
Setelah Wang Yong dan ketiga kawannya menyelesaikan semua urusan mereka di Balai Harta Kota Azalea, beramai-ramai mereka meninggalkan balai harta yang mengesankan itu.
Lin Hong terlihat puas dengan Sarung Tangan Inccoruptible yang dia idamkan, sementara Fenying membeli perhiasan yang menarik hatinya. Peng Fai hanya sekedar melihat-lihat menemani mereka dia berjanji akan lebih rajin menabung energi stone dari hasil membantu Fenying berjualan di Market Sekte.
Wang Yong sendiri ketika mereka menanyakan apakah ada hal penting yang menyebabkan Tn. Yan Bai mengundangnya di ruang pribadi Balai Harta, dia hanya menjelaskan secara sekilas bahwa ketertarikan Balai Harta Azalea untuk membeli Jimat Pseudo Perfect dari dirinya.
Tentu saja penjelasan itu sudah memuaskan dan membuat lega ketiga kawannya. Perjalanan menuju hotel penuh camda sehingga mereka telah melupakan kejadian tadi di Balai Harta.
Sementara perjalanan menuju Hotel Permata Surgawi, keadaan dijalan terlihat sudah tidak terlalu ramai seperti saat mereka keluar pada awal petang. Tentu saja hal ini disebabkan dengan kondisi jam di Kota Azalea yang saat itu yang telah mendekati tengah malam.
Ketiganya terus bersenda gurau sepanjang perjalanan, muali dari mentertawakan aksi heroik Fenying ketika mencabut pedang panjangnya melawan Yu Long. Fenying teelihat malu namun dia ikut tertawa dengan keras mengingat aksi keberaniannya menantang pedang Yu Long.
Sesekali didalam perjalanan itu mereka bertemu dengan pemabuk dijalanan namun hal seperti itu tidak membuat murid Sekte Pedang Awan merasa takut. Bukankah mereka adalah cultivator muda dari Sekte yang terkenal dengan ilmu pedang?.
*********
Setelah menempuh tiga perempat perjalanan ke Hotel Permata Surgawi, udara sekitar jalan itu terasa agak berubah. Angin sepoi-sepoi berhembus memberi rasa kantuk, namun tidak terlihat adanya pepohonan yang bergoyang atau pun dedaunan yang gugur.
"Fenomena aneh di awal musim semi..." Lin Hong berkomentar tentang angin itu.
Secara perlahan, suara disekitar jalan itu pun perlahan menjadi senyap, dan kemudian benar-benar menjadi sangat sepi. Tidak ada suara apapun namun angin mulai berhembus sedikit lebih kencang membawa rasa kantuk.
Wang Yong menengadah wajahnya kaearah langit dan mengamati. Bahkan bulan sekalipunpun seakan malas untuk keluar dari balik awan gelap untuk memberikan cahaya. Jalan menuju Hotel Permata Surgawi itu tiba-tiba diselimuti kabut hitam.
“Perbuatan seorang Master Simbol menggunakan energi mental. Harap kalian waspada kawan-kawan. Segera mundur, biarkan aku yang menghadapnyai” Wang Yong memperingati ketiga kawannya.
Ketiga kawannya mundur sekitar lebih dari 30 meter sementara Wang Yong tetap berdiri ditengah jalan yang dalam penglihatan mereka teelihat sepi itu. Kabut Hitam itu makin tebal diikuti angin bertiup sehingga pakaian yang dikenakan Wang Yong terlihat melambai seperti layang-layang di udara Ketika angin bertiup agak kencang.
Lalu sambil menggumankan sesuatu kalimat, Wang Yong membentak,
“Keluar….!!!”
Sebuah serangan menggunakan energi mental terbang ke arah asap hitam didepan nya. Lalu kemudian energi mental itu membentuk bayangan perak seperti seekor burung merpati mendekati awan hitam.
“Duar…..!!!”
Dua energi mental bertemu dan menyebabkan ledakan yang keras. Kabut asap hitam itu sirna Ketika bertemu dengan energi mental perak dalam wujud burung merpati…..
