
Ketika Sima Yong tengah melakukan ujian di lantai tiga, pada saat itu dari semua praktisi yang ada rata-rata masih terhenti di lantai satu. Lantai satu adalah ujian Gerbang neraka. Ujian ini ditujukan untuk pelatihan menambah kekuatan jiwa bagi praktisi. Jika berhasil melewati lantai ini, kekuatan jiwa seseorang akan meningkat.
Sima Yong contohnya, ketika dia telah berhasil melewati ujian Gerbang Neraka dan memasuki lantai ke dua, kemajuan kekuatan jiwanya saat itu telah mencapai Simbol master Surgawi Level dua.
Sementara ujian lantai dua iblis yang lapar akan memiliki manfaat meningkatkan vitalitas darah. Praktisi yang berhasil lolos ujian ini otomatis bertambah vitalitas darahnya.
Satu-satu nya praktisi yang saat ini tampak telah menyelesaikan ujian di Gerbang neraka adalah Long Kangjian.
Pria yang merupakan salah satu Utusan Terang dari Sekte Terang ini memang memiliki kekuatan jiwa yang kuat. Apalgi ranah kultivasinya adalah merupakan yang tertinggi diantara semua praktisi di domain itu. Alam Spirit Agung Bintang Sembilan.
******
Sima Yong terlihat menghapus noda tetesan darah dari
bibirnya,
“Raja Kera Raksasa ini benar-benar memiliki kultivasi yang tinggi diiringi kemampuan energi Qi yang sangat kuat. Bahkan kekuatan Qi nya melebihi rata-rata Qi praktis manusia di ranah yang sama”
Kera raksasa itu menatap penuh kemenangan ke arah Sima Yong. Dia sangat senang setelah membuat mahluk kecil itu memuntahkan darah. Dan tidak menunggu lama dia mengayunkan kembali pukulan yang sangat keras menggunakan telapak tangan…..
Saat itu Sima Yong menghembuskan nafas dengan kuat lalu kemudian dengan Pedang Hati Rembulan yang masih terhunus di tangan, dia Kembali merapal mantra…
“Niat Pedang Level tiga….!!”
Keadaan sekitar ruang itu tiba-tiba menjadi hening. Seakan dunia di sekitar alam hutan ilusi itu menjadi Freeze. Lalu kemudian muncul semacam pusaran hitam darinlangit yang berputar dibelakang Sima Yong.
Pedang ditangan Sima Yong itu seketika berubah menjadi sebilah pedang raksasa yang menjadi bernyala dengan hawa penindasan yang sangat kuat kearah Raja Kera.
“Pergiii…….!!”
Sima Yong melepaskan pedang yang memiliki hawa membunuh dan mampu menindas kekuatan Raja Kera itu.
Sementara itu Raja Kera terlihat seperti kebingungan Ketika suasana di sekitar menjadi Hening. Dunia seakan berubah didalam keadaan Freeze. Bahkan untuk bernafaspun Kera Raksasa seakan tidak mempu melakukannya. Mahluk iblis itu tidak mampu melakukan apa apa. Terdiam menunggu nasib......
Ketika aura pedang raksasa yang memiliki hawa penindasan mengenai sosok Raja Kera itu… terdengar raungan kemarahan Raja Kera diiringi penampakan brutal berupa terjadi sayatan- sayatan pedang yang membelah tubuh kera dengan kecepatan tinggi.
Setelah terbelah menjadi empat bagian, tubuh Kera itu meledak menjadi potongan-potongan tubuh tidak beraturan... Tidak lama kemudian tubuh hancur itu menguap menjadi asap dan hilang dari pandangan Sima Yong.
Sima Yong menarik nafas dan kemudian duduk berkultivasi sebentar untuk memulihkan semua energi yang terkuras Ketika bertempur melawan ilusi Raja Kera Raksasa.
