
Meirenyu terbang dengan sangat cepat, membelah langit diatas Lautan Tepi Selatan dengan satu tujuan. Kota Selatan. Terkadang jika dia merasa terlalu bosan dengan penerbangan, maka wujudnya berubah menjadi duyung yang dengan tidak kalah cepatnya membelah lautan.
Tidak sabar rasanya dia menyelesaikan misi pertama di Kota Selatan lalu pergi menuju kedalaman Danau Saitani Pari untuk bertemu dengan seseorang dan menyelesaikan karma dendam ini. Bahkan seudah itu dia masih harus memilih dua hewan kontrak di Pulau Rahasya Dvipa.
Meirenyu berbinar-binar dalam rasa antusias yang tinggi. Petualangan memang selalu membangkitkan andrenalin para ahli bela diri, karena hal baru didalam pertempuran akan memicu peningkatan kultivasi bagi praktisi beladiri.
>>>>>>
Niryadi baru saja selesai berkultivasi. Sejak membenamkan diri didalam kultivasi tiada henti di Puri Merak Emas-di kurun waktu hampir dua tahun ini, dia benar-benar merasakan peningkatan kultivasi.
Niryadi saat ini berada di tingkat Alam Tanpa Batas bintang 4. Ranah seperti ini bagi golongan muda, dimata praktisi di Wilayah Selatan, dia tergolong dapat dikatakan sebagai ahli yang berkemampuan tinggi dan di segani. (Golongan usia muda disini adalah dibawah usia 100 tahun, karena para pengejar kehidupan abadi dimasa itu rata-rata memiliki usia 300 tahun bahkan lebih).
Siang hari itu setelah selasai berkultivasi di Puri Merak Emas, gadis judade itu menerima pesan di slip giok arraynya yang isi pesannya adalah;
“Pertemuan siang ini di Restoran "Raja Alas Perut" (hm.. sebuah nama yang unik bukan? tapi sebenarnya cukup manis didengar).
Dia terkejut. Saluran array itu adalah saluran yang merupakan saluran array slip giok milik Sima Yong. Hatinya gembira. Rasanya telah berabad-abad dia tidak berkomunikasi dengan sahabat-sahabat perjuangannya itu. Sima Yong adalah orang pertama yang akan dia temui setelah dua tahun berlalu.
“Apakah Saudara Yong datang lebih awal dari perjanjian kami” Niryadi tersenyum gembira. Sekian lama menanti kedatangan tiga kawannya membuat dirinya rindu dengan kebersamaan mereka bertualang seperti masa lalu. Dia memikirkan dan merancang petualangan baru yang akan mereka jalani bersama nanti. Niryadi tersenyum dalam kegembiraan.
Sambil bernyanyi-nyanyi gembira Niryadi mempersiapkan diri. Sebentar lagi waktu janji temu dengan Saudara Yong di "Raja Alas Perut" akan tiba.
Dan dia lebih suka datang lebih awal ketika membuat janji temu dengan seseorang. Sambil berjalan menuju tempat itu, dalam hatinya dia berpikir,
“Sudah setinggi apa kultivasi saudara Yong itu??? Dahulu saja dia dengan cepat pasti melangkahi kultivasi mereka (Hattaudha dan Ye Bing Qing).
“Bakat saudara Yong memang tak dapat kami bertiga kejar” Niryadi berdebar-debar. Hatinya tak sabar ingin melihat pencapaian Saudara Yong,
"semoga saja tidak terlalu jauh dibanding diriku".
Di pintu Restoran itu Niryadi masuk dengan langkah pasti. Dipesannya beberapa hidangan yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan.
Dia tahu Saudara Yong tidak menyantap hidangan yang mengandung darah. Di teguknya arak itu pelan-pelan.
"Ahh..." Niryadi merasa relaks.
Dia menikmati semua nya dengan ringan. Rasa gembira untuk pertemuan dengan saudara-saudara se-petualangan itu membuncah pikirannya.
Namun hingga siang menjelang, Saudara Yong nya itu belum juga muncul.
“Apakah terjadi sesuatu yang menghalangi dia??” gadis judade itu mulai gelisah.
Sekonyong-konyong seorang perempuan cantik berdiri di hadapannya. Riasan wajah nya tipis saja, dan itu tidak mengurangi kecantikan wanita itu. Dengan mengenakan pakaian sutra mewah yang mempesona, perempuan cantik itu menegur dia.
__ADS_1
"Apakah anda yang bernama Niryadi???"
