Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertempuran Besar Di Padang Es Abadi I


__ADS_3

Sekelompok pria berbaju hitam, yang berjumlah lima orang menyerang kearah Wang dan kawan-kawannya. Masing-masing menyerang dengan pedang yang dipenuhi hawa Qi


“Awas serangan… “ Teriak Wang Yong Ketika lima pria berbaju hitam itu melepaskan sabetan pedang kearah Wang Yong dan empat kawannya.


Kedatangan lima pria itu langsung di songsong dengan sambutan ledakan petir yang kuat,


“Duaarrrr…..”


Fenying melepaskan lima jimat petir sekaligus.


“Hati-hati, tiga orang diantaranya berada di ranah Alam Kondensasi Roh dan dua di Alam Mortal 9. Aku akan mengambil lawan 2 ranah Kondensasi Roh, Lin Hong melawan 1 Alam Kondensasi roh sedangkan sisa Alam Mortal bagian Fenying dan Peng Fai”


Belum selesai Wang Yong berkata-kata, sebuah tikaman pedang mengarah ke jantungnya disusul pedang yang lain terarah ke tenggorokannya. Dua serangan pedang diiringi teriakan yang memekakkan telinga di eksekusi dua ahli Alam Kondensasi Roh.


“Kalian benar-benar tidak pandang bulu, dan aku juga tidak akan berbelas kasihan”


Seketika itu juga Wang Yong melepaskan dua kali tebasan mengandung niat pedang level 1 secara berturut-turut. Cahaya Pedang mencicit mengikuti tebasan demi tebasan Niat Pedang level 1 itu.


“sreeett…. Sreet…. Dua kali irisan itu tidak dapat dibendung oleh dua kultivator Kekaisaran Xue Chang itu. Dan tanpa perlu melihat hasil tebasannya,, Wang Yong yakin bahwa tenggorokan mereka telah putus dan nyawa juga ikut melayang.


“Ingat… kalian harus tetap dekat dengan jimat teleportasi itu, waktu kita hanya 2 menit untuk meninggalkan tempat ini" teriak Wang Yong mengingatkan tiga kawannya.


Lin Hong hanya mengangguk dia sibuk dengan lawannya. Lalu sambil tangannya melakukan Gerakan Seni Pedang Kemarahan Dewi Perang, serangan pedang bertubi-tubi menerjang lawannya.


Lawannya kultivator Xue Chang iti menjadi gugup sehingga teknik pedang nya menjadi tidak beraturan. Kultivator Kekaisaran Xue Chang itu menjadi lebih gugup setelah melirik dan mengetahui dua temannya kehilangan nyawanya Ketika Wang Yong melakukan gerakan menebas.


“Sial… anak itu benar-benar seorang ahli pedang yang sangat kuat, sebaiknya aku melarikan diri”


Ketika pria itu berusaha untuk melompat dengan gerakan palsu seakan-akan mau melepaskan sebuah Teknik rahasia dengan cara melompat secara indah. Dia berpikir bahwa lawan- lawannya telah terkecoh. Namun patut disayangkan....


Dia ternyata melakukan kesalahan. Wang Yong telah membaca maksudnya itu, lalu sebelum dia kembali melemparkan badannya semakin menjauh dari Lin Hong, tiba-tiba dia melihat seberkas cahaya putih yang kemudian@ meledak membentuk bunga Teratai.


Ratusan Teratai salju itu kemudian seakan memiliki pikiran, terlihat dengan cepat mengejar keberadaan dimana dia pergi.


Ditengah keputus asaannya, dia mengambil keputusan untuk bentrok melawan kumpulan bunga Teratai itu. Ketika keputusan itu dia tempuh, terdengar jeritan pilu Ketika kumpulan Teratai salju itu bagaikan kuman yang menggerogoti tangannya lalu kemudian menggerogoti seluruh tubuhnya hingga lenyap. Dia meninggalkan dunia ini tanpa sempat berpikir bahwa dia melawan musuh yang tidak sederhana.

