
Setelah lima hari melakukan perjalanan menggunakan magical beast maka ketiganya akhirnya tiba di Kota paling ujung Wilayah Utara. Sebuah Kota Bernama Bintang Awan.
Karena kota ini adalah daerah terjauh dari Ibukota Azalea dan juga merupakan daerah perbatasan menuju ke Barat, terlihat banyak sekali orang dengan dandanan yang asing tidak sebagaimana umumnya ras manusia di Wilayah Utara.
Terkadang mereka menjumpai sosok bertanduk yang dapat di pastikan ras iblis. Atau juga sosok praktisi yang mengenakan pakaian asing seperti kisah kisah tentang negri negri di Barat sana. Akan tetapi penduduk Kota Bintang Awan terlihat biasa saja dengan penampilan penampilan asing seperti itu.
Akan tetapi yang kadang membuat orang terhenti sejenak adalah ketika mereka melihat Sima Yong. Dengan penampilan yang menyerupai Elf... itu adalah hal baru yang dilihat oleh penduduk kota. Pernah beberapa waktu yang lalu, sosok Elf berkunjung ke kota itu, akan tetapi kejadiannya telah lewat ratusan tahun yang lalu.
Saat ini ketiganya berjalan di Kota Bintang Awan untuk mencari informasi mengenai airship. Pada waktu mereka sementara menyusuri jalan jalan di kota yang ramai itu, terlihat sebuah kereta yang fancy atau mewah melintas.
Dan Ketika kereta tersebut telah dekat ketiga jago kita… tiba tiba sebuah pecut melintas diatas kepala Sima Yong disusul teriakan,
“Minggir… berikan jalan untuk Tuan Muda Ouyang”
Pecut itu dilepaskan dengan pengerahan Qi yang kuat. Jika pecutan itu mengenai seseorang yang adalah kaum mortal lemah maka praktis dapat dibayangkan.... tubuhnya akan mengalami luka serius bagaikan di iris pedang.
“Lancang… “ Suara marah Yu Long
Yu Long dengan sigap menangkap pecut tersebut dan menghempaskan pecut dengan keras. Gerakan teknik cengkeraman Tengkorak Putih dilancarkan.
Sebuah suara jeritan tertahan terdengar dari arah kereta, diikuti dengan bunyi “gedebuk…!” seperti bunyi sesuatu benda jatuh dengan keras ke tanah.
Lalu Yu Long dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat secara kasat mata tahu-tahu telah menghunus pedang dan dengan tepat pedangnya terarah dengan ke leher kusir kereta yang fancy.
Kusir itu terlihat terlentang di tanah.. sementara pedang Kelas Bumi milik Yu Long telah siap untuk menebas leher kusir malang itu.
Keadaan di jalan yang ramai itu, seketika menjadi sunyi....
Sebuah suara halus yang terdengar dari kereta. Suara yang begitu halus namun terasa seperti dibuat-buat memenuhi telinga semua orang.
“Paman Wu Lei… siapa begitu berani yang membuatmu terjatuh seperti itu? Apakah dia tidak tahu bahwa kamu adalah kusir pribadi kereta Keluarga Ouyang?”
"Bagaimana pertanggung jawabanku ke Patriak jika anda kehilangan nyawa di negri yang miskin ini?"....
Seorang pria muda berusia sekitar dua puluh enam tahun keluar dari dalam kereta fancy itu. Pakaiannya terlihat sangat mewah terdiri dari bahan sutra pilihan yang sepertinya di rancang dan dijahit oleh penjahit kenamaan.
Wajah pria itu terlihat sangat halus dan angkuh. Bahkan jika diperhatikan wajahnya terlihat cantik jika di bandingkan wajah pria pada umumnya. Namun di balik penampilan wajah halus itu, seorang praktisi dapat merasakan aura kekejaman yang terukir jelas di mata pria itu.
“Seorang muda dengan ranah kultivasi Alam Spirit Agung Bintang Lima…” bisik Sima Yong kepada Lin Hong dan Yu Long menggunakan benak nya.
