
Bijuu adalah mahluk legenda yang berasal dari satu negri di Benua lain yang berbatasan di sebelah Dataran Rendah Selatan Benua Silver. Mahluk ini bermigrasi ke Benua Silver dan memilih untuk menetap di Hutan Mistis wilayah dataran selatan.
Mahluk mitologi Bijuu ini adalah mirip musang atau serigala dan memiliki ekor yang banyak. Makin banyak ekor yang dimiliki oleh Bijuu, berarti tingkat kultivasi dan kesaktiannya semakin tinggi. Meskipun umumnya bertubuh tinggi besar, namun Bijuu ini ada juga yang memiliki tubuh kecil.
Konon migrasi nya kaum magical beast ini di sebabkan pertempuran di benua asal mereka yang di kenal dengan nama Perang Sembilan Dewa. Mahluk-mahluk setengah dewa ini bertarung hebat melawan Nekomata (semacam kucing) dan aliansinya. Pada akhirnya perang itu menyisakan dua bijuu yang kemudian mengakhiri perang melelahkan dengan periode panjang itu.
Namun belakangan, seiring dengan jalannyawaktu semua mahluk-mahluk yang terlibat di dalam peperangan besar itu kemudian di segel di kuil-kuil yang tersebar di seluruh benua tersebut, menyisakan beberapa gelintir ras Bijuu lemah meloloskan diri, diam-diam bermigrasi ke Benua Silver.
Bijuu yang migrasi ke Benua Silver adalah dari kelompok Hokou, yaitu Bijuu berwujud anjing dan memiliki lima ekor. Hokou ini terobsesi untuk menguasai lima elemen seperti air, angin, api, tanah dan petir. Kelompok Bijuu ini tidak segan-segan menghancurkan alam, demi menguasai kembali lima elemen tadi.
Ras Bijuu lainnya adalah Kaku. Kaku ini berbentuk tupai dan memiliki tujuh ekor dan merupakan yang terlicik diantara semua keturunan Bijuu. Kaku ini selalu di tugaskan sebagai penyusup atau mata-mata karena kemampuan mereka menyusup kedalam tanah. Jika keberadaan Kaku ini diatas tanah. Dia dapat berubah menjadi apa saja yang dia inginkan, sepanjang Kaku memiliki tanah liat untuk membentuk diri menjadi sesuatu yang dia inginkan.
Kedudukan Patriak Guan Zhung You selama menjadi Patriak di Hutan Mistis, selalu di bayang-bayangi rasa ketidak puasan dari kelompok Bijuu ini. Namun ras Bijuu itu masih menahan diri, tidak berani berlebihan dan terang-terangan karena mereka segan dengan kemampuan Patriak Hutan Mistis itu.
Sampai pada akhirnya, Patriak Guan Zhung You di usia nya yang ke lima ribu tahun, dan ajal semakin dekat, dia secara tak terduga menemukan satu sumber daya surgawi yang membuat Guan Zhung You mampu menerobos menjadi seorang ahli Immortal.
Sebelum terangkat dan migrasi ke Negri Ajaib - Wonderland, Patriak Guan Zhung You memindahkan jejak jiwanya ke sebuah benda yang di sebut Relikui Ajaib Bangau Berkaki Satu.
Maksud hati memberikan peninggalan Relikui Ajaib bagi Klan Bangau Berkaki Satu, malam ketika Patriak Guan terangkat lalu bermigrasi, beberapa ras Bijuu yaitu kelompok Hokou dan Kaku meluluh lantakkan seisi Klan Bangau Berkaki Satu, demi relikui peninggalan Patriak Guan.
Sejak malam itu, Klan ras Bangau berkaki satu lenyap dari Hutan Mistis dan kelompok Bijuu ini yang bertindak seolah-olah penguasa hutan menggantikan ras Bangau Berkaki Satu.
Kemarahan kaum Bijuu terhadap Ras Bangau Berkaki Satu semakin membara tatkala mereka tidak menemukan jejak keberadaan Relikui yang di kabarkan menyisakan jejak jiwa Patriak Guan - untuk meningkatkan kultivasi seorang praktisi.