__ADS_1


“Cepat bantu Fenying dan aku akan membantu Peng Fai” Wang Yong memberi instruksi kepada Ling Hong, yang tanpa menunggu lama gadis itu langsung menerjang kearah pertempuran Fenying.


Sementara itu Wang Yong melihat Peng Fai dalam keadaan terdesak oleh kultivator Alam Mortal 9 itu, tanpa membuang waktu lWang Yong angsung mengirimkan serangan pedang terkejam kearah pertempuran Peng Fai.


Lawan Peng Fai pada saat itu dipenuhi kebahagiaan, dia mengira bahwa nyawa bocah didepannya (Peng Fai) akan dia renggut dengan mudah.


Namun secara tiba-tiba dia merasakan sesuatu menembus dadanya. Sehelai Qi pedang berwarna kristal telah menembus dadanya dan langsung menembus jantungnya. Pria itu mati tanpa tahu apa penyebabnya.


“Kita tetap stay disini, masih menunggu satu setengah menit untuk jimat teleportasi ini aktif. Jangan kemana-mana” Perintah Wang Yong.


Sementara itu, dibagian sebelah kanan mereka, Wang Yong melihat Master Dugu Taoran Bersama Master Puncak Hijau dan Merah benar-benar kewalahan menghadapi pria ras iblis itu. Sepertinya tidak akan menunggu lama Ketika mereka bertiga ditaklukan oleh ras iblis tersebut. Penatua Du Weiheng telah terlebih dahulu di cabut nyawanya oleh iblis Bernama Mao Jianheeng.


*********


Begitu banyak kelompok kecil membuat pertempuran, dan semua adegan itu terlihat didepan mata Wang Yong. Masing-masing ketua Sekte Kekaisaran Great Ying tanpa mengenal rasa takut, bertempur melawan Aliansi Kekaisaran Xue Chang.


Wang Yong menjadi terharu. Dia melihat bahwa tidak ada seorang pun diantara praktisi Great Ying yang mengeluh dalam pertempuran. Padahal sasaran Mao Jianheeng dan Aliansi Kekaisaran Xue Chang adalah seseorang yang memiliki Niat Pedang.


Meski Wang Yong berasal dari Sekten Pedang Awan, rata-rata praktisi melakukan pertempuran untuk membela Kekaisaran Great Ying. Harapan terbesar adalah pemilik Niat Pedang kelak akan menjadi seorang Raja Pedang di Utara sini.


“Suatu hari kelak apabila kita semua masih berumur panjang, Wang Yong akan membalas kebaikan dan ketulusan kalian” sumpah Wang Yong didalam hati. Matanya berkaca-kaca.


Dengan kondisi terkena sabetan pedang ditambah serangan itu berasal dari dua ahli pedang sekaligus, maka Yu Long tentu saja terjepit dibawah tekanan dari kedua penyerangnya. Lalu Yu Long menutup mata menunggu kematian…. Dia berkata untuk diri sendiri


“Ternyata kisah hidupku akan tamat hari ini  di Padang Es ini”.. Yu Long menngeluh sedih didalam hati.


“Traaangg….”


Dua helai Qi pedang menghalangi tusukan yang ditujukan keleher Yu Long.


Ketika dua praktisi dari Kekaisaran Xue Chang itu menjadi gusar lalu membalikkan badan dan siap untuk membunuh si pengganggu ….


Namun amatlah disayangkan. Dua helai Qi pedang telah menanti dengan ganas dibelakang mereka, lalu kemudian Qi itu serentak menggoreskan irisan tipis dileher mereka, disusul bunyi gedebuk keras ketika dua tubuh praktisi Xue Chang jatuh tanpa nyawa. Semua terjadi dalam keadaan yang sangat cepat.


Yu Long membuka matanya Ketika menyadari bahwa dia belum mati.

__ADS_1


Ketika matanya terbuka, hal yang pertama dia lihat adalah Wang Yong yang tersenyum sambil berdiri, lalu kemudian mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.


“Terima kasih sudah menyelamatkanku” Yu Long berkata pelan sambil menundukkan kepala.