Memang sejak Yu Long dan Lin Hong berlatih kekuatan mental, pembicaraan antar ketiganya selalu dilakukan menggunakan benak untuk menghindari orangnlain mengetahui pembicaraan mereka. Dan juga teknik sihir ini adalah Teknik sihir yang biasa digunakan kaum Elf.
Ketika pria yang bermarga Ouyang itu melayangkan pandangan kearah Yu Long, kemudian ke Lin Hong… terakhir ke Sima Yong. Wajahnya perlaham berubah menjadi serius.
Dia telah membaca ranah kultivasi Yu Long di Alam Tercerahkan Bintang Enam dan Lin Hong Alam Tercerahkan Bintang Dua.
Sedangkan Sima Yong sama sekali tidak dapat dia baca ranah kultivasinya.
__ADS_1
“Seseorang dengan penampilan seperti Elf yang tidak dapat dibaca ranah kultivasi?"
" Dan dia diikuti dengan pengikut yang keduanya adalah praktisi di Alam Roh Tercerahkan?”
Pria itu berpikir keras.
Menurutnya sosok pria berpenampilan Elf itu bukanlah sesuatu yang sesederhana terlihat. Dia tahu bahwa seseorang yang tidak terbaca ranah kultivasi nya cenderung menjadi seorang yang sangat berbahaya.
Sima Yong berkata acuh tak acuh,
“Pengawal anda yaitu kusir itu, menyerang kelompok kami dengan pecut yang mengandung kekuatan Qi. Jika saja kami orang biasa kaum mortal, bukankah kemalangan akan sudah jatuh menimpa kami?”
Saat itu terlihat telah banyak orang menjadi penonton di jalan itu. Kemudian orang-orang itu menyemangati Sima Yong dan kawan kawan sambil berteriak… “mintakan bayar kompensasi”.
Pria perlente bernama Ouyang Junren itu terlihat berubah mukanya. Dia merasa tersudut oleh ketiga praktisi didepannya. Sementara penonton yang makin berjubel dijalanan semakin berisik memanaskan suasana
“Sayang sekali .... ini bukan wilayah Barat. Kenyataannya ini masih Wilayah Utara. Awas saja… jika kalian nanti berada di wilayah Barat, tidak akan ku ampuni kalian bertiga” pikir Ouywng Junren.
“Namaku Ouyang Junren… mohon kiranya dapat memaafkan kekasaran kusirku itu. Ouyang Junren akan
memberikan kompensasi”
Ouyang Junren lalu melemparkan sebuah cincin yang berisi seribu Energi Stone kearah Sima Yong.
Karena dalam suasana hati yang baik, maka Sima Yong memberikan kode kepada Yu Long untuk melepaskan kusir kereta Ouyang Junren itu.
Sima Yong bahkan berpura-pura tidak melihat. Biar bagaimanapun seribu energi stone kelas rendah cukup lumayan sebagai pelipur lara menggertak Ouyang Junren.
Setelah tersenyum karena berhasil mengerjai Ouyamg Jumren, ketiganya lalu menuju Balai Kota Bintang Awan untuk meminta informasi mengenai Airship yang akan menerbangkan mereka menuju Wilayah Barat.
Penjelasan dari penjaga gerbang airship bahwa untuk memperoleh tempat duduk di airship maka pihak Sima Yong harus berurusan dengan Patriak dari Klan Hou Kota Bintang Awan.
Klan Hou sebagai Klan terbesar di Kota Bintang Awan adalah pengelola kendaraan Airship. Menurut penjaga gerbang airship, kendaraan itu baru akan tiba satu hari lagi dari Wilayah Barat.
Namun jika pihak Sima Yong dan kawan-kawannya berminat untuk langsung memperoleh tempat di airship, bahkan dengan kondisi tempat VIP di airship nanti… mereka dapat mendaftarkan diri di arena Kota dan bertanding melawan para pemesan tempat VIP di airship.
