
Seketika itu juga salah satu ahli dari Tujuh Sekte Kekaisaran Great Ying memberi komando dengan teriakan yang sangat kencang,
“Crossbow…. Ready…!!!”
Sekitar lima ratus praktisi yang merupakan gabungan para ahli Tujuh sekte segera berlari memenuhi jalan dibagian atas benteng. Ditangan semua ahli itu dengan penuh kedisiplin dan rapih, terpasang senjata menyerupai panah yang dikenal dengan nama “Crossbow”.
Terdengar susulan berupa sorak sorai yang sangat bergemuruh dari dalam benteng. Teriakan itu adalah yel yel penambah semangat dan juga kata kata cacian yang ditujukan ke Aliansi Xue Chang terdengar membahana.
“Binasakan anjing-anjing Xue Chang……!!”
“Usir ras iblis dari Kekaisaran Great Ying….!!!”
Praktis dengan demikian, para pemanah Crossbow itu semakin bersemangat.
Hati semua orang didalam benteng yerasa mendidih dan ingin segera menghancurkan Aliansi Xue Chang.
Adapun Crossbow ditangan para ahli ini adalah buatan tangan dari para ahli Mekanis dan Blacksmith terkenal di Kota Morning Star.
Ahli Mekanis dan Blacksmith Kota Morning Star memang sangat terkenal sebagai ahli mahir dalam pembuatan senjata-senjata terbaik dan juga mesin-mesin mutakhir.
Mao Jianheeng dengan wajah cemberut dan berkata kepada Tang Shilin,
“Kau lihat sendiri, mereka benar-benar bersekutu dengan persatuan ahli mekanis blacksmith Morning star. Seharusnya sudah sejak lama kamu menghancurkan akademi ini”
Tang Shilin hanya terdiam, dia selama ini melakukan penyelidikan akan kerja sama antara Persatuan Ahli Mekanis Blacksmith dengan Tujuh Sekte. Namun dia belum memiliki bukti sehingga pasukan aliansi belum bergerak. Tapi harus dia akui bahwa dia telah lalai.
Dari atas benteng sayup sayup terdengar suara komando,……
“Semua permanah…… bersiap.... dan Tembak…!!”
“Ssshiinggg……..
Sshhiiiiinggg…….”
Lima ratus anak panah terbang keangkasa. Anak panah yang diisi dengan energi Qi padat itu terasa sangat berbahaya. Lalu kemudian ratusan senjata tajam itu turun dengan derasnya kearah ribuan pasukan Aliansi Xue Chang.
Pada dasarnya anak panah itu pada ujungnya telah di selipkan semacam bahan peledak. Sehingga Ketika anak panah jatuh dan menyentuh tanah…. Maka ledakan api akan terjadi dan meluluh lantakan target.
Mao Jianheeng dan Mao cheng Gong tidak tinggal diam. Mulut mereka berkomat kamit membacakan mantra. Asap hitam terlihat mengepul dari kedua tangan iblis itu. Dan mantra iblis segera di lemparkan ke udara.
“Energi iblis pelindung….”
Asap hitam yang keluar dari tangan kedua ras iblis itu dengan cepat membentuk semacam segi empat kubus yang berwarna kehitaman.
Lalu kubus itu membesar dan semakin membesar ketika mantra-mantra iblis semakin kencang dirapalkan dan energi Qi mental tinggi disalurkan …. Kubus itu akhirnya mampu mengembang sehingga menyelimuti seluruh pasukan Aliansi Kekaisaran Xue Chang.
__ADS_1
“Duaaarr…… Duaarrr…… Duaarr…….”
Kubus kehitaman yang merupakan mantra pelindung dari Mao Jianheeng dan Mao Cheng Gong itu, ternyata adalah semacam tameng sihir yang berfungsi melindungi semua pasukan Aliansi Xue Chang.
Panah berisi bahan peledak yang di tembakkan oleh Tujuh Sekte besar ..... bertabrakan dengan lapisan tameng sihir. Lalu kemudian meledak.
Tidak satu pun praktisi Aliansi Xue Chang yang terluka dalam serangan Crossbow. Tameng sihir itu mampu melakukan Tindakan defense terhadap ribuan praktisi Kekaisaran Xue Chang.
Melihat bahwa anak panah Crossbow itu hanya meledak di tameng sihir, segera suara gegap gempita dari kelompok Aliansi Xue Chang membahana. Teriakan melecehkan terdengar diantara riuh suara sorak sorai itu,
“Ayo kita hancurkan Sekte Sampah Kekaisaran Great Ying…”
“Alat sampah yang diciptakan oleh ahli-ahli sampah. Alat sampah itu sama sekali tidak mampu menembus sihir Defense Ras iblis”
Sementara itu di atas tembok benteng itu, Penatua Akademi Ling Jian yang memipin tim penembak Crossbow itu menjadi pucat. Semua anak panah sama sekali tidak mampu menembus tameng sihir yang diciptakan Mao Jianheeng dan Mao Cheng Gong.
Para praktisi Tujuh Sekte di dalam benteng menjadi kasak kusuk. Semua mencari tahu apa yang terjadi diluar tembok. Ketika mendapat informasi bahwa tim Crossbow tidak mampu menembus dinding tameng sihir, diam-diam nyali mereka mulai menciut.
