
Sementara itu, di bagian lain dari tiang-tiang tinggi itu, Fang Kuai Lu dari Sekte Seshou Pemanah Dewa, terlihat menarik gendewanya.
Wush !
Tiga anak panah yang menyala-nyala, terbang dengan cepat berlarik-larik mengincar punggung Qin Rouran dari Sekte Danau Keramat. Gadis itu, Qin Rouran sebenarnya telah hampir mencapai garis tengah... Dimana saat ini dia sangat merasa senang karena sepanjang pendakiannya, belum juga dia menemui kendala tatkala memanjat tiang berjala.
Kontan ketika merasakan sambaran angin tusukan pedang yang masuk bebas punggungnya, Qin Rouran terpaksa menghentikan langkah lompatannnya. Dari dalam cincinnya dia mencabut sepasang pedang pendek, dua pedang pendek yang menjadi ciri khas Sekte Dana Keramat.
Dengan kaki yang dibelit ketat melekat di jala-jala itu, Qin Rouran berbalik lantas dua pedang pendek itu berputar cepat, melakukan tebasan menghadang anak panah,
Trang - trang - trang !
Kontan tangan gadis itu serasa kesemutan ketika pedang pendek berbenturan dengan tiga anak panah yang di tembakkan Fang Kuai Lu. Sambil menggigit bibir menyembunyikan rasa sakit di dua tangannya yang kesemutan, gadis itu mengejek Fang Kuai Lu..
"Heh.. Anda pikir hanya anda yang dapat memainkan teknik senjata jarak jauh?
Coba anda hadapi Hujan Pisau Terbang ini"
Qin Rouran mengibaskan lengan bajunya, lalu dari dalam lengan itu melesat cepat lima pisau yang langsung mengunci titik mematikan di tubuh.
Ketika lima pisau itu melesat cepat kearah Fang Kuai Lu, Qin Rouran melihat kesempatan untuk trus mendaki. Lalu dengan cerdik dia melompat memanjat diantara tali jala-jala..
"Mumpung orang itu di sibukkan dengan Pisau Terbang ku, ini kesempatannya merebut salah satu Panji"
Fang Kuai Lu mengeluarkan tawa dingin. Dia mengangkat Gendewa nya tinggi-tinggi, lalu di tembakkan kembali tiga anak panah berturut-turut yang langsung menghadang lima pisau terbang.
Duar ! Terdengar ledakan disusul lima pisau terbang itu gugur ketanah.
Fang Kuai Lu lantas memanfaatkan gendewa di tangannya, dipukulnya jala yang melilit disampingnya menggunakan gendewa, lalu tubuhnya melayang keatas mengejar Qin Rouran.
Desh ! Telapak tangan kirinya terbentuk dan siap menerobos punggung Qin Rouran yang terbuka.
Tsing !
Qin Rouran berbalik dan langsung menebas, tatkala dia merasakan angin serangan yang mengunci punggungnya.
Duar !
Qin Rouran terlempar kebawah ketika Fang Kuai Lu menarik serangan telapaknya, dan menebas balik menggunakan gendewa ditangan kanan.
__ADS_1
Tentu saja pertemuan kekuatan Qi dua SAGE itu dimenangkan oleh Fang Kuai Lu yang memiliki Energi Qi SAGE level 5 dibandingkan Qin Rouran yang SAGE level 4. Perbedaan nya masih terlalu jauh..!
Qin Rouran meringis ketika dia melihat Fang Kuai Lu sekarang yang bergegas melompat diantara jaring-jaring, tubuhnya makin tinggi menaiki tiang,
"Gadis bodoh...
Kekuatan kamu itu tidak ada artinya di hadapanku" tawa Fang Kuai Lu mengejek.
Fang Kuai Lu baru saja tertawa senang, ketika dia mengalahkan gadis Sekte Danau Keramat, dan berpikir kalau dia akan memperoleh satu panji di puncak nanti.
Mendadak impiannya menjadi buyar, ketika seberkas cahaya pelangi menebas dari ketinggian, membuat Fang Kuai Lu terpaksa merosot satu tombak kebawah.
"Kurang ajar !" teriaknya
Fang Kuai Lu mendongak dan menatap geram kearah seorang anak muda yang memegang pedang, yang dengan mengejek terlihat menimbulkan aura pelangi di pedangnya.
"Yao Xiaozhi dari Sekte Pedang Pelangi !.
Lancang nian kamu membokongku ketika sisa beberapa saat aku akan memperoleh salah satu panji" maki Fang Kuai Lu geram. Tangannya memegang erat gendewa, bersiap untuk menembakkan salah satu anak panah roh.
"Cih... Kamu seperti kanak-kana saja.
Bukankah sebelumnya kamu juga membokong gadis dari Sekte Danau Keramat itu?
