
Lolongan suara Ouyang Qing terdengar ketika punggungnya terlihat terbelah menjadi dua potong. Tidak perlu untuk menunggu terlalu lama, ketika tubuh Ouyang Qing untuk menjadi kaku saat nyawanya telah meninggalkan tubuh fana itu.
Ouyang Piao menatap tidak percaya ketika didirinya tidak dapat membantu temannya yang terbelah oleh cakar iblis itu. Dengan sebuah keluhan kecil dia hanya dapat berkata didalam hati “Ouyang Qing, maafkan aku tidak dapat membantumu….”
Sima Yong menjadi sangat marah. Ketika tampak olehnya empat buah cakar iblis raksasa itu kembali berputar dan mengunci dirinya, dengan sebuah raungan keras Sima Yong melepaskan serangkaian Niat Serangan Seratus Samsara yang berbalik menindas dan membuat keempat cakar itu menjadi kaku, diam dalam bisu.
“Mati…!!”
Kemudian dari tangan kurusnya terlihat cahaya pedang raksasa yang membelah keempat cakar raksasa yang masih terdiam karena Niat Jiwa Seratus Samsara. Tebasan pedang dari seorang praktisi Alam Raja bintang dua seperti Sima Yong itu bagaikan serangan maha ganas yang menyedot energi dari bumi dan langit. Tebasan pedang yang membawah energi penghancuran langit dan bumi itu kemudian dengan sombong membelah sebanyak empat.
“Tebasan pertama…, kedua…, ketiga… dan keempat….” Semua tebasan dilakukan dengan ganas Ketika empat cakar raksasa tetap diam dalam pengaruh Niat Seratus Samsara
Semburan darah seketika terlihat seperti air mancur ketika Pedang Hati Rembulan mengakhiri tebasannya terhadap empat cakar raksasa. Ketika semua kabut hitam yang membentuk cakar raksasa itu memudar… terlihat tiga sosok tubuh berdiri dengan mata melotot sambil memegang tenggorokan yang telah rusak teriris Pedang Hati Rembulan.
Mao Fu ras ibli sebagai yang memiliki kultivasi tertinggi yaitu Alam Raja peringkat awal, meskipun terlihat terluka didalam serangan Pedang Hati Rembulan, dia masih dapat berdiri sambil memegang lengannya yang terkoyak irisan pedang,
“Sima Yong… anda berani membunuh Mao Heng… tidak tahukah kamu siapa sosok yang telah kamu bunuh itu??” sungguh kasihan iblis Mao Fu itu. Meskipun terlihat terluka, namun masih mampu mengancam Sima Yong.
Dengan tertawa keras sambil memasang wajah marah pria Elf itu berkata,
“Sungguh teramat lucu rasanya ketika berurusan dengan mahluk-mahluk seperti ras iblis kalian. Yang aku amati dari mahluk ganas seperti kalian adalah kalian berniat untuk menyerang orang lain. Namun Ketika dibalas dengan perlakuan jahat yang sama, kalian langsung menjadi marah dan mengeluarkan kata-kata ancaman”
“Lalu apakah Ketika mahluk-mahluk seperti kalian datang menyerangku, maka aku tidak diperbolehkan untuk membalas? Apakah aku hanya boleh menyerahkan leherku untuk dipenggal?” Sima Yong tertawa terbahak-bahak.
“Kamu…!! baiklah karena kamu begitu sombong maka aku beritahu sesuatu. Mao Heng yang telah kamu bunuh itu adalah adik dari jenius ras iblis Mao Gao. Mao Gao sendiri merupakan Raja Pedang yang akan mewakili Wilayah Barat di perebutan gelar Raja Pedang nanti. Aku ingin melihat seperti apa jadinya kamu nanti Ketika berhadapan dengan Mao Gao” Mao Fu iblis itu memandang Sima Yong dengan tatapan kejam. Dia berusaha bernafas dengan teratur untuk meredakan amarahnya.
__ADS_1
Sima Yong tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun. Yang adalah malah Sima Yong terlihat menunjuk kearah Mao Fu. Pedang Hati Rembulan terlihat bergerak dan terkunci terarah lurus ke Mao Fu. Iblis itu menjadi gemetar. Dia tahu sedikit saja dia mengucapkan kata-kata yang salah, nyawanya akan melayang.
“Sima Yong… anda tidak akan berani untuk membunuhku. Setelah anda membunuh Mao Heng, maka kristal jiwa Mao Heng saat ini telah padam dan secara otomatis mengirimkan citra kejadian bagaimana dia mati. Kamu hanya akan menambah kebencian ras iblis ketika membunuhku… saat ini kamu sebenarnya telah mati. Hahahaha….” Mao Fu tertawa terbahak-bahak.
“Tentang citra bagaimana dan siapa pembunuh kami ras iblis, itu akan terkirim melalui array ke kristal jiwa yang padam nanti. Tahukah kamu siapa yang memegang kristal jiwa ras iblis? Itu adalah pemegang kendali jiwa iblis sang Leluhur Agung Mao Po Sin” dengan gemetar Mao Fu mencoba menakut-nakuti Sima Yong.
Sima Yong terlihat tertawa dingin,
“Benarkah?? Aku tidak yakin bahwa aku menjadi terlalu takut untuk berhadapan dengan Mao Gao raja pedang kamu itu”
Dengan lambaian tangan dari Sima Yong maka Pedang Hati rembulan itu membelah tubuh iblis Mao Fu. Mao Fu sendiri terlihat terkejut ketika Sima Yong mengayunkan pedang untuk membelah tubuhnya. Dia tidak menyangka bahwa Pedang Hati Rembulan akan membelah tubuhnya.
