
Hattaudha secara diam-diam memencet token perang milik kelompok mereka, agar Sima Yong tahu bahwa mereka berempat menemui masalah, serta mengetahui posisi mereka saat ini. Token itu sebenarnya akan digunakan anggota ordo, sebagai tanda bahaya atau emergency call. Setelah memberi sinyal tanda bahaya kepada Sima Yong, rasa percaya diri Kembali muncul didalam Hattaudha. “Kami harus bisa bertahan melawan kelima iblis ini hingga brother Sim Yong datang membantu”.
“Apa mau kalian?” tanya Ye Bing Qing dengan dingin kepada lima sosok aneh dari Ordo Veteran.
“Pertarungan di jalan setapak menuju Puri Merak Emas belum juga dimulai. Untuk apa kalian memata-matai kami?? Silahkan tinggalkan kami karena kami masih akan menyimpan tenaga untuk perburuan sumber daya” Sambung gadis penyihir jingling.
Kelima praktisi dari Ordo Veteran itu hanya saling berpandangan, yang kemudian disusul dengan gelak tawa terbahak-bahak….
“Meskipun pertarungan di jalan setapak belum dimulai, bukankah tidak ada salahnya jika kami menyingkirkan kamu dengan teman-teman bodohmu itu terlebih dahulu” ejek ras iblis pemegang kipas yang dikenal dengan nama Mao Hong San.
“Lagipula… aku bertanya-tanya didalam hati. Apakah cincin tata ruang kalian itu telah penuh dengan berbagai sumber daya Hutan Terlarang?? Segera copot cincin tata ruang kalian, serahkan padaku lalu berlutut menyembah dalam sepuluh kali. Jika aku bermurah hati maka kalian akan kubebaskan Kembali ke kendang kalian” Dengan penuh arogan dan nada kekurang ajaran Mao Hong San menghina kearah empat praktisi Ordo Sayap Suci. Matanya dengan kurang ajar melirik kearah dada YE Bing Qing yang memang berbusana agak terbuka dengan menyembulkan belahan dadanya.
Sebenarnya Mao Hong San dan kawan-kawannya di Ordo Veteran bukanlah dari kelompok yang amat menonjol di Ordo Veteran. Mereka merupakan kelompok kelas menengah atau kategori biasa-biasa saja di ordo itu. Ada terlalu banyak jenius-jenius di Ordo veteran, sehingga kelompok lima mahluk ini termasuk kategori menengah bahkan biasa-biasa saja.
Namun kategori biasa-biasa ini jika dibandingkan dengan kelompok serupa dari ordo lain, maka mereka ini akan dihitung sebagai jenius, mengingat kultivasi masing-masing anggota team yang berada di ranah minimal Alam Raja bintang 9.
Kelompok ini terdiri dari Mao Hong San (mogui), seorang ahli Alam Tanpa Batas bintang 2 dan Teknik pertempurannya adalah teknik pembunuh bayaran (assassin). Senjata yang dia gunakan adalah kipas besi yang mengandung banyak sekali senjata rahasia didalamnya.
Anggota nomor dua team Ordo Veteran itu adalah Mao Du Jian (mogui), ahli Setengah Langkah Alam Tanpa Batas dengan spesialisasi pertempuran serang menggunakan pedang. praktisi ketiga adalah judade Bernama Hava Bhala di ranah Alam Raja bintang 9. Spesialisasi pertempuran adalah penyerang bersenjata tombak.
Praktisi keempat adalah Hatyarra Chakku (Alam Raja bintang 9), judade dengan teknik pertempuran penyerang tipe pembunuh bayaran. Yang terakhir adalah praktisi mogui Bernama Mao Kandao yang berkultivasi di ranah Alam Raja bintang 9, yang adalah ahli penyerangan bersenjata golok.
“Hahaha … lalu aku lihat, ada terdapat penyihir diantara kalian berempat. Aku jadi bertanya-tanya… apakah gadis penyihir ini dapat melawan kekuatan ilusiku iblisku…” dia menatap Ye Bing Qing dengan penuh makna.
“Lalu ayo kita berdua bertarung, jika kamu kalah maka kamu harus melayaniku semalaman” nada suara Mao Hong San semakin berubah menjadi lebih mesum. Dia berulangkali menelan ludah Ketika menatap belahan dada di bagian atas Ye Bing Qing. Ye Bing Qing sendiri merasa mual melihat tatapan penuh nafsu iblis ras mogui itu.