Niryadi tertegun dia sampai-sampai lupa bahwa wanita itu sedang bertanya. Kultivasi perempuan ini begitu tinggi.
"Dia seorang SAINT?? Perempuan cantik ini SAINT"
Selain wajah yang menarik kesan-ketika memandang perempuan itu awalnya rasa menggoda timbul di hati, namun perasaan itu akan tergantikan menjadi jeri ketika membaca kultivasinya. Dan Niryadi merasa tidak mengenal seseorang dengan kultivasi SAINT apalagi perempuan ini.
Perempuan itu tersenyum. Niryadi berpikir, semyuman wanita ini dapat membuat perang ketika laki-laki saling berebut mencari perhatian.
"Namaku Meirenyu. Aku adalah pengikut Master Yong. Dia memintaku untuk menyampaikan pesan bahwa dia tidak bisa datang tepat waktu. Masih ada hal yang amat penting, yang harus dikerjakan Master di Wilayah Timur".
"Dia harap anda dan kawan-kawan anda tidak menjadi kuatir jika dia belum datang ketika janji temu dua tahun telah dimulai" Suara Meirenyu mengalir dari tenggorokannya dan suaranya terdengar seperti tiupan seruling. Niryadi sampai-sampai tidak dapat berkata-kata.
Meirenyu meninggalkan Niryadi yang masih tercenung. Dia masih harus menemui seseorang di Danau Saitani Pari. Beberapa saat kemudian Niryadi baru sadar. Perempuan itu pernah mereka temui di daerah asing di sebuah danau bernama Saitani Pari. Seketika Niryadi merinding.
>>>>>>
Meirenyu berdiri diatas karang Danau Saitani Pari. Dia menyanyikan lagu-lagu sedih yang mengandung semangat magis. Baru saja dia melantunkan bait kedua, air danau terlihat bergolak. Mahluk-mahluk berbentuk setengah manusia dan setengah ikan muncul lalu berkumpul di karang dekat dia bernyanyi.
Duyung-duyung itu sibuk saling berbisik. Mereka mengagumi Meirenyu yang kini terlihat semakin cantik dan transformasi nya menjadi manusia telah sempurna.
"Itu karena dia telah menembus tingkat SAINT" bisik duyung laki-laki kepada duyung perempuan disamping nya.
***
"Keluar kamu MeiliDe... telah dua kali aku menyanyikan lagu tantangan dan kamu tidak kunjung menampakkan diri. Apakah kamu menjadi takut dengan ku?" Suara Meirenyu menggelegar penuh intensitas. Suara itu menembus jauh hingga ke kedalaman terdalam Danau Saitani Pari.
Banyak duyung yang berkerumun dengan niat menonton perkelahian dua wanita itu menjerit kaget. Kuping mereka terasa sakit dan dada terasa sesak.
"Kekuatan Meirenyu terlalu hebat... MeiliDe pasti akan di robohkan tidak lebih dari sepuluh jurus"....
Selepas meneriakkan amarah nya, sesosok duyung terlihat meleting dari dalam air danau. Air danau meluap menimbulkan cipratan yang terasa perih ketika menyentuh kulit. Mahluk ini berkepandaian tinggi.
"Wush..."
Jika Meirenyu telah terlihat cantik, maka duyung yang baru muncul meleting itu jauh lebih cantik. Kecantikan asing yang membuat mata enggan untuk beralih ketika menatapnya. Tangan Duyung itu memegang Trisula, sebuah senjata roh kaum bangsawan bawah air.
"Lancang kamu... kamu hanyalah duyung terbuang yang kalah ketika pemilihan ratu bawah air... dan sekarang kamu datang untuk menantangku?" duyung cantik yang bernama MeiliDe itu memaki. Dalam tatapan mata yang seperti bara api, dia menindas dengan kekuatan sihir.
Meirenyu melengos menghina...
"Cih... hanya dengan kekuatan sederhana seperti itu, berani-beraninya kamu bertingkah didepan nyonya ini"
__ADS_1
Meirenyu tergelak lalu tangannya menepis serangan MeiliDe dengan lambaian tangan. MeiliDe terkejut. Wajahnya seketika berubah. Dia tidak menyangka dalam beberapa waktu menghilang, Meirenyu muncul kembali dengan kekuatan seperti monster itu. Dia menjadi khawatir....
Meirenyu mengacungkan tangan kanan membentuk cakar dan mencelat ganas mengunci leher MeiliDe.
