
Kapal Roh yang di tumpangi Meirenyu dan kawan-kawannya melaju dengan cepat, membelah langit Bumi Utara, menuju Kota Azalea.
Kota Azalea sebagai ibukota dari Kekaisaran Great Ying tentu saja menjadi pertimbangan mereka untuk memperoleh sebagai markas utama, disamping sebagai Kota Besar yaitu Ibukota Negri, untuk memperoleh dana berjumlah banyak dan cepat, Kota Azalea adalah pilihan yang tepat dimana di Ibukota Negri biasanya terdapat banyak sekali orang kaya dan sekte-sekte kelas atas.
Membangun sebuah organisasi baru tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sebagai ibukota Kekaisaran, tentu saja Kota Azalea memiliki perputaran ekonomi yang jauh lebih cepat di banding kota-kota lain di Kekaisaran Great Ying ini.
"Aku memperoleh referensi dari Master Yong, bahwa kita akan berhubungan dengan sebuah organisasi yang bernama "Balai Harta". Apakah Balai Harta itu adalah sebuah organisasi laba yang paling besar di Kekaisaran ini?" Meirenyu berdiskusi dengan tiga kawan lainnya, disamping mengorek informasi tentang kontak yang akan mereka hubungi di Kota Azalea nanti.
Lin Hong menjelaskan pengetahuannya ke Meirenyu,
"Sepengetahuanku, dahulu sewaktu kami masih remaja dan mengikuti turnament bela diri antar tujuh sekte besar, Balai Harta itu adalah satu-satunya lembaga atau organisasi yang khusus menjual berbagai barang keperluan ahli-ahli bela diri".
"Namun belakangan ini, kami telah lama tinggal di Wilayah Barat, sehingga informasi yang aku dapat berikan sepertinya telah kadaluwarsa. Bisa saja terjadi kemerosotan atau apapun itu. Kita tinggal melakukan checking setibanya di sana" sambut Lin Hong dengan tersenyum.
Lin Hong merasa aneh, dia kini seolah-olah orang asing di wilayah utara sini. Dia merasa lebih update tentang hal-hal di Barat sana dibanding wilayah Utara dari mana dia berasal.
Gadis itu juga terlihat sibuk memberi suapan demi suapan ramuan herbal kepada Yu Long yang beberapa hari lalu telah terbangun dari tidur panjangnya.
Syukur sekali bahwa kondisi jiwa Yu Long tidak terbelah, sehingga anak muda itu lolos dari gangguan kejiwaan. Namun menurut Meirenyu, Yu Long masih harus di rawat intens dan tetap meminum ramuan herbal yang diberikan Meirenyu.
"Ini rencana ku. Karena pusat organisasi nanti akan berada di Kota Azalea, sementara Kota Bintang Pagi nantinya hanya akan menjadi cabang organisasi kita, maka hal yang pertama harus kita lakukan di Kota Azalea adalah mencari bangunan yang dapat disewa".
"Bangunan itu nantinya akan kita jadikan markas organisasi sementara, sambil kita semua mengumpulkan dana dengan menjual banyak barang berharga kebutuhan kaum praktisi-untuk membeli Bangungan yang pantas bagi organisasi ini nanti" Kata Meirenyu.
Dia menambahkan,
"Untuk saat ini, biarkan aku bekerja secara leluasa, dan kalian berempat sudah seharusnya berkultivasi. Setidaknya kultivasi kalian harus menerobos hingga ranah Alam Tanpa Batas, jika ingin lebih di segani oleh praktisi di dunia ini" jelas Meirenyu.
Dia menambahkan,
"Mengenai bahan ramuan dan pil? Jangan kuati... Master Yong membekaliku dengan bahan yang cukup untuk membuat kamu semua menjadi ahli yang di segani di wilayah utara nanti".Dia merasa kultivasi empat orang kawannya (termasuk Yu Long) terlalu rendah, mengingat lawan yang berdatangan rata-rata berkemampuan cukup tinggi.
Tentu saja mendengar kabar menggembirakan dari Meirenyu itu membuat tiga praktisi itu menjadi gembira. Semua orang memang memiliki cita-cita untuk menjadi kuat dan lebih kuat lagi sebagai praktisi pengejar Kehidupan Keabadian.
Meirenyu sendiri di setiap kesempatan selalu rajin berkultivasi. Dia bermaksud untuk menerobos dalam wakyu dekat ini, dengan mengkonsumsi Pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva khusus untuk praktisi Alam SAINT.
__ADS_1
"Setidaknya aku harus menerobos ke ranah SAINT level lima" batin Meirenyu sambil mengelus dua pil Pembentukan Tubuh Bodhisatva pemberian Masternya itu.
Kapal roh mereka baru saja mendekati Kota Azalea ketika matahari belum lagi terlihat di ufuk Timur, ketika itu empat bayangan berkelebat dalam gerakan ringan menembus Padang Es Abadi dengan arah Kota Azalea.
Dalam waktu yang singkat mereka telah berada di pintu gerbang Kota Utama Kekaisaran Great Ying, ketika pintu belum lagi di buka. Meskipun demikian, antrian manusia yang ingin memasuki kota terlihat telah panjang seperti ular yang berkelok-kelok.
"Mari kita ikut mengantri, demi tidak terlihat aneh jika kita akan langsung menerobos pasukan pengawal kerajaan itu" bisik Meirenyu, di ikuti anggukan kepala tiga kawannya yang lain.
Yu Long masih belum dapat berbicara hingga dia tidak memberikan pendapat. Saat ini dia terlihat masih tetap di gendong Meirenyu setelah mereka membuat alat khusus dari kayu sebagai dudukan Yu Long di punggung Meirenyu.
