
Atid Ananada melompat dari punggung Monster Gajah itu dan mendarat di tanah dengan menimbulkan bunyi bedebum yang sangat keras.
"Menghancurkan !" terdengar suara Atid meraung.
Dia menikam Pedang bermata satu (Blade) di tangan kanan, ketanah Padang Impian Bidadari yang penuh rerumputan. Pedang bermata satu itu langsung menembus tanah, menimbulkan cahaya melingkar di tanah.
Mula-mula hanya hanya cahaya kecil, namun dengan dengan cepat lingkaran itu pecah meluas. Seberkas cahaya putih besar yang mengandung aura pembunuhan SECARA brutal terbang menghadang sosok SAGE yang tengah melayang cepat dari arah kemah barat.
SAGE itu dengan gerakan cepat melakukan mencabut satu pedang berwarna emas, kini kokoh posisi menusuk di tangan kanannya. Dia melambaikan pedang dan berkas cahaya keemasan berlari brutal menghadang cahaya putih
Duar !
Ledakan terjadi menimbulkan satu ledakan berkekuatan eksplosif. Tanah dan rumput terbang berhamburan kemana-mana. Beberapa pecahan rerumputan dan gumpalan tanah hasil ledakan itu terbang ke udara menyambit mati burung-burung nasar yang tengah terbang di langit sambil berkaok-kaok.
"Gila ! Kekuatan ledakan benturan kekuatan dua SAGE itu bahkan mampu membunuh burung-burung pemakan bangkai"
"Siapakah SAGE yang mewakili pihak kekaisaran itu? Dia hebat"
"Aku tak tahu siapa dia. Belum pernah aku melihat ahli seperti itu di Dataran Tengah kami"
"Apakah dia berasal dari tepian Barat?" ramai kaum tentara berbicara.
"Lengkungan ruang !" SAGE itu membentuk sambil membentuk satu ruang spasial, lantas menghilang dari jauh tempat mana dia berada berjarak setengah Lie. Tahu-tahu secara ajaib tubuh nya telah muncul, berada dekat dengan Atid, sepuluh tombak jaraknya.
"Lima langkah pedang !" kata SAGE itu sambil menusuk pedang berwarna emas.
Tubuhnya menghilang lagi dari jarak sepuluh tombak, muncul mendadak di hadapan Atid dengan jarak yang makin pendek, kira-kira tiga tombak jauh nya. Pedang emas bergerak secepat meteor, mengarah lurus menikam dada Atid yang terbuka.
Atid mengerutkan kening, dia tidak menjadi gugup. Blade dancer itu menjentikkan jarinya, mendesak Slaughter Blade Intent (niat pembantaian pedang level satu) menerobos keatas, dari lingkaran utih yang di ledakkan sebelumnya dan bertindak cepat menghalangi pedang emas yang dekat mengunci dada.
Dentang! Dentang !
Niat Pembantaian Pedang meledak ketika berbenturan, namun pedang emas yang berbentuk aura itu hanya bergetar hebat bergoyang-goyang, memaksa menerobos menuju dada Atid kini semakin dekat di jarak satu tombak.
Atid berteriak hebat, ketika Blade di tangan kanan menekan tanah dengan keras, dan satu Blade lainnya dari tangan kiri menebas kedepan, penuh aura Niat Pembantaian Pedang level tiga.
"Hancur !" Atid mengemposkan kekuatan, menyalurkan semua kekuatan Qi ketangan kiri. Blade itu memotong sinar Pedang Emas yang lantas terlihat meledak dan pecah-pecah, berhamburan.
"Lima Langkah Kematian !" suara SAGE itu bergema ketika aura emasnya mengalami kondisi pecah-pecah.
__ADS_1
Satu sinar keemasan baru timbul melintas cepat kearah Atid Ananada. Sebuah ruang hitam terbentuk, memberi jalan cahaya pedang emas berlari buas mengunci Atid annada. Demikian kuatnya aura kekuatan kali ini, sampai-sampai ruang spasial itu bergerak-gerak dalam getaran yang kuat, ingin pecah berhamburan.
Atid menatap serius datangnya berkas keemasan melintas celah ruang hitam. Dia menggenggam erat-erat dua pedang mata satu di tangan kanan kiri. Niat Pembantaian Pedang mencuat deras mengaliri sepasang pedang kembar itu.
Atid lantas membuat gerakan tarian pedang dengan sepasang pedang kembar, terlihat indah namun mengerikan. Oleh sebab itu dia dijuluki Blade Dancer. Niat Pembantaian Pedang menggelepar, tak sabar menerjang menghantam musuh.
"Pergilah"
Begitu pekikan Atid terdengar menggema, sepasang cahaya putih melonjak kedepan, langsung bertabrakan dengan cahaya emas.
Bang ! Kedua sinar meledak tatkala bersentuhan, menimbulkan gelombang energi yang menyapu liar kemana-mana, membuat Padang Impian Bidadari makin porak poranda.
Atid melompat mundur menjaga jarak, melirik tipis kearah tangan kirinya yang gemetar dengan darah yang mengalir. Lawannya tak terlihat lebih baik. SAGE itu menghapus jejak darah yang mengucur deras dari dadanya. Mulutnya sendiri meneteskan darah.
