
Magus pria dari Negri Haiyang Timur bernama Bai Chan Cheng itu cepar-cepat mengambil gerakan menjura dalam-dalam, dia membungkuk ke arah dua sosok di atas menara tinggi dan berkata,
"Tuan berdua. Perkenalkan aku bernama Bai Chan Cheng.
Aku adalah Guru Negara Haiyang Timur, seorang Magus master jiwa peringkat Dao awal" Bai Chan Cheng jeda sebentar.
Dia menatap menyelidiki dua sosok mistis diatas menara sisa benteng. Lanjutnya
"Jika tuan berdua memiliki masalah dengan kami pihak Kekaisaran Haiyang, mohon ungkapkan keberatan apa anda.
Dalam hal ini, aku memohon kiranya tuan berdua memberi muka kepada kami dari kekaisaran Haiyang, mengembalikan kondisi trance tentara kami menjadi sehat seperti semula"
"Tentara pasukan Haiyang kami tidak ada memiliki dendam sedikitpun dengan anda berdua. Mohon tidak menyakiti mereka lebih lanjut" Bai Chan Cheng melirik kearah lebih dari seribu tentara yang terguling dalam keadaan tidak sadar.
Meskipun kelompok mereka datang dalam jumlah yang besar, namun rencana awal ketika pasukan tentara melintas perbatasan gurun untuk mengganggu Benteng Pertahanan Utara, pasukan sebanyak 1000 tentara ini di tugaskan hanya untuk memata-matai keadaan.
Namun Bai Chan Cheng telah mengambil inisiatif sendiri, bertindak dan memerintah pasukan itu menyerang benteng yang mengakibatkan orang-orang utara kocar-kacir saat itu.
Hening sejenak, lalu terdengar suara pria setengah umur berambut keemasan, wajah bersinar seperti rembulan - dialah pria yang memainkan musik sitar tadi. Suara nya demikian jernih, terdengar merdu seperti suara seruling yang di tiup.
"Anda mengatakan kalau ini bukan urusanku? Anda hanya berurusan dengan orang-orang utara di benteng ini?" pria itu lalu tertawa dengan suara yang tetap terjaga untuk terdengar merdu.
"Tuan Bai, anda seorang Magus peringkat Dao. Aku tahu kalau anda adalah seorang penyihir yang hebat. Anda bahkan adalah seorang pengendali cuaca yang sangat hebat.
Aku bahkan dapat merasakan energi sihir anda, meskipun kami berada di kedalaman hutan di tempat khusus.
Aku menjadi bertanya-tanya. Ketika anda dan semua pasukan anda berniat untuk menghancurkan ahli-ahli di utara sini, apakah anda berharap kami kaum Elf dari Hutan Fairy Cliff hanya akan duduk diam menyaksikan orang-orang dari wilayah lain datang dan menggempur wilayah utara kami?
Aku Baron Wei, telah hidup ratusan bahkan ribuan tahun lamanya. Keadaan kacau antar wilayah seperti ini pernah terjadi seribu tahun yang lalu.
Ya benar.. seribu tahun yang lalu. Ketika itu masing-masing wilayah di Benua Silver mengaku dan ingin disebut sebagai wilayah yang paling berkuasa.
Namun ketika itu pemimpin masing-masing wilayah memutuskan untuk mengirim satu orang praktisi terkuat untuk bertanding. Pemenang kompetisi antar wilayah itulah yang di sebut Dewa Pedang.
Aku teringat sendiri, Raja Pedang kami Kaum Elf yang mewakili negri utara ini. Sayang sekali semua peserta turnament, mereka yang di sebut Raja Pedang itu menghilang."
Elf itu lantas mengangkat tangannya, lalu sebuah sinar melesat membelah kegelapan malam. Sinar itu meledak di ketinggian malam, berpendar membentuk sinar dalam ukiran bintang.
"A-apa yang anda lakukan?" tanya Bai Chan Cheng panik. Dia tahu itu adalah kode tanda memanggil bantuan. Sementara saat ini, di pihaknya hanya tersisa segelintir tentara yang awal-awal telah menutup kuping dan terhindar dari siksa musik penyerang jiwa tadi.
__ADS_1
Elf Baron Wei itu tidak menjawab. Tersenyum pun tidak. Namun Bai Chan Cheng merasa bulu kuduk nya berdiri. Ada aura mistis yang sulit dia gambarkan, yang terasa menggerogoti jiwanya.
Udara saat itu terasa bertambah dingin, sementara bunyi hentakan kaki terdengar keras, membuat tanah gurun berpasir itu bergoyang-goyang 'duk - duk - duk'.
"A-apa ini?" tanyanya panik.
Lalu satu demi satu mahluk mitos itu muncul di hadapannya. Satu - dua - tiga - empat - lima. Lima mahluk mengerikan muncul dari kedalaman hutan. Tinggi mahluk es itu kira-kira 40 kaki (18 meter). Penampakan mahluk itu mirip raksasa kristal, namun sekujur tubuh kristalnya adalah kristal es.
"Ymir !" pekik Bai Chan Cheng.
Dia di cekam ngeri. Sebagai magus dia pernah mempelajari mahluk es yang mampu menyerang dengan kekuatan dingin. Dan sekarang di hadapannya muncul lima Ymir sekaligus. Ini bukan hal yang dapat dianggap sederhana.