Setelah berkata-kata penuh rayuan, sinar mata Mao Hong San tiba-tiba bercahaya berwarna merah. Suara mogui itu secara tiba-tiba berubah menjadi berat dan terasa menekan perasaan semua yang mendengarnya. Perasaan itu adalah perasaan seperti kebahagiaan yang hilang dan direnggut oleh sesuatu dan meninggalkan rasa takut.
“Pergii…” Suara Mao Hong San semakin berat. Nada berat itu benar-benar menindih mental dan jiwa Hattaudha, Niryadi dan Tang Yuwen. Rasa Bahagia di hati mereka serasa direnggut keluar secara paksa Ketika mendengar suara mogui itu.
Sesosok bayang muncul dari uap merah yang keluar dari tangan Mao Hong San. Bayangan itu secara dramatis berubah menjadi seekor ular piton raksasa yang mengeluarkan lidah berbentuk kilat dan menyambar kesana kemari. Piton raksasa itu menerjang ke arah kelompok Hattaudha dan kawan kawannya. Mulut ular raksasa itu menganga dengan ganas sambil menebar kilat dan petir. Dengan mulut sebesar itu, piton raksasa itu pasti akan mampu menelan sepuluh jenis praktisi bahkan langsung mengolahnya menjadi gumpalan daging.
“Cih… permainan kanak-kanak. Kamu dengan kekuatan jiwa seperti itu berani memamerkan sebuah Teknik sihir dihadapanku?” Ye Bing Qing tertawa menghina Ketika melihat ilusi ular raksasa milik Mao Hong San.
Memang di Benua Penyaringan Dewa ini, ras jingling adalah ras yang paling kuat didalam Teknik kekuatan jiwa. Sementara ras mogui, sama seperti di Benua Silver mereka memang memiliki kekuatan jiwa. Akan tetapi kekuatan jiwa mereka tidaklah murni. Itu adalah kekuatan jiwa yang jahat sehingga tidak pernah ada ras mogui yang dapat mendalami profesi alkemis, master array apalagi master symbol.
Mulut Ye Bing Qing merapalkan mantra sihir, dan dari tongkat ditangan nya keluar cahaya berkilauan dan membentuk bayang Burung Vermillion raksasa. Vermillion itu kemudian terbang dengan anggun sambil mengeluarkan api yang menyala-nyala. Dalam sekejab mata, ular raksasa ilusi itu takluk di kedua cakar dikaki Vermillion. Dengan kejam Vermillion itu mencabik-cabik isi perut ular lalu membakarnya dengan api Burung Vermillion. Kejadian itu terjadi amat cepat…
__ADS_1
Semua orang terdiam menyaksikan pertarungan singkat menggunakan kekuatan jiwa itu. Sementara wajah Mao Hong San terlihat menjadi merah padam. Dia amat marah melihat Teknik ilusinya takluk di kaki gadis ras jingling dalam hitungan beberapa detik saja.
Melihat gelagat kurang memungkinkan seperti itu, Ye Big Qing mendesis menggunakan suara transmisi
“Yuwen… lakukan ‘hujan panah’. Akan ku susul dengan serangan ‘Kabut Gelap’” nafas Ye Bing Qing menderu sangat cepat. Dia benar-benar amat gugup menghadapi situasi kritis seperti itu. Praktisi Alam Tanpa Batas itu jelas-jelas bukan lawan mereka. Terlalu jauh celah diantara kultivasi diantara mereka.
Seakan mengerti dengan maksud dari Ye Bing Qing, tanpa diduga oleh kelima praktisi Ordo Veteran itu sebuah rapalan mantra terdengar keras ditelinga mereka….
“Hujan panah….”
Secara mendadak kelima praktisi itu melihat ratusan bahkan ribuan anak panah jatuh dari langit dan mengancam keberadaan mereka. Meskipun dalam satu detik pertama mereka dibuat kagum dengan Teknik pemanah nanren yang dapat mengubah sebuah panah menjadi ribuan anak panah, ke lima Ahli Ordo Vetaran itu tidak menjadi kehilangan kewaspadaan. Dalam Gerakan lincah kelima praktisi itu membuat shield (tameng) untuk menghadang hujan anak panah.
“Duaar…” ribuan anak panah berbenturan dengan shield yang dibuat oleh kelima praktisi itu. Serangan panah itu dengan mudah dapat mereka hindari. Senyuman penuh ejekan muncul dibibir kelima ahli Ordo Veteran itu.
