayang turun tepat di alun-alun Klan, di gerbang menuju aula inti Klan Penjinak Binatang itu.
Angin P. Beliung berputar hingga membuat ketakutan banyak hewan roh di pulau itu. Lalu dengan suara menggelegar anak muda itu berteriak ....
"Mok Seok, Mok Baek Hyeon... keluar kamu berdua. Bawa keluar Pangeran Ju Qin dari Kekaisaran Rajawali Agung... jika hitungan ke sepuluh kamu tidak keluar membawa pangeran, jangan salahkan aku mengobrak-abrik pulau ini" Laki-laki muda yang adalah Sima Yong langsung duduk di alun-alun Klan. Dia mengeluarkan Kecapi/Gu Zheng dan meletakkan alat musik itu di hadapannya. Di petiknya tali dawai kecapi dan mulai melantunkan komposisi tertentu.
Lima sosok tubuh melesat dari dalam aula dengan membuat gerakan telapak tangan untuk membunuh pengacau itu...
"Cari mati... berani sesumbar di Klan Dongmul Jeongbogja"
Lima praktisi dengan gerakan tangan yang aneh mengunci dan siap membunuh Sima Yong. Masing-masing berperingkat Alam Peringkat Suci bintang 5 sampai 8.
"Satu...."
"Tring..."
Petikan dawai ditangan Sima Yong menimbulkan angin serangan beruntun yang langsung menghantam dada lima praktisi itu.
"Hoeks..." darah terteguk, lima praktisi itu jatuh tidak sadarkan diri...
"Dua...." dia terlihat tidak peduli sambil terus memainkan senar alat Kecapi itu. Angin mulai mengamuk di pulau itu. beberapa dahan pohon mulai patah dan jatuh...
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.