Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pria Berbusana Hitam itu


__ADS_3

Pepatah dan Orang-orang berkata bahwa jika menemukan sebuah Salinan Teknik beladiri atau Teknik kultivasi, maka akan membuat seseorang merubah nasib dari kehidupan mortal menjadi ahli tingkat tinggi dan menempuh jalan keabadian. Akan tetapi menyataannya tidak lah semudah dan seindah seperti yang di dengungkan banyak orang itu.


Kebanyakan Salinan Teknik tingkat tinggi, tidak memuat keterangan secara rinci. Bahkan terkadang didalam menulis kan buku salinan Teknik tinggi itu, tata bahasa yang di gunakan umumnya menggunakan bahasa kiasan yang memerlukan penelaahan secara jeli dari seorang ahli untuk memahami maksud dari kalimat demi kalimat didalam Salinan itu.


Terkadang bahkan tidak terdapat petunjuk berupa gambar atau apapun didalam Salinan Teknik tingkat tinggi, yang akan menuntun atau mempermudah seseorang untuk memahami Salinan Teknik tersebut. Oleh sebab itu, petunjuk atau bimbingan seseorang berkemampuan tinggi (Guru) amatlah di perlukan didalam membaca buku-buku mengenai Teknik-teknik yang ada diperpustakaan Kekaisaran Rajawali Agung.


Beruntung Sima Yong telah berada di tahap yang amat tinggi. Sehingga berbekal kecerdasan dan pengalaman tempurnya selama ini, maka dia dengan mudah menelaah dan memetik banyak sekali manfaat didalam perpustakaan.


(Kesulitan memahami suatu Teknik dengan hanya membaca itulah yang membuat Perpustakaan Kekaisaran Rajawali Agung meskipun berisi banyak sekali Teknik tinggi itu terlihat sepi, oleh karena  jarang bahkan tidak pernah dikunjungi orang lain untuk memahami paparan tulisan membosankan itu)


>>>>>>


Pagi itu Pangeran Ju Qin berjalan tergopoh-gopoh menuju Perpustakaan di mana Sima Yong dan Paman Yang-yang tinggal.


“Saudara Yong… celaka…” kata Pangeran Ju Qin terburu buru.


“Ada apakah Pangeran Ju Qin??? Apakah gerangan yang membuat anda sehingga sepanik ini??” tanya Sima Yong tenang.


“Aku hari ini dipanggil menghadap Kaisar. Dari kabar burung yang aku dengar… seperti nya Kaisar akan mengutus aku menjadi perwakilan Negri ini untuk membicarakan Aliansi Kekaisaran Rajawali Agung kami dengan Kekaisaran Embun Timur” kata Pangeran Ju Qin.


Sima Yong merenung sebentar lalu berkata,


“Bukankah itu adalah pertanda hal yang baik???”


“Itu berarti anda di percaya oleh Kaisar untuk bernegosiasi dengan Kaisar Negri Embun Timur…”


“Semua itu benar adanya Saudara Yong. Akan tetapi, tahukan anda??? Perjalanan menuju Negri Embun Timur itu adalah ibarat suatu perjalanan menuju Neraka”


“Untuk tiba di Negri Embun Timur, kita harus melewati area lautan luas tiada bertepi selama berhari-hari. Mahluk-mahluk mitos yang ganas dan mengerikan banyak sekali berkeliaran di sepanjang lautan tiada bertepi itu” jelas Pangeran Ju Qin dengan wajah pasrah….

__ADS_1


Kawasan Samudra luas yang membentang di sepanjang jalan menuju Negri Embun Timur adalah momok bagi para pelintas antar wilayah. Sebenarnya ada jalan darat menuju Negri Embun Timur. Akan tetapi perjalanan yang di lakukan haruslah berputar jauh kearah Selatan, baru kemudian menikung tajam dan menuju lurus ke arah Negri tersebut. Di perlukan waktu hingga berbulan-bulan jika menggunakan jalan aman menyusuri sepanjang daratan.


