Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertunjukan Dua Jenius Pedang III


__ADS_3

“Kemampuan pemahaman Niat Pedang level 2 yang sungguh menakjubkan. Dia benar-benar sekarang telah mampu mengontrol pedang, bahkan jika aku tidak menahan pedangku dengan energi Qi, kemungkinan pedang ini sudah akan terbang dan bergabung Bersama ribuan pedang itu” ini Kepala Sekolah Fang Ming Hoa memberikan komentar.


“Aku merasa bahwa selama ini aku terlalu meremehkan anak 14 tahun itu …” Master Sekte Bulan Merah Wu Kun menambahkan.


Sementara itu diatas panggung, wajah Fang Pen berubah menjadi serius setelah melihat kemampuan mengendalikan pedang akibat pemahaman Niat Pedang Level 2. Dia sungguh belum mencapai di tahap seperti itu.


Sebenarnya, jika dilihat kualitas dari kebanyakan pedang yang dikendalikan Wang Yong itu bukanlah dari kalangan pedang roh. Namun Ketika melihat pedang biasa itu dalam jumlah yang sangat banyak yaitu ribuan, maka mau tidak mau Fang Pen menjadi takut.


Fang Pen menarik nafas dalam-dalam, lalu kemudian dia mengangkat pedangnya dan mengerahkan energi Qi ke pedang. Sebuah dorongan tenaga besar keluar dari tangan menuju pedang, lalu membentuk semacam kekuatan seperti tornado yang sangat besar. Semua menilai jika tornado itu diteruskan dengan penambahan energi Qi, kemungkinan daerah sekitar arena akan hancur karena ledakan tornado tersebut.


Pada saat yang sama Wang Yong menjentikkan jarinya seakan memerintah, maka ribuan pedang itu kemudian bergerak sejajar membentuk garis lurus yang berkesinambungan. Lalu kemudian kumpulan pedang itu menerjang kearah Fang Pen. Pergerakan ribuan pedang menuju Fang Pen terlihat menakjubkan, bagaikan hujan meteor yang jatuh kebumi.


Ketika melihat sebanyak ribuan pedang meluncur kearahnya, Fang Pen kemudian menarik Gerakan tangannya lalu mengubah tornado tadi menjadi api dengan diiringi teriakan,


“Kemarahan Neraka ke Sembilan !!!”


Kekuatan yang sangat menakutkan berbentuk api besar terlihat keluar dari pedang Fang Pen, dan dengan Gerakan yang penuh ledakan, api itu menyongsong datangnya ribuan pedang.


Kemudian dibawah sorot mata ribuan orang yang penuh rasa takjub, mereka melihat pertemuan kedua senjata itu yaitu api kemarahan neraka kesembilan dan ribuan hujan pedang laksana meteor jatuh yang dibawah kendali penuh Wang Yong.


Benturan keras terjadi….. lalu keadaan menjadi hening sejenak…..


Kemudian setelah keheningan itu, menyusul bunyi ledakan yang sangat besar,


“Duaaarrr…….!!!”


Sinar kilat dan petir meledak kemana-mana sebagai akibat benturan yang sangat keras. Itu benar-benar mengguncang seluruh arena di Padang Es Abadi.


Penonton berhamburan melarikan diri untuk menghindari dari ledakan yang kemudian menjadi makin meluas.


Sementara itu Ketika debu dan asap yang ditimbulkan ledakan itu mulai menghilang, semua orang dapat melihat di arena masih berdiri dua sosok yaitu Fang Pen dan Wang Yong.


Fang Peng terlihat dengan kondisi yang mengenaskan yaitu semua semua pakaiannya telah tercabik-cabik irisan ribuan pedang. Jika saja dia tidak mengenakan armor Peringkat Surgawi Demi, mungkin tubuhnya sudah tercabik-cabik oleh ribuan senjata yang dikendalikan Wang Yong itu.


Keadaan Wang Yong sendiri terlihat tidak mengalami keadaan yang merugikan. Bahkan dia terlihat masih penuh dengan stamina.