Akan tetapi senyum penuh rasa menghina itu segera pudar dari wajah mereka berlima. Kelima praktisi itu sekarang dibuat terkejut Ketika ribuan anak panah yng jatuh ke tanah disekitar mereka secara Ajaib berubah menjadi array yang mengurung mereka. Bahkan lebih jauh dari arah kurungan array itu keluar petir dan kilat yang menyambar diseluruh ruang array.
Kelima praktisi Ordo Veteran itu semakin bertambah terkejut manakala merasakan kilat dan petir itu menyerap atau mengambil sepuluh persen energi mereka berlima. Bahkan sengatan itu berdampak Stunn yang membuat kelima ahli Ordo Veteran itu terdiam kaku karena sengatan listrik.
“F***k… jangan biarkan mereka menyerang Ketika kita didalam serangan array ini. Semua harus waspada…. Segera Aktifkan Teknik pertahanan diri kalian. Mereka akan menyergap!!!” teriak Mao Hong San dengan wajah memerah penuh amarah.
Kepala Mao Kandao meninggalkan badannya dengan mata melotot. Hingga saat ketika dia menghembuskan nafas terakhir, mogui tidak menyangka dirinya akan terjebak didalam array seorang pemanah dari ras nanren berkultivasi Alam Raja bintang delapan.
“Ban***t… Pemanah jahanam itu menggunakan kekuatan array didalam serangannya dan memaksa kita terdiam dalam kaku selama 8 detik. Itu telah memberi mereka kesempatan melakukan serangan gelap…”Maki Mao Hong San. Dia meluap emosinya ketika melihat Mao Kandao telah mati.
Mao Hong San lalu meronta dengan mengerahkan seluruh energi Qi didalam tubuhnya. Dan pada detik keempat dia hampir dapat membebaskan diri dari pengaruh array. Hal ini amatlah wajar mengingat ranah kultivasinya yang tertinggi di Alam Tanpa Batas bintang 2, maka kekuatan Mao Hong San jauh lebih unggul dibanding keempat praktisi lainnya.
Sementara itu di lain ketika, pada saat detik pertama hujan panah membuat lima ahli Ordo Veteran terdiam kaku, Niryadi dan Hattaudha telah mengambil kesempatan dan melakukan serangan gelap. Niryadi berhasil membunuh mogui bernama Mao Kandao.
Setelah kultivasinya meningkat satu level, Tang Yuwen saat ini telah mampu meningkatkan ketahanan array serangan hujan panah menjadi lebih lama dari 7 detik menjadi 8 detik.
Pada saat yang bersamaan Ketika Niryadi membunuh Mao Kandao, Hattaudha menyergap kedalam array serta membacok kapak ditangannya dengan kekuatan penuh ahli Alam Raja bintang 9. Kapak itu dengan ganas membacok bagian dada salah satu judade Bernama Hava Bhalla…
“trang….”
Bunyi benturan keras Ketika kapak itu berbenturan dengan armor didada Hava Bhalla. “Hoekss…” Hava Bhalla memuntahkan seteguk darah segar. Wajahnya langsung menjadi pucat pasi. Tenaganya merosot sebanyak 50 %. Armor peringkat Saint yang dia pakai menyelamatkan nyawanya dari hantaman kapak Hattaudha. Meskipun selamat, Hava Bhalla menderita banyak kerugian dalam serangan gelap itu.
Belum habis dari rasa terkejut dan efek kejut karena serangan array panah Tang Yuwen, tepat didetik ke empat mereka melihat fenomena serangan ilusi baru….
__ADS_1
“Sihir apalagi ini??” Mao Hong San bertambah marah. Dia merasa terhina sebagai seorang praktisi di Alam Tanpa Batas, dirinya tidak berdaya dibawah pengaruh sihir dan array praktisi Alam Raja bintang delapan dan sembilan.
“Kabut gelap…” Ye Bing Qing menangis dengan suara keras yang mengandung sihir. Dia mempercepat melepaskan sihir “Kabut Gelap”. Dia telah melihat Mao Hong San hampir membebaskan diri dari kurungan array hujan panah.
Empat praktisi Ordo Veteran yang tersisa merinding mendengar tangisan Ye Bing Qing. Menyusul setelah tangisan itu, tiba-tiba segumpal kabut hitam besar mengurung tubuh mereka berempat yang sebenarnya masih terdiam kaku akibat serangan listrik (Stun) array hujan panah.
