
Meirenyu mampir ke sebuah gedung yang di atas bangunan tertulis "Gudang Kemakmuran". Menurut Master nya, dia dapat membeli apa saja di tempat itu. Gedung itu menyediakan keperluan yang dia butuhkan.
Didalam aula Gudang Kemakmuran...
"Dapatkah kamu memberikan aku sebuah peta lengkap dan jelas tentang Wilayah Barat Benua Silver ini?" Meirenyu bertanya kepada seorang pemuda tampan yang menjadi sales dan menjaga di stan yang memamerkan berbagai senjata di Gudang Kemakmuran.
Pemuda itu membawanya ke bagian yang khusus memamerkan perlengkapan seperti kompas, peta dan lainnya. Ketika Meirenyu membuka peta itu, kedua keningnya mengkerut.
"Peta ini terlalu kabur isinya. Tidak terlalu banyak informasi yang bisa ku dapat jika ingin menjelajah wilayah barat menggunakan peta yang kamu pamerkan ini"
Meirenyu diam-diam merasa geli melihat barang-barang yang dipamerkan di Gudang Kemakmuran. Semua hanyalah barang-barang kelas tiga yang tidak akan dilirik sedikitpun oleh praktisi di tempatnya berasal.
Jika di bandingkan dengan berbagai barang bermutu di Benua Penyaringan Dewa, semua dagangan ini tidak lebih dari lelucon kanak-kanak.
Anak muda itu lalu berkata,
"Kami memang memiliki barang kualitas premium untuk peta yang anda butuhkan. Akan tetapi biaya yang harus di bayarkan jauh lebih mahal dari barang yang dipamerkan disini" sepertinya dia meragukan kemampuan Meirenyu untuk membayar.
Dengan dingin Meirenyu membanting segenggam Energi Stone keatas meja.. "bruakk..!!!"
"Apakah 2000 energi stone peringkat tinggi seperti ini telah cukup untuk membeli selembar Peta Barat sesuai yang aku inginkan?" Dalam hatinya dia memaki. Jika saja tuannya telah mewanti-wanti untuk tidak berselisih dengan Gudang Kemakmuran ini, dia kepingin mengobrak abrik semua barang. Meirenyu menahan diri.....
Anak muda itu seketika berubah menjadi gugup. Ternyata pria di depannya yang terlihat seperti kaum pelajar/sastrawan ini adalah seseorang yang memiliki kemampuan keuangan yang memadai. Sikap anak muda itu drastis berubah menjadi lebih ramah.
(Meirenyu memang masih mengenakan samaran berupa pria lemah kaum sastrawan. Mengapa kebanyakan orang gemar menyamar mengenakan pakaian sastrawan di masa itu??
Karena di masa itu kaum sastrawan meskipun disegani oleh sebab terpelajar, mereka juga adalah kelompok yang lemah dalam seni beladiri. Berdandan seperti mereka, seringkali mengecoh lawan karena kewaspaan lawan menjadi kendor tatkala bertemu kaum sastrawan).
Setelah berlari kebagian dalam, anak muda itu tampak tergopoh-gopoh membawa sebuah kertas besar. Sepertinya itu adalah salinan Peta Wilayah Barat yang lebih lengkap.
Tanpa berbasa-basi Meirenyu merampas peta di tangan anak muda itu, dan dia langsung lenyap menghilang. Suara terdengar memenuhi telinga anak muda itu...
"Kembaliannya dapat kamu ambil..."
Anak Muda itu langsung berkeringat dingin. Sastrawan lemah itu ternyata seorang Praktisi berkemampuan tinggi. Beruntung benar dia tidak bersikap erlalu kasar ketika melayaninya tadi.
__ADS_1
******
Sosok dalam balutan jubah sastrawan itu terbang dengan cepat membelah langit. Tidak kurang dari dua hari saja, Meirenyu telah melihat Pegunungan Kunlun. Kemampuannya sebagai Praktisi SAINT Surgawi membuat dia mampu terbang bahkan lebih cepat dari kapal roh biasa.
"Dikatakan bahwa Sekte Terang berada di salah satu puncaknya yaitu Gunung Terang. Mode penerbangan tidak dapat dilakukan untuk menemukan Puncak Terang. aku harus turun dan berlari diatas rumput" batin Meirenyu.
(Berlari diatas rumput adalah teknik light skill yang umum dilakukan ahli-ahli beladiri ketika mereka berlari seolah-olah terbang diatas tanah). Sementara berlalri, sayup-sayup dia mendengar keributan.
Dari kejauhan itu Meirenyu telah mendengar suara bentakan dan bunyi benturan pedang.
"Pertempuran... itu suara pertempuran..." Meirenyu tersenyum girang.
Beberapa hari tidak bertempur membuat dia merasa badannya terasa pegal-pegal. Dia langsung berniat untuk ambil bagian didalam pertempuran itu. Lebih-lebih jika itu melibatkan kelompok ras iblis. Bibir Meirenyu semakin merekah dalam kegembiraan.
******
Di depan mata Meirenyu, dia melihat sekelompok praktisi yang mengenakan pakaian seragam berlogo api didada, tengah bertempur melawan sepuluh praktisi lainnya.