Syarat yang ditetapkan oleh Klan Hou untuk dapat memesan tempat VIP dan kemudian bertanding di arena adalah seorang praktisi dengan ranah Kultivasi minimal Alam Bayi Spirit. Mengapa minimal Alam Bayi Spirit?
Karena sebagaimana dunia Kultivator yang buas itu, semakin kuat dan tinggi kemampuan seseorang maka dirinya akan di hargai. Itulah sebabnya pemesanan Kamar VIP hanya di khususkan bagi Kultivator dengan minimal Kultivasi di ranah Alam Spirit Bayi.
Dalam kasus tertentu... jikalau terdapat lebih dari satu pemesan kamar VIP ini maka bertanding kahlian arena Kota Bintang Awan adalah jalan penengah untuk menentukan siapa yang berhak menempati kamar VIP.
Tentu saja duel perebutan tiket seperti ini akan menjadi tontonan gratis bagi seluruh warga kota. Mereka bahkan saling bertarus, siapa pemenang arena tersebut.
Sima Yong kemudian mengajak kedua muridnya untuk pergi ke Arena Kota. Tentu saja dia ingin memperoleh tempat VIP mengingat perjalanan menuju Barat itu akan memakan waktu hingga dua bulan perjalanan.
Kamar yang nyaman tentu saja akan membantu seseorang yang melakukan perjalanan jauh untuk tidak cepat merasa bosan. Selain itu berkultivasi selama dua bukan di area Vip tentu lebih nyaman dibanding area umum.
__ADS_1
*********
Di arena Kota, terdengar sorak sorai dari dalam stadium yang menjadi arena pertempuran. Rupanya didalam tengah terjadi pertempuran antar dua praktisi.
Sima Yong kemudian mendaftarkan dirinya ke petugas di arena.
“Aku ingin mendaftarkan diri mengikuti arena memperebutkan kamar VIP mengendarai Airship”
Petugas itu melihat Sima Yong yang sangat memberi kesan unik itu. Dia kemudian menjelaskan,
“Pendaftaran untuk perebutan kamar VIP airship saat ini telah mendaftar dua orang praktisi. Keduanya berada di ranah kultivasi Alam Spirit Agung…”
“Apakah anda akan menantang kedua praktisi itu?”
Petugas itu tidak dapat membaca ranah kultivasi Sima Yong sehingga dia meragukan apakah Sima Yong akan mampu menghadapi praktisi di ranah Alam Spirit Agung.
Sima Yong tersenyum dan berkata,
“Silahkan daftarkan saja. Aku menggunakan nama Master Pedang”
“Wow… sebuah nama yang sangat menggetarkan semangat. Semoga kemampuan anda sesuai dengan nama anda yang terdengar hebat itu".
"Ngomong ngomong.... bagaimana jika aku mendaftarkan nama anda sebagai Master Pedang Berbaju Hijau? Terasa lebih gagah”
Petugas itu mengganti nama arena Sima Yong dan dibalas dengan anggukan pertanda setuju.
“Master Pedang Berjubah Hijau… hm mengingatkan aku akan seseorang yang belakangan sangat terkenal di Wilayah Utara".
"Seseorang yang selalu mengenakan topeng dan berbaju hijau ... praktisi hebat yang mampu menaklukkan tiga ras iblis”. Sambil mencatat nama Sima Yong petugas itu nyerocos berbicara.
“Namun… anda bukanlah orang yang saya maksud bukan?"
Kembali pria itu menatap Sima Yong untuk memastikan. Lalu kemudian dia melanjutkan celotehnya,
" Well... Praktisi itu terlalu jauh di Utara sana di Ibukota. Jauh dari Kota Bintang Awan……”
Setelah menunggu sejenak, dia kembali berkata
“Anda akan bertanding memperebutkan tepat VIP di airship melawan dua praktisi Alam Spirit Agung".
"Prakrisi pertama adalah seorang Ahli Pedang Independent Bernama Xia Hui"
"Praktisi kedua adalah seorang Ahli Pedang keturunan Klan
Ouyang dari Barat Bernama Ouyang Junren” ………
*Bersambung*
__ADS_1