“Kamu betul-betul memiliki kemampuan yang cukup baik sehingga mampu membuatku didalam posisi memalukan seperti ini. Akan tetap kali ini aku akan mencabut nyawamu dengan Teknik ke Sembilan tertinggi dari rangkaian Seni Pedang Neraka Kesembilan”


Lalu tanpa menunggu lama, Fang Pen berteriak


“Sembilan Neraka Membalikkan dunia….”

__ADS_1


Dirinya menyerap semua energi dari bumi dan langit, pedang itu menembakkan sesuatu ke angkasa, lalu terbentuklah api yang sangat besar. Tubuh Fang Pen ikut lenyap, terserap kedalam api raksasa itu. Kemudian api itu terlihat seakan turun dengan sangat cepat dari langit dan menerjang ke Wang Yong, siap menelannya hidup-hidup. Itu adalah Teknik Surgawi. Semua berdecak kagum melihat kedahsyatan teknik itu.


Wang Yong kemudian dengan tidak kalah cepatnya, dengan hentakan energi Qi ke kaki dan pengerahan benaknya untuk mengoperasikan empat baling-baling, dia terbang ke angkasa menyongsong datangnya serangan api itu.


Ketika jarak antara Wang Yong makin dekat, Wang Yong lalu berteriak


“Niat Pedang level duaaa….!!”


Lalu dia melakukan Gerakan menebas kearah api, seketika itu juga seberkas bayangan pedang raksasa muncul dan mengiris api Sembilan neraka itu membelahnya menjadi dua.


Hening sejenak….. lalu kemudian api Sembilan neraka itu buyar, hilang lenyap bersama kengerian yang ditimbulkannya.


Seiring dengan bunyi gedebuk, suara seseorang terlihat terjatuh dari angkasa.


“Braakkkkk….”


Tubuh Fang Pen terjatuh dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Terlihat ditubuh Fang Pen, garis lurus irisan pedang dari kepala turun hingga ke badan. Sungguh kematian yang mengenaskan bagi seorang jenius yang telah memahami Niat Pedang.


Semua penonton masih terkesima dengan adegan yang terjadi begitu cepat. Seolah mereka tidak percaya Ketika Wang Yong mampu membelah energi dari Teknik surgawi neraka ke Sembilan itu.


Kemudian hakim pertandingan berteriak dengan suara mengandung Qi yang sangat kuat,


Semua penonton seakan tersadar lalu kemudian serasa seluruh arena itu menjadi pecah, sorai-sorai suara penonton memuji Wang Yong dan bertepuk tangan.


“Pada akhirnya seorang dari Sekte Pedang Awan telah mengangkat Kembali kehormatan sekte itu"


"Telah sekian lama Sekte Pedang Awan selalu menjadi nomor dua paling bawah diantara tujuh sekte besar”


“Aku merasa, sebuah arus gejolak mengejutkan yang sedang terjadi di dunia praktisi bela diri Belahan utara ini. Seorang anak 14 tahun ternyata memahami Niat Pedang. Kejadian sangat langka yang sejak seribu tahun ini akan terkuak Misterinya”


“Apakah Wang Yong akan menjadi Raja Pedang berikutnya dari Wilayah Utara ini? Aku benar-benar tidak sabar untuk mengetahui apa yang kelak akan terjadi”


Semua penonton sibuk berdiskusi tentang pemenang ajang tournament antar jenius itu. Dan tidak akan pernah mereka lupakan adalah Ketika seseorang dengan kemampuan Niat Pedang level 2 mampu mengendalikan ribuan pedang lalu menggunakannya untuk bertempur melawan Teknik pedang peringkat surgawi.


Kubu Sekte Pedang Awan benar-benar dilanda kegembiraan. Master Sekte, Master Puncak dan yang lainnya datang mengucapkan selamat kepada Wang Yong. Wang Yong benar-benar gembira Bersama kawan-kawannya mereka kemudian berteriak dengan gembira.