*********
Sementara itu sebuah Gedung di lantai 5, tepatnya di sebuah Organisasi rahasia Bernama Organisasi Menara Langit,
“Ledakan energi hasil pertempuran antar Master Simbol.. siapa dua orang yang bentrok itu?” sosok pria di lantai 5 itu berkelebat menghilang ke angkasa dan menuju kearah muncul nya ledakan energi metal itu.
Di Hotel Permata Surgawi, lima master sekte, satu kepala akademi dan satu wakil master sekte juga mengalami kejutan ketika tekanan meluas akibat bentrokan 2 energi mental dari kejauhan. Peertikaian diantara energi mental Simbol Master adalah bukan hal yang biasa.
Sangat sedkit sekali cultivator dibelahan Bumi Utara ini yang mampu mengeksekusi energi mental lalu memanipulasinya untuk digunakan didalam pertempuran. Dalam sekejab ketujuh petinggi sekte itu melesat pergi menuju kearah sumber tumbukan energi mental bertubrukan itu.
Tidak berapa lama setelah bayangan para Master sekte berkelebat pergi, disusul bayang-bayang para penatua masing-masing sekte yang ikut peegi kearah pertempuran menggunakan kekuatan mental itu.
Dari Istana Kekaisaran, nampak melesat diangkasa, dua bayangan yang terbang menuju kearah sumber ledakan energi mental.
__ADS_1
"Itu adalah pertempuran antara simbol master. Kejadian yang sangat langka".
Kedua bayangan itu adalah Kepala Pengawalan Khusus Kekaisaran yaitu Xu Jianheng dan Penasihat Kerajaan yaitu Lord Tang De Hua. Keamanan di Ibukota harus berada dibawah tanggung jawab mereka berdua.
Dari Balai Harta Kota Azalea Tn. Yan Bai melesat terbang kearah pertempuran symbol master menggunakan pedang.
Kota Azalea yang telah menjelang tengah malam mendadak dipenuhi bayangan yang berkelebat menuju kearah pertempuran menggunakan energi mental itu. Semua sangat penasaran, jarang sekali diberi kesempatan menyaksikan Simbol Master beraksi. Mereka harus menyaksikan kejadian itu.
Selain praktisi pedang ternama yang disebutkan tadi, sejumlah besar cultivator berkemampuan tinggi yang tidak tergabung dalam sekte apapun ataupun berasal dari sekte tidak terkenal berduyun-duyun menuju ke area pertempuran.
Masing-masing dari mereka mengambil tempat agak jauh dari sumber energi pertempuran, bahkan ada yang menyembunyikan diri didalam pepohonan sekitar hanya untuk menyaksikan pertempuran langka itu.
“Siapa kedua symbol master yang berselisih di Ibukota Azalea ini?”
semua bertanya-tanya penasaran.
*********
Wang Yong setelah mengirimkan serangan mental perak dalam bentuk kupu-kupu, melihat dari dalam kabut hitam itu sebuah bayangan laki-laki bertopeng dengan pakaian yang misterius tertiup angin. Laki-laki itu memandang seolah tidak percaya Ketika ilusi yang dia pakai untuk menyerang keempat remaja Sekte Pedang Awan itu buyar begitu saja. Sosok itu adalah Dou Chen dari Sekte Awan Hitam.
Lanjut masih didalam kebisuan yang penuh misteri, Dou Chen menutup rasa tidak percayanya dengan melesat kearah Wang Yong yang berjarak 25 meter. Ditangan kanan sebilah pedangnya terhunus, sementara tangan kirinya membentuk segel aneh dibarengi mulut yang komat-kamit merapalkan mantra.
Ketika jarak semakin dekat dengan Wang Yong, itu sekitar kira-kira 10 meter, memdadak tangan kirinya mengeluarkan segumpal asap hitam lalu.
Asap Hitam itu lalu membentuk kotak aneh dan mengurung Wang Yong di dalamnya. Pedang ditangan kanan meluncur cepat ke kotak asap tersebut dengan kejam, menusuk tanpa ampun. Dia berniat akan mengambil nyawa Wang Yong dengan sekali gebrakan.
Semua penonton yang tersembunyi itu menahan napas ingin berteriak. Ketiga kawannya yang berdiri dibelakangnya di jarak kejauhan 100 meter juga turut menahan nafas. Fenying bahkan menutup matanya dengan kedua tangan. Peng Fai dan Lin Hong menunjukkan raut wajah dengan ekspresi sangat khawatir.
