Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Mulai Menyuling


__ADS_3

  



Di suatu ruangan yang kedap suara yang mana ruangan itu juga diatur menggunakan array khusus guna memberi efek tidak akan tembus suara dan hancur karena termakan ledakan dari uji coba bahan-bahan alkimia atau penyulingan item sihir dan artefak, pada ruang itu terlihat Sima Yong tengah berkutat dengan tungku raksasa yang disediakan Alkemis Alrin.


Blam ! terdengar suara ledakan. Bahan uji coba yang masukkan seketika meleleh dan bereaksi menimbulkan ledakan. Baik tungku maupun kuali yang ia gunakan terlihat retak.


   Karena ruangan itu hanya ia sewa dari pemilik toko Tuan Alrin, maka tungku dan kuali yang disediakan sudah seharusnya adalah kualitas dari biasa-biasa saja.


"Jika aku menyuling benda artefak yang aku inginkan hanya menggunakan tungku serta kuali kelas Bumi ini, aku yakin semua bahan-bahan mahal yang aku beli serta kumpulkan selama petualanganku akan terbuang sia-sia saja" kata Sima Yong cemberut.


   Perlu diketahui disini. Peringkat Tungku dan kuali adalah mengikuti peringkat level dari para Master pengolah kekuatan jiwa itu. Paling rendah adalah Tungku atau kuali Peringkat Segel. Selanjutnya Peringkat Bumi, Peringkat Surgawi, Peringkat Dao dan paling legendaris adalah Peringkat Immortal.


   Akan tetapi adalah mimpi semata untuk memiliki tungku atau kuali peringkat Immortal di Benua Silver ini. Jika ada seorang alkemis yang memiliki benda-benda tersebut berperingkat Dao, itu sudah terhitung sangat istimewa.


   Sima Yong memiliki peralatan tungku dan kuali sesuai warisan yang ia terima di masa lalu. Akan tetapi tungku dan kualinya hanyalah peringkat Surgawi dan khusus hanya untuk menyuling bahan-bahan untuk mengolah pil atau senjata dan armor roh yang berfungsi untuk pertempuran fisik saja.


   Untuk menyuling Artefak yang dapat digunakan didalam pertempuran Energi Fisik maupun sihir, diperlukan Kuali dan Tungku yang dibuat khusus untuk menyuling bahan-bahan tersebut.


   Bahan-bahan yang digunakan untuk menyuling senjata atau artefak sihir merangkap fisik, pada umumnya menggunakan banyak sekali bahan yang terdiri dari organ atau sisa-sisa fisik makhluk sihir seperti naga, feniks dan lain-lain.


   Sima Yong beruntung mewarisi api surgawi. Seperti yang kita ketahui. Dahulu sekali ketika ia menginjakkan kaki di wilayah barat Benua Silver, SimaYong pernah berlomba dengan beberapa praktisi untuk memperebutkan warisan dari seorang alkemis surgawi.


   Di dalam domain itu, anak muda itulah pertama kalinya ia berkenalan dengan dunia Alkimia dan ia memperoleh warisan berupa Api Hitam Pembakar Jiwa. Api Hitam Pembakar Jiwa ini adalah Api Surgawi yang berada pada urutan nomor dua dari lima api surgawi yang diketahui banyak orang.

__ADS_1


   Peringkat pertama adalah Api Permata Biru, lalu Api Hitam Pembakar Jiwa (ia telah memiliki api ini), Api Cahaya Terang (dikuasai oleh Sekte Kuil Teratai Putih di Benua Penyaringan Dewa), Api Sungai Kuning dan Api Merak Suci.


   Api sangat penting dalam menyuling senjata, dimana ada banyak bahan-bahan roh yang tidak akan larut ketika dipanaskan menggunakan api biasa. (Kisah mendalam tentang api surgawi ini akan dibahas pada bab selanjutnya, mengingat Sima Yong sendir telah mengabaikan kalau ia memiliki salah satu api yang paling dicari di dunia ini).


   Tuan Alrin buru-buru berkata dengan mata yang kembali berbinar-binar.


"Mengapa Tuan Yong tidak membeli saja Tungku dan Kuali peringkat Surgawi yang aku miliki?


   Kedepannya dengan keberadaan Tungku Pelumat Dunia dan Kuali Feniks Hijau ini, anda akan dapat membuat lebih banyak lagi artefak sihir tanpa harus tergantung dengan toko-toko Alkemis peringkat tinggi seperti yang aku kelola ini.."