Seratus praktisi berseragam logo api itu adalah pasukan element Emas, Kayu, Air, Api dan Tanah dari Sekte Terang. Pasukan lima element itu terdiri dari 200 praktisi yang membentuk Formasi. 200 praktisi pasukan lima element sekte Terang ini rata-rata memiliki kultivasi di Alam Bayi Spirit menengah dan puncak.
Hal yang membuat Meirenyu girang adalah tiga Ahli Alam Raja itu dari ras iblis. Sisanya adalah kelompok rasa manusia.
Meskipun hanya berkultivasi diranah Alam Bayi Spirit, akan tetapi tatkala 200 pasukan Element itu bergabung didalam formasi, tampak sepuluh praktisi yang menjadi lawan mereka terlihat kesulitan dan tidak dapat menembus pertahanan mereka.
Berulang kali tiga ahli Alam Raja itu berusaha menghancurkan pertahanan Formasi itu dengan kemampuan mereka yang tinggi, akan tetapi selalu gagal. Pasukan yang memegang bendera Element Api dan Air itu selalu membuyarkan kekuatan tiga ahli Alam Raja itu.
Berulangkali lontaran api dan air mengganggu konsentrasi tiga praktisi penyerang itu.
Sedangkan Tujuh Ahli Spirit Agung lainnya, terlihat terdesak dalam gulungan serangan gabungan Pasukan Element Emas, Kayu dan Tanah.
"Duaar..."
Benturan keras terdengar ketika Pasukan Element Api dan Air menghajar tiga Ahli Alam Raja, membuat mereka terlempar mundur beberapa tombak kebelakang.
Dengan wajah yang terlihat penuh amarah, seorang pria ras iblis berteriak dengan kekuatan penuh...
__ADS_1
"Kalian orang-orang dari Sekte Terang ini betul-betul tidak mengenal jerih sedikitpun. Telah berminggu-minggu kalian tidak juga menyerah dengan menyerahkan dua orang bernama Yu Long dan Lin Hong itu..."
"Aku Mao Wuqing, telah tidak sabar menanti masanya, ketika leluhur kami Mao Po sin datang kesini lalu mencabut nyawa semua orang di Gunung Terang ini".
"Tidak... bukan hanya kalian. Melainkan semua yang bernafas di Gunung Terang ini tidak akan di beri ampun tatkala Leluhur Mao Po Sin datang nanti"
Semua terdiam mendengar ancaman Mao Wuqing. Siapakah di Wilayah Barat ini yang tidak menjadi jerih manakala mendengar leluhur ras iblis bernama Mao Po sin itu? Dia adalah praktisi berkeahlian Alam Melintas Suci.
Peringkat seperti itu adalah sebuah peringkat yang sangat tinggi di Wilayah Barat sini. Pasukan Lima Element itu biar bagaimanapun bergetar dalam ketakutan mendengar nama Mao Po Sin.
Mao Wuqing dan sembilan kawannya itu seketika menjadi lebih bersemangat. Menjual nama Mao Po Sin betul-betul membuat sekelompok kutu Sekte Terang itu menjadi bungkam, diam seribu basa. Kelompok mereka kini menjadi senang dan semakin percaya diri. Nada-nada hinaan terdengar dari mulut sepuluh ahli itu.
Akan tetapi di tengah-tengah mereka, tiba-tiba sebuah suara merdu terdengar memenuhi telinga semua orang.
"Hm... Mao Po Sin si kentu busuk itu yang kamu banggakan??? Tidak kah kamu telah memperoleh kabar kalau-kalau Mao Po Sin dan kelompoknya itu tewas di ujung tanganku???"
Menyusul setelah kata-kata hinaan ini... secara aneh tiba-tiba seorang pria berwajah menarik telah berdiri diantara pasukan lima element dan sepuluh praktis yang bertempur itu. Dia hana berjarak sepuluh meter saja, namun kehadirannya amatlah mengejutkan.
Kemunculan pria yang secara ajaib itu langsung membuat heboh semua pasukan lima element. Semua menerka, pria itu pasti praktisi berkepandaian amat tinggi. Semua tidak mengetahui dari mana keberadaan pria yang tiba-tiba muncul seperti iblis itu. "Kira-kira dipihak mana dia berdiri?? Apakah orang itu akan berdiri di pihak kami??" Pasukan lima element berdoa didalam hati.
Mao Wuqing menjadi marah. Meskipun dia tahu orang ini berilmu amat tinggi, akan tetapi Mao Wuqing tdak dapat mentolerir hinaan yang di keluarkan tentang leluhur mereka.
"Lancang... siapa anda? berani-beraninya menghina Leluhur ras iblis kami.. Kamu sudah bosan hidup rupa-rupanya" Kini pedang ditangannya beralih teracung dan mengancam pria yang baru muncul itu.
Sebaliknya pria berpenampilan pelajar itu terlihat hanya acuh tak acuh dan mengipas-ngipas tubuhnya dengan sebuah kipas besar, lalu dia meludah...
"Cih... mahluk lemah seperti kamu berani-beraninya mengancam tuan ini" Dia menggoyangkan kipasnya...
"Plak-plak-plak" Mao Wuqing menjerit kesakitan. Giginya rontok dan terlontar keluar penuh darah. Pipinya bengkak seperti babi. Mao Wuqing seketika menjadi ketakutan....
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1