
Kita kembali sejenak ke Benua Silver, di suatu Negri yang dikenal makmur bernama Negri Menhua.
Atid Ananada, Ksatria Blade Dancer itu semenjak menaklukkan Monster Gajah Hitam, dia menjalin ikatan batin dengan sang monster sehingga Gajah Hitam itu lantas menjadi Hewan Kontrak sekaligus menjadi kendaraan transportasi sang Blade Dancer.
Hari itu adalah hari kelima, Atid di tugasi oleh Ayahanda Raja Boon-Me untuk melakukan patroli di kawasan perbatasan Benua Silver, tepatnya di ruang antariksa yang konon belakangan ini banyak dipenuhi penyamun-penyamun yang bersembunyi di celah-celah ruang antariksa perbatasan, dan menyerang para pedagang yang mendekati Negri Menhua mereka.
Tentu saja kenyamanan pedagang menjadi terganggu dan komplen diajukan ke pihak Raja, yang lantas menugasi Atid sebagai Raja Pedang seluruh kawasan Selatan untuk menertibkan kaum penyamun.
"Ah.. Hari kelima dan ini adalah hari terakhirku bertugas di perbatasan ruang antariksa ini.
Mungkin sedikit minuman anggur di kedai Nona Liu untuk pelepas penat, adalah hal pertama yang akan aku lakukan nanti" batin Atid mengamati seluruh ruang antariksa yang kini terlihat sepi, kecuali pendar-pendar semacam batu coral.
Atid melayang-layang di ruang antariksa lepas itu, dengan posisi telah berada jauh dari tepian Negri Menhua. Di ketinggian perbatasan ruang angkasa ini, dia dapat melihat demikian banyaknya benua-benua lain yang saking jauhnya, hanya terlihat sangat kecil hampir menyerupai titik saja.
Dalam posisi patroli sambil menunggang si Hitam, monter Gajah besar itu, sekonyong-konyong terdengar suara gemuruh. Firasat sebagai seseorang yang terbiasa berpatroli di perbatasan, member tahu Atid bahwa ini bahaya
Rrrr ! Suara gemuruh yang membuat buku kuduk berdiri.
Atid memalingkan wajahnya, dia menatap panik ke arah datangnya badai ruang angkasa raksasa yang tampak bergulung dalam aura gelap menakutkan. Dalam suara gemuruh yang makin hari semakin besar, dan lebih besar lagi, Atid merasa dia dan si Hitam seolah akan di telan mentah-mentah badai ganas yang sangat di takuti semua pelintas antar benua.
"Lari...! "
Atid memacu si Hitam untuk terbang dengan cepat, dengan niat untuk bersembunyi di benua terdekat.
Wush - wush - wush
Tubuh Atid dan si Hitam tak berdaya ketika Badai Antariksa yang mengandung kekuatan Alam, kekuatan Sang Maha Pencipta yang menggulung praktisi SAGE level lima itu. Dua sosok mahluk itu di ombang-ambingkan, di hempas, berbenturan dengan batu-batuan antariksa, kemudian keduanya di muntahkan keluar dari ruang angkasa itu.
Duar !
Sebuah ruang spasial terbuka di langit Benua Penyaringan Dewa, lalu tubuh Atid dan si Hitam monster Gajah itu dilontarkan dari retakan ruang spasial yang memisahkan dunia dengan ruang antariksa.
Wush ! Duar !
Dua sosok mahluk hidup itu, Atid dan si Hitam jatuh di kedalaman hutan di suatu tempat yang di sebut Gunung Pelahap. Gunung pelahap ini jika kamu masih ingat, itu adalah gunung yang dilewati Sima Yong beserta rombongan mereka ketika memenuhi tugas Kekaisaran Rajawali Agung menuju Negri Embun Timur.
Selepas memuntahkan dua sosok tubuh mahluk itu, ruang spasial tersebut menutup kembali dengan cepat, dan langit yang retak tadi kembali terlihat normal seperti sedia kala. Suasana menjadi hening seperti sedia kala. Namun tak berapa lama kemudian, titik-titik hitam muncul dari awan-awan.
Koak - koak - koak !
__ADS_1
Demikian suara Burung Nasar, Elang pemakan bangkai yang kini terlihat mulai ramai memenuhi langit Gunung Pelahap. Burung Nasar ini adalah jenis burung yang memiliki kepekaan tinggi, tatkala mencium bau kematian, maka mereka lantas bermunculan seperti iblis.
"Paman... Sepertinya aku melihat sesuatu yang terlontar dari langit terbelah tadi.." suara seorang anak muda terdengar memecah kesunyian di Gunung Pelahap.
Lalu menyusul suara muda itu, tampak sebuah kapal roh besar terang membelah langit, dan seorang anak muda berpakaian bangsawan, berdiri di buritan kapal roh itu sambil mencari-cari kemana jatuhnya dua sosok yang dilihatnya tadi
.
"Pangeran Ju Qin... Sebaiknya anda tetap menunggu di kapal ini, biarkan kami berdua yang pergi menyelidik kebawah"
Yang bersuara itu adalah Hua Shen, Master Sekte Bunga Lanhua yang selalu berpasangan dengan Zhang Junda Master Sekte Pedang Pembasmi iblis.
Terakhir kali kita membahasa dua orang ini, adalah ketika mereka berpisah dengan Sima Yong setelah peristiwa pembebasan dari lapangan berpohon dedalu itu. Dua orang hali ini telah memanfaatkan Pil yang di hadiahkan Sima Yong pada waktu di Gunung Du Hua, sehingga kultivasi mereka meningkat banyak menjadi SAINT bumi level 6.