Ketika pedang hitam itu semakin mendekati kotak berasap hitam yang menyelubungi Wang Yong, sekonyong-konyong terdengar pekikan memecah kesunyian,
Lima helai cahaya bergradasi dasar kristal melesat keluar dari dalam gumpalan asap, tiga helai Qi pedang mengoyak gumpalan asap itu sehingga keadaan nya menjadi buyar, sementara dua dari Qi Pedang itu menebas kearah pedang Dou Chen yang tengah melakukan gerakan menusuk.
“Trangggg…..!!!
Percikan api keluar diiringi bunyi pedang Ketika energi Qi pedang gradasi warna kristal itu memotong kearah pedang hitam yang ditusukkan Dou Chen. Dou Chen.
Kembali seuah kejutan diberikan remaja dari Sekte Pedang Awan sehingga Dou Chen semakin kaget. Teknik gabungan energi mental dan Seni Pedang Awan Kegelapannya berhasil dibuyarkan oleh Wang Yong.
Dari arah penonton pada tempat tinggi disalah satu atap bangunan, Master Zuo membisikkan kata-kata kepada Master
Dugu Taoran.
“Sekte Awan Hitam menyembunyikan dengan rapat, rahasia bahwa mereka ternyata memiliki seorang murid yang mampu mengeksekusi kemampuan mental kedalam Teknik bertarung”
“Sepertinya itu akan menjadi kartu truf dari Sekte Awan Hitam di ajang kompetisi nanti”
“Si rubah tua Ding Huising memang sungguh licik. Diam-diam dia menyimpan rahasia ini dan melatih Du Chen ini entah berguru pada siapa. Bukankah diantara tujuh sekte ini hanya Anda di sekte kami dan Master Zhang Yuan yang mampu mempraktekkan Teknik energi mental?” Master Dugu Taoran membalas bisikan Master Zuo.
“Benar Master Sekte. Aku yakin pihak Kuil Keabadian juga pasti kaget melihat hal ini. Semoga kemampuan mental Dao Chen itu belum terlalu kuat. Aku yakin ada yang mengajari murid Awan Hitam itu. Karena jika tidak ada yang memberi petunjuk ketika seseorang melatih kekuatan mental niscaya orang itu akan tersesat lalu kemudian bisa menjadi gila”
Disudut lain, Master Kuil keabadian juga menjadi sangat terkejut Ketika melihat pertempuran yang menggunakan energi mental itu. Dia juga menduga-duga apakah Master Zuo dari Sekte Pedang Awan yang memberi petunjuk kepada Murid Awan Gelap? "Ah tidak mungkin. Kedua sekte itu saling membenci"
__ADS_1
“Dilaim pihak tak kusangka Sekte Pedang Awan mampu melatih monster kecil sebagai master symbol yang memiliki kemampuan mental begitu tinggi.
Semua praktisi yang menonton pertempuran yang awalnya berupa bentrok kekuatan mental lalu beralih ke pertukaran pedang campuran dua teknik itu benar-benar sangat terkejut. Kemampuan pedang yang sedemikian tinggi, diikuti kemampuan mental yang hebat pula, monster macam apa yang tengah bertempur didepan kami ini.
Selain merupakan pertunjukkan istimewa, mereka makin sadar betapa me gerikannya seorang Simbol Master.
“Aku merasa Wang Yong telah mencapai tahap Energi mental yang setara Master Segel 5. Besok kami akan mengunjungi Asosiasi Simbol Master Kota Azalea untuk memperoleh lencana Master Segel 5” kata Master Zuo kepada Master Dugu Taoran.
Sementara itu pertempuran diantara dua pemuda itu semakin intens. Wang Yong bahkan tanpa segan-segan mempertontonkan kemampuan terbangnya menggunakan jubah ajaib dan sepatu ajaib. Tubuhnya yang seringan kapas, selalu melayang mengikuti kemana peginya Dou Chen.
Lima helai energy Qi pedangnya menari-nari sambil memantulkan cahaya keperakan mengejar kemanapun Dou Chen pergi menghindar. Semuannya mengincar titik berbahaya di tubuh Dou Chen.