Atid menatap tajam kearah SAGE itu,
"Anda cukup berharga untuk tahu siapa aku. Nama ku Atid Ananada. Seniman beladiri dari Benua nun jauh disana, yang tidak pernah didengar di Benua ini.
Sekarang katakan siapa namamu? Duel ini adalah duel hidup dan mati. Pemenang akan terus hidup sementara pecundang harus mati. Aku tak ingin mengalahkan orang yang tak di ketahui namanya".
SAGE itu tertawa tipis. Dia menghapus darah yang mulai kering di bibirnya. Dengan suara dalam dia menjawab.
"Namaku Meng Feng. Orang memanggilku dengan sebutan Lima Langkah Maut. Aku di rekrut pihak kekaisaran, jauh dari utara..."
Sejak awal-awal pertarungan dua SAGE itu, Sima Yong telah terkesan dengan kemampuan Meng Feng.
"Dia paham mengenai konsep ruang? Meskipun tidak sempurna, namun dia mampu membuat Atid berdarah-darah.
Siapa dia sebenarnya? Aku lama berada di dataran Tengah namun belum pernah mendengar kemampuan seorang di ranah SAGE yang menguasai konsep ruang dan waktu"
Kini setelah Meng Feng memperkenal kan diri, Sima Yong dibuat makin kaget.
"Meng Feng? Lima Langkah Maut? Bukankah itu nama Semidevil Peringkat tiga di Neraka Dunia Bagaimana bisa dia di rekrut oleh Ju Kai itu?" Sima Yong masih tak percaya dengan pendengarannya.
Kini dua SAGE itu saling menatap dari jarak dua puluh tombak. Dengan tatapan mata mencorong seperti hewan buas yang siap-siap akan menyobek-nyobek pihak lawan.
Tiba-tiba Meng Feng mengayunkan pedang emasnya, membentuk lingkaran seperti matahari di belakang tubuhnya. Meng Feng lantas kembali membuat gerakan seperti menusuk ke arah matarahari di angkasa, mulutnya mengucapkan satu kata-kata "Lima Langkah Kematian"
Ketika pedang emas itu berubah arah menikam kedepan, seberkas sinar membawa aura panas seperti matahari terbelah bersesakan kedepan. Atid mengerutkan keningnya. Dia berpikir kalau Meng Feng ini betul-betul merupakan lawan yang memiliki kemampuan yang jarang dia temui
__ADS_1
"Beruntung aku telah menguasai Niat Pembantaian Pedang hingga level lima"
Atid Ananada tidak memiliki pilhan lain selain harus maju terus menghadang Pedang Emas Lima Langkah kematian,
Dia berputar-putar dalam tarian pedang lalu melontarkan level ke tiga Niat Pembantaian. Duar ! Kembali Pedang emas pecah-pecah.
Langkah kematian pertama ! Kilatan emas berkelebat menerobos ruang-ruang dan waktu, di celah hitam yang di ciptakan aura pedang emas.
Langkah kematian kedua !
Langkah kematian ketiga !
Langkah kematian keempat !
Langkah kematian kelima !
Lalu ke lima aura pedang itu melingkar saling bergulung di udara, kemudian berkumpul satu demi satu membentuk satu pedang emas besar, teramat besar dengan aura yang sangat mengerikan. Wajah Meng Feng sendiri telihat pucat pasi ketika mengeksekusi teknik gabungan Lima Langkah Pedang Kematian. Wajahnya berubah putih seperti kertas.
Atid Ananada tersenyum merendahkan ketika melihat lima aura pedang kematian menerkamnya. Dia berputar cepat dengan dua pedang kembar, lalu mulai melepaskan satu demi satu dari lima Niat Pembantaian Pedang.
Niat Pembataian level satu !
Niat Pembantaian level dua !
Niat Pembantaian level tiga !
Niat Pembantaian level empat !
Niat Pembantaian level lima !
Benturan dua kekuatan pedang itu terjadi begitu eksplosif. Niat pembantaian pertama tampak musnah begitu berbenturan dengan Langkah kematian pertama, namun niat pembantaian selanjutnya menyapu bersih semua Pedang Langkah kematian, membuat formasi gabungan lima langkah itu berantakan.
Meng Feng baru saja akan tertawa gembira, ketika melihat langkah pertama Pedang Kematian merusak Niat Pembantaian itu, akan tetapi dia langsung terdiam, tergugu-gugu..
"Mustahil ! Anak itu dapat melakukan eksekusi Niat Pedang tanpa jeda? Dia tidak memerlukan jeda meski hanya satu tarikan nafas?"
Atid Ananada kini tertawa senang. Ketika itu dia memutar Pedang Kembar seperti tarian, lantas aura pembunuhan Niat Pembantaian Pedang sekali lagi mencuat, menerobos cepat menebas pedang kematian seperti pisau memotong mentega.
"Ini tak mungkin !" teriak Niat Pembantaian menerobos aura Pedang Lima kematian, menghujam cepat dadanya. Meng Feng memuntahkan seteguk darah. Wajahnya menjadi terlebih pucat kehabisan darah.
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...