Kira-kira dua bakaran hio, setelah tiba giliran mereka untuk di periksa pasukan pengawal, selusin Prajurit Kekaisaran penjaga gerbang itu saling melirik. Setelah saling kode, salah satu pemimpin mereka lalu berkata'
"Biaya masuk per orang sebesar 100 Batu Energi. Karena kalian sebanyak lima orang, maka ongkosnya adalah 500 Batu Energi" dengan lantang pemimpin prajurit itu berbisik.
Meirenyu membelalak-kan mata nya,
"Bukankah rombongan orang-orang di depan tadi dikenakan biaya masuk hanya sebesar 15 Batu Energi per orang? mengapa giliran kami maka biaya menjadi sebesar 100 Batu Energi?" dia merasakan kejanggalan dan ketidak adilan.
"Apakah karena pakaian sebagian kami ini terlihat asing? Terlihat seperti orang-orang dari Barat?. Aku tidak akan membiarkan kalian bertindak sewenang-wenang" Meirenyu merasa amat tidak puas dengan pelayanan itu.
"Akan tetapi tuan, baru saja aku melihat-kelompok orang di depanku hanya di kenakan biaya 15 Batu Energi per orang. Mengapa kami di kenakan biaya tinggi 100 Batu Energi per orang?" Meirenyu tidak bermaksud mencari gara-gara. Dia hanya mengungkapkan fakta.
Namun demikian wajah pemimpin prajurit penjaga gerbang masuk itu menjadi merah karena merasa tersinggung. Pria itu mulai membentak,
"Biaya setinggi itu karena kalian adalah orang-orang dari wilayah barat sana. Kalian orang-orang Barat sana yang adalah ahli tenung dan ahli nujum. Tentu saja kamu memiliki banyak uang yang kalian peroleh setelah menjual jasa kalian di utara sini. Sudah sepantasnya-lah kami membebankan kamu dengan biaya yang jauh lebih tinggi !"
Saking kerasnya suara pengawal itu, sampai-sampai orang-orang yang antri di bagian paling belakang, melongokkan kepala untuk melihat, siapa yang di bentak para prajurit itu.
Darah Meirenyu seketika mendidih. Jika saja hal ini tidak di saksikan orang banyak, dia kepingin memecahkan kepala pemimpin Prajurit yang arogan itu. Meirenyu menahan sabar...
"Baik karena kamu menyebutku sebagai ahli tenung, kini kamu akan merasakan keahlian seorang ahli tenung"
Meirenyu menjentik kan dua jari nya dan menimbulkan bunyi cukup keras. (Di masa itu di Wilayah Barat sana, memang praktek menggunakan kekuatan jiwa atau sihir amatlah subur. Sedangkan ilmu tenung adalah ilmu hitam yang digunakan mencelakakan orang lain)
"Tek !"
__ADS_1
Dua belas pengawal gerbang itu, seketika terbengong dalam kondisi kehilangan kesadaran. Tangan Meirenyu kemudian melambai acak,
dan "Wush-wush-wush" lima batu kerikil melayang kedalam genggaman tangannya.
Sekali lagi dengan jentikan jari "tek !",
sekali lagi Meirenyu membangunkan dua belas prajurit penjaga pintu gerbang dari mimpinya.
"Tuan Prajurit-prajurit yang terhormat, maafkan kekasaranku sebelum nya. Terimalah lima Energi Stone peringkat tinggi ini" (satu energi stone peringkat tinggi sama dengan 100 energi stone biasa)
Dua belas prajurit penjaga gerbang itu menyeringai kesenangan. Buru-buru pemimpinnya mengulurkan tangan, meraup dengan cepat lima energi stone peringkat tinggi dari tangan sastrawan yang diaanggap lemah itu.
Dengan suara merendahkan dia berkata,
"Sudah sepantasnya kamu bersikap merendah dihadapanku. Sejak awal jika kamu menuruti kata-kata ku, bukankah semua lebih mudah?"
"Ingat ! kedepannya ketika aku melihat kamu serta kawan-kawanmu, maka beban yang akan ku berikan berubah menjadi 150 Batu energi per orang" dia menyengir seolah-olah tidak senang dengan sikap Meirenyu sebelumnya.
Kelima praktisi itu pada akhirnya dengan leluasa memasuki Kota Azalea. Tujuan pertama mereka adalah pergi mencari tempat makan untuk mengisi perut terlebih dahulu sebelum mencari rumah sewaan dan menemui Tuan Yan Bai, patriak Balai Harta.
Beberapa waktu kemudian, di gerbang masuk Kota Azalea terdengar pekikan keributan. Pemimpin prajurit pengawal gerbang itu terlihat memaki-maki.
Dia amat marah ketika dia memeriksa kotak upeti yang mereka pungut dari pengunjung Kota. Didalam kotak yang seharusnya terdapat lima batu energi tingkat tinggi, kini hanya berisi lima potong kerikil sebagai pengganti.
Dengan geram pria itu mencaci,
"Aku dapat memastikn, semuaini pasti ulah kelompok sastrawan yang sengaja memperdaya aku. Jika berikut-berikut bertemu lagi dengan ku, tak akan ku beri ampun mereka berlima" lenyap sudah angan-angan memperoleh keuntungan.
Pemimpin prajurit itu hanya dapat menyumpah-nyumpah sementara disisi lain Ibukota Azalea nan megah itu, Meirenyu dan kawan-kawannya tengah menikmati sarapan yang penuh berbagai hidangan lezat ala Azalea .
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1