Ouyang Piao gemetar Ketika melihat kekejaman dan kemampuan pertempuran Sima Yong. Sebenarnya mahluk seperti apakah orang yang berjalan bersamanya ini? Dia dapat membunuh empat praktisi sekaligus dalam pertempuran yang singkat. Bahkan korban terakhir yang dibunuh adalah iblis di ranah Alam Raja peringkat awal.
Setelah Sima Yong melambaikan tangan dan empat cincin tata ruang meluncur ke tangannya, dia mengajak Ouyang Piao untuk melanjutkan perjalanan.
Keduanya Kembali melesat melewati celah jurang itu untuk mendaki Pegunungan Berkabut. Setelah mendekati puncak pegunungan itu, pemandangan yang ada hanyalah hamparan tanah kosong yang kering. Semua area terlihat tertutup kabut. Pada waktu melintasi hamparan kabut itu, sayup-sayup terdengar bentrokan senjata diiringi bentakan-bentakan.
“Mari kita pergi melihat, siapa yang tengah bertempur ….”
Ketika kedua orang itu telah sampai pada jarak sekitar 500 meter dari pertempuran, mereka melihat dua sosok yang tidak asing tengah berdebat. Itu adalah pertempuran antara Lai Chongde melawan Xia Rong. Penonton pertempuran adalah jenius-jenius Klan Lai dan Klan Xia sendiri.
Rupanya penonton tidak terbatas jenius kedua klan. Tampak juga kurang lebih seratus praktisi independent tengah menonton. Memang adalah suatu tontonan yang menarik jika dua jenius dari Sekte Bintang Lima. Itu adalah hal yang langka.
Xia Rong terlihat melempar sekumpulan mantra kearah Lai Chongde dan pedang ditangannya menyusul membuat serangan tajam. Lai Chongde sendiri tidak terlihat gugup ketika serangan gabungan antara serangan jiwa di mix dengan serangan pedang terlihat mengancam dirinya.
__ADS_1
Dengan sekali hentakan dia membuat sebuah Tapak berbentuk Cengkeraman Harimau terlihat meluncur memecahkan udara. Tapak itu kemudian dengan kecepatan sulit dilihat …. membentur mantra dan serangan pedang Xia Rong.
Ledakan dahsyat terjadi ketika benturan diantara dua kekuatan Alam Raja itu terjadi. Beberapa praktisi independent yang menonton duel dari jarak dekat, sampai-sampai terlempar beberapa tombak kebelakang.
Sementara ada banyak orang yang berhasil menghindar dari ledakan itu saling berdiskusi…. “Tidak percuma keduanya mengklaim diri sebagai keturunan ras yang mendominasi dunia Benua Silver. Semua ledakan kekuatan mereka ini terasa kehebatannya hingga kejauhan 50 kilo jauhnya”
Setelah benturan dua kekuatan raksasa itu, Lai Chongde dan Xia Rong masih berdiri dalam sikap waspada. Mata keduanya mencorong menunjukkan sikap waspada bagaikan harimau yang siap bertempur lagi.
“Menurut Alkemis Sima Yong, siapakah diantara kedua jenius itu yang akan memenangkan pertempuran?” Ouyang Piao bertanya kepada Sima Yong. Ouyang Piao saat ini telah menunjukkan sikap sangat menghormati kepada Sima Yong.
Pertunjukkan kemampuan tempur Elf itu pada waktu menaklukkan empat ras iblis, benar-benar membuka matanya. Sima Yong bukan hanya seseorang yang ahli dalam bidang Alkimia, dia juga adalah praktisi pedang yang sangat mengerikan.
Sima Yong terdiam sebentar, lalu kemudian dia mengungkapkan pendapatnya.
“Menurutku kedua jenius itu adalah praktisi jenius namun sebenarnya mereka bodoh. Mereka dengan sia-sia menghamburkan tenaga didalam dunia yang hampir hancur ini demi menunjukkan siapa yang lebih tinggi kemampuannya. Bukankah anda sendiri merasakan bahwa ada yang tidak beres dengan dunia bermatahari dua ini bukan?”
“Ketika masuk dan mengalami penurunan kekuatan hingga 50%, aku sudah merasakan ketidak beresan dunia yang disebut Pegunungan Berkabut ini. Belum lagi beberapa kutukan terjadi yang terasa seperti kutukan Ahli Jiwa Peringkat Dao ".
"Belum lagi kondisi Matahari di dunia ini yang terlihat seperti akan kiamat. Sepertinya ada sesuatu kekuatan dahsyat yang menyedot semua energi di dunia ini. Itu sebabnya dunia terasa seperti sangat letih. Saran saya, simpan tenagamu untuk menghadapi kejutan-kejutan baru di dunia yang terasa seperti neraka bumi ini”
Baru saja selesai Sima Yong berkata-kata… tiba-tiba terdengar seperti suara gemuruh. Suara gemuruh itu kemudian disusul dengan munculnya semacam arus kekuatan berbentuk pusaran angin yang kemudian menyedot satu-demi satu orang-orang disekitar situ.
“Lari…. !!”
Sima Yong membentak lalu dirinya melesat dengan cepat kearah Barat, mencoba menjauh dari pusaran angin itu….
__ADS_1
*Bersambung*