Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Perebutan Tiga Panji II


__ADS_3

"Mulai !" aba-aba suara Shen Zhuangshi terdengar memberi instruksi agar puluhan Demigods itu memasuki ruang array. Dua puluh anak muda SAGE itu melesat memasuki ruang spasial arena


Wush...


Sima Yong merasakan dengan cepat kultivasinya mengalami penurunan menjadi Alam Raja, tatkala dia memasuki ruang spasial penuh array itu. Namun dia tidak mempermasalahkan hal itu, tangan kanannya dengan cepat meraih satu tali jala dan sekali hentakan tangan tubuhnya melompat beberapa blok keatas.


Ketika tubuhnya melayang karena hempasan tarikan, tiba-tiba Sima Yong merasakan sebuah angin serangan tajam yang terkunci dan berniat memutuskan tangannya yang memegang tali jala-jala.


Suiiit ! Suara pedang terdengar mencicit di mana kekuatan serangan Praktisi Alam Raja, memotong lompatannya di tengah jalan.


Sima Yong tidak latas menjadi gugup. Dia melakukan jumpalitan indah beberapa putaran, dan tubuhnya berpindah beberapa blok kesamping setelah lolos dari tebasan pedang. Tubuhnya kini terayun-ayun diatas tali jala.


Sima Yong mendongak keatas dan menatap garang ketika dia melihat Xu Anguo bersama dua orang lainnya.


Rupanya Xu Anguo itu berhasil merekrut teman lainnya menjadi satu tim, masing-masing dari Klan Gao dan Zhou, yang bernama Gao Haoxin dan Zhou Mu Baoshi yang tampak tersenyum liar dari atas tiang. Kaki tiga orang itu terbelit ketat di tali jala-jala sehingga tidak membuat mereka jatuh.


Xue Anguo terdengar tertawa licik lalu berkata,


"Kamu terlalu mimpi untuk menjadi pemenang di ajang Jenius seperti ini.


Kelompok kamu dari Neraka Dunia yang di sebut Semidevil itu, meskipun memiliki kemampuan yang tinggi, namun kamu tidak bisa sama sekali di samakan dengan kami, kelompok yang di sebut Demigods, orang-orang dari golongan bersih ini"


Sima Yong menatap malas kearah tuan muda Klan Xu itu. Dia membalas tak kalah tajamnya..


"Hahaha kukira siapa yang menghalangiku.


Tak kusangka itu adalah dirimu, tuan muda terhormat Xu Anguo.


Kali ini bahkan kamu membawa dua orang kaki tanganmu, untuk menjegalku...


Jangan katakan kamu merasa dendam denganku setelah keok dalam sekali gebrakan di Klan Xu kamu tempo hari"


Sima Yong dengan sengaja berbicara keras-keras "Keok dalam sekali gerbarkan", agar semua orang turut mendengar dan Xu Anguo itu menjadi malu.


Tentu saja tindakan Sima Yong itu membuat wajah Xu Anguo berubah warna menjadi merah padam. Dalam kegeramannya dia mendesis kepada dua kawannya,


"Aku tidak peduli dengan peraturan tidak diijinkan saling membunuh.


Namun aku akan mengambil nyawa orang itu"


"Kamu lakukan saja, dan kami akan mendukungmu" bisik Gao Haoxin dengan senyuman licik. Lanjutnya masih dalam bisikan.


"Meskipun dia seorang praktisi SAGE yang amat lihai, akan tetapi tidak nanti dia akan mampu bertahan melawan kami tiga orang SAGE dari Klan Super ini".


Akan tetapi diantara tiga kawanan itu, Zhou Mu Baoshi dari Klan Zhou terlihat agak ragu-ragu,


"Apakah tindakan pengeroyokan yang lantas mengambil nyawa seperti rencana kalian itu, tidak akan membuat kita di diskualifikasi?

__ADS_1


Bukankah Pejabat Shen Zuangshi telah mengatakan, ada banyak mata-mata yang mengawsi jalannya pertandingan ini"


"Kita akan melaporkan sebagai kejadian kesalahan tak disengaja, tatkala kelompok kami berusaha menjegal langkah dia untuk memanjat mengambil bendera.


Kamu berdua tak usah khawatir... Aku yang akan bertanggung jawab nanti" bisik Xu Anguo.


Sima Yong dengan kemampuan kecepatanyya setelah menerobos ke ranah SAGE tidak menjadi takut sama sekali dengan tiga anak muda jenius itu,


"Meskipun kekuatan kultivasi kami semua telah turun di Alam Raja, ketika memasuki ruang spasial ini...


Itu bukan berarti kecepatan pedangku akan menurun. Jika saja tidak terhalang dengan peraturan di larang membunuh, akan kuambil nyawa kalian bertiga" Sima Yong menatap tiga orang itu dari bawah dengan wajah yang tersenyum dingin.


Lalu Sima Yong berkata lagi,


"Aku akan mendaki tiang ini, jika kamu bertiga masih menghalangiku, jangan salahkan aku jika tidak akan sungkan-sungkan lagi.."


"Kamu bisa mencobanya " desis Xu Anguo licik.


Dalam suara mendengus dingin, tiba-tiba tiga anak muda itu merasakan energi angin yang tak terlihat, mengangkat anak muda berambut terang itu, yang dalam gerakan cepat melesat seperti terbang kearah Xu Anguo...