Setelah berpisah di Gunung Du Hua, kedua Master sekte ini menyembunyikan keluarga mereka di tempat aman di Selatan sana, lalu beramai-ramai pergi dengan seluruh anggota sekte mereka, mengikuti Pangeran Ju Qin yang bersembunyi di Gunung Pelahap.
Di Gunung Pelahap dekat wilayah Timur dan Pangeran Ju Qin membentuk kekuatan baru untuk melawan Pangeran ketiga Ju Kai. Pangeran Ju Qin rupa-rupanya mendapat dukungan Kaisar Negri Embun Timur, calon mertuanya untuk membentuk pasukan dan Pangeran memilih Gunung Pelahap sebagai markas mereka.
Hua Shen dan Zhang Junda lantas melayang di udara, menerobos hutan-hutan Gunung pelahap dan mencari dua sosok yang mereka lihat keluar dari sebuah ruang spasial di langit. Dengan kultivasi yang tinggi seperti itu, tentu saja memudahkan dua Master Sekte Bintang delapan itu untuk tidak lama menemukan tubuh Atid Ananada dan si Hitam GAjah raksasa itu.
Setelah menemukan dua sosok yang sempat membuat kehebohan dengan terlempar keluar dari ruang spasial, Hua Shan dan Zhang Junda memberi kode agar kapal roh raksasa itu merapat, lalu mereka membawa dua sosok yang masih tidak sadarkan diri, Atid Ananada dan si Hitam, hewan kontrak Gajah monster itu.
Di Neraka Dunia Wilayah Utara Benua Penyaringan Dewa,
Saat itu ketika mereka telah tiba dan berada di ruang tertutup Asosiasi Perdagangan Mestika Naga, Wei Park dan Xong Hui Yong langsung memberi hormat kepada Sima Yong.
"Tuan Raja Kelelawar, ada apakah gerangan anda meminta kedatangan kami di Asosiasi ini?
Jika itu adalah sebuah instruksi pekerjaan, maka anda tinggal menyebutkan saja apa itu dan kami akan langsung melakukannya" dua orang itu tetap memanggil Sima Yong dengan sebutan Raja Kelelawar, dan Sima Yong membiarkan mereka menyebutnya dengan sebutan seperti itu.
Sima Yong melihat dua sosok yang dahulu pernah menjadi pembunuh paling di takuti di dataran Tengah. Katanya,
"Aku melihat kalian berdua berlatih tekun di ruang kultivasi Semidevil. Saat ini kulihat ranah kultivasi kalian sudah mencapai SAINT level tujuh.
Dengan kekuatan seperti itu, kalian seharusnya sudah menjadi ahli yang di takuti di dataran Tengah sana" katanya tersenyum.
"Namun, dalam beberapa waktu yang dekat, aku akan mengunjungi Kota Kuno untuk mengikuti suatu kompetisi diantara Super Jenius Demigods.
Aku berpikir alangkah baiknya kalian berdua mengikuti aku selama berkompetisi disana. Selain lebih aman dari incaran seseorang, menurutku..
__ADS_1
Kota Kuno bukanlah kota yang sederhana, sehingga dengan melihat-lihat, menononton dan mengamati pertempuran para Demigods nanti, ku harapkan kalian akan memperoleh pencerahan.
Maka teruslah berkultivasi karena tenaga kalian akan di butuhkan nanti ketika kami kembali ke dataran Tengah. Berperang tentu saja... Kita akan bersama-sama Pangeran Ju Qin merebut kembali hak dia di Dataran Tengah nanti" kata Sima Yong
Sima Yong menjentikkan jarinya, lalu dua buah botol obat kecil tahu-tahu telah berada di tangannya.
"Itu masing-masing berisi satu Pil Ekstreem Ungu. Sebuah pil yang akan meningkatkan kemampuan kalian menyerupai 50 tahun seorang ahli bekultivasi menutup diri.
Bahkan efek pil ini sama sekali tidak memberi efek negatif ketika seorang ahli memanfaatkannya.
Ku harap setelah menyerap habis semua manfaat pil ini, kultivasi kalian akan menerobos di peringkat Alam Melintas SAGE"
Mata dua orang itu menjadi berbinar seperti orang yang sepuluh hari belum melihat makanan lezat. Lalu tiada habis-habisnya mereka mengucap syukur dan berterima kasih kepada Sima Yong.
"Tidak pernah terasa sia-sia, ketika kami mengikuti anda Raja Kelelawar.
telah beberapa kali anda membantu kami dengan pil-pil super langka, sehingga kultivasi kami selalu meningkat dari hari ke hari.." kata Xong Hui Yong gembira.
"Cukup sudah puji-pujian itu" kata Sima Yong
"Yang aku butuhkan adalah kalian tekun berkultivasi selama perjalanan ini, karena aku membutuhkan bantuan ahli-ahli tingkat tinggi di dalam perjalanan panjang ini.." jelas Sima Yong.
"Perjalanan kita tidak hanya terhenti di dataran Tengah Benua Penyaringan Dewa ini.
Perjalanan kita sangat panjang, hingga ke Benua dari mana aku datang" pungkas Sima Yong.
"Dari mana Bianfu Wang sebenarnya berasal?" tanya Wei Park penasaran.
Sima Yong hanya tersenyum dan berkata,
"Aku akan menceritakan dari mana aku datang, setelah kita melakukan perjalanan nanti..."
"Sekarang, sebaiknya kalian bersiap-siap mengemasi semua barang kalian,
Lalu jangan lupa untuk membuat rumor kalau aku akan berangkat menuju Kota Kuno melewati Kota Pertahanan Utara. Aku ingin memancing seseorang lalu menyelesaikan karma dendam dengan dia" kata Sima Yong dengan mata berbinar.
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...
__ADS_1