Serangan “Kabut Gelap” Ye Bing Qing yang mirip efek “blackhole” itu Kkmbali menyedot keempat ahli Ordo Veteran yang tersisa. Sihir Kabut Gelap Kembali mempermainkan keempat Ahli Ordo Veteran itu. Mereka terputar dengan cepat didalam kabut gelap mengikuti efek menyedot semua energi.
Bahkan Mao Hong San seorang praktisi di Alam Tanpa Batas tidak berdaya Ketika dirinya disedot dan dipermainkan oleh efek “Kabut Gelap”. Dan sekarang dia bukan saja marah. Dia amat kesal sampai-sampai dirinya menyemburkan seteguk darah dari mulutnya. Padahal baru saja dirinya telah berhasil membebaskan diri dari kurungan array “Hujan Panah” dan sekali lagi dirinya diperdaya Teknik kekuatan jiwa penyihir jingling itu.
“Aku bersumpah akan membunuh kalian satu demi satu. Menguliti seluruh kulit kalian dan membakar hidup-hidup” teriak Mao Hong San.
Mao Hong San menyaksikan sendiri dengan mata telanjang ketika seberkas cahaya yang terbentuk dari Kapak, Kembali menari-nari didalam kabut dan menebas dada Hava Bhalla. Luka didada judade itu semakin lebar terbuka ketika menerima tebasan kedua dari Hattaudha. Belum cukup sampai disitu, sebuah anak panah tahu-tahu telah tertancap tepat di tenggorokan Hava Bhalla.
Judade dari Ordo Veteran itu menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan mengenaskan, terperangkap sihir “Kabut Gelap” di detik ketiga. Semua serangan pihak lawan dilakukan dengan amat akurat dan sangat jitu. Ketiga ahli tersisa dari Ordo Veteran itu hanya mampu menggertakkan gigi menahan hawa amarah. Memang benar seperti yang dikatakan oleh ahli-ahli jaman dahulu….
“Berhati-hatilah terhadap penyihir dan ahli array. Mereka semua dapat membunuhmu secara diam-diam bahkan dalam keadaan yang kamu tidak sadari sama sekali”
******
Karena kultivasi Ye Bing Qing telah meningkat di ranah Alam Raja bintang Sembilan, maka kemampuan Teknik “Kabut Gelap” telah mengalami peningkatan. Sekarang dia mampu mempesona lawan didalam kabut yang mengandung sihir efek menyedot selama 11 detik. Itu adalah waktu yang cukup lama untuk menghabisi lawan lalu melarikan diri.
Pada detik ke dua belas, Ketika pengaruh sihir “Kabut Gelap” telah menghilang, Mao Hong San dan dua anggota Ordo Veteran itu hanya melihat hutan kosong didepan mereka. Keempat praktisi dari Ordo Sayap Suci itu telah menghilang.
Ketiga Ahli Ordo Veteran itu menjadi amat marah. Terlebih Mao Hong San. Wibawa dan reputasinya serasa tercoreng ketika dia dikelabui oleh ahli yang hanya di ranah Alam Raja saja. Pasti dia akan menjadi bahan lelucon teman-teman di Ordo Veteran.
“Mari kita kejar keempat Ba****t itu. Siapa yang memperoleh letak lokasi mereka berada\, segera beri informasi melalui array komunikasi. Akan ku beri hadiah 2000 blue manna bagi yang berhasil membunuh satu praktisi itu Ordo Sayap Suci itu. Kelipatan dua akan kuberi 4000 blue manna” Mao Hong San benar-benar gelap mata. Dia bahkan akan memberikan hadiah bagi siapa diantara mereka yang berhasil membunuh salah satu praktisi Ordo Sayap Suci. Dia tidak lagi merasa rugi mengeluarkan biaya. Reputasinya harus dipulihkan.
Mereka bertiga lalu berpisah jalan. Mao Hong San melesat dengan kecepatan tinggi kearah Utara sedangkan Mao Du Jian dan Mao Kandou bersamaan melesat berlari kearah Selatan Hutan Terlarang.
*Bersambung*
Dear readers, jika ada hal penting untuk author kamu bisa menulis pesan di IG : jimmychuu2022. Beberapa Info penting sehubungan kisah ini juga author sering sampaikan di IG. Silahkan di follow. Terima kasih.
*** Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini\, jangan lupa di like\, sekedar komen dan vote.***
*** Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author yang tentunya juga menyemangati author berdasarkan jumlah Favorit\, komen dan like. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.***
__ADS_1