Xu Anguo menjadi panik,


"Bagaimana mungkin?


Bukankah kemampuan penerbangan semua ahli menjadi hilang ketika memasuki spasial ini? Mengapa anak itu bisa melayang seperti terbang?"


"Seni Pedang Pengejar Iblis !"


Pedang ditangan Xu Anguo menebas dengan kekuatan Qi yang terasa sangat berbahaya, meskipun saat ini kekuatannya dibatas hingga Ahli Alam Raja.


Tsing !


Xu Anguo melongo, ketika tebasan pedang yang dia lakukan dalam Teknik seni pedang andalan Klan Xu itu seolah menebas angin saja, tatkala anak muda itu terlihat terdorong dengan cepat oleh angin,


Wush !


Tahu-tahu dia telah berada dalam jarak satu tombak dari tali dimana Xu Anguo bergantung. Xu Anguo baru saja akan berteriak meminta pertolongan dua kawannya,


ketika itu secara tak terduga di merasakan tenggorokannya sakit, seperti tertusuk benda tumpul. Rupanya anak muda lawannya telah melakukan serangan balasan, dalam kecepatan yang tidak dapat Xu Anguo lihat. Sima Yong menusuk Xu Anguo menggunakan ujung gagang pedang.


Serta merta setelah Xu Anguo kesakitan di area lehernya, sekonyong-konyong dia kembali merasakan sebuah pukulan telapak tangan yang mendarat tepat di dadanya.


Desh !


Xu Anguo lalu melayang jatuh seperti layangan putus, setelah dirinya memuntahkan seteguk darah.


Sementara itu semua penonton di Alun-alun berdecak kagum ketika melihat Semidevil berambut keperakan itu melakukan gerakan pukulan sama sekali tak terlihat, yang membuat Xu Anguo jatuh bebas dari tiang berjala-jala.

__ADS_1


"Kecepatan Semidevil itu sedemikian mengerikannya, Xu Anguo jelas-jelas bukan lawan dia" kata seorang penonton.


Sementara itu, Gao Haoxin dan Zhou Mu Baoshi seketika menjadi gugup. Mereka dapat melihat bahwa anak muda yang tadinya mereka sepelekan itu, pada kenyataannya memiliki teknik aneh yang dapat mengeksekusi gerakan senjata sedemikian cepatnya.


Belum lagi teknik aneh nya mengendalikan angin, sehingga anak muda itu tampak mampu menggunakan aliran angin untuk menggantikan kemampuan penerbangan nya.


"Aku tidak mempunyai masalah dengan kalian, akan tetapi kalian berdua bersekongkol dengan itu, yang jelas-jelas bukan hanya berniat menjegalku...


Bahkan kalian sepertinya berniat mengeroyokku sampai mati" suara anak muda berambut terang itu terdengar penuh amarah.


Gao Haoxin dan Zhou Mu Baoshi saling berpandangan, lalu dalam kode tertentu kedua nya melompat kearah mana Sima Yong berada,


"Bagus..


Aku tidak perlu repot-repot untuk berpindah tempat, kalian sendiri yang datang menemuiku" tangan Sima Yong tiba-tiba telah memegang sarung pedang Hitamnya.


"Memusnahkan !"


Teriak Gao Haoxin dan Zhou Mu Baoshi berbarengan. Keduanya langsung menikam pedang di tangannya ke dada Sima Yong. Mereka bahkan tidak takut-takut menggunakan teknik mematikan.


"Karena kalian berniat mengambil nyawaku, ijinkan aku memberi tanda mata khusus untuk kalian berdua, yang tidak akan pernah kalian lupakan" tubuh Sima Yong lenyap dalam bentuk bayangan.


Menyusul setelah dirinya lenyap dalam bentuk bayangan, terdengar teriakan pedih. Semua orang di alun-alun menjadi penasaran,


"Apakah gerangan yang di lakukan Semidevil itu?"


"Apakah dia membunuh mereka?"


Semua orang menjadi penasaran.


Akan tetapi pertanyaan orang-orang terjawab sudah, manakal mereka melihat dua buah kuping yang jatuh dari ketinggian tiang, menyusul Gao Haoxin dan Zhou Mu Baoshi memegang telinga kanan mereka yang penuh darah.


"Aku akan membunuhmu !" jerit Gao Haoxin yang lantas tidak lagi mengindahkan kalau dia tak dapat terbang. Tubuhnya melompat menerkam Sima Yong, dengan niat untuk mati bersama.


Dessh !


Tak ada yang dapat melihat apa yang terjadi, namun semua menerka jikalau Semidevil itu melayangkan pukulan telapak tangan, menyusul sosok Gao Haoxin jatuh dengan deras dari ketinggian tiang.


Belum lagi terdengar bunyi benturan tubuh Gao Haoxin menimpa jerami yang di pasang di bagian bawah ruang spasial, kini terdengar sura benturan pukulan lainnya


Desh !


Zhou Mu Baoshi telihat meluncur deras dari ketinggian, dengan mulut sesekali mengeluarkan seteguk darah.


"Begitu cepatnya !" suara-suara penonton yang takjub melihat keahlian anak muda berambut cemerlang itu menyingkirkan dua SAGE lainnya.


*Bersambung*

__ADS_1


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2