Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di Padang Rumput dan Tebing Berbatu


__ADS_3

"Jadi Orchlokh adalah mahluk sihir yang memiliki kemampuan memikat seseorang, dengan cara menyaru dan mengambil rupa seseorang, atau juga menduplikasi diri menyerupai seseorang yg di sayangi, lalu memakan manusia malang terperdaya itu?" tegas Sima Yong meminta penjelasan.


"Benar !"


"Lalu yang disebut dengan Chuluu adalah mahluk tidak terlihat tidak terasa, namun merenggut kebahagiaan mahluk hidup, lalu memakan jiwanya?"


"Benar sekali !


Namun Chuluu itu kan menampakkan diri, ketika kamu menjadi ketakutan dan menatap kearah mana dia berada. Dia akan menebar ketakutan lalu memangsa jiwamu" jelas Syaman Aqidi Ayel.


Hening sejenak...


"Lalu dari mana datangnya mahluk-mahluk yang tidak diinginkan kemunculannya di dunia itu?" tanya Sima Yong lagi.


Sambil menghelas nafas berat, Syaman Suku Wu Yi menjelaskan.


"Seseorang telah membangkitkan mahluk-mahluk terkutuk itu dari neraka. Seseorang yang memiliki kekuatan hitam yang tidak dapat diperhitungkan sekuat apa.


Kemungkinan besar kekuatan-kekuatan hitam yang kuno dan kuat seperti itu, asalnya dari Negri-negri di Barat sana !" tandas Aqildi Ayel.


Malam itu seperti tiada cahaya sedikitpun. Bulan bundar yang semestinya bersinar dalam cahaya purnama yang selalu didamba orang, ikut-ikut enggan memperlihatkan cahaya. Hanya kerlap-kerlip bintang kecil yang memberi sedikit penerangan di Tanah Suku Wu Yi, tanah berumput sepi, gelap yang di iringi tiupan angin musim gugur yang berhembus dari utara benua ini.


Semua orang didalam tenda ikut-ikutan menjadi menggigil, ketika angin musim gugur lembut bertiup pelan-pelan memasuki celah-celah sempit di tenda. Semua telah menyaksikan korban-korban dua mahluk neraka yang sadis, dimana korban-korban adalah ahli-ahli bela diri, yang terlihat mati sia-sia tanpa perlawanan menghadapi Chuluu dan Orchlokh itu.


"Aku akan membunuh mahluk-mahluk terkutuk itu !" kata Sima Yong dalam sunyi.


"Tuan Yong?"

__ADS_1


"Saudara Yong?"


"S-sebaiknya anda berhati-hati. Jangan gegabah Tuan Yong. Mahluk-mahluk itu kebal dengan serangan dan senjata roh yang di buat peruntukkan duel diantara mahluk hidup non sihir" kata Patriak Xie ngeri. Dia saling bertatapan ngeri dengan dukun perempuan Aqildi Ayel.


"Patriak Xie dan Syaman Aqildi Ayel tidak perlu kuatir. Aku punya cara sendiri menghadapi mahluk-mahluk sihir seperti itu" tegas Sima Yong. Matanya mencorong dalam, bukan lagi warna terang seperti bulan tergambar di matanya, melainkan bersinar tegas serupa matahari terangnya.


Diam-diam dia mengelus sebatang pedang di dalam cincin tata ruang nya. Pedang dan Armor (rompi) Emas Suci pemberian Kuda Pegasus Fei Ma masih yang tersimpan rapih di dalam cincin. Selama ini dia tidak menggunakan dua benda itu, karena set pertempuran yang di gunakan di dataran Tengah dan Utara adalah set tempur untuk melawan mahluk non sihir.


"Kali ini kalian akan keluar dari tempat penyimpanan, dan menemani petualangan ku melawan mahluk-mahluk jahat yang berbau sihir" bisik Sima Yong. Lalu seolah-olah mengerti apa yang di pikirkan di benaknya, dia merasakan dua benda itu, Pedang Emas Suci dan Armor Emas itu bergerak lembut. Bibir Sima Yong melengkung, senyum tipis tergambar di wajahnya.


Orang-orang yang berada di dalam kemah Pemimpin Suku itu kembali diam. Lalu Patriak Xie meminta mereka semua bersemedi menajamkan pendengaran, tidak tertidur melainkan berjaga-jaga untuk segala sesuatu yang akan terjadi dengan waspada.


Hingga pagi menjelang, ketika ayam berkokok sejak tadi, pertanda waktu telah memasuki kentongan kelima tidak terjadi insiden apa-apa. Sebentar lagi matahari akan bersinar hangat, ketika itu semua orang bernafas lega.


"Mahluk-mahluk dari neraka itu benci dengan cahaya matahari. Kalian dapat beristirahat, atau jika ingin dapat berjalan-jalan menghirup udara pagi".


Sima Yong tinggal hingga dua hari lamanya di Barat Laut tempat Kaum Suku Wu Yi itu. Sengaja dia menunggu, kalau-kalau terjadi serangan malam oleh mahluk-mahluk neraka itu kepada orang-orang Suku Wu Yi.