Hening………..
Penatua Akademi Ling Jiang yaitu Yao Quon langsung berteriak dengan kekuatan penuh mengandung Qi,
“Penembak Crossbow… siap untuk kembali menembak. Semua siap pada posisi.... Kerahkan 100% energi Qi…..”
Segera 500 pemanah Crossbow itu dengan disiplin dalam posisi sigap dan postur siap melepaskan anak panah.
“Kita akan mengulangi tembakan panah sebanyak 10 kali. Aku yakin tameng sihir iru akan bobol”
Kembali lima ratus anak panah yang berisi energi Qi itu menghujani tameng sihir yang melindung Aliansi Xue Chang.
“Duaaaarr…….”
“Tembaaaak….!!”
“Duaaarr…..!!”
Kejadian itu terjadi berulang kali Ketika anak panah di luncurkan penuh dengan kekuatan Qi kearah tameng sihir. Ledakan keras akibat bahan peledak, pelan pelan mulai menggerogoti lapisan tameng sihir itu
Beberapa anak panah dari Crossbow bahkan mampu menerobos tameng sihir dan kemudian meledak secara eksplosive.
Ledakan diantara praktisi Kekaisaran Xue Chang terjadi. Teriakan jeritan pedih menyayat hati terdengar dari kumpulan Aliansi Xue Chang.
Sementara disebelah sana, di dalam tembok Akademi Liang Jian… sorak-sorai kegembiraan terdengar. Semua Kembali bangkit semangatnya dan Kembali menggebu-gebu untuk bertarung melawan Aliansi Kekaisaran Xue Chang.
“jangan senang dulu. Lihat di sebelah sana nun jauh diantara hamparan es”
Kembali praktisi Kekaisaran Great Ying ribut. Mereka melihat ribuan bayangan putih bergerak dari kejauhan menuju ke arena peperangan dibagian luar benteng Akademi Ling Jian.
__ADS_1
Kepala Sekolah Fang Ming Hoa berkata pelan,
“Oh Tuhan…. Ribuan pasukan aliansi datang membantu mereka….”
Tampak dari kejauhan sekitar 3 ribu praktisi Kekaisaran Xue Chang menaiki Dark Beast Serigala Salju.
Semua langsung menuju ke arena pertempuran di benteng Akademi Ling Jian. Dari jauh terlihat berupa gumpalan asap putih akibat salju yang berderu karena di lintasi 3000 Dark Beast serigala Salju berukuran tinggi 2 meter.
Dengan suara bergetar, Ketua Baru Sekte Kuil Keabadian berkata,
“Sepertinya Akademi Ling Jian akan menjadi kubur kita semua.”
catatan : pada pertempuran di padang es sebelumnya, ketua sekte Kuil Keabadian telah tewas.
Kepala Sekolah kemudian berseru dengan kekuatan Qi,
“Lalu ayo berperang sampai mati. Tujuh Sekte Besar akan merasa terhormat jika kita mati bersama-sama dengan semua pejuang Sekte”
Teriakan itu disambut suara gegap gempita dari seluruh isi benteng
“Hidup dan mati Bersama pejuang Tujuh Sekte adalah hal terhormat”
Sementara itu, dipihak Aliansi Kekaisaran Xue Chang, Mao Jiangheeng yang tengah di liputi hawa amarah.
Dia marah ketika melihat ratusan panah peledak yang membunuh puluhan praktisi Alian Xue Chang. Tameng sihirnya berhasil dijebol alat pembunuh bernama Crossbow.
Dengan wajah yang sangat dingin dia berteriak…
“Kalian benar-benar berani perpacaran dengan maut”
Mao Jianheeng seketika itu dipenuhi kabut hitam. Sosok nya melayang keangkasa. Mata nya menjadi merah bernyala-nyala. Di tangannya telah tergenggam Seruling iblis.
Lalu dari ketinggian di udara itu dia membisikkan kata-kata mantra yang terdengar di telinga semua orang. Suara itu bagaikan bisikan setan. Yang artinya seperti ini,
“Dengarkan Komposisi Lagu ….. Èmó zhī gē xiangqi” yang artinya Nyanyian Ketika Iblis Menjemput…."
Suara seruling dengan irama yang begitu kacau terdengar membahana hingga mencapai puluhan kilo.
Kembali kepala sekolah menangis dalam hatinya,
“Ya Tuhan… Musik Kematian”
Dari tiupan Mao Jianheeng itu… kemudian membentuk sosok raksasa mengenakan jubah hitam, mengenakan kerudung dan memegang tombak dengan ujung berbentuk sabit. Sosok iblis raksasa itu tidak terlalu nyata terlihat. Hanya berupa bayangan hitam samar.
Mao Jianheeng kemudian berbisik dengan nada rendah. Sedemikian rendah tone itu sehingga sampai di telinga semua orang, membuat bulu kuduk menjadi meremang….
“Pergiii……”
__ADS_1
Monster iblis raksasa itu melesat dengan kecepatan tinggi kearah Benteng akademi Ling Jian. Tombak sabit itu terlihat menyala-nyala saking tajamnya…..
*Bersambung*