Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di Kebun Obat Pegunungan Biru


__ADS_3

   Ketika semua praktisi yang tadinya bergerombol di kaki Pegunungan Biru melihat array penghalang telah hancur, maka orang orang itu langsung bergegas memasuki Kawasan Pegunungan Biru. Sumber daya berupa tanaman obat-obatan adalah hal yang lazim dicari ketika terjadi perburuan didalam suatu domain warisan.


   Tentu saja Kaum Falmary pasti memiliki perkebunan obat-obatan sebagaimana layaknya kebun obat langka milik Sekte atau Klan ternama. Apalagi perkebunan obat ini belum pernah dipanen sejak belasan ribu tahun yang lalu??. Siapa yang dapat menduga bahwa ada terlalu banyak sumber daya rahasia yang bahkan belum pernah ditemukan didunia saat ini, akan dapat mereka temui didalam kebun obat Elf abu-abu.


   Dengan wajah buas dan haus akan sumber daya langka…… praktisi-praktisi yang mampu bertahan melewati Pegunungan Berkabut itu mengais kesana kemari, membongkar dan menilik tanaman-tanaman langka di kebun obat itu.


   Terkdadang ketika terdengar tawa puas seseorang praktisi yang menemukan tanaman sumber daya langka di dalam kebun, maka berduyun-duyunlah orang lainnya berpindah ketempat penemuan itu dan membuat sesak spot tempat praktisi tadi. Semua berharap bahwa masih ada keberuntungan berikut untuk memanen tanaman roh langka serupa.


   Pada kenyataannya hanya sedikit diantara praktisi itu yang memahami alkmia atau bahkan paham dengan tanaman obat-obatan itu. Sehingga yang terjadi bahwa panen yang dilakukan orang-orang itu terkadang hanyalah panen tanaman yang bukan ditujukan untuk peningkatan kultivasi atau penambah Kesehatan. Tanaman yang di panen terkadang hanyalah tanaman penghias kebun atau bahkan hanya sekedar bumbu dapur purba.


   Sima Yong sendiri sebagai seorang Alkemis, tentu saja tidak mau asal mengambil sembarangan tanaman. Dia memilih dengan cermat jenis tanaman peringkat tinggi yang menurutnya dapat disaring menjadi pil yang bermanfaat untuk kultivasi praktisi Alam Spirit Agung keatas. Beberapa jenius dari Klan Huang yang merupakan Klan Alkemis juga terlihat berhati-hati ketika memanen tanaman di kebun itu.


   Sima Yong merasa bahwa dia tidak perlu repot-repot memanen tanaman herbal kelas menengah dan rendah. Persediaan yang dia miliki ketika berada di balai pengobatan domain pagoda, jumlahnya sangat banyak atau tidak terbatas.


   Sementara itu, Ouyang Piao memiliki nasib peruntungan yang sangat baik. Tanpa disangka-sangka Ketika pria itu mencari-cari di bagian yang sepi di kebun obat itu, matanya tertuju pada sebuah tanaman aneh. Sepertinya itu adalah sejenis tanaman purba untuk meningkatkan kultivasi.


   Tanaman purba yang bersifat menjalar itu terlihat telah berbuah dimana buah yang dihasilkan adalah buah roh berwarna kemerahan dengan volume kira-kira sebesar semangka. Jumlah yang dapat Ouyang Piao panen, sebanyak dua buah.


   Ouyang Piao sendiri tidak tahu tanaman jenis apa itu, namun perasaannya mengatakan bahwa tanaman ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Meski perasaan jiwanya bisa merasakan aura sangat tipis di buah itu, namun aura energi yang terpancar dari dalam buah kemerahan itu terasa amatlah dahsyat Ketika dia mendekatkan wajah ke buah itu. Dengan sebuah jimat telekomunikasi, Ouyang Piao menghubungi Sima Yong.


“Alkemis Sima Yong, dapatkah anda membantuku untuk mengidentifikasi tanaman ini?”


   Tidak menunggu terlalu lama untuk Sima Yong yang kemudian telah berdiri di samping Ouyang Piao. Secara bersamaan mereka menerawang kedalam buah kemerahan sebesar semangka itu. Setelah mengamati dalam lima detik, Sima Yong mengucapkan selamat kepada Ouyang Piao,

__ADS_1


“Selamat rekan Ouyang Piao. Anda memiliki keberuntungan yang sangat baik. Buah tanaman itu menurut pandanganku adalah buah roh yang didalamnya terkandung energi yang sangat tinggi. Aku juga menemukan buah sejenis itu di suatu tempat Ketika melewati Pegunungan Berkabut”


“Akan tetapi menurut pendapatku, buah semangka purba ini terlalu berbahaya untuk langsung dikonsumsi praktisi. Tubuh praktisi seperti kita yang masih dibawah alam Saint belum dapat beradaptasi Ketika mengkonsumsi langsung semangka purba ini”.


“Aku pastikan


tubuh anda dapat meledak ketika mengkonsumsi buah Semangka Purba ini. Saranku,


lebih baik jika buah semangka purba ini di ekstrak dan di ramu oleh alkemis


minimal tier enam, barulah Ketika telah di ekstrak dalam bentuk pil, anda akan aman


mengkonsumsinya”.