Akan tetapi hingga pada hari keberangkatannya, tidak terjadi peristiwa apapun yang melanda Kaum Suku Wu Yi. Namun anak muda itu tidak lantas menjadi lega hati. Dia mengajak Patriak Xie dan Syaman Aqildi Ayel untuk pergi ke suatu tempat berjarak lima lie jauhnya dari permukiman penduduk, dimana tempat itu banyak berdiri batu-batu alam besar-besar, yang telah ada sejak jaman purba, di suatu tebing yang jarang di lewati orang


Berdiri didepan batu-batu besar itu, Patriak Xie dan Syaman Aqildi Ayel terlihat kebingungan tentang apa yang di kehendaki anak muda itu, menyeret mereka ke tempat sepi yang hanya di penuhi batu-batu tua. Keduanya saling bertatap-tatapan, kemudian memperhatikan gerakan anak muda itu.


Tidak berapa lama, Sima Yong melompat terbang, dan melayang-layang membuat tubuhnya sejajar dengan bagian tertinggi batu besar itu. di tengah-tengah rasa bingungnya, Patriak Xie dan Syaman Aqildi Ayel melihat anak muda itu menggores-gores pedang hitam di tangannya, gerakan nya lembut dan indah seperti sedang menari saja, di batu setinggi bukit kecil itu.


"Ah... Gerakan pedang yang indah"


tak lama kemudian...

__ADS_1


"Itu adalah gerakan pedang. Apakah Tuan Yong menurunkan satu teknik pedang untuk Suku Wu Yi kami?" gumam Patriak Xie. Dia berdebar keras di dalam hatinya.


Bukannya orang-orang di Suku Wu Yi tidak mendengar kabar berita dan rumor yang berhembus seperti angin musim dingin dari dataran tengah. Semua orang d Suku Wu Yi ramai memperbincangkan tentang perang hebat di perbatasan Timur sana, ketika Tuan Yong ini berhasil menewaskan seorang ahli pedang, seorang Semidevil Peringkat Alam Melintas Immortal. Ahli Alam Melintas Immortal adalah suatu ranah yang tidak pernah ada di dalam bayangan mereka, apalagi melihat langsung.


Lalu ketika itu angin berhembus semakin kencang, dimana orang-orang menceritakan Tuan Yong ini adalah seorang Master Pedang, yang di gadang-gadangkan sebagai seorang Raja Pedang. Tidak ada yang berani menolak untuk mempercayai kabar itu, karena kisah-kisah keagungan pertempuran Tuan Yong itu, di ceritakan langsung oleh tentara-tentara Kekaisaran Rajawali Agung sendiri yang selamat dari peperangan.


"Dan Tuan Yong ini menurunkan suatu teknik pedang khusus untuk Suku Wu Yi kami?" airmata Patriak Xie mengalir dari dua matanya. Dia terharu, juga senang.


"Suku Wu Yi kami belakangan semakin lemah. Banyak sekali teknik-teknik kuno peninggalan Raja Qilin di waktu dulu mengangkat wajah suku ini, telah hilang dan terlupakan sesuai waktu yang berjalan" gumamnya.


Dengan semangat Syaman itu menambahkan...


"Aku akan membakar lebih banyak kemenyan dan doa-doa untuk dewa-dewa kami, mendoakan untuk kemunculan bintang-bintang terang di darah muda Suku Wu Yi kami. Suku Wu Yi akan bangkit dan orang-orang muda akan mengharuman kembali nama Klan Qilin kami" kata Syaman itu dengan nada suara bergetar.


Lebih dari sepeminum teh, anak muda itu, Sima Yong melayang turun ke tanah. Titik-titik kecil keringat terlihat di kening, namun nafasnya tidak terdengar memburu seperti kelelahan. Dia menatap Patriak Xie dan Aqildi Ayel. Katanya,


"Ini adalah goresan sepuluh langkah pedang hasil ciptaanku. Di dalam satu langkah pedang itu terdapat sekitar seratus variasi langkah pedang lainnya. Jangan pandang rendah sepuluh goresan pedang itu. Teknik ini sebenarnya sebuah teknik yang sekelas dengan teknik pedang peringkat immortal.


Sepuluh langkah pedang immortal ini adalah hasil ciptaan ku berdasarkan banyak teknik pedang dan pengalaman tempurku selama ini. Tidak akan mudah mempelajari dan mendalami teknik ini.


Patriak Xie dapat membawa anak-anak muda, ataupun ahli-ahli pedang Suku Wu Yi lainnya ke tempat ini, dan semua harus yang termasuk kategori jenius.


Biarkan mereka jenius-jenius Suku Wu Yi membaca dan merenungi goresan-goresan itu, lalu mencoba memahami dan mempraktekkannya. Meski sulit namun aku yakin akan ada dua atau tiga manfaat yang dipetik jenius-jenius itu nanti." kata Sima Yong.


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2