__ADS_1
Sejak saat itu, Hutan Mistis tak pernah aman lagi kerana sering kali terjadi pertempuran antara kelompok Bijuu melawan ras-rasa lain yang tidak bersedia tunduk kepada mereka. Sebut saja ras Macan keturunan macan putih atau ras Kukulkan yaitu kelompok ular berbulu besar yang merupakan keturunan ras naga.
******
Sima Yong mengakhiri membaca narasi dari citra peta di hadapannya. Pada akhirnya ia menyadari kalau peta ini sedianya di buat oleh seorang penatua Ras Bangau Putih berkaki satu, dengan harapan seseorang di masa depan akan memiliki warisan relikui dari Patriak Guan.
Demi menghindarkan diri dan menjaga agar letak keberadaan Relikui tetap aman, Penatua itu membagi peta menjadi tiga bagian dan mendoakan agar seseorang Ksatria Penolong dari masa datang akan menemukan dimana relikui itu dan membantu membalaskan dendam kepada ras Bijuu.
******
Pagi yang cerah, di waktu itu seorang pria berjalan riang gembira sambil bernyanyi memasuki Hutan Mistis. Kian lama kawasan hutan yang ia masuki semakin lebat. Namun dalam hatinya bertanya-tanya,
"Mengapa aku belum bertemu dengan satu mahluk pun dari semua ras magical beast di kedalaman hutan ini?
Pria itu adalah Sima Yong. Ketika pagi menjelang, ia memutuskan untuk memulai perjalanannya mencari Relikui Peninggalan Patriak Guan. Berbekal peta yang ia hapal dari citra malam tadi, tidak menunggu terlalu lama untuk dirinya memasuki bagian tergelap di Hutan Pinus yang dikenal dengan nama Hutan Mistis.
Tiba-tiba
"Pergi kamu.. jangan ganggu aku !
Pergi, kamu roh jahat penuh kedengkian" suara teriakan seorang perempuan ditangkap pendengaran anak muda itu.
Tak berapa lama kemudian, di hadapannya terlihat dua mahluk kecil - sekecil anak-anak usia lima tahun yang saling kejar-kejaran dalam penerbangan. Di punggung dua mahluk kecil itu terdapat empat sayap kecil yang berdengung seperti suara sayap capung.
__ADS_1
Sima Yong terpana melihat kehadiran dua mahluk kecil itu. Seumur-umur baru sekali ini ia melihat mahluk-mahluk ajaib seperti dua mahluk kecil itu. Imp, Foliot dan Jin sudah pernah dia lihat ketika dahulu di Negri Sihir. Ia lantas mendesis pelan,
"Fairies ?"
Fairies atau Peri adalah mahluk hutan yang lembut dan ajaib. Mereka bisa jadi adalah mahluk pemalu dan susah di pahami. Namun kenyataannya ada peri yang baik, namun ada pula peri yang jahat yang selalu mencari masalah dan bersikap buruk.
Seperti contoh di depan Sima Yong saat ini. Peri perempuan itu adalah dari kelompok Peri yang baik. Sedangkan peri laki-laki itu adalah peri dari Ras Daeva yang membenci peri baik dan selalu ingin mengurung mereka di dalam sangkar besi.
"Ikut dengan ku perempuan bodoh.. dan buang jauh-jauh sifat palsu mu yang selalu berpura-pura baik menolong orang lain. Tindakan bodoh mu membuat kami dari kelompok peri pada akhirnya dianggap sebagai pelayan di hutan ini.
Lebih baik aku mengurung kamu dan semua kelompok bodoh mu, agar tidak lebih mempermalukan kami kaum peri Daeva ini.."
Peri dari ras Daeva itu lantas melontarkan sesuatu benda kepada peri perempuan dan mulai mengutuk, sebaliknya peri perempuan itu terlihat mengayunkan tongkat kecil di tangannya dan mengeluarkan nyanyian aneh berbahasa kuno.
Duar !
Bentrokan kekuatan sihir dari dua peri itu membuat ledakan. Peri perempuan itu terputar-putar di udara, ketika lidah api menjilat sayapnya yang seketika menyala dn membuat dua pasang sayap itu bolong.
"Toloong !" teriak peri perempuan itu.
Bersambung
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3
__ADS_1