*********


Setelah sukacita atas kemenangan itu, semua pihak masih menunggu acara penyerahan hadiah oleh panitia kepada pemenang peringkat satu sampai dengan peringkat ketiga. Sebagai tuan rumah maka Kepala Sekolah Fang Ming Hoa yang akan menyerahkan langsung hadiah itu.


***********

__ADS_1


“Tidakkah kalian semua merasakan ada yang aneh?” tiba-tiba Peng Fai bertanya ke kawan-kawannya.


“Aneh seperti apa Fai? Mengapa aku tidak merasakan keanehan apapun” Kata Fenying.


“Coba kamu lihatl bukankah awan hitam disebelah sana sepertinya bergerak itu terlalu cepat bukan? Aku merasa sepertinya dalam beberapa menit kedepan langit akan gelap tertutup awan hitam yang bergerak cepat itu” Kata Peng Fai.


“Atau... ah mungkin aku saja yang terlalu memperhatikan sesuatu secara detil’ Kembali Peng Fai mengkoreksi diri.


Ketika semua Kembali mengalihkan perhatian untuk acara pembagian hadiah. Wang Yong telah mendapatkan Hadiahnya dan dia bersuka cita untuk Ginseng ratusan tahun itu. Kultivasinya akan bertambah setelah dia mengkonsumsi ginseng itu.


Semua pihak merasa puas dengan acara turnament yang telah lewat. Kecuali beberapa pihak yang mengalami kerugian karena selain kalah, mereka kehilangan jenius dari sektenya.


Namun itulah kenyataan didalam sebuah turnament praktisi bela diri. Yang kuat akan menang dan yang lemah akan kalah dan kehilangan nyawa bukanlah sesuatu yang aneh didalam turnament seperti ini.


**********


Sementara itu langit kemudian menunjukkan kondisi semakin gelap padahal belum lagi senja menjelang. Orang-orang berpikir bahwa kemungkinan akan turun hujan lebat hari itu.


Ditengah cuaca yang mulai remang-remang itu, semua orang yang tersisa di arena Padang Es Abadi dikejutkan dengan terdengar sebuah suara seruling yang mengalun dengan sangat indah.


Semua orang kemudian merasa menjadi bertanya-tanya. "apakah ini adalah prosesi acara penutupan? kegembiraan setelah ajang tempur akan berganti ajang kesenian yang mungkin menampilkan gadis-gadis cantik memainkan musik"


Bahkan beberapa orang yang siap-siap meninggalkan ar3a arena, langsung membatalkan keinginannya. Bukankah kesenian musik gadis-gadis cantik tidak kalah menariknya untuk ditonton?


Suara seruling merdu itu perlahan mulai mengganti irama dengan nada yang terdengar menyayat hati.


Semua kembali terheran-heran. Mana penampilan dari peniup seruling itu? Mengapa belum menampakkan diri?


Suasana saat itu berubah menjadi agak mellow ketika suara seruling itu semakin keras terdengar dengan lagu yang menyayat hati itu. Banyak penonton yang mulai meneteskan air mata tanpa sebab, juga merasa sedih tanpa sebab.


Lalu kemudian, dari nada yang awalnya mellow dan menyayat itu, irama seruling itu kemudian berubah menjadi suara seruling dengan nada acak-acakan. Ada yang aneh.......


Nada seruling makin kacau didengar, membuat suasana hati menjadi bergelora tiada menentu. Emosi pendengar juga terombang ambing.


Dengan ditambah keadaan di Arena Padang Es itu menjadi semakin gelap dan beberapa penonton mulai menjadi agak gila. Mereka bertengkar satu sama lain tanpa sebab. Ada yang mulai bentrok satu sama lain.


“Musisi kematian….!!!”


Wang Yong berteriak dalam kekagetan lalu kemudian wajahnya menjadi pucat. Dia memandang kearah Master Zuo yang juga terlihat sangat kaget. Sejak kapan seseorang dengan kemampuan sebagai Pemusik Setan berada di Belahan Utara ini.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2