Dou Chen sendiri tidak mau kalah dimana dia berusaha membentuk banyao segel ditangan kiri untuk kemudian menyerang Wang Yong menggunakan energi mental dalam bentuk kabut asap.
Setelah pertukaran pedang bersama serangan mental, Wang Yong merasa pertunjukan telah cukup lalu dia melompat mundur untuk menjaga jarak dari Dou Chen.
Dou Chen dalam hal ini mengira bahwa Wang Yong akan menyerah. Dia tertawa dengan keras memecah kesunyian itu. Tangannya Kembali membentuk segel-segel rumit lalu kemudian asap hitam yang besar keluar dari segel ditangannya. Didalam asap hitam itu terlihat nyala api yang kelihatan meronta-ronta, berusaha keluar dari asap hitam berbentuk kotak itu.
Sementara Wang Yong di seberang dijarak 50 meter dari nya, terlihat membentangkan kedua tangan, kepalanya menengadah ke langit. Pedangnya melayang berputar diatas kepala. Dengan khusuk dia mengumpulkan semua energi mental yang ada dibenaknya. Ini telah selesai. Lalu sebuah tangisan pilu terdengar dalam Bahasa aneh yang tidak dimengerti orang, meluncur keluar dari mulutnya,
“megil gurtha…….”
Bagaikan suara yang sangat kuno, kata-kata itu mengunci suasana disekitar dan merubahnya menjadi mencekam. Hawa dingin seakan-akan musim dingin telah tiba memyelimuti daerah itu.
Sementara tangisan pilu itu terdengar seperti nada kesedihan, bulu kuduk semua orang terasa meremang ketika mendengarnya. Sebuah cahaya berwarna putih keperak-perakan keluar dengan cepat dari tubuh Wang Yong melesat kearah gumpalan asap penuh api milik Dou Chen.
Asap Hitam penuh api itu juga tidak mau kalah. Benda itu menerjang kedepan menyambut energi mental yang di lemparkan Wang Yong.
Cahaya perak Wang Yong ketika semakin mendekati asap yang juga menggunung itu, makin menggunung dan semakin membesar. Lalu kemudian dengam cepat berubah bentuk me jadi sebilah pedang perak keputihan raksasa.
Ketika dua energi mental itu bertemu di udara…….
“Slasshhh………”
Terdengar suara irisan pedang, ketika pedang perak menyala-nyala itu mengiris gumpalan energi asap hitam. Kemudian menyusul suara ledakan ketika lonjakan api dari dalam asap hitam menjadi buyar....
“Duuaaaarrr…. Duaaar…….”
Semua orang terkesima melihat keindahan yang ditimbulkan pedang perak raksasa yang dengan mudah mengiris gumpalan asap hitam. Namun mereka sadar dibalik keindahan itu terdapat bahaya yang sangat mengerikan.
Lalu kemudian disusul jeritan suara orang yang memuntahkan darah. Dou Chen terlihat sekarat.
Ketika energi mental yang dilepaskannya diiris dengan mudah oleh pedang perak itu. Disaat itu pula dia merasakan ada sesuatu kekuatan yang bagaikan memecahkan dada dan mengiris benak. Dia hanya bisa terdiam ditempat, pandamgam menjadi nanar. Namun Pedang Perak Raksasa itu terus memdekati dirinya dan akan akan merajam benaknya.
Hanya suara jeritan ngeri bercampur ta gisan yang dapat dilakukan Dou Chen.
***********
“Lihat saja, ketika pedang perak yang dibentuk dari energi mental menyentuh benak Dou Chen. Anak itu akan menjadi cacat. Dia akan gila selamanya” Master Zuo berkata pelan. Master Sekte Dugu Taoran juga tidak dapat mengatakan apa-apa selain terdiam. Ini adalah duel hidup mati diantara dua praktisi. Mereka tidak boleh ikut campur.
Dari arah penonton lainnya semua orang juga terdiam dalam bis. Ada juga yamg merasa iba melihat Doun Chen yang sudah dipastikan akan me jadi orang cacat selamanya.
__ADS_1
"Mohon kiranya memberi belas kasihan….” Sebuah teriakan diiringi bayangan berkelebat menghalangi pedang perak raksasa itu.
*Bersambung*