Ujian di lantai tiga ini ketika seseorang telah melewatinya, maka manfaat yang diterima adalah meningkatnya kekuatan fisik tubuh.
******
Long Kangjian saat menaiki tangga menuju lantai dua, tertawa dengan gembira. Dia mengira bahwa dia adalah satu-satunya praktisi yang pertama kali menaiki lantai dua.
Tentu saja Long Kangjian tidak mengetahui bahwa Sima Yong saat ini bahkan telah memenangkan pertempuran melawan Raja Kera Raksasa di lantai tiga.
Memang ketika seseorang memasuki lantai ujian di Pagoda Ajaib itu, maka masing-masing orang akan memiliki dunia ilusi tersendiri dan tidak akan melihat orang lain yang saat itu juga sementara berjuang didalam ilusi pribadi.
Itulah sebabnya Long Kangjian merasa bahwa dirinya adalah satu-satu nya praktisi yangtelah menyelesaikan ujian lantai satu.
******
Sima Yong menaiki tangga menuju lantai empat. Ketika dia sampai di lantai empat, pemandangan di hadapannya adalah sebuah padang rumput yang sangat luas dengan dipenuhi ribuan binatang iblis yaitu serigala hitam.
Sima Yong menatap kearah padang rumput itu ketika tiba tiba dua serigala iblis langsung melompat dan memyerang dengan ganas kearahnya….
__ADS_1
“Srreeeet….”
Dengan sekali melambaikan Pedang Hati Rembulan, dua binatang iblis itu langsung meregang nyawa.
Ketika mencium aroma darah yang keluar dari mayat dua serigala… binatang iblis lainya menjadi mengamuk.
Dalam sekejab mata puluhan serigala iblis melompat kearah Sima Yong dengan buas nya. Kembali Pedang Hati Rembulan menunjukkan keganasannya. Sekali sabetan pedang langsung mengambil nyawa puluhan serigala iblis itu.
Lalu kemudian dengan teratur hewan iblis serigala hitam itu mengepung Sima Yong seperti membentuk sebuah formasi yang tidak berkesudahan habis nya…. Selalu ada saja yang datang menyerang pemuda itu.
Tidak mau kalah ganasnya binatang iblis, Sima Yong segera mengeksekusi Teknik melukis Nirwana yang kemudian terlihat lima helai Qi pedang melesat keluar dan kemudian bersamaan dengan Pedang Rembulan membentuk sinar kejam, menari-nari melenyapkan ratusan kelompok serigala.
Jika dilihat dari kejauhan betapa ganas tarian sinar pedang milik Sima Yong yang membunuh ratusan binatang iblis dengan mudah.
Jalan yang tadi terhalangi oleh ribuan binatang iblis itu, saat ini telah terbuka sehingga akan mudah bagi Sima Yong jika dia ingin meninggalkan lantai empat menuju lantai lima.
Namun Ketika kira-kita lima ratus binatang iblis itu telah berhasil dia bunuh, Sima Yong merasa ada perubahan di kemampuan pertahanan tubuhnya. Level pertahanan tubuh meninkgat !!
“Sepertinya, dengan membunuh lima ratus binatang iblis ini, pertahanan tubuhku meningkat satu level".
"Bagaimana jika aku Kembali membunuh hingga ribuan binatang iblis ini… apakah pertahanan tubuh akan meningkat satu level? Jawaban akan diperoleh setelah aku kembali membunuh lima ratus berikutnya”
Pedang Hati Rembulan dan lima Qi pedang warna-warni itu kembali terlihat menari-nari di lapangan rumput dan seolah tidak pernah kelelahan untuk mencari sasaran untuk ditebas.
Ketika lima ratus hewan iblis itu diselesaikan oleh nya, terjadi kenaikan satu level di system pertahanan tubuhnya.
Sima Yong pada akhirnya tidak langsung menuju ke pintu menuju tangga lantai lima. Dia menghabiskan wak5u sepanjang hari di lapangan rumput untuk membunuh ribuan binatang blis serigala hitam, untuk meningkatkan kemampuan pertahanan tubuhnya.