Yao Xiangzhi lantas mengerahkan tenaga di kakinya, yang langsung menembakkan tubuhnya untuk melesat cepat ke puncak tiang.
"Jangan mimpi kamu !" Fang Kuai Lu melepaskan tiga anak panah. Kali ini anak panah yang dia gunakan adalah anak panah roh peringkat SAINT yang jarang dia gunakan.
"Jika aku tidak bisa mencapai titik tertinggi dalam waktu yang di tentukan aturan kompetisi, maka aku pastikan kamu juga tidak akan memperoleh salah satu panji untuk memenangkan babak pertama ini !"
Yao Xiangzhi merasakan serangan mematikan yang mengunci punggungnya. Dengan dingin dia berbalik lalu sebuah Cahaya Pelangi berkelebat, Pedang ditangannya melakukan Teknik Seni Pedang Pelangi.
Duar !
Yao Xiangzhi menjadi sangat terkejut.
"Anak panah yang mengandung peledak?" Yao Xiangzhi berubah panik. Dia tak menyangka sama sekali kalau Fang Kuai Lu demikian licik, dengan meletakkan jimat-jimat peledak di ujung anak panahnya.
Jimat peledak itu dengan cepat menimbulkan api yang lantas melalap jala-jala tempat kaki Yao Xiangzhi melekat. Saking kuatnya ledakan api itu, sehingga jala tempat kaki Yao Xiangzhi berlubang besar sepanjang dua tombak melingkar
__ADS_1
Tubuh Yao Xiangzhi jatuh bebas dari ketinggian setelah dia kehilangan pijakan. dalam jatuhnya, dia melewati Fang Kuai Lu yang memasang wajah menghina sambil melambaikan tangan..
Baru saja Fang Kuai Lu larut dalam sukacita, sekonyong-konyong dari arah lawannya yang terjatuh itu, Fang Kuai Lu melihat seberkas sinar pelangi yang menggulung dirinya.
"Aaarrgh !"
Fang Kuai Lu menjerit ketakutan, tatkala dia merasakan semua tubuhnya menjadi lumpuh, tidak memiliki tenaga sama sekali. Itu adalah serangan yang dilakukan Yao Xiangzhi sesaat sebelum benar-benar jatuh menghempas tanah.
Fang Kuai Lu lantas menyusul jatuhnya Yao Xiagzhi setelah dia mengalami kelumpuhan sesaat.
"Jika aku harus kalah, kamu juga tidak akan kuijinkan menyentuh Panji itu" desis Yao Xiangzhi, lalu dia merasa sekelilingnya menjadi gelap tatkala tubuhnya menyentuh tumpukan jerami di bagian bawah tiang.
******
Sima Yong melompat-lompat diantara jaring-jaring, lurus ke arah puncak tanpa halangan.
"Akhirnya aku akan menyentuh salah panji" pikir Sima Yong.
Sekonyong-konyong dia merasakan angin pedang yang mengiris lurus secara horisontal.
"Zhao Bai Shuai... Kuperingatkan untuk jangan menghalangiku" bentak Sima Yong.
Zhao Bai Shuai dari Klan Zhao itu rupa-rupanya berada pada jalur yang sama dengan Sima Yong, dan dia lantas menebas dengan kekuatan penuh ketika melihat saingannya hampir menyentuh salah satu panji.
"Langkahi dulu mayatku kalau kamu ingin menjadi tiga besar" Zhao Bai Shuai menusuk Sima Yong dalam gerakan melompat.
Sima Yong tertawa dingin tatkala melihat serangan Zhao Bai Shuai. Dia melambaikan tangannya, dan dalam teknik Kecepatan Pedang, sarung Pedan Immortal Hitam menusuk tiga titik nyeri di tubuh Zhao Bai Suai.
buk - buk -buk
Pria dari Klan Zhao itu terkejut ketika tiba-tiba sebuah benda tumpul menyentuh keras di tiga titik nyeri, membuat Zhao Bai Suai terlempar mundur kebelakang. Tubuhnya seketika jatuh bebas dari ketinggian, ketika dia merasakan sekujur tubuhnya kesakitan, dan dia mengalami kelumpuhan sementara.
Melihat kesempatan itu, Sima Yong dalam gerakan Cakra Angin, memanfaatkan aliran angin yang langsung membawannya ke puncak tertinggi. Tangannya meraih salah satu panji, lalu dia meluncur bebas jatuh ketanah.
Suara gemuruh terdengar ketika Sima Yong mendaratkan kakinya di tanah dengan mengacungkan panji Turnament jenius Kota Kuno.
Sementara itu, suara Shen Zhuangsi, Kepala Biro Pengamanan Kekaisaran berteriak keras..
"Semidevil Sima Yong, berhasil mendapatkan panji pertama"
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...