"Buk-trang"
Benturan antara Trisula dan cakar itu bentrok di udara dan menimbulkan suara menggelegar. MeiliDe merasakan tangannya kaku. Dia langsung sadar ketrampilan Meirenyu telah berubah drastis semenjak menghilang dua tahun ini.
Hati MeiliDe menjadi khawatir. Perbedaan kultivasinya di banding Meirenyu terlalu besar.
Akan tetapi MeiliDe tidak mau mempertontonkan kelemahannya. Dia adalah disebut kepala suku bagi kaum duyung di danau ini. Dan dia tidak boleh terlihat lemah.
MeiliDe kembali meleting ke udara sambil memutar Trisula. Dia mengeluarkan teknik ciri khas Kepala Suku. Dan teknik itu adalah serangan bunuh diri untuk mati bersama.
Meirenyu hanya mendengus dingin... teknik bunuh diri itu terlihat sebuah lelucon saat ini. Padahal dia teringat ... lama sekali mungkin ratusan tahun yang telah lewat, dia dibuat hampir mati oleh teknik bunuh diri milik MeiliDe.
Ketika Trisula itu telah dekat dengan lehernya, sekonyong-konyong tanpa terduga, kaki Meirenyu berputar sehingga tubuhnya membentuk arah putaran 180 derajat.
Trisula itu lolos begitu saja membentur angin, sementara kaki Meirenyu dengan kekuatan penuh menendang punggung MeiliDe.
"Hoeks..." MeiliDe memuntahkan seteguk darah dengan tubuh terlempar seperti seonggok karung kosong di campakkan.
Air danau terciprat keras tatkala tubuh MeiliDe tercebur dan lenyap dari permukaan. Meirrenyu tidak membiarkan hal itu terjadi. Dia melompat kedalam danau, lalu tidak lebih dari seperempat bakaran hio Meirenyu muncul dari dalam air. Tangannya menjambak rambut MeiliDe yang selalu menjadi kebanggaan kepala suku duyung itu. Dia menyeret MeiliDe.
Meirenyu mencampakkan tubuh layu lawannya itu ke karang, menimbulkan suara keras ketika serpihan debu terbang dari pecahan karang. MeiliDe terlihat amat ketakutan. Dia takut dirinya akan di bunuh Meirenyu.
"Tidak perlu takut. Kedatanganku kali ini hanya untuk membuktikan aku lebih sakti dibanding engkau. Aku tidak akan membunuh kau... mengapa???"
"Karena ketika melihatmu saat ini, justru aku merasa iba. Mungkin kamu adalah kepala suku kaum duyung. Akan tetapi, kamu hanya sebatas penguasa Danau kecil di Hutan Terlarang ini. Sementara aku?? Lihatlah... aku telah bertransformasi menjadi manusia seutuhnya. Banyak hal yang akan aku temui dalam petualang-petualangan ku nanti. Aku akan berkenalan dengan orang-orang baru, lalu bertempur dengan penuh kegagahan melawan ahli-ahli lainnya di luar sana..."
Meirenyu diam sejenak, dia menatap mata MeiliDe lalu berpindah ke rakyat duyung itu...
"Tahukah kamu??? Dunia di luar sana amatlah luas. Aku masih perlu menjelajah dunia ratusan tahun lagi, lalu pelan-pelan membentuk kultivasi menuju keabadian. Sementara kamu... kamu hanya akan selamanya di Danau kecil, di sebuah domain sempit bernama Hutan Terlarang. Tidak. Aku akan membiarkan kamu hidup sampai ketika nanti kamu akan mendengar kabar bahwa aku telah pergi ke negri kaum Immortal yang bernama "Negri Ajaib Wonderland". Tolong kamu jaga pengikutku itu... dan mengijinkan mereka kembali ke kedalaman danau. Lupakan permusuhan kita"
Meirenyu lantas lenyap dari pandangan semua duyung dengan gerakan terbang. Dari jauh semua melihat Meirenyu seolah-olah berlari diatas air.
"Hanya mahluk dengan kultivasi SAINT yang dapat melakukan mode penerbangan di domain Hutan Terlarang ini. Dia telah melangkah jauh, sampai-sampai kita seperti tidak mengenali lagi dia adalah Meirenyu yang dahulu biduan jalanan, perampok di atas karang itu" MeiliDe berbisik dalam hati. Entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang hilang. Dia cemburu dengan kehidupan Meirenyu yang kini dapat berkelana untuk bertemu dengan mahluk-mahluk baru yang luar biasa diluar sana....
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1