Penampilan Sima Yong saat itu bagaikan raja neraka dengan wajah dan sekujur badan penuh cipratan darah binatang iblis.
sihir tanpa perlu di cuci lagi.
Sima Yong menghabiskan waktu sehari semalam dan bahkan ketika hari menjelang malam. Semua adalah untuk memperoleh manfaat bagi pertahanan tubuh, di lantai empat itu.
Ketika pada akhirnya dia telah mencapai tingkat jenuh dalam membunuh mahluk iblis itu, tiba-tiba sebuah suara terdengar berkata…
“Kenaikan level system pertahanan di Lantai Budak Ahli Sihir telah maksimum. Silahkan melanjutkan ke lantai berikutnya”.
Pada akhirnya Sima Yong meninggalkan kumpulan hewan iblis yang menjadi budak ahli sihir itu dan mebuka pintu menuju lantai berikutnya.
Dilantai lima atau lantai ujian Manusia Kuasi Alam Raja… Sima Yong melihat sesosok praktisi berjubah putih yang menunggunya di tengah sebuah lapangan sepi yang tiada berujung.
Praktis berjubah putih itu terlihat menutupkan matanya. Sia seakan tidak perduli dengan keadaan sekitar. Diam-diam Sima Yong terperanjat ketika membaca kultivasi pria itu….
“Ujian ini
semakin terasa berat… seorang praktisi di ranah Alam Raja kuasi dj lantai ini?”
******
Ketika merasa kehadiran seseorang di lantai lima pagoda itu, mata praktisi tersebut terbuka. Dengan mata yang terlihat sangat jernih namun menindas.., saking jernih dan menindasnya mata itu bahkan serasa kejernihan itu bahkan mampu untuk merenggut nyawa seseorang hanya melalui tatapan mata itu… dia menatap Sima Yong.
Setelah dia menatap Sima Yong .... kemudian terlihat sesuatu
serupa rune array hasil ciptaan buatan Master Array Peringkat Keabadian keluar dari tubuhnya.
Array berbentuk penjara api kemudian di lepaskan dari tubuhnya yang kemudian menyusul sebuah serangan jiwa dilepaskan prkatis kuasi Alam Raja menuju dengan hawa penindasan. Sebuah serangan jiwa dan array yang sangat mematikan.
__ADS_1
“Celaka… array perangkap jiwa peringkat Keabadian. Bahkan itu di iringi serangan Jiwa ilusi Peringkat Keabadian".
"Jika aku terperangkap didalam array itu sepertinya akan terjebak dan tidak pernah bisa keluar”
Pada saat kritis seperti itu, Sima Yong memutuskan untuk mengeksekusi teknik terlarang Oracle Jiwa (Peramal Jiwa). Teknik terlarang Oracle Jiwa ini adalah teknik yang mampu melepaskan jiwa praktisi dari tubuh fisiknya….
Dalam sekejab mata, tatkala Array Peringkat Keabadian serta Serangan Jiwa itu membelenggu dirinya, nampak bayangan Oracle Jiwa Sima Yong melesat meloloskan diri dari tubuh fisiknya.
“Baamm…!!”
Perangkap jiwa berbentuk penjara api itu menutupi seluruh tubuh Sima Yong. Lalu kemudian menyusul serangan jiwa mahluk berjubah putih itu menerjang masuk ke tubuh fisik Sima Yong berniat menghancurkan Jiwa Sima Yong.
Akan tetapi Ketika kedua serangan itu berhasil mengurung Sima Yong, yerlihat tidak terjadi sesuatu yang luar biasa terhadap diri Sima Yong.