Magus itu juga melihat, jauh di pundak Ymir itu, berdiri masing-masing dua Elf dengan tangan memegang busur dan anak panah. Ini bukan main-main katanya panik di dalam hati.
"Apa yang anda inginkan Tuan Baron Wei?" tanya magus itu hati-hati.
Elf itu tidak merenspons. Namun setelah lima tarikan napas dia berkata.
"Kenyataan nya aku hanya ingin menunjukkan kepada anda dan seluruh jajaran tentara Kekaisaran Timur anda. Lima Ymir itu hanyalah permulaan.
Di tempat kami bahkan ada lebih dari dua puluh Ymir. Kami tidak segan-segan untuk mendatangkan mahluk legendaris dan semua mahluk mitos kami untuk berperang" jawab Elf itu dengan tenang. Suara merdu nya masih tetap terdengar seperti seruling.
"Mungkin anda harus melihat demonstrasi berikut ini, dan mempertimbangkan menarik mundur pasukan anda,
Dari balik awan, tepatnya dari cincin sang rembulan, satu sosok panjang melesat keluar, terbang menuju ke benteng pertahanan. Mahluk itu demikian panjang, ada satu lie mungking. Bai Chan Cheng bertambah kalut.
"Ryu !" teriak magus itu.
Ryu adalah Naga air yang berasal dari negri jauh di timur sana. Sebagai orang timur. keberadaan Ryu ini bahkan tidak terdengar lagi sejak ribuan tahun lalu. Namun herannya mahluk mitos ini hidup dan nyata di kawasan utara.
"Begitu banyak keajaiban dan keberadaan mahluk mistis di utara sini. Pantas saja mereka sangat kuat dalam pertempuran menggunakan kekuatan jiwa dan penggunaan sihir" pikir Bai Chan Cheng ngeri.
Ryu raksasa itu berputar dan meliuk dekat dengan magus itu. kemudian dia menjauh dan melontarkan sesuatu dari moncongnya. Air, semburan air yang sangat kuat terpancar dari mulutnya.
Tidak berhenti disitu saja. Satu Ymir yang masih berdiri kaku, tiba-tiba menghembuskan tiupan yang sangat kuat.
Wush - wush - wsuh.
Semburan air yang keluar dari moncong Ryu naga air itu seketika membeku, dan berubah menjadi kristal es yang tajam dan panjang seperti pedang.
__ADS_1
Ada lebih dari lima ribu pedang terbang yang mengancam - seakan mengunci dan siap memanggang Bai Chan Cheng menjadi daging frozen.
"Mati !. Aku telah mati !" Bai Chan Chen pasrah dan menutup mata.
Suara Elf yang seperti seruling itu sekali lagi terdengar merdu,
"Cukup !"
"Hentikan !"
Bai Chan Cheng membuka mata pelan-pelan. Dia melihat ribuan pedang es itu diam di tempat. Kemudian meleleh dan jatuh ke pasir berupa cairan. Bai Chan Chen berkeringat dingin. butir demi butir menetes di keningnya.
Lama kemudian semua membisu. Pelan-pelan Bai Chan Chen berkata..
"Tuan Baron Wei .. tolong katakan apa syarat anda. Aku akan memberi tahu syarat anda kepada kaisar kami"
Elf itu tetap diam dalam keagungan wajah tanpa ekspresi. Lalu katanya,
"Katakan kepada Kaisar anda. Setahun dari sekarang, seorang praktisi papan dari negri utara kami akan mewakili kami untuk bertanding dengan praktisi terkuat wilayah kalian maupun praktisi kuay lannya yang menjadi aliansi anda, wilayah barat.
Bila perlu, undang wilayah lainnya. Tengah dan Selatan. Kita akan mengulang kejadian seribu tahun yang lalu. Seluruh benua akan memilih siapa yang pantas memperoleh gelar Dewa Pedang.
..
Di saat itu juga kami juga akan menjelaskan kepada pihak anda, siapa penyebab yang membuat berita kalau praktisi wilayah utara kamilah yang memulai pertikaian ini. Yang membuat kekacauan ini telah berlarut-larut...
Ahli-ahli pencari jejak kami akan menyelidiki di tempat kejadian pembunuhan Putra Mahkota Negri Haiyang kalian"
"A-anda tahu tentang kematian Putra Mahkota kami. D-dapatkah anda membantu menyelidiki nya?" tanya Bai Chan Chen gemetar.
"Tentu saja aku tahu. Kami memiliki mata-mata bukan? Selama ini mata-mata wilayah utara sedang menyelidiki kejadian sebenarnya.
Sayang sekali penyelidikan mereka terganggu dengan kalian dan praktisi-praktisi barat" jawab Elf itu
***
Pagi menjelang dan pasukan Kerajaan Haiyang berbalik ke based perkemahan mereka di Gurun Terkutuk. Kesepakatan telah terjadi. Pihak praktisi utara akan membantu menyelidiki kematian Putra Mahkota Kekaisaran Haiyang dan akan memberi penjelasan tantang hal itu.
Perang di tunda. Dan setahun dari sekarang, perang di ganti dengan pertempuran antar praktisi terkuat antar wilayah akan di lakukan di Gurun Terkutuk. Mengulangi kejadian seribu tahun lalu, menentukan wilayah mana yang akan memegang gelar Dewa Pedang.
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...