   Kedua orang itu kemudian sibuk memanen semangka purba dengan hati-hati. Ouyang Piao terlihat amatlah puas telah menemukan harta karun didalam Domain Elf abu-abu. Tidak sia-sia dirnya menempuh bahaya Ketika melewati Pegunungan Berkabut. Sementara itu Sima Yong bermaksud untuk mengambil bibit semangka pruba dan akan menumbuhkannya didalam domain pagoda.


“Kalian berdua…!!! Jangan sentuh semangka purba itu. Dan kamu…!! jangan coba-coba untuk merusak tanaman semangka purba itu. Semua buah maupun benih semangka purba adalah milik kami ras iblis. Kamu berdua dipersilahkan menggelinding dan pergi memanen di bagian lain di perkebunan ini” Sosok ras iblis bernama Mao Hui terlihat begitu arogan menunjuk-nunjuk kearah Sima Yong dan Ouyang Piao.


   Iblis itu setelah diteliti Sima Yong, naru memiliki kultivasi di setengah Langkah ke Alam Raja. Namun hal itu telah membuat dirinya merasa lebih dibanding kemampuan praktisi lain di kebun itu.


   Apalagi selama ini dia telah memperhatikan kemampuan praktisi Klan Ouyang adalah kekuatan terendah dari 6 Sekte Bintang lima. Dengan mencibir dia menatap Ouyang Piao yang memiliki kemampuan hanya di Alam Spirit Agung Bintang 8. Adapun Sima Yong? Dia terlalu memandang rendah Sima Yong, meski dalam hatinya tidak dapat membaca tingkat kultivasi Elf itu.


   Dengan mata menyala menahan marah Sima Yong berkata,

__ADS_1


“Apakah kamu buta? dan apakah kamu sungguh tidak tahu peraturan dunia jiang hu ini? Siapa yang duluan dialah yang berhak atas sumber daya yang ditemukan. Pergi kamu….”


   Mendengar hardikan itu, Mao Hui seketika merasa tersinggung. Apalagi Ketika pertengkaran itu mulai ditonton orang banyak. Dalam hatinya dia merasa bahwa ras mereka adalah ras dengan kekuatan terbesar di Wilayah Barat. Sementara ras lain di Barat sini harus tunduk dan mendengar kata-kata mereka. Namun saat ini Ketika dia mecoba menujukkan superioritas ras mereka, seorang anak kecil (menurut dia) dengan berani menghardikannya.


   Tanpa berbelas kasihan, dia langsung mengeluarkan pukulan maut yaitu Cakar Iblis Tengkorak Putih.


   Suara angin mencicit terdengar disertai gulungan asap putih tebal menyertai telapak tangan raksasa, tertuju dengan ganas kearah Sima Yong. Ouyang Piao menjerit tertahan ketika melihat serangan mematikan itu. Mao Hui menyerang orang lain tanpa basa basi apapun.


“Matii….!”


   Dengan tenang tanpa mengeluarkan suara tangan kanan Sima Yong membentuk segel dan dari jarinya dia menjentikkan sesuatu. Seberkas energi raksasa berbentuk Teratai Salju melayang cepat kearah telapak itu dan memotong serangan cakar iblis hingga menjadi buyar.


   Ketika Mao Hui terlihat terkejut melihat serangan mematikannya dibuyarkan hanya dengan sebuah lambaian Teratai es. Dan tanpa dia duga tiba-tiba seberkas energi pedang menyusul dan menabrak tubuhnya.


“Blashh…”.


   Energi pedang itu menembus tubuh Mao Hui. Tubuh iblis itu terlempar mundur dan sosoknya menjadi kaku. Seketika itu juga nyawa pergi meninggalkan tubuhnya. Mao Hui praktisi iblis di ranah setengah Langkah Alam Raja, mati hanya dalam sekali serangan, tanpa senjata terhunus. Bahkan iblis sepertinya itu tidak sempat memikirkan mengeksekusi teknik pertahanan ketika nyawanya telah hilang.


   Beberapa ahli yang berada di sekitar kejadian, yang pada awalnya juga berniat buruk. Mereka telah merancang untuk merampok semangka purba itu. Setelah melihat kejadian Sima Yong dengan sekali gebrakan mampu mengambil nyawa praktisi ras iblis di ranah kuasi Alam Spirit Agung… keinginan jahat telah menjadi ciut. Semua pergi Ketika ketakutan melanda diri mereka.


“Lebih baik kami memanen apa yang ada didepan mata, ketimbang mencoba untuk merampok sumber daya dari tangan Elf muda itu. Nyawa adalah taruhannya”. Kira-kira seperti itu pemikiran mereka. Sima Yong memandang sekilas ke arah orang-orang yang menonton itu, spontan semua membuang muka dan bersikap seakan-akan tidak terjadi sesuatu.


   Merasa keadaan telah dapat dikendalikan, Sima Yong kembali mengajak Ouyang Piao untuk memanen dengan hati-hati dua semangka purba.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2