Wang Yong membalas dengan tertawa lebar,


“Biar bagaimanapun kita adalah sesama murid Tujuh Sekte Besar Kekaisaran Great Ying. Aku akan menolong siapapun yang merupakan anggota Tujuh Sekte”


Yu Long langsung menjadi cerah wajahnya. Kembali dia mengucapkan terima kasih. Kekakuan yang terjadi selama Turnament antar jenius itu telah mencair. Dan jika melihat kenyataan, Yu Long tidak lebih dari seorang remaja yang berusia dibawah 19 tahun. Sehingga dia dengan mudah melupakan pertikaian mereka Ketika memperebutkan jenius nomor satu itu.


Sementara itu Mao Jianheeng mulai merasa kesal dalam pertempuran mengulir waktu itu. Meskipun dia pasti akan memenangkan pertarungan melawan 3 ahli Kekaisaran Great Ying itu, namun itu terasa agak lama menyelesaikan pertempuran.


Yang paling mengganggu sehingga pertempuran menjadi lama adalah salah seorang lawannya yang merupakan Ahli Mental Kelas Bumi. Berulang kali Master ilus mengganggunya dengan serangan mental ataupun serangan-serangan menggunakan jimat. Lantaran kesal, ingin rasanya dia memotong kedua tangan symbol master itu.


Mao Jianheeng tidak dapat memainkan Teknik irama setannya karena pertempuran melawan tiga praktisi ini membutuhkan konsentrasi tinggi, selain itu Teknik Irama Setan merupakan serangan jarak jauh. Bukan untuk digunakan dalam pertempuran langsung jarak dekat seperti saat ini.


Lalu kemudian dia berteriak kepada Tang Shilin (ketua aliansi Kekaisaran Xue Chang).


“Bodoh…. Kamu sebaiknya langsung mendekati anak laki-laki itu dan lumpuhkan dia”


“Jangan sampai dia lolos”


Setelah mendengar instruksi tersebut, Tang Shilin memisahkan diri dari pertempurannya melawan Kepala Sekolah Akademi Jing Lian.


Ketika Kepala Sekolah bertindak untuk mengejar Tang Shilin, dirinya di hadang oleh Liu Feng, Master Sekte Istana Bintang Abadi Kekaisaran Xue Chang.


“Kalian sungguh-sungguh tidak punya rasa malu. Bukannya bergabung untuk memperkuat Wilayah Utara Ketika Perang Raja Pedang nanti, yang adalah kalian malahan bersekutu dengan Kaum Iblis dari Barat”


“Kesalahan kalian ini tidak termaafkan dan hanya mempermalukan sekte kalian. Aku berpikir lebih baik aku membantu Pendiri sektemu Istana Bintang Abadi untuk menghukummu dengan jalan mencabut nyawamu” Dengan penuh amarah Kepala Sekolah Akademi memaki Liu Feng.


Lagi pula, dia benar-benar merasa sangat kesal karena bala bantuan dari Akademi Ling Jian dan Kota Azalea belum menampakkan batang hidung mereka.


Kondisi pertempuran di Padang Es itu benar-benar sangat kacau. Sebagian besar tenaga ahli Kekaisaran Great Ying mengalami kondisi yang menurun jauh. Masih ingat lagu irama setan yang dilepaskan Mao Jianheeng? Serangan mental yang di eksekusi dengan disebabkan Teknik Musisi Setan itu sangat mempengaruhi kemampuan tempur sebagian praktisi.


Penampakan di arena pertempuran itu terlihat amatlah berat sebelah, dimana darah berceceran disana sini, kebanyakan berasal dari praktisi bela diri Kekaisaran Great Ying. Darah dari para praktisi bela diri Kekaisaran Great Ying itu membanjiri Padang Es Abadi yang pada awalnya berwarna putih.

__ADS_1


Padang Es Abadi berubah menjadi merah akibat pembantaian yang dilakukan Aliansi Kekaisaran Xue Chang.


*Bersambung”


__ADS_2