Hal itu disebabkan di tubuh fisiknya tidak terdapat jiwa Sima Yong. Sedangkan serangan Peringkat Abadi itu bertujuan memyerang Jiwa Sima Yong. Akhirnya.... cidera jiwa Si,a Yong seperti yang di harapkan oleh sosok berjubah putih itu terlihat tiada berguna.
Yang ada malahan kemudian terlihat Oracle Jiwa yang berada diluar kurungan itu kemudian membentuk Niat Pedang dan berbalik menyerang array peringkat Keabadian itu.
Oracle Jiwa Sima Yong kemudian mendesis dan merapalkan mantra,
“Niat Pedang Pedang Hati Suci…”
Seberkas Pedang terbentuk dari Oracle Jiwa Sima Yong yang kemudian dengan brutal meluluh lantak kan array Peringkat Keabadian itu.
“Duaar……”
Sosok berjubah putih di ujung sana membelalakkan matanya seolah tidak percaya. Itu adalah array Peringkat Keabadian yang akan mampu memenjarakan dan kemudian merobek jiwa ahli di bawah kulrivasi Ranah Jiwa Abadi.
Namun pria kecil di hadapannya itu terlihat biasa-biasa saja. Malahan sepertinya dia mampu melakukan pembalasan menggunakan Teknik jiwa untuk menghancurkan array tersebut.
Belum selesai sosok berjubah putih itu berpikir mengapa itu bisa terjadi, terlihat oracle jiwa Sima Yong itu kembali membentuk pedang dari Qi jiwa lalu kemudian mengeksekusi Niat Pedang dan melepaskannya ke sosok berbaju putih.
“Niat Pedang Pedang Hati Suci….”
Niat Pedang Pedang Hati suci adalah sebuah Niat Pedang dengan level pemahaman yang lebih tinggi diatas niat pedang level tiga biasa. Tentu saja dampak yang dilepaskan adalah jauh lebih dahsyat dibanding niat pedang level tiga.
Ketika Niat Pedang Pedang Hati Suci terbentuk, seketika dunia ilusi yang sepi itu Kembali bergemuruh. Udara serasa seakan tercabik-cabik ketika sebuah Qi Pedang Jiwa meluncur dengan cepat kearah sosok berbaju putih. Sosok itu terpukau melihat keganasan Niat Pedang Pedang Hati Suci dan tidak berdaya untuk bergerak.
Niat Pedang Pedang Hati Suci telah mengunci dirinya. Bahkan meskipun dia adalah seorang praktisi di alam Kuasi Alam Raja, …. Kedahsyatan Niat Pedang Pedang Hati Suci adalah diluar batas kemampuan praktisi itu. Praktisi berjubah putih itu hati terdiam dalam keadaan tubuh terkunci kedahsyatan Niat Pedang.
Ketika tabrakan ganas Niat Pedang Pedang Hati Suci mengoyak sosok berjubah putih itu..... Sosok nya terlihat memudar. Memudar dengan wajah yang terlihat sangat tidak puas.
Sosok ilusi itu betul-betul tidak menyangka bahwa manusia kecil di hadapan nya akan memiliki kemampuan untuk melakukan Teknik oracle jiwa.
Bahkan kemudian mahluk kecil itu bertindak dengan ganas melenyapkan sosok dirinya menggunakan Niat Pedang Pedang Hati Suci. Sosok berbaju putih itu bahkan belum sempat mengeksekusi Teknik pedang sama sekali……
Ketika Oracle Jiwa Sima Yong Kembali menyatukan diri dengan tubuh fisiknya, sebuah suara terdengar,
“Anda berhasil memenangkan ujian Manusia Kuasi Alam Raja. Silahkan menuju lantai berikutnya…”
*******
Ketika Sima Yong menyelesaikan ujian di lantai lima, pada saat yang sama Long Kangjian terlihat tengah menaiki lantai tiga.
Di lantai dua terlihat masing Tang Fai dan Li Jierui tengah berjuang di lantai dua melawan Grimm reaper….
*Bersambung *
__ADS_1