“Jika aku yang ikut menemani anda, apakah pangeran bersedia???”


“Aku pikir diriku perlu untuk melakukan perjalanan sekedar bersenang-senang. Sekian lama hanya duduk di perpustakaan ini membuat otot-otot ku serasa kaku” Kata Sima Yong menawarkan diri.


Tentu saja Pangeran Ju Qin mersa gembira mendengar penawaran Sima Yong itu. memang sebenarnya maksud kedatangannya ke perpustakaan adalah untuk membujuk Sima Yong agar mau mengikuti dan melindungi dia selama perjalanan ke Timur nanti.


>>>>>>


Empat orang berjalan di Lorong besar menuju istana utama tempat kaisar. Di sepanjang jalan menuju balairung istana itu,


“Kakak Pangeran ketiga…” Kata Ju Qin memberi salam.


“Adik Pangeran Ketujuh….” Jawab Ju Kai dengan sopan.


Disamping Pangeran ke tiga, berjalan seorang pria usia 40 tahun berwajah bersih namun senyum yang keluar dari wajah itu memberi kesan aneh dan mistis. Didalam balutan busana serba hitam namun mewah itu, pria itu memberi kesan bahwa dia adalah sosok yang berbahaya.


(Sima Yong berpikir usia orang itu bukanlah seperti yang terlihat. Bisa jadi pria itu telah berusia ratusan tahun. Hawa Qi ganas tersamar dan memancar dari tubuhnya.


Pria berbusana hitam di samping pangeran ke tiga itu melirik sebentar kearah Sima Yong, lalu dia mendengus dengan suara yang terdengar dingin…


“Apakah anda adalah seorang alkemis seperti yang di bicarakan orang-orang??” tanya pria itu.


   Tanpa menoleh sedikitpun, Sima Yong mencoba bersikap ramah dan menjawab…


“Adapun jika aku adalah seorang alkemis… itu bukan urusan anda” Sima Yong memberi senyuman hangat kepada pria itu.


Dengan raut wajah yang berubah merah, pria itu Kembali mendengus….

__ADS_1


“Selepas pertemuan dengan Kaisar, aku ingin merasakan kemampuan seorang alkemis yang bahkan mampu membuka simpul Energi Pangeran ketiga setelah terblokir setiap tahun….”


“Anda dapat mencoba nya” jawab Sima Yong Kembali dengan senyuman….


Ke empat orang itu lantas berjalan terus memasuki balairung istana. Tampak banyak pejabat istana dan beberapa mentri turut hadir.


>>>>>>


“Beri hormat kepada Kaisar…” sebuah instruksi terdengar di bacakan oleh protocol kekaisaran. Semua orang yang berada di balairung kekaisaran membungkuk dan memberi hormat kepada kaisar.


Seorang pria dalam balutan jubah Kuning bergambar Naga bercakar lima memasuki balairung dan duduk di tahta kaisar. Sementara seorang Wanita cantik duduk di samping kaisar.


(Warna kuning adalah warna absolut yang hanya dapat dikenakan di jubah kaisar dan lambang naga bercakar lima hanya dapat dikenakan oleh kaisra atau keluarga raja yang ditunjuk).


“Dengarkan titah Kaisar…” Kembali suara itu terdengar.


“Pangeran ke tujuh Ju Qin silahkan maju……” buru buru Ju Qin maju dan membungkuk..


“Pangeran ketiga Ju Qin akan mewakili Kekaisaran Rajawali Agung untuk bertemu penguasa Negri Embun Timur untuk menjadi aliansi Negri ini”……


Pangeran Ju Qin maju dan mengambil gulungan titah dari Kaisar. Dia pun berbalik diikuti Sima Yong dan pejabat yang lain.


Di sepanjang Lorong keluar dari istana utama, tampak menyusul pangeran ke tiga dengan pria berbaju hitam….


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2