   Tuan Alrin lantas memberi kode kepada karyawannya. Dan tidak menunggu terlalu lama, tampak empat orang mendorong tungku besar berwarna perak bercampur emas pada kereta dorong.


"Inilah salah satu benda yang aku sayangi selain tungku milikku pribadi" kata Tuan Alrin.


   Menyusul satu kuali besar yang dinamakan Kuali Fenix Hijau, juga didorong menggunakan kereta dorong ke ruangan kerja yang disewanya.


   Sima Yong memandang puas akan dua benda peringkat surgawi yang akan ia gunakan itu. Ketika melihat masih adanya keragu-raguan di wajah anak muda itu, Tuan Alrin buru-buru menyerahkan satu tas spasial dan berkata.


"Tak perlu Tuan Yong kuatir. Dua benda alkemis peringkat surgawi ini juga memiliki tempat penyimpanan yang akan mempermudah anda membawa-bawa mereka kemana saja" kata Tuan Alrin.


"Bahkan tas penyimpanan ini dapat dipersingkat dengan disimpan ulang didalam cincin spasial anda" wajah Tuan Alrin menunjukkan kepausan setelah mendung di wajah Tuan Yong menjadi pudar.


"Senang sekali berdagang dengan anda Tuan Alrin" kata Sima Yong sambil kembali menyodorkan kantong Eliksir merah jambu kepadanya.


"Ah.. kalau demikian, Alkemis tua ini tidak akan mengganggu anda dengan kegiatan penyulingan ini.

__ADS_1


   Aku akan meninggalkan anda ..." pria alkemis itu melirik kiri dan kanan. Seolah-olah kini dia melihat peluang baru dan menawarkan lagi sesuatu kepada Sima Yong.


"Ku lihat... anda tidak memiliki asisten alkemis untuk project anda ini. Toko kami menyediakan jasa...." belum lagi Tuan Alrin menyelesaikan kata-kata nya, tiba-tiba Sima Yong lantas menutup pintu kamar pembakaran dan penyulingan itu.


Blam ! menyusul suara dari dalam terdengar, demikian jelas bahkan mampu menembus ruang kedap dan anti ledakan itu.


"Mismaya akan menjadi asistenku selama masa penutupan diri ini. Paling-paling aku hanya membutuhkan Mismaya untuk membeli atau mengambil beberapa bahan yang masih aku butuhkan nanti.


   Tolong permudah ruang gerak gadis peri itu selama aku melakukan masa menutup diri" setelahnya keadaan menjadi sepi.


   Tuan Alrin lantas membungkuk seperti memberi salam dan hormat dari balik pintu.


"Tidak lah bohong berita tentang kemahiran dan kesaktian Tuan Yong ini. Dia bahkan mampu berbicara menembus batas ruang yang di bangun menggunakan bahan sihir peringkat tinggi, seperti tidak ada yang menghalanginya untuk berbicara... Ah... setidak nya kemampuan orang ini di ranah Alam Melintas Immortal" batin Tuan Alrin sambil berjalan pergi.


   Sejak saat itu, seluruh ruangan di bagian belakang toko alkimia Tuan Alrin itu dinyatakan sebagai ruang tertutup. Tuan Alrin bahkan mempekerjakan beberapa tenaga dari ras mereka Armadyl yang biasanya pergi berkelana mengumpulkan bahan-bahan yang nantinya akan di jual di Toko Aros miliknya.


   Waktu pun berlalu, tanpa terasa telah seminggu lebih Tuan muda itu, Tuan Yong mengurung diri di dalam ruang pembakaran atau laboratorium alkemis itu. Hanya sesekali peri kecil bernama Mismaya yang mondar-mandir ke ruang pamer untuk memesan beberapa bahan-bahan tambahan yang biasanya dipergunakan alkemis sihir untuk membuat benda sihir atau artefak.


"Pasti sesuatu yang amat berharga - yang tengah disuling tuan muda itu" batin Tuan Alrin. Meskipun penasaran dengan apa yang disuling anak muda itu, namun Tuan Alrin tidak nanti menjadi gegabah dengan mencoba curi-curi melihat atau mengintip.


   Keberadaan seorang ahli di ranah Alam Melintas Immortal adalah sosok yang hanya dapat disandingkan dengan dewa - dewi saja. Apalah dirinya yang akan dipandang seperti semut di mata ahli-ahli tingkat tinggi seperti Tuan Yong ini. Alkemis Alrin menyimpan rapat-rapat tentang kegiatan penyulingan di kamar pembakaran atau laboratorium itu, guna menghindari orang-orang yang memiliki sifat serakah.


Bersambung


    Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3

__ADS_1


__ADS_2